Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Bisa Lanjut Naik di Oktober? Ini Katalis yang Perlu Dicermati

Bitcoin Bisa Lanjut Naik di Oktober? Ini Katalis yang Perlu Dicermati

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 59 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Jakarta, 28 September 2026 – Bitcoin (BTC) memasuki penghujung September dengan momentum yang masih relatif kuat setelah reli dalam beberapa pekan terakhir. Namun, pergerakan menuju Oktober diperkirakan tidak akan sepenuhnya mulus, dengan area US$82.900–US$83.000 menjadi salah satu level penting yang dapat menentukan apakah reli berlanjut atau pasar memasuki fase koreksi.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Senin (28/9), Bitcoin diperdagangkan sekitar US$83.400, turun sekitar 1,2% dalam 24 jam. Meski terkoreksi secara harian, BTC masih menguat sekitar 7,5% dalam 30 hari terakhir.

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai Bitcoin memasuki Oktober dalam posisi yang lebih kuat dibanding beberapa bulan sebelumnya, tetapi investor perlu memperhatikan kemampuan harga mempertahankan area support terdekat.

“Setelah reli yang cukup kuat, konsolidasi atau koreksi jangka pendek merupakan bagian yang wajar dari pergerakan pasar. Area US$83.000 menjadi menarik untuk diperhatikan. Selama Bitcoin mampu bertahan di sekitar level tersebut, struktur kenaikan jangka pendek masih relatif terjaga dan peluang untuk kembali menguji level yang lebih tinggi tetap terbuka,” ungkap Yudho.

US$83.000 Jadi Level Kunci

Secara teknikal, area US$82.900–US$83.000 dipandang sebagai support penting memasuki Oktober. Selama area tersebut bertahan, Bitcoin masih berpeluang kembali menguji US$88.600 hingga US$92.200.

Sebaliknya, penurunan yang konsisten di bawah US$83.000 dapat membuka ruang koreksi menuju sekitar US$81.600, sebelum area rata-rata 50 pekan di kisaran US$78.700 kembali menjadi perhatian.

Yudho menilai koreksi tidak selalu berarti berakhirnya tren naik. Setelah kenaikan yang cepat, pasar justru membutuhkan periode konsolidasi untuk mengurangi leverage dan membentuk basis harga yang lebih sehat.

“Perlu dibedakan adalah koreksi normal dan perubahan tren. Penurunan singkat di bawah US$83.000 belum otomatis mengubah outlook menjadi bearish. Namun, jika harga gagal kembali ke area tersebut dan tekanan jual meningkat, pasar perlu mulai memperhitungkan kemungkinan konsolidasi yang lebih dalam,” jelas Yudho.

Dana Institusi Masih Mengalir Deras

Salah satu faktor yang masih menopang prospek Bitcoin adalah permintaan dari investor institusional.

ETF Bitcoin di Amerika Serikat mencatat net inflow sekitar US$2,4 miliar sepanjang pekan yang berakhir 25 September, menjadi inflow mingguan terbesar sejak Oktober 2025. Arus dana tersebut bahkan membuat posisi net flow ETF Bitcoin sepanjang 2026 kembali positif.

BlackRock IBIT menjadi kontributor terbesar dengan sekitar US$1,2 miliar inflow selama sepekan, diikuti Fidelity FBTC sekitar US$701,7 juta. Secara keseluruhan, spot Bitcoin ETF mencatat tujuh hari perdagangan berturut-turut dengan arus masuk positif hingga 25 September.

“Arus dana ETF memberikan sinyal bahwa demand institusional masih menjadi salah satu fondasi penting dalam pemulihan Bitcoin. Akan lebih konstruktif lagi apabila inflow tetap bertahan ketika harga bergerak sideways atau mengalami koreksi, karena itu menunjukkan investor tidak sekadar mengejar momentum kenaikan,” kata Yudho.

Bitcoin sebelumnya sempat menembus US$86.000 dan menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan pada pekan lalu, bahkan setelah The Fed menaikkan suku bunga. Reli tersebut antara lain didukung arus dana ETF, short covering, serta membaiknya sentimen terhadap aset berisiko.

Oktober Punya Sejumlah Katalis Besar

Meski faktor teknikal dan institusional masih mendukung, arah Bitcoin pada Oktober tetap berpotensi ditentukan oleh kondisi makro AS.

The Fed pada 16 September telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%, dengan alasan inflasi masih berada pada level yang tinggi.

Selanjutnya, pasar kripto akan menghadapi laporan tenaga kerja AS untuk September pada 2 Oktober, disusul rilis risalah FOMC pada 7 Oktober dan data inflasi konsumen atau CPI pada 14 Oktober. The Fed kemudian kembali menggelar pertemuan kebijakan pada 27–28 Oktober.

Menurut Yudho, kombinasi data tersebut membuat Oktober berpotensi tetap menjadi bulan dengan volatilitas tinggi.

“Pasar saat ini sudah melewati satu kenaikan suku bunga, tetapi pertanyaan berikutnya adalah apakah The Fed masih perlu mempertahankan sikap agresif. Data tenaga kerja dan inflasi Oktober akan sangat menentukan ekspektasi tersebut. Jika tekanan inflasi mulai mereda tanpa pelemahan ekonomi yang tajam, kondisi itu dapat memberikan ruang lebih baik bagi aset berisiko termasuk Bitcoin,” terangnya.

Di sisi lain, inflasi yang kembali meningkat atau sinyal pengetatan lebih lanjut dari The Fed dapat mendorong yield obligasi AS naik dan membuat investor kembali lebih defensif.

Peluang Reli Masih Terbuka, tapi Waspadai Koreksi

FLOQ melihat prospek Bitcoin memasuki Oktober masih konstruktif selama harga mampu menjaga struktur support utama dan permintaan institusional tetap kuat.

Area US$83.000 menjadi level pertama yang perlu dipertahankan. Jika Bitcoin kembali mendapatkan momentum dan menembus resistance berikutnya, area US$88.600–US$92.200 dapat menjadi zona yang kembali diperhatikan pasar.

Namun, skenario koreksi tetap perlu diperhitungkan, terutama setelah kenaikan kuat sejak Agustus. Penembusan support secara berkelanjutan dapat membawa Bitcoin menuju US$81.600 hingga area US$78.700 sebelum pembeli kembali menguji kekuatan pasar.

“Outlook Oktober menurut kami bukan soal apakah Bitcoin harus terus naik tanpa koreksi. Yang lebih penting adalah apakah setiap koreksi masih direspons oleh permintaan spot dan institusional. Selama struktur tersebut terjaga, peluang melanjutkan tren kenaikan tetap terbuka. Tetapi investor tetap perlu disiplin karena volatilitas berpotensi meningkat menjelang data inflasi dan pertemuan The Fed berikutnya,” tutup Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRI KK RS Carolus Hadir Berikan Kemudahan Layanan Perbankan bagi Civitas Rumah Sakit dan Masyarakat

    BRI KK RS Carolus Hadir Berikan Kemudahan Layanan Perbankan bagi Civitas Rumah Sakit dan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    BRI Kantor Kas (KK) RS Carolus terus menghadirkan layanan perbankan yang mudah diakses untuk mendukung kebutuhan transaksi keuangan di lingkungan rumah sakit. Kehadiran kantor kas ini menjadi wujud komitmen BRI dalam memberikan layanan yang dekat dan nyaman bagi pengelola rumah sakit, karyawan, pasien, keluarga pasien, serta masyarakat umum di sekitar RS Carolus. Sebagai salah satu […]

  • Perkuat Sinergi Akademik dan Industri Global, KLTC Lakukan MoU Dengan Enigma Business School (EBS)

    Perkuat Sinergi Akademik dan Industri Global, KLTC Lakukan MoU Dengan Enigma Business School (EBS)

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    KLTC melakukan MoU untuk menjalin kerja sama strategis dengan Enigma Business School (EBS) guna memperkuat sinergi antara pendekatan akademik dan praktik dalam pengembangan SDM di industri global. Kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem pengembangan SDM berstandar global yang lebih terintegrasi, relevan dengan kebutuhan industri, dan berkelanjutan di Indonesia. Yogyakarta, 21 April 2026 — Kuncoro Leadership Training […]

  • Negara yang melaksanakan “PJC Bridge” semacam JLPT kini bertambah hingga 15 negara – memperluas kesempatan sertifikasi untuk visa Jepang seiring meningkatnya pelajar asing yang belajar bahasa Jepang maupun kerja di Jepang

    Negara yang melaksanakan “PJC Bridge” semacam JLPT kini bertambah hingga 15 negara – memperluas kesempatan sertifikasi untuk visa Jepang seiring meningkatnya pelajar asing yang belajar bahasa Jepang maupun kerja di Jepang

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Certify Inc. mengumumkan bahwa negara pelaksana tes kemampuan bahasa Jepang “Practical Japanese Communication Test Bridge (PJC Bridge)” telah bertambah menjadi 15 negara. Seiring meningkatnya jumlah pelajar asing, langkah ini bertujuan memperluas kesempatan sertifikasi kemampuan bahasa Jepang. Certify Inc. (berkantor pusat di Chuo City, Tokyo, dengan Direktur Utama Shigeru Takizawa) mengumumkan bahwa jumlah negara pelaksana tes […]

  • MiiTel Workspace: Platform Campaign Management untuk Outbound Call Berbasis Preview Dialer

    MiiTel Workspace: Platform Campaign Management untuk Outbound Call Berbasis Preview Dialer

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Jakarta, 11 Februari 2026 – Panggilan keluar (outbound call) masih menjadi salah satu kanal utama bagi perusahaan untuk terhubung dengan prospek atau pelanggan secara lebih cepat dan personal, mulai dari fungsi sales, telemarketing, hingga collection.  Namun, dalam praktiknya, tugas agent outbound call tidak hanya berkomunikasi via telepon, tetapi juga harus membaca script, membuka data pelanggan […]

  • PTPP Sinergikan K3, ESG, dan Transportasi Hijau melalui Penanaman Pohon

    PTPP Sinergikan K3, ESG, dan Transportasi Hijau melalui Penanaman Pohon

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Jakarta, 18 Februari 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”) kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan penanaman pohon dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Acara yang […]

  • Om Daengg Kembali Menjelajah Dunia : Petualangan Lintas Benua “Mekkah to Eropa” Bersama Lupromax

    Om Daengg Kembali Menjelajah Dunia : Petualangan Lintas Benua “Mekkah to Eropa” Bersama Lupromax

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Setelah sukses menuntaskan perjalanannya dari Indonesia menuju Mekkah, Om Daengg kembali melanjutkan petualangan berikutnya dengan misi besar “Scooter Around The World” Setelah sukses menuntaskan perjalanannya dari Indonesia menuju Mekkah, Om Daengg kembali melanjutkan petualangan berikutnya dengan semangat yang sama besarnya. Sebelumnya, ia telah mencatat perjalanan luar biasa dengan menempuh perjalanan ekstrem sejauh 27.000 km melintasi […]

expand_less