Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Dari Aceh hingga Makassar, Baja Modular Krakatau Steel Hadir Wujudkan Pemerataan Fasilitas Publik

Dari Aceh hingga Makassar, Baja Modular Krakatau Steel Hadir Wujudkan Pemerataan Fasilitas Publik

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 65
  • comment 0 komentar

Jakarta , 9 Maret 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) memperkuat komitmennya dalam pembangunan nasional melalui inovasi infrastruktur baja modular yang cepat bangun dan adaptif. Langkah ini dirancang sebagai solusi konkret untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Indonesia secara luas.

Direktur Utama
Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menyampaikan bahwa transformasi produk baja
modular merupakan manifestasi nyata keberpihakan perusahaan terhadap
kepentingan publik. Menurutnya, baja modular bukan sekadar inovasi konstruksi,
melainkan sebuah gerakan sosial (social movement) untuk menyediakan fasilitas
fisik yang aman, layak, dan responsif terhadap kebutuhan zaman.

“Fokus
kami melampaui aspek komersial. Kami berkomitmen memastikan teknologi baja
nasional hadir sebagai solusi kemanusiaan sekaligus pilar pembangunan
berkelanjutan,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman
Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi
Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). 

Baja Modular: Inovasi Humanis
Krakatau Steel untuk Negeri
 

Bagi
Krakatau Steel Group, baja bukan sekadar komoditas, melainkan solusi
kemanusiaan yang nyata. Melalui teknologi modular yang cepat bangun, Perseroan
mengawali tahun 2026 dengan aksi nyata di tiga titik strategis Indonesia. 

Langkah
dimulai pada 2 Februari 2026 lalu di Sumatra Utara, melalui pembangunan Satuan
Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengakselerasi program Makan Bergizi
Gratis. Komitmen ini berlanjut ke Bener Meriah, Aceh pada 12 Februari, di mana
Klinik Darurat Waskita hadir sebagai respons cepat bagi warga terdampak banjir
bandang. Perjalanan ini kemudian mencapai Makassar pada 18 Februari dengan
tuntasnya SPPG Modular di Universitas Hasanuddin.

Rangkaian
proyek ini membuktikan bahwa di tangan Krakatau Steel, kekuatan baja telah
bertransformasi menjadi infrastruktur pelayanan publik yang adaptif, aman, dan
sepenuhnya berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Inovasi Hijau untuk Masa Depan
Berkelanjutan

Baja
modular Krakatau Steel bukan sekadar soal kecepatan, melainkan manifestasi
konstruksi masa depan yang ramah lingkungan. Melalui optimalisasi material yang
minim limbah, tahan lama, dan fleksibel untuk dipindahkan, inovasi ini menjadi
jawaban atas tantangan pembangunan hijau di Indonesia.

Langkah
strategis ini selaras dengan agenda nasional pembangunan berkelanjutan yang
tertuang dalam visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dengan memadukan
efisiensi industri dan pelestarian lingkungan, Krakatau Steel memastikan bahwa setiap infrastruktur yang
dibangun hari ini adalah warisan yang aman dan berkelanjutan bagi generasi
mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Sekadar ASI Pertama, Ini Alasan Kolostrum Dijuluki Liquid Gold

    Tak Sekadar ASI Pertama, Ini Alasan Kolostrum Dijuluki Liquid Gold

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Agustus 2026 – Bagi sebagian calon ibu, istilah ASI liquid gold (emas cair) mungkin sudah tidak asing lagi. Sebutan ini merujuk pada kolostrum, yaitu ASI pertama yang diproduksi tubuh sejak akhir masa kehamilan hingga beberapa hari setelah persalinan. Meski hanya keluar dalam jumlah sedikit, kolostrum memiliki kandungan nutrisi dan zat kekebalan tubuh yang […]

  • Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat, Indodana PayLater Hadir di ‘Planet Sports Run 2026’

    Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat, Indodana PayLater Hadir di ‘Planet Sports Run 2026’

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Indodana PayLater sebagai layanan Buy Now Pay Later (BNPL) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut memeriahkan acara Planet Sports Run yang dikelola oleh PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAP Active). Acara ini diikuti oleh 8.000 peserta dan berlangsung pada tanggal 15 Februari 2025 di ICE BSD, Tangerang Selatan. Untuk mendukung semangat hidup sehat […]

  • Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Daop 2 Bandung Pastikan Operasional KA dan Pelayanan Pengguna Jasa Tetap Aman

    Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Daop 2 Bandung Pastikan Operasional KA dan Pelayanan Pengguna Jasa Tetap Aman

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Minggu, 6 September 2026 Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Daop 2 Bandung Pastikan Operasional KA dan Pelayanan Pengguna Jasa Tetap Aman Bandung (Jawa Barat), 6 September 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memastikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tidak berdampak terhadap operasional perjalanan kereta api maupun […]

  • Siagakan Energi Bersih 24 Jam, Pertamina NRE Aktifkan Satgas RAFI 2026

    Siagakan Energi Bersih 24 Jam, Pertamina NRE Aktifkan Satgas RAFI 2026

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengaktifkan Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 untuk menjaga keandalan pasokan energi bersih selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1447 H, saat kebutuhan energi meningkat. Perusahaan juga memastikan kesiapan personel, prosedur tanggap darurat, serta langkah antisipatif di area berisiko seperti wilayah panas bumi di dataran tinggi yang rawan longsor. […]

  • Bitcoin Tembus US.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC

    Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    [Jakarta, 5 Mei 2026] – Pasar global memasuki fase transisi yang krusial. Dalam satu minggu terakhir, investor dihadapkan pada tiga perkembangan utama: pertemuan terakhir Federal Reserve di bawah kepemimpinan Jerome Powell, meningkatnya perpecahan internal dalam Federal Open Market Committee (FOMC), serta volatilitas tajam di pasar kripto pasca pengumuman kebijakan moneter.  Kombinasi ini menunjukkan bahwa pasar tidak sekadar bereaksi terhadap peristiwa jangka pendek, tetapi sedang menyesuaikan ekspektasi terhadap arah kebijakan global, likuiditas, dan risk appetite ke depan.  The Fed Memasuki Era Transisi, Ketidakpastian Masih Mendominasi  Pada 29 April, Jerome Powell memimpin pertemuan FOMC terakhirnya sebagai Ketua The Fed. Suku bunga dipertahankan di kisaran 3,50%–3,75% untuk ketiga kalinya berturut-turut, menegaskan pendekatan data-dependent di tengah tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda.  Di saat yang sama, Komite Perbankan Senat AS meloloskan nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya dengan selisih tipis. Jika disahkan dalam voting penuh Senat dalam waktu dekat, Warsh akan resmi menggantikan Powell pada pertengahan Mei, menandai salah satu transisi kepemimpinan paling penting bagi pasar keuangan global tahun ini.  Namun, sinyal yang lebih dalam justru datang dari dinamika internal FOMC. Empat anggota menyampaikan dissent dalam satu keputusan, fenomena yang jarang terjadi dan mencerminkan perbedaan pandangan yang semakin tajam terkait arah kebijakan moneter ke depan.  Situasi ini memperkuat narasi higher-for-longer. Selama tekanan inflasi, terutama dari sektor energi dan ketegangan geopolitik global, belum mereda, ruang bagi The Fed untuk beralih ke kebijakan yang lebih akomodatif masih terbatas.  Bitcoin dan Pola Sell-the-News: Volatilitas Tanpa Perubahan Struktur  Di pasar kripto, Bitcoin saat ini bergerak di kisaran US$80.000–US$81.000*, mencerminkan fase konsolidasi setelah reaksi cepat pasca-FOMC. Berdasarkan analisis internal , harga Bitcoin sempat turun sekitar US$1.300 hanya dalam waktu 10 menit setelah pengumuman kebijakan, melanjutkan pola sell-the-news yang telah terjadi dalam 8 dari 9 pertemuan The Fed terakhir.  Fenomena ini menegaskan bahwa volatilitas pasca-FOMC merupakan respons jangka pendek terhadap likuiditas dan positioning pasar, bukan refleksi perubahan fundamental. Secara historis, periode 24–48 jam setelah pengumuman kebijakan sering kali dipenuhi fluktuasi tajam sebelum pasar kembali mengikuti arah tren yang lebih besar.  Di tengah tekanan jangka pendek tersebut, fondasi struktural pasar kripto tetap menunjukkan ketahanan. Arus dana institusional, khususnya melalui produk spot Bitcoin ETF, masih mencerminkan akumulasi yang konsisten. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar besar tetap berfokus pada narasi adopsi jangka panjang, bukan volatilitas berbasis peristiwa.  Dari sisi teknikal, […]

  • BRI Region 6 Jakarta 1 Gelar Onboarding Pekerja Tahap 2 Tahun 2026, Dihadiri Jajaran Manajemen dan Pekerja Region 6 serta Unit Kerja Supervisi

    BRI Region 6 Jakarta 1 Gelar Onboarding Pekerja Tahap 2 Tahun 2026, Dihadiri Jajaran Manajemen dan Pekerja Region 6 serta Unit Kerja Supervisi

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Bank Rakyat Indonesia (BRI) Region 6 Jakarta 1 kembali menggelar program Onboarding Pekerja Tahap 2 Tahun 2026 yang dihadiri oleh jajaran manajemen Region 6, seluruh pekerja Region 6, serta unit kerja supervisi. Acara yang diselenggarakan di Qlola Hall BRI Region 6 ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih jauh budaya dan nilai-nilai perusahaan kepada para pekerja baru […]

expand_less