Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026

Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk atau BRI membukukan kinerja positif hingga akhir Triwulan II
2026. Di tengah dinamika perekonomian dan industri perbankan, BRI mampu menjaga
momentum pertumbuhan bisnis yang diiringi dengan penguatan fundamental, perbaikan
kualitas aset, serta peningkatan profitabilitas. Hingga akhir Triwulan II 2026,
laba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5% year on year (yoy)
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut juga tetap ditopang oleh
karakteristik utama bisnis BRI yang berfokus pada segmen Usaha Mikro, Kecil,
dan Menengah (UMKM). Hingga akhir Juni 2026, sebesar 75,1% dari total
portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan kepada segmen UMKM,
menegaskan konsistensi perseroan dalam menjalankan perannya sebagai penggerak
ekonomi kerakyatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama BRI Hery
Gunardi yang didampingi oleh Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K,
Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance
& Strategy BRI Achmad Royadi dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti
dalam pemaparan kinerja yang digelar di Kantor Pusat BRI, Jakarta (31/8/2026).

Hery menjelaskan capaian positif BRI hingga triwulan
II 2026 tersebut diraih di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang tetap
resilien. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026 berada di kisaran
5,30%, sementara inflasi tercatat sebesar 3,34%.

Di sisi lain, aktivitas bisnis UMKM juga menunjukkan
penguatan, tercermin dari Indeks Bisnis UMKM yang meningkat dari 102,5 pada
akhir 2025 menjadi 104,7 pada Triwulan I 2026. Posisi indeks di atas 100
menunjukkan bahwa pelaku UMKM secara umum masih berada dalam fase ekspansi dan
optimistis terhadap aktivitas usahanya.

“Kondisi tersebut memberikan optimisme bagi BRI karena
UMKM merupakan core business sekaligus bagian penting dari fundamental
perekonomian nasional. Di tengah transformasi yang terus kami jalankan, satu
hal yang tidak berubah adalah komitmen BRI untuk terus tumbuh bersama UMKM dan
ekonomi kerakyatan Indonesia,” ujar Hery.

Dari sisi industri, perbankan nasional juga tetap
menunjukkan fundamental yang solid. Kredit industri perbankan hingga Triwulan
II 2026 tumbuh 12,7% secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara Dana Pihak
Ketiga (DPK) tumbuh 10,2% yoy dan dana murah atau CASA meningkat 11,0% yoy.
Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan dengan Loan at Risk (LaR) industri
turun menjadi 8,5%, sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 88,3%
dan Return on Asset (ROA) terjaga pada level 2,5%.

Transformasi Mulai
Berdampak pada Kinerja

Dalam menjaga momentum pertumbuhan, BRI terus
menjalankan transformasi melalui BRIVolution Reignite. Transformasi tersebut
diarahkan pada dua agenda besar yang dijalankan secara simultan, yakni
memperkuat funding franchise serta melakukan revamp terhadap
bisnis inti yang sudah ada sekaligus membangun new core sebagai sumber
pertumbuhan baru.

Dari sisi
pendanaan, BRI berfokus pada upaya memperbesar basis dana murah melalui
pendekatan berbasis ekosistem. BRI
juga terus memaksimalkan kapabilitas digital channel mulai dari akuisisi
merchant, penguatan transaksi BRImo, QRIS hingga BRILink Agen, sekaligus
memperkokoh dominasi pada klaster bisnis, integrasi value chain, serta
penetrasi One BRI Solution.

Pada saat yang sama, BRI terus memperkuat bisnis mikro
sebagai kekuatan utama perseroan melalui penyempurnaan proses bisnis, penguatan
kapabilitas tenaga pemasar atau mantri, serta implementasi manajemen risiko
yang semakin granular. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pertumbuhan
bisnis mikro berjalan beriringan dengan perbaikan kualitas aset.

Selain memperkuat bisnis inti, perseroan juga
mengembangkan sumber pertumbuhan baru melalui akuisisi value chain dan
ekosistem, penyempurnaan product value proposition dan targeting
untuk memperoleh nasabah berkualitas, serta perluasan layanan bullion bank.

“Transformasi yang kami jalankan bukan semata untuk
mengejar pertumbuhan yang tinggi. Fokus kami adalah memastikan BRI memiliki
mesin pertumbuhan yang semakin terdiversifikasi, sehat, berkualitas, dan
berkelanjutan. Berbagai agenda tersebut telah kami eksekusi dan mulai
memberikan dampak positif terhadap fundamental maupun kinerja keuangan BRI,”
ujar Hery.

Implementasi berbagai agenda transformasi tersebut
tercermin pada kinerja BRI hingga akhir Triwulan II 2026. Secara konsolidasian,
aset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7% yoy. Pertumbuhan tersebut
terutama ditopang oleh kredit dan pembiayaan yang meningkat 16,2% yoy menjadi
Rp1.646 triliun.

Ekspansi tersebut didukung DPK yang mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7% yoy.
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, net interest income BRI meningkat 9,9% yoy
dari Rp73,3 triliun menjadi Rp80,5 triliun. Pre-Provision Operating Profit
(PPOP) juga meningkat 12,8% yoy menjadi Rp65,7 triliun.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi mulai
kami konversikan menjadi kinerja. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya
seberapa cepat BRI bertumbuh, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut dihasilkan
dari fundamental yang semakin sehat dan pada saat bersamaan memberikan manfaat
yang semakin luas bagi perekonomian,” ungkap Hery.

Pertumbuhan Diiringi
Fundamental yang Semakin Sehat

Peningkatan profitabilitas BRI juga berjalan
beriringan dengan penguatan kualitas fundamental. Cost of Fund (CoF) secara
bank only turun dari 3,0% pada Triwulan II 2025 menjadi 2,4% pada Triwulan II
2026. Dari sisi efisiensi, Cost to Income Ratio (CIR) membaik dari 41,9%
menjadi 39,2%. Kualitas aset juga semakin sehat dengan rasio Non-Performing
Loan (NPL) turun dari 3,0% menjadi 2,9%, sedangkan Cost of Credit (CoC) membaik
dari 3,4% menjadi 3,1%.

Penguatan fundamental tersebut turut menopang
kemampuan perseroan dalam menghasilkan imbal hasil yang solid. ROA BRI tetap
terjaga pada kisaran 2,7%, sementara Return on Equity (ROE) meningkat
signifikan dari 16,6% pada Triwulan II 2025 menjadi 18,8% pada Triwulan II
2026.

“Berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa
pertumbuhan yang kami capai semakin berkualitas. Funding semakin efisien,
efisiensi operasional membaik, kualitas aset semakin sehat, dan kemampuan BRI
dalam menghasilkan return juga semakin kuat,” lanjut Hery.

Rp1.235,4 Triliun
Kredit Mengalir ke Segmen UMKM

Di tengah ekspansi bisnis yang semakin
terdiversifikasi, BRI tetap mempertahankan UMKM sebagai core business
perseroan. Hingga akhir Triwulan II 2026, kredit kepada segmen UMKM mencapai
Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6% yoy. Dengan demikian, sekitar 75,1% dari
keseluruhan portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan kepada segmen
UMKM.

Menurut Hery, besarnya porsi tersebut menunjukkan
bahwa diversifikasi sumber pertumbuhan BRI tidak mengubah DNA perseroan sebagai
bank yang tumbuh bersama ekonomi kerakyatan. Penguatan segmen consumer,
small-medium-commercial, corporate, serta pengembangan new core
dilakukan untuk menciptakan struktur bisnis yang semakin terdiversifikasi,
sementara UMKM tetap menjadi fondasi utama bisnis BRI.

“BRI tetap konsisten menjadikan UMKM sebagai core
business.
Kami percaya pertumbuhan BRI harus berjalan beriringan dengan
pertumbuhan pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, ekspansi
bisnis yang kami lakukan akan tetap berpijak pada upaya memperluas akses
pembiayaan dan memperkuat kapasitas UMKM Indonesia,” kata Hery.

Pembiayaan Diperkuat
Pemberdayaan, Dorong UMKM Naik Kelas

Komitmen terhadap ekonomi kerakyatan tidak hanya
diwujudkan melalui pembiayaan. BRI membangun pendekatan pemberdayaan UMKM
secara end-to-end, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga
pelaku usaha secara individual.

Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah
menjangkau lebih dari 5.700 desa binaan. Pada tingkat komunitas usaha, program
Klasterku Hidupku telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha. BRI juga
memperluas pemberdayaan melalui platform digital LinkUMKM yang telah menjangkau
sekitar 17,3 juta pelaku UMKM. Sementara itu, pendampingan melalui Rumah BUMN
telah melibatkan sekitar 596 ribu pelaku UMKM hingga Juni 2026.

Ekosistem pemberdayaan tersebut melengkapi peran BRI
dalam memperluas pembiayaan, termasuk melalui KUR. Sepanjang Januari hingga
Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,8 triliun kepada lebih dari
2 juta debitur. Secara kumulatif sejak 2015 hingga Juni 2026, penyaluran KUR
BRI telah mencapai Rp1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah.

Hery menegaskan bahwa pendekatan tersebut mencerminkan
peran BRI yang tidak hanya sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai
enabler pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

“Bagi BRI, pembiayaan dan pemberdayaan merupakan satu
kesatuan. Kami ingin menciptakan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan: UMKM
memperoleh akses keuangan, mendapatkan pemberdayaan dan pendampingan,
meningkatkan kapasitas usahanya, kemudian naik kelas dan semakin terintegrasi
ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih besar,” ujar Hery.

“Pada akhirnya, keberhasilan BRI tidak hanya kami ukur
dari pertumbuhan aset, kredit, maupun laba. Yang juga penting adalah seberapa
besar pertumbuhan tersebut mampu menciptakan nilai, membuka kesempatan bagi
pelaku usaha untuk berkembang, dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Dengan
fundamental yang semakin kuat dan transformasi yang terus berjalan, BRI akan
konsisten tumbuh bersama ekonomi kerakyatan Indonesia,” pungkas Hery.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada Penipuan Rekrutmen Pegawai, KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Masyarakat Untuk Jangan Percaya Oknum yang Menjanjikan Kelulusan

    Waspada Penipuan Rekrutmen Pegawai, KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Masyarakat Untuk Jangan Percaya Oknum yang Menjanjikan Kelulusan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Jumat, 4 September 2026 Waspada Penipuan Rekrutmen Pegawai, KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Masyarakat Untuk Jangan Percaya Oknum yang Menjanjikan Kelulusan Bandung (Jawa Barat), 4 September 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group kembali membuka Rekrutmen Eksternal Tingkat SLTA, D3, dan D4/S1 Tahun 2026. Seiring dibukanya kesempatan tersebut, KAI Daop […]

  • Saat Konsumen Bertanya ke AI, Apakah Brand Anda Disebut?

    Saat Konsumen Bertanya ke AI, Apakah Brand Anda Disebut?

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Ketika konsumen mulai bertanya langsung ke Artificial Intelligence (AI) untuk mencari rekomendasi produk, jasa, hingga perusahaan terbaik, tantangan baru mulai muncul bagi banyak brand: Apakah bisnis mereka ikut disebut dalam jawaban AI? Perubahan perilaku digital tersebut mulai menggeser cara konsumen menemukan informasi. Jika sebelumnya perusahaan berlomba-lomba muncul di halaman pertama mesin pencari, brand kini mulai […]

  • Dominasi Pasar Kosmetik 2026: Mengapa Maklon Kosmetik Bersama Efba Group Adalah Investasi Paling Logis

    Dominasi Pasar Kosmetik 2026: Mengapa Maklon Kosmetik Bersama Efba Group Adalah Investasi Paling Logis

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Memasuki tahun 2026, maklon kosmetik bukan lagi sekadar urusan produksi barang, melainkan tentang penguasaan teknologi manufaktur dan ekosistem hilirisasi. Efba Group hadir sebagai mitra strategis bagi investor dan beautypreneur melalui integrasi tiga kekuatan utama yang menjamin keuntungan eksponensial: Manufaktur Berteknologi Tinggi: Melalui Efba Kosmetindo, pabrik maklon kosmetik ini menerapkan standar otomasi industri yang memastikan stabilitas […]

  • Tingkatkan Standar Keselamatan Kerja Jelang Angleb, KAI Services Kolaborasi Bersama Primaya Hospital

    Tingkatkan Standar Keselamatan Kerja Jelang Angleb, KAI Services Kolaborasi Bersama Primaya Hospital

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Maret 2026 – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan serta meningkatkan standar keselamatan di lingkungan kerja jelang masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2026, Petugas satuan keamanan KAI Services yang bertugas di wilayah Regional 1 Jakarta mengikuti kegiatan pembinaan bertema First Aid dan Basic Life Support (BLS) yang diselenggarakan di Auditorium Kantor Pusat KAI Services, Stasiun Mangga […]

  • Pengguna Jasa KA di Wilayah KAI Daop 2 Bandung Januari–April 2026 Tembus 1,7 Juta Pelanggan, Naik 9,42 Persen

    Pengguna Jasa KA di Wilayah KAI Daop 2 Bandung Januari–April 2026 Tembus 1,7 Juta Pelanggan, Naik 9,42 Persen

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Jumat, 15 Mei 2026 Pengguna Jasa KA di Wilayah KAI Daop 2 Bandung Januari–April 2026 Tembus 1,7 Juta Pelanggan, Naik 9,42 Persen Bandung (Jawa Barat), 15 Mei 2026 – Minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api di wilayah kerja KAI Daop 2 Bandung terus menunjukkan tren positif. Selama periode Januari hingga April […]

  • Jangan Terburu-buru Menghakimi, Tragedi Cipayung Harus Diusut Secara Objektif

    Jangan Terburu-buru Menghakimi, Tragedi Cipayung Harus Diusut Secara Objektif

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Tragedi Cipayung tidak boleh dijadikan alat untuk membangun opini yang mendahului proses hukum. Menghormati hasil investigasi merupakan bentuk penghormatan terhadap prinsip keadilan dan tata kelola pemerintahan yang baik. Siapa pun yang nantinya terbukti lalai harus bertanggung jawab. Namun sebelum fakta-fakta hukum terungkap, tidak seorang pun layak dijatuhi vonis di ruang publik. Oleh: Rinanto Dwi Hantoro, […]

expand_less