Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Berpotensi Hadapi Oktober yang Volatil, Level US$87.000 Jadi Sorotan

Bitcoin Berpotensi Hadapi Oktober yang Volatil, Level US$87.000 Jadi Sorotan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Jakarta, 30 September 2026 — Bitcoin (BTC) memasuki penghujung September 2026 dengan prospek yang kembali menjadi perhatian menjelang Oktober. Secara historis, Oktober kerap menjadi salah satu bulan positif bagi Bitcoin, tetapi sejumlah indikator pasar menunjukkan potensi pergerakan volatil masih membayangi aset kripto terbesar tersebut.

Data historis menunjukkan Bitcoin menguat dalam 10 dari 15 periode Oktober terakhir, dengan median return sekitar 11,2%. Setelah September ditutup positif, Bitcoin juga tercatat mengalami kenaikan pada empat dari enam periode Oktober berikutnya. 

Namun, pola historis tersebut belum menjadi jaminan bagi Bitcoin untuk kembali mencatat reli pada Oktober 2026.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah melambatnya arus dana ke spot Bitcoin ETF. Data internal FLOQ mencatat ETF Bitcoin spot mencatat inflow selama tujuh sesi berturut-turut sejak 17 September dengan total sekitar US$2,98 miliar.

Namun, inflow pada 25 September tercatat hanya US$134,47 juta, jauh lebih rendah dibandingkan rekor harian sebesar US$998,95 juta yang tercatat pada 21 September. 

Bitcoin Berada di Persimpangan

Dari sisi teknikal, area US$84.433 menjadi level yang perlu direbut kembali Bitcoin sebelum menguji resistance yang lebih tinggi. Sementara, level US$87.360 menjadi resisten penting setelah BTC gagal mempertahankan momentum kenaikan di area tersebut.

Sebaliknya, penurunan di bawah US$80.811 dapat membuka ruang koreksi menuju sekitar US$74.957.

Penempatan area US$82.900-US$83.000 sebagai support penting untuk menjaga tren jangka pendek Bitcoin. Selama area tersebut bertahan, BTC masih memiliki ruang untuk bergerak menuju US$88.600-US$92.200. Namun, penurunan berkelanjutan di bawah zona tersebut dapat meningkatkan risiko koreksi lebih dalam. 

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai Oktober berpotensi menjadi fase penting bagi Bitcoin karena pasar akan menguji apakah momentum kenaikan September dapat berlanjut atau justru memasuki fase konsolidasi.

“Memasuki Oktober, Bitcoin berada di fase yang cukup krusial. Secara historis, Oktober memang sering menjadi periode positif bagi Bitcoin, tetapi kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa investor perlu melihat konfirmasi dari sisi arus dana ETF, likuiditas, dan respons harga terhadap level resistance utama,” ungkap Yudho.

“Jika Bitcoin mampu mempertahankan area support dan kembali mendapatkan dorongan dari arus dana institusional, peluang untuk melanjutkan momentum kenaikan masih terbuka. Namun, volatilitas tetap perlu diantisipasi karena posisi leverage yang cukup besar dapat mempercepat pergerakan harga ketika terjadi breakout maupun koreksi.”

Data Ekonomi AS Jadi Katalis Oktober

Selain faktor teknikal dan arus ETF, arah Bitcoin pada awal Oktober juga berpotensi dipengaruhi sejumlah data ekonomi Amerika Serikat.

Yudho mencatat Bitcoin berada di sekitar US$83.000 pada 28 September, dengan US$85.000 sebagai resistance dan US$80.000 sebagai support utama. Pada saat yang sama, yield Treasury AS 10 tahun berada di sekitar 5,15%, sehingga tekanan terhadap aset berisiko masih menjadi perhatian pasar. 

Sejumlah data penting dijadwalkan keluar pada pergantian September menuju Oktober. Data PCE AS dijadwalkan pada 30 September, disusul initial jobless claims pada 1 Oktober dan laporan pekerjaan AS untuk September pada 2 Oktober. 

Data tersebut menjadi penting karena dapat mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

“Laporan pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan, misalnya, dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dan berpotensi memberikan ruang bagi aset berisiko seperti Bitcoin. Sebaliknya, data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan dapat mempertahankan tekanan dari yield obligasi dan dolar AS,” jelas Yudho.

Risiko Leverage Masih Membayangi

Selain faktor makro, struktur posisi leverage juga menjadi perhatian memasuki Oktober.

Posisi long Bitcoin dalam peta likuidasi 30 hari mencapai sekitar US$4,35 miliar hingga area US$74.179. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan posisi short sekitar US$1,65 miliar. Kondisi ini membuat Bitcoin tetap rentan terhadap aksi likuidasi apabila terjadi koreksi tajam. 

Risiko tersebut menjadi semakin relevan karena Bitcoin sebelumnya telah mengalami pergerakan tajam pada Oktober 2025, ketika lebih dari US$19 miliar posisi leverage dilikuidasi dalam satu hari pada 10 Oktober. 

Di sisi lain, tekanan jual dari holder jangka panjang belum sepenuhnya dominan. Data menunjukkan indikator Hodler Net Position Change kembali berada di zona positif sejak 31 Agustus, dengan posisi tersebut meningkat dari 16.415 BTC pada 25 September menjadi 23.172 BTC pada 27 September. 

Menurut Yudho, kombinasi antara permintaan institusional, kondisi makro, dan struktur leverage akan menjadi faktor yang menentukan karakter pergerakan Bitcoin pada Oktober.

“Oktober kemungkinan bukan hanya soal apakah Bitcoin naik atau turun, tetapi seberapa kuat demand yang menopang pergerakan tersebut. Jika arus ETF kembali menguat dan Bitcoin mampu melewati resistance utama dengan volume yang sehat, pasar bisa mendapatkan konfirmasi bahwa momentum masih berlanjut. Sebaliknya, jika inflow melemah sementara tekanan dari yield dan posisi leverage meningkat, risiko koreksi perlu diperhitungkan,” kata Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAI Daop 1 Jakarta Jalin Kerja Sama dengan Kejati Daerah Khusus Jakarta untuk Penanganan Permasalahan Hukum Aset

    KAI Daop 1 Jakarta Jalin Kerja Sama dengan Kejati Daerah Khusus Jakarta untuk Penanganan Permasalahan Hukum Aset

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 68
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta terkait Penanganan Permasalahan Hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (5/2), bertempat di The Westin, Jakarta. Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh EVP Daop 1 Jakarta Wahyu Cahyono dan Kepala […]

  • Tanamkan Budaya Keselamatan Sejak Dini, KAI Daop 4 Semarang Gelar Edukasi Perkeretaapian di Stasiun Pemalang

    Tanamkan Budaya Keselamatan Sejak Dini, KAI Daop 4 Semarang Gelar Edukasi Perkeretaapian di Stasiun Pemalang

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 68
    • 0Komentar

    KAI Daop 4 Semarang terus berkomitmen mendukung edukasi transportasi publik kepada masyarakat sejak usia dini. Salah satu wujud komitmen tersebut diwujudkan melalui penerimaan kunjungan edukatif dari siswa-siswi TK Islam Terpadu Pemalang yang berlangsung di Stasiun Pemalang pada Jumat (15/2). KAI Daop 4 Semarang terus berkomitmen mendukung edukasi transportasi publik kepada masyarakat sejak usia dini. Salah […]

  • KA Siliwangi Jadi Primadona Lebaran 2026, Okupansi Tembus 201% di Lintas Cipatat–Sukabumi

    KA Siliwangi Jadi Primadona Lebaran 2026, Okupansi Tembus 201% di Lintas Cipatat–Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 24 Maret 2026 – PT KAI Daop 2 Bandung tidak hanya mengoperasikan Kereta Api Jarak Jauh pada masa Angkutan Lebaran 2026, namun juga menghadirkan layanan Kereta Api Lokal yang menjadi andalan masyarakat, yakni KA Siliwangi dengan relasi Cipatat – Sukabumi pulang pergi (PP). Kehadiran KA lokal ini menjadi solusi mobilitas yang terjangkau […]

  • Distribusi Logistik Kian Menguat, Kinerja KAI Logistik Bulan April Tumbuh 11%

    Distribusi Logistik Kian Menguat, Kinerja KAI Logistik Bulan April Tumbuh 11%

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian global yang masih dibayangi ketidakpastian, sektor distribusi logistik berbasis moda kereta api menunjukkan kinerja yang semakin kuat. KAI Logistik sebagai salah satu perusahaan jasa distribusi logistik nasional mencatatkan pertumbuhan kinerja sebesar 11% pada April 2026 dibandingkan bulan sebelumnya Maret 2026. VP of Corporate Secretary KAI Logistik, Dwi Wulandari, menyampaikan bahwa Peningkatan […]

  • Kulit Sensitif pada Bayi: Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Perawatannya

    Kulit Sensitif pada Bayi: Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Perawatannya

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Kulit sensitif bayi adalah kondisi yang umum dan bisa dipicu oleh banyak faktor sehari-hari. Dengan mengenali penyebab dan ciri-cirinya lebih awal, Mom & Dad dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan kulit si kecil. Melalui perawatan kulit sensitif bayi yang lembut, aman, dan konsisten, mulai dari pembersihan hingga pelembapan kulit bayi dapat tetap terhidrasi, […]

  • Dupoin Futures Resmi Pindah Alamat Kantor

    Dupoin Futures Resmi Pindah Alamat Kantor

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    PT Dupoin Futures Indonesia resmi memindahkan alamat kantor dari Noble House Lantai 38, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, ke Centennial Tower Lantai 27 Unit A, Jl. Gatot Subroto Kav. 24 & 25, Setiabudi, Jakarta Selatan. Perubahan alamat kantor tersebut telah memperoleh persetujuan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) melalui Nomor 005/BAPPEBTI/SP-PA/09/2026. Seluruh kegiatan operasional perusahaan, […]

expand_less