Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Masih Sulit Bangkit, Tekanan Jual Bidik Level 3.984

Harga Emas Masih Sulit Bangkit, Tekanan Jual Bidik Level 3.984

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada perdagangan pekan ini. Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, peluang pelemahan harga masih cukup besar karena tren turun belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Baik dari sisi teknikal maupun fundamental, kondisi pasar saat ini masih mendukung skenario bearish sehingga pelaku pasar disarankan tetap mencermati area support penting sebagai acuan pergerakan berikutnya.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa pada grafik satu jam (H1), harga emas masih bergerak di bawah tekanan jual. Upaya untuk kembali menguat juga belum membuahkan hasil karena harga masih tertahan di bawah area resistance dinamis yang dibentuk oleh indikator Moving Average (MA) 21 dan MA 34. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat beli belum cukup kuat untuk mendorong harga keluar dari tren penurunan yang sedang berlangsung.

Menurut Geraldo, posisi harga yang masih berada di bawah kedua indikator tersebut menjadi sinyal bahwa pelaku pasar masih cenderung melakukan aksi jual. Selama belum mampu menembus area resistance tersebut, peluang emas untuk melanjutkan kenaikan masih relatif terbatas.

“Dari sisi teknikal, tekanan bearish masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga. Struktur pasar belum menunjukkan adanya sinyal pembalikan arah yang kuat sehingga potensi pelemahan masih perlu diwaspadai,” jelas Geraldo.

Ia menambahkan, target penurunan terdekat berada di level 3.984. Area tersebut menjadi support penting yang berpotensi menjadi tujuan berikutnya apabila tekanan jual masih berlanjut. Jika level tersebut berhasil ditembus, maka harga emas diperkirakan memiliki ruang untuk turun lebih dalam menuju area support selanjutnya di kisaran 3.957.

Selain melihat struktur harga, Geraldo juga memperhatikan indikator Stochastic yang masih bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual. Hal tersebut menunjukkan bahwa momentum bearish masih cukup kuat dan belum terlihat tanda-tanda pelemahan yang berarti.

Meskipun indikator sudah mendekati area oversold, kondisi tersebut belum otomatis menjadi sinyal bahwa harga akan segera berbalik naik. Dalam banyak kasus, harga masih dapat melanjutkan penurunan sebelum akhirnya muncul konfirmasi pembalikan arah yang lebih kuat.

Di sisi lain, aktivitas perdagangan juga belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Volume transaksi yang masih relatif rendah mengindikasikan bahwa kekuatan buyer belum cukup besar untuk mengimbangi dominasi seller. Akibatnya, peluang terjadinya breakout ke atas masih cukup terbatas dalam waktu dekat.

Selain dipengaruhi faktor teknikal, harga emas juga masih dibebani sejumlah sentimen fundamental. Salah satu faktor yang paling diperhatikan pasar adalah penguatan dolar Amerika Serikat. Ketika nilai tukar dolar meningkat, harga emas biasanya menjadi kurang menarik karena logam mulia tersebut diperdagangkan menggunakan mata uang dolar. Akibatnya, biaya pembelian emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS.

Faktor lain yang turut memberikan tekanan adalah tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Saat tingkat imbal hasil obligasi meningkat, investor cenderung mengalihkan dananya ke instrumen yang mampu memberikan pendapatan tetap. Kondisi tersebut membuat daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil menjadi berkurang.

Pasar juga masih menunggu berbagai data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas bisnis. Jika data-data tersebut kembali menunjukkan kondisi ekonomi yang solid, maka peluang Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi akan semakin besar. Ekspektasi tersebut berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus menjadi tekanan tambahan bagi harga emas.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan situasi global. Risiko geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, maupun meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan sewaktu-waktu dapat kembali meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Jika kondisi tersebut terjadi, tekanan jual yang saat ini mendominasi berpotensi mulai mereda.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas pada perdagangan hari ini masih cenderung negatif. Dari sisi teknikal, harga masih bergerak di bawah Moving Average 21 dan MA 34, sementara indikator Stochastic juga masih menunjukkan momentum penurunan. Dari sisi fundamental, penguatan dolar AS, tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi masih menjadi faktor utama yang membatasi ruang kenaikan emas. Oleh karena itu, selama belum muncul katalis positif yang mampu mengubah sentimen pasar, peluang harga emas untuk melanjutkan pelemahan menuju area support 3.984 hingga 3.957 masih tetap terbuka.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momen Iduladha, LRT Jabodebek Distribusikan Daging Kurban kepada Warga & Yayasan Sekitar Operasional

    Momen Iduladha, LRT Jabodebek Distribusikan Daging Kurban kepada Warga & Yayasan Sekitar Operasional

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Pada momen Hari Raya Iduladha, Rabu (27/5), LRT Jabodebek melaksanakan pemotongan 6 sapi dan 5 kambing di halaman Kantor LRT Jabodebek. Daging kurban didistribusikan kepada warga sekitar wilayah operasional melalui RT/RW setempat serta disalurkan ke Yayasan Afsum Salam dan Yayasan Yatim Narogong, Jatimulya. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika menyampaikan kegiatan ini menjadi […]

  • BRI Finance Optimistis Genjot Pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan  di Tengah Dinamika Pasar

    BRI Finance Optimistis Genjot Pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan di Tengah Dinamika Pasar

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 Mei 2026 – Di tengah dinamika industri otomotif nasional, kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi masih menunjukkan potensi yang cukup baik dan menjadi salah satu pendorong bagi sektor pembiayaan kendaraan. Melihat kondisi tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat strategi bisnis pembiayaan kendaraan baru maupun bekas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta […]

  • Cetak Security Profesional, KAI Services Buka Pendaftaran Pelatihan Gada Pratama dan Gada Madya

    Cetak Security Profesional, KAI Services Buka Pendaftaran Pelatihan Gada Pratama dan Gada Madya

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Dalam rangka mencetak tenaga satuan keamanan yang professional, tegas, dan humanis yang memiliki kemampuan melayani dengan hati, KAI Services membuka kesempatan untuk para calon tenaga keamanan mengikuti training security Gada Pratama dan Gada Madya di wilayah Jakarta dan Jawa Timur. Dalam Pelatihan Gada Pratama ini para calon tenaga satuan keamanan akan diberi pendidikan security yang […]

  • Ramah Lingkungan, Gedung-gedung di IKN Gunakan Beton Bersertifikasi Green Label dari Batching Plant WSBP Sepaku

    Ramah Lingkungan, Gedung-gedung di IKN Gunakan Beton Bersertifikasi Green Label dari Batching Plant WSBP Sepaku

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jakarta, April 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) kembali tunjukan komitmennya dalam penerapan konstruksi berkelanjutan melalui perolehan sertifikasi Green Label Indonesia (GLI) dari Green Product Council Indonesia pada Batching Plant WSBP Sepaku yang beroperasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Batching Plant WSBP Sepaku meraih Sertifikasi Green Label Level Gold dengan […]

  • WhatsApp Form Barantum Bantu Kumpulkan Leads Lebih Cepat

    WhatsApp Form Barantum Bantu Kumpulkan Leads Lebih Cepat

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Banyak bisnis mulai menghadapi tantangan saat jumlah leads terus meningkat dari berbagai channel digital. Di sisi lain, proses pengumpulan data customer yang […]

  • Momen Berbagi di Hari Raya Idul Adha, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Fleksibel

    Momen Berbagi di Hari Raya Idul Adha, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Fleksibel

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Jakarta, 25 Mei 2026 – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, aktivitas ekonomi masyarakat diproyeksikan meningkat seiring naiknya kebutuhan konsumsi, perjalanan, hingga pembelian hewan kurban. Kementerian Pertanian mencatat kebutuhan hewan kurban nasional pada Idul Adha 2026 diperkirakan mencapai 2,35 juta ekor, dengan total ketersediaan mencapai 3,24 juta ekor. Peningkatan kebutuhan masyarakat pada momentum hari […]

expand_less