Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » BSSN Catat 5,2 Miliar Anomali Trafik Siber Sepanjang 2025, Widya Security Ingatkan Kewajiban Audit Keamanan di Bawah UU PDP

BSSN Catat 5,2 Miliar Anomali Trafik Siber Sepanjang 2025, Widya Security Ingatkan Kewajiban Audit Keamanan di Bawah UU PDP

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • visibility 52
  • comment 0 komentar

Sebanyak 5,2 miliar anomali siber di sepanjang tahun 2025, Widya Security ingatkan pentingnya pentest sistem perusahaan di tengah penegakan penuh UU PDP.

Yogyakarta, 17 September 2026 — Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sedikitnya 5,2 miliar anomali trafik internet terjadi di Indonesia sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 93,78 persen teridentifikasi sebagai aktivitas terkait malware yang berpotensi berkembang menjadi serangan ransomware. Data ini dipaparkan langsung oleh Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN dalam sebuah forum industri di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Lanskap Keamanan Siber Indonesia yang disusun BSSN, sektor layanan publik, pemerintahan, dan keuangan menjadi yang paling sering menjadi sasaran pelaku kejahatan siber. Ketiga sektor ini menyimpan data pribadi dalam jumlah besar, mulai dari data kependudukan hingga transaksi finansial, sehingga menjadi target empuk bagi peretas yang mencari celah keamanan sistem.

Widya Security, perusahaan penyedia layanan keamanan siber asal Yogyakarta, menilai lonjakan angka ini sejalan dengan meningkatnya urgensi kepatuhan terhadap Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Masa transisi UU PDP sendiri telah berakhir sejak 17 Oktober 2024, yang berarti setiap pelanggaran terkait pemrosesan dan perlindungan data pribadi kini bisa langsung dikenai sanksi tanpa masa tenggang lagi.

Sanksi yang diatur dalam UU PDP terbilang berat. Denda administratif dapat mencapai dua persen dari pendapatan tahunan perusahaan, sementara sanksi pidana bagi korporasi berpotensi dikalikan sepuluh dari denda dasar sesuai Pasal 70, sehingga total nilainya bisa menembus puluhan miliar rupiah. Perusahaan yang mengelola data pribadi dalam skala besar, termasuk di sektor keuangan, kesehatan, dan e-commerce, juga diwajibkan menunjuk pejabat pelindungan data pribadi serta melaporkan insiden kebocoran data paling lambat tiga hari setelah diketahui.

Yang menarik, hingga saat ini lembaga pengawas independen yang seharusnya menangani penegakan UU PDP, yaitu Badan Pelindungan Data Pribadi, belum juga terbentuk. Rancangan Peraturan Presiden soal pembentukan badan ini baru diajukan ke Presiden pada Mei 2026, dan operasionalisasinya diperkirakan masih membutuhkan waktu enam hingga dua belas bulan ke depan. Sementara itu, fungsi pengawasan untuk sementara dijalankan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.

CEO Widya Security, Alwy Herfian, menyebut kondisi ini justru menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk berbenah lebih awal, sebelum pengawasan sepenuhnya berpindah ke lembaga independen.

“Banyak perusahaan masih menunggu sampai ada insiden atau sampai diaudit baru bergerak memperbaiki sistem keamanannya. Padahal, selama Badan PDP belum terbentuk, ini justru waktu yang paling tepat untuk melakukan audit dan pembenahan secara mandiri, sebelum penegakan hukumnya semakin ketat. Kalau menunggu sampai ada kebocoran data dulu baru bertindak, risikonya sudah terlambat, baik dari sisi finansial maupun kepercayaan publik,” ujar Alwy.

Ia menambahkan, layanan seperti Vulnerability Assessment and Penetration Testing atau VAPT yang disediakan Widya Security dirancang untuk membantu perusahaan mengidentifikasi celah keamanan pada aplikasi, server, jaringan, hingga situs web sebelum dieksploitasi pihak yang tidak bertanggung jawab. Proses ini juga menjadi salah satu bentuk kepatuhan teknis yang bisa ditunjukkan perusahaan ketika sewaktu-waktu diperiksa terkait UU PDP.

Widya Security sejauh ini telah menangani audit keamanan untuk berbagai klien lintas sektor, mulai dari perbankan, fintech, hingga instansi pemerintah daerah, dengan metodologi pengujian yang merujuk pada standar internasional seperti OWASP dan MITRE ATT&CK.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hindari “Sarjana Salah Jurusan,” BINUS @Bekasi Ungkap Strategi Orang Tua Hadapi Dilema Biaya & Karir 2026

    Hindari “Sarjana Salah Jurusan,” BINUS @Bekasi Ungkap Strategi Orang Tua Hadapi Dilema Biaya & Karir 2026

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Bekasi, 24 April 2026 – Memilih perguruan tinggi di tahun 2026 bukan lagi soal “masuk mana”, tapi lebih dari itu sebuah keputusan besar yang melibatkan kecemasan massal. Fenomena yang dikenal sebagai decision anxiety kini menjadi kenyataan yang menghantui banyak orang tua dan calon mahasiswa. Terlebih, dengan semakin banyaknya informasi dan pilihan, ditambah dengan ketidakpastian dunia […]

  • Saatnya Renovasi Rumah, BRI Finance Siapkan Solusi Pendanaan Tunai

    Saatnya Renovasi Rumah, BRI Finance Siapkan Solusi Pendanaan Tunai

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Jakarta, 4 Juni 2026 – Peran rumah dalam kehidupan masyarakat terus berkembang seiring perubahan pola aktivitas dan gaya hidup. Tidak lagi sekadar menjadi tempat tinggal, rumah kini juga berfungsi sebagai ruang kerja, area belajar, hingga pusat aktivitas keluarga. Kondisi tersebut mendorong banyak masyarakat untuk melakukan penyesuaian dan peningkatan kualitas hunian agar tetap nyaman dan sesuai […]

  • Konsultasi Bisnis: Strategi Efba Consulting dalam Menaikkan Omzet Perusaahan Di 2026

    Konsultasi Bisnis: Strategi Efba Consulting dalam Menaikkan Omzet Perusaahan Di 2026

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    JAKARTA, 8 Mei 2026 – Memasuki kuartal kedua tahun 2026, volatilitas pasar global menuntut ketangkasan strategi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dinamika ekonomi nasional saat ini sangat dipengaruhi oleh percepatan digitalisasi dan perubahan regulasi yang masif. Faktanya, banyak perusahaan besar mulai mengalami hambatan pertumbuhan akibat struktur manajemen yang kurang adaptif terhadap perubahan tersebut. Oleh karena […]

  • MENGAPA KAMI MEMBAYAR MEREKA PALING MAHAL DI INDONESIA: Believe Fitness Alam Sutera Ungkap Standar Brutal di Balik Jajaran “Top 1% Coaches”

    MENGAPA KAMI MEMBAYAR MEREKA PALING MAHAL DI INDONESIA: Believe Fitness Alam Sutera Ungkap Standar Brutal di Balik Jajaran “Top 1% Coaches”

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Mencari pelatih kebugaran terbaik di Alam Sutera atau gym premium dengan pelatih spesialis biomekanika? Believe Fitness mendisrupsi industri kebugaran Indonesia dengan mempekerjakan top 1% expert coaches yang terdiri dari atlet elit, ahli fisioterapi, dan juara bodybuilding. Kami menetapkan standar baru dengan memberikan kompensasi tertinggi bagi coaches di Indonesia, karena mereka tidak hanya berteori, melainkan membuktikan […]

  • PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026

    PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta, 6 Oktober 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, berhasil membukukan perolehan kontrak baru sebesar Rp9,3 triliun hingga Agustus 2026. Perolehan tersebut mencerminkan konsistensi Perseroan dalam menjalankan strategi Back to Core, dengan fokus pada penguatan bisnis inti serta perolehan proyek yang berkualitas dan berkelanjutan. […]

  • Libur Panjang, UMKM Biasanya Hadapi Tantangan Ini

    Libur Panjang, UMKM Biasanya Hadapi Tantangan Ini

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Libur panjang sering dianggap sebagai periode yang menguntungkan bagi pelaku usaha. Aktivitas masyarakat meningkat, pusat belanja ramai, dan transaksi harian biasanya ikut melonjak. Namun di balik ramainya penjualan, banyak pelaku UMKM justru menghadapi tantangan dalam menjaga cash flow UMKM tetap stabil. Masalahnya, kenaikan omzet tidak selalu langsung berdampak pada kondisi keuangan usaha yang sehat. Banyak […]

expand_less