Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bittime Hadirkan Kemudahan Investasi Emas Digital $XAUT dan Silver $SLVON dengan Imbal Hasil hingga 10% APY

Bittime Hadirkan Kemudahan Investasi Emas Digital $XAUT dan Silver $SLVON dengan Imbal Hasil hingga 10% APY

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar

Jakarta, 1 April 2026 – Kondisi pasar logam mulia saat ini tengah berada dalam fase yang sangat dinamis, di mana harga emas dan perak menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam. Di saat bersamaan investasi aset kripto berbasis aset tradisional (TradFi) seperti Tether Gold ($XAUT) dan iShares Silver Trust Tokenized ETF (Ondo) ($SLVON) menjadi pilihan yang diminati saat ini.

Sebelumnya berdasarkan laporan dari Investor.id tren pergerakan harga emas justru menunjukkan lonjakan yang signifikan pada awal kuartal kedua tahun ini, diketahui harga emas Antam terpantau melejit sebesar Rp75.000 hingga mencapai level Rp2.902.000 per gram pada Rabu, 1 April 2026. 

Kenaikan ini sangat kontras jika dibandingkan dengan pergerakan hari-hari sebelumnya yang sempat mengalami pelemahan tipis. Secara akumulatif, emas Antam telah mencatatkan pertumbuhan sekitar 13% sejak awal Januari 2026, yang mempertegas bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap instrumen berbasis emas tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga di pasar internasional.

Di saat bersamaan investasi aset kripto berbasis aset tradisional (TradFi) seperti Tether Gold ($XAUT) dan iShares Silver Trust Tokenized ETF (Ondo) ($SLVON) menjadi pilihan yang diminati saat ini. Di mana, $XAUT menggabungkan antara nilai aset fisik yang setara 1:1 dengan satu troy ounce emas murni yang disimpan di brankas Swiss, dan efisien melalui teknologi blockchain.

Apalagi, aset-aset tersebut dapat secara langsung diperdagangkan dengan menggunakan mata uang Rupiah (IDR) pada platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia, seperti Bittime.

Melalui kepemilikan aset digital ini, investor dapat dengan mudah melakukan transaksi jual-beli kapan saja dengan likuiditas yang tinggi, sekaligus melindungi nilai kekayaan mereka dari inflasi dengan cara yang jauh lebih praktis dan efisien melalui ekosistem blockchain.

Selanjutnya, sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi masyarakat yang ingin memulai diversifikasi aset digital, Bittime turut menghadirkan program promosi eksklusif yang menarik. 

Pelanggan cukup melakukan deposit Rupiah (IDR) dan melanjutkan pembelian aset kripto apa pun pada pasangan dagang (pairing) IDR, selain USDT/IDR, dengan nilai minimal Rp1.000.000 untuk berkesempatan mendapatkan cashback dalam bentuk aset emas digital Tether Gold ($XAUT) hingga senilai Rp1.000.000.  

Selain kemudahan akses $XAUT dan $SLVON Bittime juga menghadirkan fitur flexible staking dengan Annual Percentage Yield (APY) hingga 10% bagi pengguna baru. Fitur ini memungkinkan para investor untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset kripto yang mereka miliki tanpa harus mengunci dana dalam jangka waktu tertentu.

Namun, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga dan risiko likuiditas yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap investor untuk terus melakukan riset mandiri dan berdiskusi dengan komunitas terpercaya sebelum mengambil keputusan investasi. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Raya Sponsori Sundown Markette Festival di GBK, Geliatkan Pertumbuhan UMKM Digital yang Berdaya Saing di Momen Ramadan

    Bank Raya Sponsori Sundown Markette Festival di GBK, Geliatkan Pertumbuhan UMKM Digital yang Berdaya Saing di Momen Ramadan

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Jakarta, 21 Februari 2026 –  Di tengah geliat pertumbuhan digitalisasi perbankan bagi UMKM, Bank Raya sebagai bank digital bagian dari BRI Group terus mengambil peran untuk mendorong akselerasi inklusi keuangan digital bagi UMKM. Bank Raya menjadi sponsor utama dalam Sundown Markette Festival yang mengusung tema “Harmony of Togetherness”, yang menjadi ruang kolaborasi antara tenant, brand […]

  • Perjalanan Keluarga Jadi Lebih Nyaman, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Mobil Baru dengan Bunga Mulai 3,97%

    Perjalanan Keluarga Jadi Lebih Nyaman, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Mobil Baru dengan Bunga Mulai 3,97%

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Juni 2026 – Di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama untuk mendukung kenyamanan perjalanan bersama keluarga. Mulai dari aktivitas sehari-hari, perjalanan akhir pekan, hingga momen liburan, kebutuhan akan kendaraan yang nyaman dan fleksibel tetap menjadi bagian penting dalam menunjang kualitas waktu bersama keluarga. Data Gabungan Industri Kendaraan […]

  • Pelindo Parepare Siagakan Layanan Pelabuhan Jelang Iduladha 2026

    Pelindo Parepare Siagakan Layanan Pelabuhan Jelang Iduladha 2026

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Parepare, Mei 2026 – Menjelang perayaan Iduladha 2026, aktivitas di kawasan pelabuhan diprediksi mengalami peningkatan, baik arus penumpang maupun distribusi barang. Menyikapi hal tersebut, PT Pelindo Multi Terminal Branch Parepare memastikan pelayanan dan fasilitas pelabuhan tetap optimal untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Parepare, Beny, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan […]

  • Cari Info Tiket Kereta Api Lebaran?, KAI Daop 1 Jakarta Sampaikan Tiket Dapat Dipesan H-45

    Cari Info Tiket Kereta Api Lebaran?, KAI Daop 1 Jakarta Sampaikan Tiket Dapat Dipesan H-45

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KAI kembali membuka pemesanan tiket kereta api untuk masa Angkutan Lebaran dengan skema pemesanan H-45 sebelum keberangkatan. Kebijakan ini bertujuan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam merencanakan perjalanan mudik lebih awal serta menghindari penumpukan pemesanan tiket menjelang hari raya. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa penjualan tiket kereta api dilakukan secara bertahap […]

  • Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam. Hal ini menjadikannya alternatif yang semakin relevan bagi investor yang ingin tetap berada dalam ekosistem pasar global tanpa terekspos langsung pada volatilitas tinggi.  Akibatnya, aliran dana yang sebelumnya berpotensi keluar dari pasar kripto tidak sepenuhnya meninggalkan ekosistem, melainkan berpindah ke stablecoin sebagai bentuk reposisi sementara. Dalam konteks ini, pertumbuhan stablecoin bukan sekadar refleksi dari kehati-hatian investor, tetapi indikasi bahwa likuiditas global masih berada di dalam system, menunggu momentum berikutnya.  Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor. Jika sebelumnya kondisi risk-off sering diartikan sebagai keluar dari pasar sepenuhnya, kini semakin banyak pelaku pasar yang memilih untuk tetap berada dalam ekosistem melalui stablecoin. Dengan demikian, mereka tetap memiliki fleksibilitas untuk kembali masuk ke aset berisiko ketika kondisi mulai membaik.  Dalam konteks Indonesia, pilihan safe haven juga menjadi semakin beragam. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai dalam jangka panjang, sementara dolar AS mempertahankan posisinya sebagai mata uang global yang dominan. Namun, stablecoin menghadirkan dimensi baru dengan menggabungkan karakteristik dolar dengan fleksibilitas aset digital yang dapat diakses secara real-time.  “Kita sedang berada di fase pasar yang tidak nyaman, dan justru di situlah peluang biasanya muncul. Dalam jangka pendek, tekanan makro masih tinggi dan volatilitas tidak akan hilang. Karena itu, sebagian investor mulai lebih taktis, termasuk meningkatkan alokasi ke stablecoin sebagai ‘dry powder’,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.  Menurut Yudhono, pertanyaan yang lebih relevan bagi investor saat ini bukan lagi sekadar arah pasar, tetapi kesiapan dalam merespons perubahan tersebut. “Bukan soal apakah pasar akan naik atau turun, tetapi apakah kita siap saat likuiditas kembali masuk. […]

  • Evakuasi Selesai, Jalur Maswati – Sasaksaat Kembali Dapat Dilalui: KA Pertama Melintas Pukul 03.20 WIB

    Evakuasi Selesai, Jalur Maswati – Sasaksaat Kembali Dapat Dilalui: KA Pertama Melintas Pukul 03.20 WIB

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 2 April 2026 – KAI Daop 2 Bandung memastikan proses evakuasi dan penanganan rangkaian KA Ciremai yang sebelumnya tertimpa longsoran di petak jalan Maswati – Sasaksaat telah selesai dilaksanakan. Seluruh upaya penanganan dilakukan secara intensif oleh tim tanggap darurat guna mempercepat pemulihan jalur dan memastikan keselamatan perjalanan kereta api. Selain evakuasi sarana, […]

expand_less