Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » BI Buka Opsi Terbitkan Stablecoin, Pelaku Industri Soroti Arah Baru Rupiah Digital

BI Buka Opsi Terbitkan Stablecoin, Pelaku Industri Soroti Arah Baru Rupiah Digital

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
  • visibility 6
  • comment 0 komentar

Jakarta, 5 Oktober 2026 – Bank Indonesia (BI) membuka opsi untuk menerbitkan stablecoin sebagai bagian dari pengembangan instrumen digital bank sentral. Wacana tersebut muncul di tengah pengembangan Rupiah Digital yang saat ini memasuki tahap eksperimen untuk mendukung transaksi lintas negara.

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan bentuk akhir instrumen digital yang tengah dikembangkan masih dalam pembahasan. BI mempertimbangkan sejumlah alternatif, termasuk Central Bank Digital Currency (CBDC) maupun stablecoin yang diterbitkan langsung oleh bank sentral.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari tahap lanjutan pengembangan Rupiah Digital. BI saat ini telah memasuki tahap ketiga yang berfokus pada eksperimen penggunaan instrumen digital untuk transaksi lintas negara.

Stablecoin BI Dapat Fatwa Halal

Selain perkembangan teknologi dan mekanisme penerbitannya, aspek syariah turut menjadi bagian dari pembahasan. Destry menyampaikan bahwa BI telah memperoleh fatwa halal dari Dewan Syariah Nasional (DSN) terkait digital currency atau stablecoin yang akan diterbitkan oleh bank sentral.

Fatwa tersebut menjadi salah satu perkembangan dalam proses pengkajian instrumen digital berbasis rupiah. Meski demikian, BI masih perlu menentukan bentuk akhir, mekanisme, serta kerangka implementasi instrumen tersebut.

Wacana stablecoin yang diterbitkan bank sentral juga perlu dibedakan dari private stablecoin yang diterbitkan oleh entitas swasta. Keduanya memiliki karakteristik penerbitan dan mekanisme yang berbeda, meskipun sama-sama dirancang untuk mempertahankan nilai yang relatif stabil terhadap aset acuan tertentu.

Industri Soroti Infrastruktur dan Kepastian Regulasi

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pembahasan stablecoin oleh BI menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan sistem keuangan Indonesia.

Dari perspektif FLOQ sebagai pelaku industri aset digital, pengembangan instrumen digital oleh bank sentral dapat membuka peluang bagi terbentuknya infrastruktur keuangan yang lebih terintegrasi, terutama apabila nantinya dapat terhubung dengan sistem pembayaran dan ekosistem aset digital yang lebih luas.

“Pembahasan stablecoin oleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa teknologi aset digital semakin menjadi bagian dari diskusi mengenai masa depan sistem keuangan. Ini merupakan perkembangan yang menarik, tetapi desain dan implementasinya perlu dibangun dengan memperhatikan stabilitas nilai, transparansi, tata kelola, keamanan teknologi, serta perlindungan pengguna,” ujar Yudho.

Ia juga melihat kepastian regulasi sebagai salah satu faktor penting dalam pengembangan instrumen digital di Indonesia. Menurutnya, koordinasi antara regulator menjadi penting agar inovasi dapat berkembang tanpa mengabaikan aspek stabilitas dan perlindungan konsumen.

“Dari perspektif industri, kejelasan mengenai underlying asset, mekanisme penerbitan, tata kelola, serta interoperabilitas akan menjadi faktor penting untuk menentukan bagaimana instrumen tersebut dapat digunakan secara efektif dalam ekosistem keuangan,” tambah Yudho.

Pertumbuhan stablecoin juga berlangsung di tengah semakin luasnya adopsi aset digital seperti Bitcoin di Indonesia. Kehadiran BTC dan berbagai aset digital lainnya telah mendorong pembahasan yang lebih luas mengenai regulasi, infrastruktur, serta integrasi aset digital dengan sistem keuangan nasional.

OJK dan BI Terus Koordinasi

Di sisi lain, perkembangan stablecoin juga berkaitan dengan pembagian kewenangan antara BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK sebelumnya telah mengatur perkembangan private stablecoin sebagai bagian dari ekosistem aset keuangan digital.

Koordinasi antara kedua regulator menjadi penting seiring berkembangnya berbagai bentuk aset digital dan instrumen pembayaran berbasis teknologi. Pengujian melalui regulatory sandbox juga menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk melihat kesiapan model bisnis dan teknologi sebelum diterapkan secara lebih luas.

Bagi ekosistem aset digital Indonesia, perkembangan ini menunjukkan bahwa pembahasan mengenai stablecoin tidak lagi hanya berkaitan dengan industri kripto, tetapi mulai bersinggungan dengan agenda digitalisasi sistem keuangan.

Ke depan, arah kebijakan BI akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan bentuk Rupiah Digital maupun kemungkinan stablecoin bank sentral, termasuk mekanisme penerbitan, penggunaan, pengawasan, dan keterhubungannya dengan sistem keuangan nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fakultas Vokasi UB Perkuat Kompetensi Keamanan Siber melalui Kolaborasi dengan Positive Technologies dan Kampus Rusia

    Fakultas Vokasi UB Perkuat Kompetensi Keamanan Siber melalui Kolaborasi dengan Positive Technologies dan Kampus Rusia

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya terus memperkuat kompetensi akademik dan praktis di bidang keamanan siber melalui kerja sama internasional dengan Positive Technologies, perusahaan teknologi asal Rusia, serta dua perguruan tinggi ternama, yaitu RUDN University dan Moscow Institute of Physics and Technology (MIPT). Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah strategis UB dalam menjawab kebutuhan talenta keamanan siber […]

  • Konsisten Jalankan Penghijauan bersama Pelanggan, WSBP Tanam Lebih Dari 2 Ribu Pohon Sepanjang Semester I 2026

    Konsisten Jalankan Penghijauan bersama Pelanggan, WSBP Tanam Lebih Dari 2 Ribu Pohon Sepanjang Semester I 2026

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Jakarta, Juli 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui program WSBP Inspiring Kindness: Piles of Sustainability. Sepanjang Semester I 2026, WSBP bersama para pelanggan telah menanam 2.105 pohon atas pengiriman 21.052 batang Spun Pile untuk berbagai proyek infrastruktur di Indonesia. Program WSBP Inspiring Kindness: […]

  • MoraRepublic melalui Oxygen.id Dukung Konektivitas Internet di Indonesia Women Fest 2026

    MoraRepublic melalui Oxygen.id Dukung Konektivitas Internet di Indonesia Women Fest 2026

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Oxygen.id mendukung konektivitas internet pada Indonesia Women Fest 2026 yang berlangsung pada 29–31 Mei 2026 di ICE BSD City. MoraRepublic melalui brand layanan internetnya, Oxygen.id, mendukung konektivitas internet pada gelaran Indonesia Women Fest 2026 yang berlangsung pada 29–31 Mei 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Dukungan ini dihadirkan untuk menunjang pengalaman digital yang nyaman dan […]

  • Jelang Penutupan GIIAS 2026, BRI Finance Perkuat Kemudahan Pembiayaan Mobil

    Jelang Penutupan GIIAS 2026, BRI Finance Perkuat Kemudahan Pembiayaan Mobil

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakarta, 7 Agustus 2026 – Gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 akan segera berakhir pada 9 Agustus mendatang. Memasuki hari-hari terakhir pameran otomotif terbesar di Indonesia ini, masyarakat yang telah menentukan pilihan kendaraan kini dihadapkan pada langkah berikutnya, yakni memilih skema pembiayaan yang tepat agar rencana memiliki mobil baru dapat segera terwujud. Berlangsung […]

  • BRI Finance Permudah Kepemilikan Mobil Baru Lewat KKB dengan Bunga Mulai 3,97%

    BRI Finance Permudah Kepemilikan Mobil Baru Lewat KKB dengan Bunga Mulai 3,97%

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Juni 2026 – Di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama untuk mendukung kenyamanan perjalanan bersama keluarga. Mulai dari aktivitas sehari-hari, perjalanan akhir pekan, hingga momen liburan, kebutuhan akan kendaraan yang nyaman dan fleksibel tetap menjadi bagian penting dalam menunjang kualitas waktu bersama keluarga. Data Gabungan Industri Kendaraan […]

  • KAI Bandara Layani Lebih dari 2,1 Juta Penumpang di Sumatera Utara Selama Semester I 2026

    KAI Bandara Layani Lebih dari 2,1 Juta Penumpang di Sumatera Utara Selama Semester I 2026

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    PT Railink (KAI Bandara) mencatat layanan KA Srilelawangsa di wilayah Sumatera Utara melayani sebanyak 2,2 juta penumpang selama periode Januari hingga Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat 2,35% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 2 juta penumpang, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api sebagai pilihan mobilitas yang aman, nyaman, dan tepat waktu. […]

expand_less