Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional

Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar

Arus peti kemas nasional terus menunjukkan tren positif pada semester I 2026, yang didorong ekspansi layanan pelayaran seperti pembukaan rute baru dan peningkatan aktivitas perdagangan.

SURABAYA—Arus
peti kemas nasional terus menunjukkan tren positif pada semester I 2026. PT
Pelindo Terminal Petikemas mencatat throughput mencapai 6,63 juta TEUs
atau tumbuh 5,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan
tersebut didorong oleh ekspansi layanan pelayaran melalui pembukaan rute baru,
penambahan kunjungan kapal (extra call), serta meningkatnya aktivitas perdagangan.

Corporate
Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra menyebut pertumbuhan
terjadi baik pada peti kemas domestik maupun internasional. Arus peti kemas
luar negeri mencapai 2,27 juta TEUs atau tumbuh 9,13%, sedangkan domestik
mencapai 4,36 juta TEUs atau tumbuh 3,72%. Dari sisi perdagangan internasional,
arus impor mencapai 1,11 juta TEUs (tumbuh 11,67%) dan ekspor mencapai 1,13
juta TEUs (tumbuh 6,70%). Angka ini menunjukkan aktivitas perdagangan Indonesia
masih tumbuh positif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya
aktivitas pelayaran, pembukaan layanan [service] baru, penambahan kunjungan
kapal, direct call internasional di kawasan Indonesia Timur, hingga
meningkatnya kebutuhan logistik untuk mendukung Proyek Strategis Nasional
(PSN),” ungkap Widyaswendra, Senin (27/7).

Selain itu modernisasi terminal, peningkatan konektivitas
antarpelabuhan, serta penguatan layanan menjadi faktor penting dalam menjaga
kelancaran rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan daya saing logistik
Indonesia.

Wakil Ketua Umum Bidang Maritim dan Pelabuhan DPP
Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Harry Sutanto, menilai
pertumbuhan arus peti kemas menjadi salah satu indikator penting untuk membaca
kondisi perekonomian nasional. Pertumbuhan tersebut menunjukkan ketahanan
ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Meski ekspor mengalami
penurunan dibandingkan impor, kondisi ini tetap berdampak positif karena
sekitar 78 persen impor merupakan bahan baku dan mesin yang dibutuhkan industri
manufaktur.

“Kalau impor naik, sekitar 78 persen di antaranya
merupakan bahan baku dan mesin. Artinya prospek ekonomi, terutama sektor
manufaktur, masih tumbuh,” katanya saat dihubungi, Kamis (23/7/2026).

Peningkatan aktivitas perdagangan turut mendorong
pembukaan layanan pelayaran dan penambahan kunjungan kapal di sejumlah
pelabuhan. Salah satu yang mencatat pertumbuhan tinggi adalah Pelabuhan Panjang
di Lampung dengan kenaikan arus peti kemas mencapai 17,4 persen. “Hampir
semua pelabuhan menunjukkan pertumbuhan positif, meskipun tidak sama besar. Di
Sumatra misalnya, Pelabuhan Panjang tumbuh cukup tinggi. Pelabuhan-pelabuhan
Pelindo sendiri mewakili sekitar 90 persen aktivitas perdagangan nasional,”
ujarnya.

Harry menilai perusahaan pelayaran masih berhati-hati
dalam membuka rute baru. Pembukaan layanan dilakukan setelah mempertimbangkan
ketersediaan muatan agar operasional tetap berkelanjutan.

“Perusahaan
pelayaran sangat berhitung dalam membuka rute baru. Mereka harus memastikan
muatannya tersedia dan berkelanjutan sebelum memutuskan membuka layanan secara
rutin,” katanya.

Harry juga
mengingatkan sektor pelayaran internasional masih menghadapi tekanan akibat
konflik geopolitik. Perubahan rute pelayaran menyebabkan biaya angkutan laut
meningkat, terutama pada jalur Asia-Eropa yang mengalami kenaikan tarif freight
sekitar 30–70 persen. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga
menjadi tantangan karena meningkatkan biaya impor.

Indikator
Positif

Ketua Umum
Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (INSA),
Carmelita Hartoto, menilai pertumbuhan arus peti kemas pada Semester I 2026
menjadi indikator positif bagi perekonomian nasional.

“Pertumbuhan
arus peti kemas nasional pada Semester I 2026 merupakan sinyal yang positif
bagi ekonomi kita (Indonesia). Ini tentu sinyal (positif) bahwa pertumbuhan
ekonomi dan arus barang di pelabuhan tetap terjaga, meski di tengah tekanan
ekonomi global,” kata Carmelita saat dihubungi, Kamis.

Carmelita
berharap tren tersebut dapat dipertahankan melalui penguatan ekosistem logistik
nasional, mulai dari peningkatan efisiensi pelabuhan, konektivitas antardaerah,
hingga kelancaran operasional pelayaran.

“Kita
harap ini dapat terus terjaga dengan menjaga iklim usaha yang baik di dalam
ekosistem logistik nasional, seperti efisiensi pelabuhan, peningkatan
konektivitas nasional, kelancaran operasional pelayaran dan lainnya. Jadi
pertumbuhan ini terus berkelanjutan,” tandasnya.

Pakar
logistik maritim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Raja
Oloan Saut Gurning, menilai kenaikan throughput peti kemas merupakan
konsekuensi logis dari meningkatnya aktivitas ekonomi dan perdagangan.

“Urutannya dimulai dari pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketika ekonomi tumbuh, interaksi perdagangan secara keseluruhan juga meningkat.
Dari situ perdagangan melalui laut ikut bertumbuh, kemudian aktivitas ekonomi
maritim yang mencakup logistik dan pelayaran juga meningkat, hingga akhirnya
mendorong permintaan layanan terminal peti kemas,” terangnya saat dihubungi
Rabu (22/7/2026).

Menurut
Saut Gurning, dalam industri maritim terdapat konsep ships follow the trade,
yakni aktivitas pelayaran berkembang mengikuti pertumbuhan perdagangan. “Dalam
industri maritim ada istilah ships follow the trade. Jadi kapal dan aktivitas
terminal peti kemas mengikuti pertumbuhan perdagangan. Perdagangan
sendiri merupakan turunan dari pertumbuhan ekonomi. Itu urutannya,” jelasnya.

Ia menjelaskan berbagai penelitian empiris menunjukkan
pertumbuhan throughput peti kemas memiliki efek pengganda terhadap aktivitas
ekonomi. Meski
demikian, besarnya efek tersebut masih dipengaruhi kualitas sistem logistik
nasional. Belum termasuk ketika terjadi hambatan lain, seperti keterbatasan
infrastruktur, konektivitas antarmoda, kemacetan distribusi, regulasi, hingga
proses customs, immigration, and quarantine (CIQ).

Kualitas
Layanan

Peningkatan
daya saing perdagangan Indonesia sangat bergantung pada kualitas layanan
terminal peti kemas. Kinerja layanan terminal peti kemas yang andal akan
membuat biaya logistik melalui laut menjadi lebih efisien. Setelah biaya
logistik turun, daya saing perdagangan meningkat, volume perdagangan bertambah,
dan pada akhirnya pilihan pengguna jasa terhadap terminal tersebut juga akan
semakin tinggi.

Sementara,
pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menjelaskan bahwa jalur peti kemas
merupakan salah satu tulang punggung logistik, baik untuk distribusi domestik
maupun kegiatan ekspor dan impor. Namun, ia mengingatkan masih terdapat
sejumlah tantangan yang harus dibenahi, seperti ketidakseimbangan arus peti
kemas antardaerah, keterbatasan kapasitas pelabuhan, hingga pendangkalan alur
pelayaran yang dapat mengurangi efisiensi distribusi barang.

“Kalau alur pelayaran mengalami pendangkalan, kapal tidak
bisa beroperasi secara optimal. Kapal akhirnya mengurangi muatan agar tetap
aman berlayar, sehingga kapasitas angkut berkurang dan distribusi barang
menjadi kurang efisien,” katanya saat dihubungi Rabu.

Menurutnya, pengerukan alur pelayaran, modernisasi
fasilitas, serta investasi pada peralatan bongkar muat perlu terus dilakukan
agar produktivitas terminal semakin meningkat. Investasi pada peralatan bongkar
muat, modernisasi fasilitas, hingga peningkatan kapasitas pelabuhan perlu terus
dilakukan agar produktivitas terminal semakin baik.

Ia juga
mendorong percepatan pembangunan pelabuhan transhipment internasional agar
Indonesia tidak bergantung pada pelabuhan negara lain. “Saat ini sebagian arus
peti kemas internasional masih harus melalui pelabuhan di negara tetangga
sebelum menuju tujuan akhir. Jika Indonesia memiliki pelabuhan transhipment
yang kuat, efisiensi logistik akan meningkat dan nilai tambahnya dapat
dinikmati di dalam negeri,” katanya. (*)

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Holding Perkebunan Nusantara Kembangkan Hilirisasi, PTPN I Fokus Replanting di Pulau Seram

    Holding Perkebunan Nusantara Kembangkan Hilirisasi, PTPN I Fokus Replanting di Pulau Seram

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 86
    • 0Komentar

    MALUKU – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding Perkebunan Nusantara, mempercepat program hilirisasi kelapa melalui rencana tanam ulang (replanting) di Kebun Awaya, PTPN I Regional 8, Pulau Seram, Maluku. Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, dalam kunjungan kerja ke Kebun Awaya pada Kamis (5/3), sekaligus mendorong percepatan implementasi program strategis […]

  • Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

    Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Pernah bertanya-tanya kenapa limit pinjaman yang kamu dapat berbeda dengan orang lain, padahal nominal yang diajukan sama? Hal ini wajar. Setiap pengajuan pinjaman dapat memiliki hasil berbeda karena penyedia pinjaman mempertimbangkan kondisi dan profil masing-masing nasabah. Ada yang mendapatkan pinjaman limit besar, sementara yang lain memperoleh limit lebih rendah. Lalu, apa saja yang dapat memengaruhi […]

  • Rekomendasi Wedding Venue Mewah Jakarta Selatan: Rà Suites Simatupang Hadirkan Paket Pernikahan Eksklusif

    Rekomendasi Wedding Venue Mewah Jakarta Selatan: Rà Suites Simatupang Hadirkan Paket Pernikahan Eksklusif

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA — Wedding venue megah, elegan, dan berkelas di Jakarta Selatan kini semakin lengkap dengan kehadiran paket pernikahan eksklusif dari Rà Suites Simatupang. Menjawab kebutuhan calon pengantin akan tempat pernikahan yang representatif dan fleksibel, Rà Suites Simatupang menghadirkan ruang perjamuan berkapasitas hingga 700 tamu undangan dengan penawaran harga mulai dari Rp108.000.000,- nett untuk 150 orang. […]

  • Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum

    Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Jakarta, (1/5) – PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat daya saing melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan ekspansi peran di tingkat internasional dengan mengikuti asesmen kesesuaian (conformity assessment) oleh Asian Network Forum (ANF), khususnya untuk layanan pada portofolio Sertifikasi dan Eco Framework, serta Laboratorium. Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna mengatakan bahwa asesmen ini […]

  • MMAJ Jakarta 2026 Hadirkan Platform B2B Strategis untuk Pengembangan Lisensi IP Jepang di Indonesia

    MMAJ Jakarta 2026 Hadirkan Platform B2B Strategis untuk Pengembangan Lisensi IP Jepang di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Merah! Merah! Anime Japan!! (MMAJ) Jakarta 2026 membuka peluang kolaborasi lintas negara di sektor industri kreatif, khususnya dalam pemanfaatan IP secara legal dan berkelanjutan. Jakarta – Merah! Merah! Anime Japan!! (MMAJ) Jakarta 2026 akan digelar pada 30-31 Mei 2026 di Gandaria City, Jakarta Selatan, sebagai platform Business-to-Business (B2B) perdana di Indonesia yang secara khusus mempertemukan […]

  • Dorong UMK Naik Kelas, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Fasilitasi Sertifikasi Halal UMK Jakarta Utara

    Dorong UMK Naik Kelas, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Fasilitasi Sertifikasi Halal UMK Jakarta Utara

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Jakarta, 25 September 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan dan peningkatan daya saing Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pemberdayaan UMK Maritimepreneur. Program ini diwujudkan melalui pendampingan dan fasilitasi sertifikasi halal bagi 20 pelaku UMK binaan di lingkungan perusahaan. Program […]

expand_less