Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Masih Berpotensi Menguat, Tren Naik XAU/USD Bertahan di Atas $5.000

Harga Emas Masih Berpotensi Menguat, Tren Naik XAU/USD Bertahan di Atas $5.000

  • account_circle adm9l9jps
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas global pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan berlangsung dinamis dengan kecenderungan positif, meskipun tekanan jangka pendek belum sepenuhnya mereda. Logam mulia emas (XAU/USD) tercatat mengalami pembalikan arah ke zona negatif pada sesi perdagangan Selasa, seiring reaksi pasar terhadap rilis data ekonomi Amerika Serikat yang hasilnya berada di bawah ekspektasi. Data tersebut mendorong investor untuk mengurangi posisi jual terhadap dolar AS, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan harga emas. Namun demikian, koreksi yang terjadi terbilang terbatas, karena harga emas masih mampu bertahan di atas level psikologis utama $5.000 per troy ounce, dengan posisi terakhir berada di sekitar $5.022 atau turun sekitar 0,72 persen.

Berdasarkan kajian teknikal yang disampaikan oleh analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, struktur pergerakan harga emas saat ini masih menunjukkan kondisi yang relatif sehat. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan indikator Moving Average, mengindikasikan bahwa tren bullish pada XAU/USD justru tetap terjaga dan cenderung menguat. Hal ini mencerminkan bahwa minat beli investor terhadap emas masih cukup solid, terutama setelah terjadinya koreksi tajam dalam beberapa waktu terakhir. Andy menilai bahwa tekanan turun yang muncul lebih bersifat sebagai fase konsolidasi atau koreksi teknikal dalam tren naik jangka menengah hingga panjang, bukan sebagai sinyal perubahan arah tren secara menyeluruh.

Lebih lanjut, Andy Nugraha menjelaskan bahwa selama harga emas mampu bertahan di atas area support penting, peluang terjadinya penguatan lanjutan masih sangat terbuka. Jika dorongan bullish kembali mendominasi pasar dan didukung oleh sentimen global yang kondusif, maka XAU/USD berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji area resistance berikutnya di sekitar level 5.232. Di sisi lain, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan. Apabila harga emas gagal mempertahankan momentum kenaikan dan kembali berada di bawah tekanan jual, maka penurunan berpotensi mengarah ke area support terdekat di kisaran 4.841, yang menjadi batas penting untuk menjaga kesinambungan tren naik.

Dari sisi fundamental, pergerakan harga emas saat ini masih dipengaruhi oleh stabilnya nilai tukar dolar AS serta meningkatnya selera risiko di pasar keuangan global. Pada sesi awal perdagangan Asia hari Rabu, harga emas tercatat melemah mendekati level $5.045, seiring pelaku pasar mencoba mengevaluasi apakah harga telah membentuk titik terendah setelah aksi jual besar-besaran yang terjadi sebelumnya. Indeks Dolar AS (DXY) yang bergerak relatif datar di area 96,78 turut menjadi faktor yang menahan laju penguatan emas dalam jangka pendek, mengingat hubungan terbalik antara dolar AS dan harga logam mulia.

Meski demikian, faktor geopolitik masih memberikan dukungan signifikan terhadap harga emas. Ketegangan yang terus berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran membuat investor cenderung tetap mempertahankan eksposur terhadap aset lindung nilai seperti emas. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kembali melontarkan ancaman terkait kemungkinan aksi militer terhadap Iran, serta dinamika diplomatik di kawasan Timur Tengah, menambah ketidakpastian global yang berpotensi membatasi ruang penurunan harga emas lebih dalam.

Selain faktor geopolitik, perhatian pasar saat ini juga tertuju pada rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Pelaku pasar cenderung mengambil sikap menunggu dan mengamati menjelang publikasi laporan ketenagakerjaan dan inflasi. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang tertunda diperkirakan menunjukkan penambahan tenaga kerja sekitar 70.000 pada Januari, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap stabil di level 4,4 persen. Di sisi lain, data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) yang akan dirilis pada akhir pekan ini juga akan menjadi acuan penting bagi arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Secara keseluruhan, Andy Nugraha menilai bahwa pergerakan harga emas masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bullish. Selama ketidakpastian geopolitik masih tinggi dan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter tetap mendukung, harga emas berpeluang kembali melanjutkan tren penguatan. Namun, volatilitas jangka pendek diperkirakan masih akan mewarnai pergerakan pasar, sehingga investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi dan sentimen global secara cermat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: adm9l9jps

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementerian PU Lakukan Penanganan Bencana Sumatera Lewat Skema Padat Karya untuk Pulihkan Ekonomi Warga

    Kementerian PU Lakukan Penanganan Bencana Sumatera Lewat Skema Padat Karya untuk Pulihkan Ekonomi Warga

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 44
    • 0Komentar

    JAKARTA, 18 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengakselerasi penanganan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga 15 Januari 2026, Kementerian PU tidak hanya memfokuskan upaya pada pemulihan infrastruktur fisik, tetapi juga pemulihan ekonomi masyarakat terdampak melalui penerapan skema Padat Karya. Menteri PU, Dody Hanggodo, […]

  • Kelola Banyak Admin dalam Satu Nomor WhatsApp dengan Barantum

    Kelola Banyak Admin dalam Satu Nomor WhatsApp dengan Barantum

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Banyak Admin Pakai 1 Nomor WhatsApp Tapi Chat Jadi Tidak Terkontrol Pernahkah Anda merasa satu nomor WhatsApp bisnis yang awalnya praktis justru […]

  • Frozen Food Kian Diminati, KAI Logistik Catatkan Peningkatan Pengiriman hingga 32%

    Frozen Food Kian Diminati, KAI Logistik Catatkan Peningkatan Pengiriman hingga 32%

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 25
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) melalui layanan bisnis retail KALOG Express mencatatkan peningkatan signifikan pada pengiriman produk khusus makanan beku atau frozen food. Pada Januari 2026, volume pengiriman frozen food mengalami kenaikan 32% dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya. Produk makanan beku kini menjadi salah satu pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi […]

  • Tembus Peringkat 9 Dunia, PAM JAYA Sabet Platinum di Ajang  Vision Awards LACP Amerika Serikat

    Tembus Peringkat 9 Dunia, PAM JAYA Sabet Platinum di Ajang Vision Awards LACP Amerika Serikat

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakarta, 17 Februari 2026 – PAM JAYA (Perseroda) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional.Perseroda yang bergerak di bidang pelayanan air minum ini berhasil meraih pengakuan global dalam ajang bergengsi Vision Awards – Annual Report Competition yang diselenggarakan oleh League of American Communications Professionals (LACP). Melalui Laporan Tahunan (Annual Report) Tahun Buku 2024, PAM JAYA memborong […]

  • KAI Daop 2 Bandung Bersama BNN Provinsi Jabar Sidak Petugas Pada Angkutan Lebaran 2026, Seluruh Petugas Dinyatakan Bebas Narkoba dan Siap Melayani Pelanggan

    KAI Daop 2 Bandung Bersama BNN Provinsi Jabar Sidak Petugas Pada Angkutan Lebaran 2026, Seluruh Petugas Dinyatakan Bebas Narkoba dan Siap Melayani Pelanggan

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), – KAI Daop 2 Bandung bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) tes penggunaan narkoba kepada petugas operasional di Stasiun Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan keselamatan, keamanan, serta kenyamanan perjalanan kereta api bagi seluruh pelanggan khususnya selama angkutan lebaran 2026 berlangsung. Sidak dilakukan […]

  • Difference Between Business Visa and Work Permit in Indonesia

    Difference Between Business Visa and Work Permit in Indonesia

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Difference Between Business Visa and Work Permit in Indonesia Indonesia remains one of the most attractive destinations for foreign investors, professionals, and international business travelers. However, one of the most common compliance issues faced by foreign nationals and companies is misunderstanding the difference between a Business Visa Indonesia and a Work Permit Indonesia. This misunderstanding […]

expand_less