Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Masih Sulit Bangkit, Tekanan Jual Bidik Level 3.984

Harga Emas Masih Sulit Bangkit, Tekanan Jual Bidik Level 3.984

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada perdagangan pekan ini. Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, peluang pelemahan harga masih cukup besar karena tren turun belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Baik dari sisi teknikal maupun fundamental, kondisi pasar saat ini masih mendukung skenario bearish sehingga pelaku pasar disarankan tetap mencermati area support penting sebagai acuan pergerakan berikutnya.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa pada grafik satu jam (H1), harga emas masih bergerak di bawah tekanan jual. Upaya untuk kembali menguat juga belum membuahkan hasil karena harga masih tertahan di bawah area resistance dinamis yang dibentuk oleh indikator Moving Average (MA) 21 dan MA 34. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat beli belum cukup kuat untuk mendorong harga keluar dari tren penurunan yang sedang berlangsung.

Menurut Geraldo, posisi harga yang masih berada di bawah kedua indikator tersebut menjadi sinyal bahwa pelaku pasar masih cenderung melakukan aksi jual. Selama belum mampu menembus area resistance tersebut, peluang emas untuk melanjutkan kenaikan masih relatif terbatas.

“Dari sisi teknikal, tekanan bearish masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga. Struktur pasar belum menunjukkan adanya sinyal pembalikan arah yang kuat sehingga potensi pelemahan masih perlu diwaspadai,” jelas Geraldo.

Ia menambahkan, target penurunan terdekat berada di level 3.984. Area tersebut menjadi support penting yang berpotensi menjadi tujuan berikutnya apabila tekanan jual masih berlanjut. Jika level tersebut berhasil ditembus, maka harga emas diperkirakan memiliki ruang untuk turun lebih dalam menuju area support selanjutnya di kisaran 3.957.

Selain melihat struktur harga, Geraldo juga memperhatikan indikator Stochastic yang masih bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual. Hal tersebut menunjukkan bahwa momentum bearish masih cukup kuat dan belum terlihat tanda-tanda pelemahan yang berarti.

Meskipun indikator sudah mendekati area oversold, kondisi tersebut belum otomatis menjadi sinyal bahwa harga akan segera berbalik naik. Dalam banyak kasus, harga masih dapat melanjutkan penurunan sebelum akhirnya muncul konfirmasi pembalikan arah yang lebih kuat.

Di sisi lain, aktivitas perdagangan juga belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Volume transaksi yang masih relatif rendah mengindikasikan bahwa kekuatan buyer belum cukup besar untuk mengimbangi dominasi seller. Akibatnya, peluang terjadinya breakout ke atas masih cukup terbatas dalam waktu dekat.

Selain dipengaruhi faktor teknikal, harga emas juga masih dibebani sejumlah sentimen fundamental. Salah satu faktor yang paling diperhatikan pasar adalah penguatan dolar Amerika Serikat. Ketika nilai tukar dolar meningkat, harga emas biasanya menjadi kurang menarik karena logam mulia tersebut diperdagangkan menggunakan mata uang dolar. Akibatnya, biaya pembelian emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS.

Faktor lain yang turut memberikan tekanan adalah tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Saat tingkat imbal hasil obligasi meningkat, investor cenderung mengalihkan dananya ke instrumen yang mampu memberikan pendapatan tetap. Kondisi tersebut membuat daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil menjadi berkurang.

Pasar juga masih menunggu berbagai data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas bisnis. Jika data-data tersebut kembali menunjukkan kondisi ekonomi yang solid, maka peluang Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi akan semakin besar. Ekspektasi tersebut berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus menjadi tekanan tambahan bagi harga emas.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan situasi global. Risiko geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, maupun meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan sewaktu-waktu dapat kembali meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Jika kondisi tersebut terjadi, tekanan jual yang saat ini mendominasi berpotensi mulai mereda.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas pada perdagangan hari ini masih cenderung negatif. Dari sisi teknikal, harga masih bergerak di bawah Moving Average 21 dan MA 34, sementara indikator Stochastic juga masih menunjukkan momentum penurunan. Dari sisi fundamental, penguatan dolar AS, tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi masih menjadi faktor utama yang membatasi ruang kenaikan emas. Oleh karena itu, selama belum muncul katalis positif yang mampu mengubah sentimen pasar, peluang harga emas untuk melanjutkan pelemahan menuju area support 3.984 hingga 3.957 masih tetap terbuka.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT/IDR hingga 30%  pasca USDT Sentuh Rp17.000

    Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT/IDR hingga 30% pasca USDT Sentuh Rp17.000

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Nilai tukar Rupiah terus melemah bahkan sempat menembus level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (USD). Bertepatan dengan ini Bittime mencatatkan kenaikan trading volume USDT/IDR hingga 30% pada platform nya dalam seminggu terakhir. Jakarta, 7 April 2026 – Nilai tukar Rupiah terus melemah bahkan sempat menembus level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (USD). Bertepatan dengan ini […]

  • Menakar Daya Hidup Kemang: Episentrum Kosmopolitan Jakarta yang Bertahan di Tengah Tantangan Aksesibilitas

    Menakar Daya Hidup Kemang: Episentrum Kosmopolitan Jakarta yang Bertahan di Tengah Tantangan Aksesibilitas

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Kemampuan Kemang dalam mengintegrasikan bisnis kuliner, komunitas ekspatriat, dan sejarah panjang galeri seni dalam sebuah lingkungan yang ramah pejalan kaki membuatnya sulit digantikan oleh konsep mal konvensional. Bagi masyarakat urban yang mencari pengalaman kota yang hidup dan dinamis, Kemang tetap menjadi destinasi dengan nilai efisiensi spasial yang tinggi. JAKARTA — Di tengah masifnya pembangunan pusat […]

  • Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Kramat Jati Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Merah Putih

    Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Kramat Jati Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Merah Putih

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    emangat kemerdekaan mulai terasa di lingkungan BRI Branch Office (BO) Kramat Jati dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Berbagai dekorasi bernuansa merah putih menghiasi lingkungan kantor, menciptakan suasana yang semarak, penuh keceriaan, dan sarat dengan semangat nasionalisme. Ornamen khas kemerdekaan tampak menghiasi sejumlah area kantor BRI BO Kramat Jati. Perpaduan warna […]

  • Melalui Program Study Abroad BINUS UNIVERSITY, Ashley Patricia Menemukan Perspektif Global Interior Design

    Melalui Program Study Abroad BINUS UNIVERSITY, Ashley Patricia Menemukan Perspektif Global Interior Design

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Mahasiswa Program Interior Design BINUS University kembali membuktikan kesiapan mereka untuk belajar dan berkembang di kancah global melalui pengalaman study abroad. Salah satunya adalah Ashley Patricia Hawindy, mahasiswa Interior Design BINUS @Kemanggisan, yang berkesempatan mengikuti program study abroad di Nagoya University of Foreign Studies (NUFS), Jepang. Selama menjalani satu semester perkuliahan di NUFS, Ashley tidak […]

  • Merdeka Melaju dengan Motor Baru, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Mulai 0,7% per Bulan

    Merdeka Melaju dengan Motor Baru, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Mulai 0,7% per Bulan

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Jakarta, 19 Agustus 2026 – Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahun membawa semangat untuk terus melangkah, berkarya, dan mewujudkan berbagai harapan. Semangat tersebut tidak hanya hadir dalam perayaan, tetapi juga dalam berbagai pencapaian yang ingin diwujudkan masyarakat, termasuk memiliki kendaraan yang dapat mendukung mobilitas dan aktivitas sehari-hari. Turut menyemarakkan momentum tersebut, PT BRI Multifinance […]

  • Krakatau International Port Pastikan Kesiapan Rantai Pasok Baja Dukung Program Hilirisasi Krakatau Steel Group

    Krakatau International Port Pastikan Kesiapan Rantai Pasok Baja Dukung Program Hilirisasi Krakatau Steel Group

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Jakarta, 11 Mei 2026 – Seiring dengan keberhasilan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group dalam memperkuat fundamental perusahaan melalui proses restrukturisasi keuangan, Krakatau Bandar Samudera (KBS)/Krakatau International Port (KIP) sebagai anak perusahaan dari Krakatau Steel Group mengambil peran strategis dalam memastikan kesiapan rantai pasok industri baja nasional. Peran ini menjadi krusial dalam mendukung implementasi […]

expand_less