Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Kemitraan Strategis jadi Kunci Dorong Kedaulatan Mineral

Kemitraan Strategis jadi Kunci Dorong Kedaulatan Mineral

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Upaya menciptakan kemitraan strategis menjadi salah satu kunci untuk mendorong kedaulatan mineral Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga mampu menguasai teknologi dan memperkuat rantai nilai industri mineral nasional.
Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia Sigit Puji Santosa menjelaskan, kesenjangan teknologi Indonesia di sejumlah sektor mineral sebenarnya tidak terlalu jauh dibandingkan dengan negara lain. Menurutnya, selama ini Indonesia masih banyak mengekspor bahan baku seperti alumina dan aluminium, sementara produk turunannya masih diproduksi di luar negeri.
Ia mencontohkan, Indonesia selama ini mengolah bauksit menjadi alumina atau aluminium ingot untuk kemudian diekspor ke negara lain seperti Jepang. Namun, untuk produk ekstrusi aluminium yang digunakan di sektor dirgantara, otomotif hingga pertahanan, Indonesia masih harus menunggu pasokan selama lima hingga enam bulan.
Sigit menilai teknologi untuk mengembangkan produk turunan aluminium maupun baja masih berada dalam jangkauan Indonesia. Namun, tantangan yang lebih besar berada pada mineral berbasis semikonduktor dan sejumlah mineral khusus yang saat ini hanya dikuasai oleh negara-negara maju.
“Tapi bukan jadi masalah, kita punya strategi di mana kita melakukan strategic partnership. Jadi kementerian strategis, di mana kita memiliki share terhadap kita punya mineral, you punya teknologi, tapi kalau you gak dapat mineral dari kita, maka gak bisa jalan. Kita strategic partnership, kita bangun kolaborasi R&D, kita ajak semua perguruan tinggi,” ujar Sigit dalam MINDialogue, di Jakarta, Rabu, (12/8/2026).
Senada dengan itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mengakui kemitraan strategis masih dibutuhkan untuk mempercepat transfer teknologi ke Indonesia. Menurutnya, investasi asing tetap diperlukan karena Indonesia masih memiliki kelemahan dalam riset dan pengembangan atau research and development (R&D).
“Memang kenapa kita butuh juga investasi dari luar? Kita juga butuh partner teknologi karena memang terus terang kita juga sangat lemah dalam research and development. Maka itu PR besar,” kata Todotua.
Ia mencontohkan pengembangan industri baterai kendaraan listrik yang masih menghadapi tantangan pada rantai pasok bagian tengah. Padahal, Indonesia telah memiliki sumber daya nikel dan fasilitas pengolahan HPAL.
Saat ini, Indonesia tengah melaksanakan kerja sama strategis Indonesia dalam proyek baterai kendaraan listrik. Hal ini ditandai dengan kolaborasi antara anak usaha MIND ID, Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) untuk mengadopsi teknologi manufaktur sel baterai kendaraan listrik.
Keduanya tengah membangun pabrik baterai electric vehicle (EV) berlokasi di Karawang, Jawa Barat yang akan segera diresmikan pemerintah. Adapun kapasitas produksi awal ditaksir mencapai sebesar 6,9 gigawatt hour (GWh) per tahun.
Proyek ini digarap oleh konsorsium Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) dengan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) dan IBC. CBL sendiri merupakan anak usaha dari CATL. Konsorsium perusahaan-perusahaan itu pun membentuk perusahaan baru bernama PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menekankan bahwa kemitraan strategis harus memberikan manfaat yang lebih besar bagi Indonesia. Ia menilai selama ini banyak kekayaan mineral nasional yang justru lebih banyak dimanfaatkan oleh pihak lain yang memiliki keunggulan teknologi dan pendanaan.
Menurut Maroef, kondisi tersebut membuat Indonesia belum sepenuhnya menikmati manfaat dari sumber daya mineral yang dimiliki. Padahal, pengelolaan mineral seharusnya mampu memberikan nilai tambah yang optimal bagi bangsa dan negara.
“MIND ID memandang perlunya upaya perbaikan komprehensif yang melibatkan sinergi lintas institusi. Kami mengidentifikasi bahwa transformasi tata kelola cadangan mineral nasional harus dilakukan di setiap simpul kunci proses bisnis pertambangan, yakni dari sektor hulu, menengah midstream hingga hilir,” kata Maroef.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Mini Soccer BRI Region 6 Raih Juara 1 Geothermal League 2026, Manajer Tim Ungkap Rasa Bangga dan Kebahagiaan.

    Tim Mini Soccer BRI Region 6 Raih Juara 1 Geothermal League 2026, Manajer Tim Ungkap Rasa Bangga dan Kebahagiaan.

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Tim Mini Soccer BRI Region 6 dengan berhasil meraih gelar Juara 1 pada ajang Geothermal League 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat, disiplin, dan kerja sama tim mampu menghasilkan […]

  • Sosialisasi Pertama MediaMIND 2026, Informasi Kontribusi Pertambangan Perlu Ditingkatkan

    Sosialisasi Pertama MediaMIND 2026, Informasi Kontribusi Pertambangan Perlu Ditingkatkan

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA – Informasi yang berimbang dan konstruktif mengenai industri pertambangan perlu terus diperkuat, seiring besarnya kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional dan kehidupan masyarakat.Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Suhasman mengatakan, masyarakat kerap merespons informasi tanpa memahami konteks secara utuh, sehingga berpotensi menimbulkan persepsi yang tidak tepat.“Saya kadang-kadang kalau ada informasi yang kebetulan saya tahu, lalu […]

  • SUCOFINDO Dorong Transformasi Pariwisata Kutai Barat melalui Penerapan SNI 9042:2021 CHSE

    SUCOFINDO Dorong Transformasi Pariwisata Kutai Barat melalui Penerapan SNI 9042:2021 CHSE

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sendawar, Kutai Barat, (24/6) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menyelenggarakan Sosialisasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) (SNI 9042:2021 CHSE) bagi pelaku usaha pariwisata di Sendawar, Kabupaten Kutai Barat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata sekaligus mendukung pembangunan destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten […]

  • BRI Region 6 Gelar Onboarding Pekerja Tahap 3 Tahun 2026 untuk Perkuat Budaya Kerja dan Profesionalisme

    BRI Region 6 Gelar Onboarding Pekerja Tahap 3 Tahun 2026 untuk Perkuat Budaya Kerja dan Profesionalisme

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    BRI Region 6/Jakarta 1 kembali melaksanakan kegiatan Onboarding Pekerja Tahap 3 Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berintegritas dalam mendukung transformasi serta pelayanan terbaik kepada nasabah. Kegiatan onboarding ini diikuti oleh para pekerja baru yang akan bergabung dan menjalankan tugas di berbagai unit kerja di lingkungan […]

  • Keberanian Membangun Indonesia Emas 2045: Mengapa reformasi besar harus dinilai dari dampak jangka panjangnya, bukan dari tantangan di tahap awal

    Keberanian Membangun Indonesia Emas 2045: Mengapa reformasi besar harus dinilai dari dampak jangka panjangnya, bukan dari tantangan di tahap awal

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Oleh *Sachin V. Gopalan Jakarta, 12 Agustus 2026 — Setelah kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026, hubungan Indonesia dan India memasuki momentum baru yang semakin menegaskan eratnya Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara. Pertemuan PM Modi dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta membahas berbagai bidang, mulai dari perdagangan dan […]

  • MUNAS IISIA 2026 Bahas Strategi Industri Baja Nasional di Tengah Tantangan Global

    MUNAS IISIA 2026 Bahas Strategi Industri Baja Nasional di Tengah Tantangan Global

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Jakarta, 12 Februari 2026 – Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) IISIA 2026 pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta. Mengusung tema “Peluang Strategis Industri Baja Indonesia dalam Membangun Kedaulatan Ekosistem Industri Baja Nasional”, MUNAS IISIA 2026 menjadi forum strategis untuk membahas arah kebijakan, tantangan […]

expand_less