Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Turun ke US$84.000, FLOQ: Pasar Masih Sensitif terhadap Suku Bunga

Bitcoin Turun ke US$84.000, FLOQ: Pasar Masih Sensitif terhadap Suku Bunga

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 34 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Jakarta, 24 September 2026 — Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan pada perdagangan 24 September 2026. BTC turun sekitar 2% dan bergerak di kisaran US$84.000 setelah sebelumnya gagal menembus level US$87.000. Koreksi terjadi ketika imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun melonjak hingga 5,11%, level tertinggi sejak 2007. 

Kenaikan yield obligasi AS menjadi salah satu perhatian utama pasar karena dapat meningkatkan daya tarik aset berpendapatan tetap sekaligus memperketat kondisi likuiditas bagi aset berisiko, termasuk aset kripto.

Berdasarkan laporan data pasar terbaru yang FLOQ rangkum, BTC sempat menyentuh sekitar US$84.425 setelah mengalami penurunan 2,06% dalam sehari. Di sisi teknikal, area US$83.520 menjadi salah satu level support yang diperhatikan pasar. Jika tekanan jual berlanjut dan level tersebut ditembus, BTC berpotensi menguji area US$81.000. 

Yield Treasury Jadi Perhatian Pasar

Lonjakan yield US Treasury terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter AS. Data pasar menunjukkan yield US Treasury 10 tahun naik sekitar 15 basis poin dalam 24 jam hingga mencapai 5,11%. 

Kondisi tersebut membuat investor kembali memperhatikan hubungan antara kebijakan suku bunga, imbal hasil obligasi, dan aset berisiko. Ketika yield meningkat, sebagian investor dapat memilih instrumen berpendapatan tetap dengan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi sehingga tekanan terhadap aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto dapat meningkat.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pergerakan Bitcoin saat ini perlu dilihat dalam konteks makroekonomi yang lebih luas, bukan hanya dari pergerakan harga BTC.

“Koreksi Bitcoin ke area US$84.000 menunjukkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan pergerakan yield Treasury. Ketika yield 10 tahun menembus 5%, investor kembali melakukan penyesuaian terhadap tingkat risiko dan imbal hasil di berbagai kelas aset,” kata Yudho.

Menurut Yudho, kenaikan yield tidak serta-merta mengubah fundamental Bitcoin dalam jangka panjang. Namun, dalam jangka pendek, kondisi tersebut dapat meningkatkan volatilitas karena investor melakukan rebalancing portofolio.

“Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya apakah Bitcoin turun hari ini, tetapi bagaimana pasar merespons setelah tekanan makro tersebut mereda. Selama permintaan struktural terhadap Bitcoin tetap ada, koreksi dapat menjadi bagian dari proses price discovery. Karena itu, investor perlu membedakan antara tekanan jangka pendek akibat kondisi makro dan perubahan fundamental aset,”lanjutnya.

Arus ETF Bitcoin Masih Menunjukkan Permintaan Institusional

Di tengah koreksi harga, minat terhadap produk investasi Bitcoin berbasis spot ETF di Amerika Serikat masih terlihat kuat.

Pada 21 September 2026, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus dana masuk bersih sekitar US$998,95 juta, menjadi salah satu arus masuk harian terbesar sejak Oktober 2025. BlackRock IBIT mencatat inflow sekitar US$381,37 juta, disusul ARKB sekitar US$289,12 juta dan FBTC sekitar US$238,84 juta. 

Data tersebut menunjukkan bahwa koreksi harga belum sepenuhnya diikuti oleh pelemahan permintaan institusional. Bahkan, arus masuk ETF Bitcoin pada September masih mencatat nilai positif secara keseluruhan. 

Bagi Yudho, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam membaca arah pasar berikutnya.

“Arus masuk ETF yang tetap besar menunjukkan bahwa di balik volatilitas harga, masih terdapat permintaan dari investor dengan horizon yang lebih panjang. Jadi, pasar saat ini menghadapi dua kekuatan sekaligus: tekanan jangka pendek dari kenaikan yield dan permintaan struktural yang masih terlihat dari produk ETF,” ungkapnya.

Level US$83.500 Jadi Perhatian Berikutnya

Dari sisi teknikal, area US$87.000 masih menjadi resistance penting setelah BTC gagal mempertahankan momentum kenaikannya. Sementara itu, level sekitar US$83.500 menjadi area support yang perlu diperhatikan. Penembusan support tersebut dapat membuka ruang koreksi lebih lanjut menuju US$81.000. 

Yudho menambahkan, volatilitas Bitcoin kemungkinan masih tinggi selama pasar global merespons perkembangan yield, inflasi, kebijakan bank sentral, dan kondisi geopolitik.

“Untuk beberapa waktu ke depan, volatilitas kemungkinan masih menjadi bagian dari pasar. Investor sebaiknya tidak hanya terpaku pada satu level harga, tetapi juga memperhatikan likuiditas, arus ETF, kebijakan moneter, serta perkembangan ekonomi global sebagai satu kesatuan,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Memisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha agar Bisnis Lebih Tertata

    Cara Memisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha agar Bisnis Lebih Tertata

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Memisahkan uang pribadi dan uang usaha adalah salah satu langkah sederhana yang dapat membantu pelaku usaha mengelola keuangan dengan lebih rapi. Sayangnya, masih banyak UMKM dan pemilik bisnis yang menggunakan satu rekening untuk semua transaksi. Akibatnya, pemasukan usaha, belanja operasional, hingga kebutuhan pribadi bercampur menjadi satu. Kondisi ini membuat keuntungan bisnis sulit dihitung. Bahkan, tidak […]

  • Google Bangun Infrastruktur AI dari Energi Matahari, Apa Dampaknya bagi Investor?

    Google Bangun Infrastruktur AI dari Energi Matahari, Apa Dampaknya bagi Investor?

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Google kembali mempertegas komitmennya terhadap transisi energi bersih dengan mengumumkan kerja sama strategis bersama Cypress Creek Energy untuk mengembangkan Steel River Energy Center di negara bagian Arkansas, Amerika Serikat. Proyek ini digadang-gadang akan menjadi proyek tenaga surya terbesar yang pernah didukung Google di Amerika Serikat sekaligus menjadi salah satu investasi energi terbarukan paling signifikan yang […]

  • UGC Jadi Andalan Baru Marketer, Ini yang Perlu Diketahui Sebelum Ikut Tren Ini

    UGC Jadi Andalan Baru Marketer, Ini yang Perlu Diketahui Sebelum Ikut Tren Ini

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Cara bikin konten promosi di media sosial pelan-pelan berubah. Kalau dulu banyak brand fokus bikin video iklan yang rapi dan mahal, sekarang justru konten sederhana buatan pelanggan sendiri yang lebih banyak dilirik orang. Apa Itu UGC dan Kenapa Algoritma 2026 Lebih Menyukainya UGC, singkatan dari User-Generated Content, sederhananya adalah konten yang dibuat oleh pelanggan atau […]

  • Musim Liburan Sekolah Tiba, Manfaatkan Diskon Tarif Tiket KA 30 Persen dari Daop 2 Bandung

    Musim Liburan Sekolah Tiba, Manfaatkan Diskon Tarif Tiket KA 30 Persen dari Daop 2 Bandung

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Selasa, 23 Juni 2026 Musim Liburan Sekolah Tiba, Manfaatkan Diskon Tarif Tiket KA 30 Persen dari Daop 2 Bandung Bandung (Jawa Barat), 23 Juni 2026 – Memasuki musim liburan sekolah tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program diskon tarif sebesar 30 persen […]

  • Mengenal Hewan Eksotis Ras Kucing Bengal

    Mengenal Hewan Eksotis Ras Kucing Bengal

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Kucing Bengal merupakan salah satu ras kucing yang paling menarik perhatian di dunia pecinta kucing. Banyak Pawfriends mengenal Kucing Bengal dari pola bulunya yang khas dengan totol-totol menyerupai macan tutul kecil. Penampilan Kucing Bengal yang eksotis membuat ras ini sering menjadi incaran para pet lovers yang ingin memelihara kucing dengan karakter unik sekaligus elegan. Asal-usul […]

  • TNI AD Bersama BWS Sulawesi I Wujudkan Ketahanan Air dan Kesejahteraan Masyarakat

    TNI AD Bersama BWS Sulawesi I Wujudkan Ketahanan Air dan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Editor Reputasi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    MANADO, Reputasiplus.com – Kodam XIII/Merdeka bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I memperkuat sinergi dalam pengelolaan sumber daya air di Sulawesi Utara. Kerja sama ini ditujukan untuk memastikan ketersediaan air yang berkelanjutan, mendukung pembangunan infrastruktur vital, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.   Pertemuan resmi antara Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Suhardi dan Kepala BWS Sulawesi I Sugeng […]

expand_less