Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Berawal dari Jadi Ojol, Rayyan Kenal Kripto hingga Tembus Coinfest Asia 2026

Berawal dari Jadi Ojol, Rayyan Kenal Kripto hingga Tembus Coinfest Asia 2026

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • visibility 2
  • comment 0 komentar

Bali, 24 Agustus 2026 — Siang-siang Rayyan biasanya dihabiskan di atas sepeda motor. Pemuda berusia 23 tahun yang lahir di Bali itu berpindah dari satu titik ke titik lain, mengikuti pesanan yang muncul di layar ponselnya sebagai pengemudi ojek daring. 

Namun, satu perjalanan membawanya lebih jauh dari sekadar alamat tujuan. 

Semua bermula ketika salah seorang karyawan FLOQ menggunakan jasa Rayyan. Seperti banyak percakapan singkat antara pengemudi dan penumpang, obrolan awalnya berlangsung sederhana. Hingga pembicaraan mengarah pada pekerjaan, investasi, dan aset kripto. 

Dari percakapan itu, karyawan FLOQ mengetahui bahwa Rayyan ternyata sedang memulai perjalanan investasinya. Kripto bukan sesuatu yang sepenuhnya asing baginya. Ia sudah lebih dulu mengenalnya melalui berbagai konten edukasi di internet, salah satunya dari Akademi Crypto, platform pembelajaran yang membahas aset kripto dan ekosistemnya. 

Rasa ingin tahu itu kemudian mendorong Rayyan membuka akun di FLOQ. 

Ia tidak langsung menjadi trader yang setiap hari memandangi pergerakan grafik harga. Justru sebaliknya. Rayyan mengaku masih belum berani melakukan trading aktif. 

Ia memilih berjalan perlahan. 

Alih-alih mengejar pergerakan harga jangka pendek, Rayyan menggunakan pendekatan dollar cost averaging (DCA), yakni membeli aset kripto tertentu secara bertahap dalam periode tertentu. Di sela aktivitasnya sebagai pengemudi ojol, ia juga terus mengikuti konten edukasi untuk memahami dunia yang baru dimasukinya itu. 

Bagi Rayyan, langkah pertamanya di kripto bukan dimulai dari keberanian mengambil risiko besar, melainkan dari belajar. 

Undangan yang Membuka Pintu Lebih Lebar 

Pertemuan sederhana antara pengemudi dan penumpang tersebut kemudian berkembang menjadi pengalaman yang tidak diduga Rayyan. 

Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat belajarnya, FLOQ mengundang Rayyan menghadiri Coinfest Asia 2026. Festival kripto tersebut berlangsung pada 20-21 Agustus 2026 di Melasti Beach, Bali, dan mempertemukan pelaku industri, komunitas, pengembang, hingga trader dari berbagai negara. 

Bagi seseorang yang sebelumnya mengenal kripto terutama melalui layar ponsel, kesempatan itu menawarkan pengalaman berbeda. 

Di Coinfest Asia, Rayyan dapat melihat bahwa dunia kripto bukan hanya tentang harga Bitcoin yang naik dan turun. Di baliknya terdapat komunitas, perusahaan teknologi, pengembang blockchain, pelaku industrikeuangan, regulator, hingga orang-orang yang sedang membangun berbagai layanan berbasis aset digital. 

Perjalanan itu seakan mempertemukan dua dunia. 

Di satu sisi adalah keseharian Rayyan di jalanan Bali, menerima pesanan demi pesanan melalui aplikasi. Di sisi lain adalah sebuah industri digital yang berkembang cepat dan semakin banyak diakses masyarakat melaluiperangkat yang sama: ponsel di genggaman. 

Cerita Rayyan menjadi potret kecil dari perubahan yang sedang berlangsung di Indonesia. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital telah mencapai 22,69 juta pada Juni 2026. Pada bulan yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat Rp28,58 triliun, meningkat 24,20 persen dibanding bulan sebelumnya. 

Angka tersebut menunjukkan bahwa aset kripto semakin dekat dengan masyarakat. Namun, semakin mudahnya akses juga membawa pekerjaan rumah lain: literasi. 

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 yang dilakukan OJK bersama Badan Pusat Statistik mencatat indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,51 persen. Sementara indeks literasi keuanganberada pada 66,46 persen. 

Jarak antara akses dan pemahaman itu menjadi penting. Memiliki aplikasi keuangan di ponsel belum tentu berarti seseorang telah memahami produk yang digunakan, termasuk risiko di dalamnya. 

Di sinilah perjalanan Rayyan menjadi relevan. 

Ia tidak memulai dengan transaksi besar atau keputusan yang rumit. Ia memulai dengan menonton, membaca, bertanya, kemudian mencoba memahami sebelum mengambil langkah berikutnya. 

Kripto Tidak Mengenal Profesi 

CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis, melihat cerita semacam Rayyan sebagai gambaran bagaimana teknologi finansial dapat menjangkau masyarakat dengan latar belakang yang semakin beragam. 

“Bagi kami, cerita Rayyan menunjukkan bahwa akses terhadap aset digital tidak seharusnya dibatasi oleh profesi atau latar belakang. Yang paling penting adalah bagaimana seseorang memulainya dengan pengetahuan, memahami risikonya, lalu mengambil keputusan sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar Yudho. 

Menurut Yudho, perkembangan industri aset digital juga perlu dibarengi dengan semakin luasnya akses terhadap pendidikan finansial. 

“Teknologi bisa membuka akses, tetapi edukasi yang membuat akses tersebut menjadi lebih bermakna. Kami ingin semakin banyak orang merasa bahwa mereka boleh belajar, boleh bertanya, dan tidak perlu menjadi ahli keuangan terlebih dahulu untuk mulai memahami aset digital,” katanya. 

Pandangan tersebut sejalan dengan misi FLOQ yang menyebut ingin membuat perjalanan menuju investasi aset digital menjadi lebih sederhana dan inklusif. Perusahaan itu sendiri telah mencatat sekitar 1,8 juta pengguna setelah satu tahun beroperasi. 

Di tengah pertumbuhan tersebut, cerita Rayyan menunjukkan wajah lain dari adopsi kripto Indonesia. 

Bukan tentang layar perdagangan dengan deretan angka. Bukan pula tentang siapa yang memiliki modal paling besar. 

Melainkan tentang bagaimana pengetahuan yang sebelumnya terasa jauh kini dapat ditemukan lewat sebuah video, aplikasi, percakapan dengan orang asing, bahkan perjalanan singkat mengantar seorang penumpang. 

Bagi Rayyan, perjalanan itu masih berada di awal. 

Ia masih bekerja sebagai pengemudi ojol. Masih menjalani rutinitasnya di jalanan Bali. Masih mempelajari kripto sedikit demi sedikit dan memilih pendekatan investasi yang menurutnya lebih nyaman dibanding trading aktif. 

Namun, kini ada satu hal yang berbeda. 

Ponsel yang sehari-hari membantunya menemukan penumpang dan mencari penghasilan juga telah menjadi pintu masuk menuju pengetahuan finansial yang lebih luas.  

Sebuah perjalanan yang bermula dari jalanan Bali, lalu membawanya ke tengah pertemuan industri kripto dunia di pulau tempat ia dilahirkan. 

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenaikan Suku Bunga dan Geopolitik: Mengapa Indeks Global Menjadi Pilihan Trader Saat Ini

    Kenaikan Suku Bunga dan Geopolitik: Mengapa Indeks Global Menjadi Pilihan Trader Saat Ini

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Dinamika pasar keuangan internasional pada pertengahan tahun ini terus bergerak dalam ritme yang sangat menantang bagi para pelaku pasar di seluruh dunia. Kombinasi antara penyesuaian kebijakan moneter oleh bank-bank sentral utama terkait tingkat suku bunga acuan dan pergeseran peta geopolitik global telah menciptakan lanskap ekonomi baru yang penuh dengan kejutan. Di tengah situasi yang fluktuatif […]

  • Blockchain Resmi Masuk Ekonomi Kreatif, IDBW 2026 Jadi Panggung Besar Web3 Indonesia

    Blockchain Resmi Masuk Ekonomi Kreatif, IDBW 2026 Jadi Panggung Besar Web3 Indonesia

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    ” /> Jakarta, 18 Agustus 2026 – Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026 resmi digelar pada 12–13 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), menandai edisi ke-6 sejak pertama kali diluncurkan pada 2019. Mengusung tema “Turning Infrastructure into Impact”, IDBW 2026 mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan blockchain dan Web3 paling aktif di […]

  • KAI Daop 2 Bandung Tindak Tegas Sopir Truk Penyebab KA Papandayan Tertemper di Petak Jalan Plered–Cikadongdong

    KAI Daop 2 Bandung Tindak Tegas Sopir Truk Penyebab KA Papandayan Tertemper di Petak Jalan Plered–Cikadongdong

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Jumat, 15 Mei 2026 KAI Daop 2 Bandung Tindak Tegas Sopir Truk Penyebab KA Papandayan Tertemper di Petak Jalan Plered–Cikadongdong Bandung (Jawa Barat), 15 Mei 2026 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menindak tegas sopir truk yang memarkirkan kendaraannya sembarangan hingga mengganggu ruang bebas jalur kereta api […]

  • MIND ID Bina Lebih dari 10.000 UMKM untuk Perkuat Ekonomi Lokal dan Tekan Kemiskinan

    MIND ID Bina Lebih dari 10.000 UMKM untuk Perkuat Ekonomi Lokal dan Tekan Kemiskinan

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 57
    • 0Komentar

    JAKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, memperkuat komitmennya dalam mendukung agenda pemerintah menurunkan tingkat kemiskinan melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM. Hingga 2025, Grup MIND ID telah membina lebih dari 10.000 pelaku UMKM di seluruh daerah operasional, menjadikannya salah satu BUMN yang paling proaktif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan lokal. Wakil […]

  • Investasi Minerba Sentuh US,7 miliar, Tingkatkan Nilai Tambah SDA Nasional

    Investasi Minerba Sentuh US$6,7 miliar, Tingkatkan Nilai Tambah SDA Nasional

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 67
    • 0Komentar

    JAKARTA — Sektor mineral dan batu bara terus berkontribusi bagi peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional. Perusahaan-perusahan pertambangan terus mengejar target pembangunan dan pengoperasian proyek strategis hilirisasi, guna memastikan investasi yang dikeluarkan mampu segera menciptakan produk bahan baku yang mendukung transformasi industri Indonesia. Laporan capaian kinerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi […]

  • Indonesia Tandatangani 7 Memorandum of Understanding (MoU) pada INNOPROM  2026 untuk Tembus Pasar Eurasia

    Indonesia Tandatangani 7 Memorandum of Understanding (MoU) pada INNOPROM 2026 untuk Tembus Pasar Eurasia

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Pemerintah Republik Indonesia terus mendorong perluasan jaringan pasar industri domestik ke kancah global. Langkah strategis ini terlihat nyata melalui partisipasi aktif Indonesia sebagai negara mitra (Partner Country) dalam pameran industri internasional INNOPROM 2026 yang berlangsung di Yekaterinburg, Rusia. “Indonesia membawa agenda industri yang tegas, yaitu mempercepat hilirisasi mulai dari mineral kritis dan manufaktur maju, hingga […]

expand_less