Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » JELANG WAJIB HALAL 18 OKTOBER, FONDASI INDUSTRI HALAL TELAH SIAP

JELANG WAJIB HALAL 18 OKTOBER, FONDASI INDUSTRI HALAL TELAH SIAP

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 41 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Indonesia memasuki tahap lanjutan kewajiban sertifikasi halal pada 18 Oktober 2026 dengan basis 2,87 juta pelaku industri halal, 99 persen di antaranya berskala kecil dan mikro. Tenggat itu menjadi acuan bagi rangkaian kebijakan yang dibangun Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sejak 2020 di bawah Agus Gumiwang Kartasasmita, yang dicopot dari jabatan Menteri Perindustrian dalam perombakan kabinet bulan ini.

 

Menurut Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), tahap ini mencakup sejumlah kelompok produk, termasuk kosmetik, tekstil, keramik serta kelompok makanan dan minuman, sesuai penahapan.

Pasar besar, nilai tambah belum sepenuhnya tertangkap

Peluang yang diperebutkan tidak kecil. State of the Global Islamic Economy Report mencatat belanja konsumen Muslim di sektor ekonomi halal mencapai US$2,6 triliun pada 2024. Angka itu diproyeksikan naik menjadi US$3,56 triliun pada 2029.

 

Di dalam negeri, sekitar 87 persen penduduk beragama Islam. Industri makanan dan minuman, sektor terbesar ekonomi halal, tumbuh 6,15 persen pada 2025 dan menyumbang sekitar 6,72 persen produk domestik bruto (PDB). Sekitar 65 juta UMKM menyumbang kira-kira 61 persen PDB.

 

Namun besarnya pasar belum otomatis menjadi kekuatan industri. Pertanyaan yang kini diajukan pengambil kebijakan bukan lagi seberapa besar pasar halal Indonesia, melainkan seberapa besar nilainya yang ditangkap produsen dalam negeri.

 

Dari sertifikat ke ekosistem produksi

“Ekonomi halal merupakan bagian penting dari perang ekonomi global yang harus kita menangkan,” tegas Agus Gumiwang. Sejak 2020, Kemenperin atas inisiasi Agus Gumiwang membangun industri halal lewat beberapa jalur: kelembagaan, regulasi, infrastruktur, rantai pasok, business model, promosi, dan layanan publik, yang merupakan ekosistem dari ekonomi halal.

 

Di sisi kelembagaan, kementerian membentuk Pusat Pemberdayaan Industri Halal (PPIH) pada tahun 2020, yang pada Januari 2025 diubah menjadi Pusat Industri Halal (PIH). Kemenperin juga membentuk Lembaga Pemeriksa Halal, Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H), serta lembaga pelatihan halal untuk menyiapkan penyelia dan pendamping.

 

Di sisi infrastruktur, Kemenperin mengatur pembentukan kawasan industri halal melalui Permenperin Nomor 17 Tahun 2020 dan mendorong pembangunan Halal Industrial Park bersama Himpunan Kawasan Industri (HKI). Arah jangka menengahnya dituangkan dalam Roadmap Pengembangan Industri Halal 2025–2029 (Permenperin Nomor 40 Tahun 2025), yang melengkapi Masterplan Industri Halal Indonesia 2023–2029 di tingkat nasional.

 

Kemenperin kini memfasilitasi empat kawasan industri halal, yakni di Bintan, Cikande, Jababeka, dan Sidoarjo. Ekosistem pendukungnya mencakup 22 Lembaga Pemeriksa Halal, empat Lembaga Pendamping Proses Produk Halal, lima lembaga pelatihan jaminan produk halal, dan tiga lembaga sertifikasi profesi.

 

Pada 2021, Kemenperin memulai Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) dengan tujuan untuk membangun kesadaran, motivasi, apresiasi, dan promosi para pelaku industri dan konsumen. Pada edisi perdana IHYA, sebanyak 145 perusahaan mendaftarkan diri secara mandiri, dan sejak itu digelar setiap tahun. Tingkat partisipasi perusahaan meningkat pada IHYA edisi 2026 menjadi 1.091 perusahaan.

Inisiasi : halal sebagai agenda industrialisasi

Pergeseran paling menonjol selama beberapa tahun terakhir adalah cara pandang. Industri halal tidak diperlakukan semata sebagai urusan sertifikasi, tetapi dikaitkan dengan agenda yang lebih besar: industrialisasi, trade barrier, pendalaman struktur industri, peningkatan utilisasi produksi dan investasi, serta pengembangan kawasan industri. Logikanya, produk halal membutuhkan bahan baku, mesin, kemasan, laboratorium, tenaga kerja, pembiayaan, dan logistik. Makin banyak mata rantai itu tersedia di dalam negeri, makin besar nilai tambah ekonomi yang tumbuh di Indonesia.

 

Pendekatan ini juga menyasar IKM. Sertifikasi diposisikan sebagai pintu masuk peningkatan mutu, standardisasi, dan keterhubungan dengan rantai pasok industri besar, bukan garis akhir.  “Sertifikasi ini bukan tujuan akhir. Ini adalah instrumen,” kata ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abdul Hakam Naja, seperti dikutip Fortune Indonesia awal Oktober.

 

Hasilnya mulai tercermin di peringkat global. Dalam State of the Global Islamic Economy Report 2025/2026, sektor makanan halal Indonesia naik dari peringkat keempat pada tahun 2019 ke peringkat ketiga dunia pada tahun 2025. Di sektor fesyen muslim Indonesia saat ini menempati peringkat pertama, naik dari peringkat ketiga pada tahun 2019. Sementara di sektor farmasi dan kosmetik halal Indonesia naik dari posisi keenam pada tahun 2019 ke peringkat keempat pada tahun 2025. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Indonesia unggul pada salah satu sektor dengan bobot penilaian terbesar yakni 30 persen.

 

Menurut data yang dipaparkan Kemenperin, hingga akhir semester I-2026 sebanyak 2,67 juta perusahaan telah bersertifikat halal, dengan 5,49 juta produk dan 2,76 juta sertifikat. Pada 2025, Indonesia menarik investasi asing langsung US$24,2 miliar. Ekspor Indonesia ke negara-negara OKI pada 2024 mencapai US$12,51 miliar, naik 4,61 persen.

 

Agus Gumiwang sendiri menegaskan arah kebijakan ekonomi halal. “Indonesia harus bertransformasi dari sekadar pasar menjadi produsen dan pemain utama industri halal dunia,” ujarnya akhir September lalu.

 

“Kalau industri menengah besar saya yakin sudah siap,” kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman, seperti dikutip Katadata akhir Agustus lalu. Tantangannya ada di sekitar 1,7 juta industri kecil dan rumah tangga, yang kurang dari 1 juta di antaranya sudah bersertifikat. “Yang tantangan adalah di kecil, kecil rumah tangga, masih banyak yang belum,” ujarnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Joins Lineup of the Largest-Ever International Rubber Glove Showcase to be Held in Kuala Lumpur

    Indonesia Joins Lineup of the Largest-Ever International Rubber Glove Showcase to be Held in Kuala Lumpur

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    12th IRGCE 2026 Reaches Historic 600-Booth Milestone Ahead of September Event Kuala Lumpur, 30 June 2026 — The 12th International Rubber Glove Conference and Exhibition (12th IRGCE 2026) theme “Synergising Innovations: Redefine the Future of the Glove Ecosystem.” has already reached a historic milestone. A record-breaking 600 booths have been taken up by exhibitors from […]

  • Bagian dari PSN, Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Hilirisasi Perkebunan di Jateng

    Bagian dari PSN, Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Hilirisasi Perkebunan di Jateng

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Semarang — PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 3, sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), pada Senin (22/12) melaksanakan sosialisasi dan inisiatif program hilirisasi perkebunan yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Program ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan sekaligus memperkuat perekonomian daerah, khususnya di wilayah Jawa Tengah. […]

  • Goncangan Geopolitik, Batu Bara Tahan Banting dan Jadi Andalan Energi Primer Nasional

    Goncangan Geopolitik, Batu Bara Tahan Banting dan Jadi Andalan Energi Primer Nasional

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 68
    • 0Komentar

    JAKARTA – Goncangan geopolitik global kerap mengganggu pasokan minyak dan gas di pasar internasional. Di tengah kondisi tersebut, komoditas lain seperti batu bara menjadi alternatif energi yang lebih stabil terhadap paparan dampak perang, termasuk ketegangan yang belakangan terjadi antara Amerika Serikat dan Iran. Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar menilai batu […]

  • Penyelamat di Masa Puncak: Mulia Box Jamin Stok “Ready-to-Go” Saat Pesanan Lebaran Membludak

    Penyelamat di Masa Puncak: Mulia Box Jamin Stok “Ready-to-Go” Saat Pesanan Lebaran Membludak

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 58
    • 0Komentar

    BANDUNG, 10 Maret 2026 – Di balik keriuhan pesanan hampers yang membanjiri para pelaku usaha menjelang Idul Fitri, terselip sebuah kekhawatiran nyata: kehabisan kemasan di tengah jalan. Saat permintaan pelanggan sedang tinggi-tingginya, keterlambatan suplai kotak bisa menjadi mimpi buruk bagi kelangsungan bisnis. Memahami situasi kritis tersebut, Mulia Box hadir sebagai mitra sigap dengan menjamin ketersediaan stok […]

  • Bantu Warga Terdampak Karhutla, PT PSL Salurkan 94000 Liter Air Bersih dan  Alat Kesehatan di Mempawah

    Bantu Warga Terdampak Karhutla, PT PSL Salurkan 94000 Liter Air Bersih dan Alat Kesehatan di Mempawah

    • calendar_month 10 jam yang lalu
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Jakarta, 12 Oktober 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) menyalurkan bantuan air bersih, masker dan alat kesehatan kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu menjaga akses kebutuhan dasar masyarakat serta mengurangi dampak kesehatan akibat kabut asap selama periode Karhutla. Dukungan tersebut merupakan […]

  • Safe Haven Kembali Diminati, Harga Emas Berpotensi Lanjut Reli

    Safe Haven Kembali Diminati, Harga Emas Berpotensi Lanjut Reli

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan pada perdagangan hari Senin (29/6). Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, kondisi pasar mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah tekanan jual yang sempat mendominasi beberapa waktu terakhir mulai berkurang. Dari sisi teknikal maupun fundamental, peluang kenaikan emas dinilai masih cukup terbuka selama […]

expand_less