Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Emas Menguat di Tengah Konflik Global, Berpeluang Tembus Level 5.225

Emas Menguat di Tengah Konflik Global, Berpeluang Tembus Level 5.225

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar

Harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik global. Pada sesi perdagangan Asia Kamis, 5 Maret 2026, harga emas (XAU/USD) tercatat masih bergerak di zona positif di sekitar level 5.145. Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya logam mulia tersebut mencatat kenaikan lebih dari 1% pada sesi perdagangan Amerika Utara, meskipun dalam beberapa hari terakhir sempat mengalami tekanan akibat penguatan Dolar AS.

Sentimen geopolitik menjadi salah satu faktor utama yang menopang pergerakan harga emas saat ini. Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Israel dilaporkan melancarkan gelombang serangan baru yang menargetkan infrastruktur militer di Teheran, Iran. Perkembangan tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut. Kondisi ini mendorong investor untuk mencari instrumen investasi yang relatif aman, sehingga permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai kembali meningkat.

Selain itu, dinamika politik di Amerika Serikat juga turut memberikan pengaruh terhadap sentimen pasar. Partai Republik dilaporkan menolak resolusi yang bertujuan mewajibkan Presiden Amerika Serikat untuk meminta persetujuan Kongres sebelum mengambil tindakan militer terhadap Iran di masa mendatang. Situasi ini menambah ketidakpastian terkait arah kebijakan geopolitik AS. Di sisi lain, pernyataan dari pejabat militer AS yang menyebutkan bahwa serangan terhadap Iran dapat dilakukan secara bertahap semakin meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik berkepanjangan.

Meski demikian, sejumlah perkembangan lain memberikan sedikit harapan terhadap kemungkinan meredanya ketegangan. Laporan media internasional menyebutkan bahwa intelijen Iran secara tidak langsung telah menghubungi badan intelijen Amerika Serikat untuk membahas kemungkinan mengakhiri konflik. Namun, para pejabat di Washington dan Teheran masih menunjukkan sikap skeptis terhadap peluang de-eskalasi dalam waktu dekat. Ketidakpastian tersebut membuat investor tetap berhati-hati dan cenderung mempertahankan posisi pada aset safe-haven seperti emas.

Dari sisi ekonomi, pelaku pasar juga mencermati sejumlah data terbaru dari Amerika Serikat. Indeks Manajer Pembelian sektor jasa versi ISM tercatat meningkat menjadi 56,1 pada Februari, naik dari 53,8 pada bulan sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar di level 53,5. Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas sektor jasa di AS masih cukup kuat. Kondisi ini berpotensi memberikan ruang bagi bank sentral AS untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Kebijakan suku bunga yang tetap tinggi biasanya akan memberikan dukungan terhadap Dolar AS, yang pada akhirnya dapat membatasi kenaikan harga emas. Namun, pada perdagangan terbaru Indeks Dolar AS (DXY) justru mengalami pelemahan sekitar 0,25% ke level 98,82. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun cenderung bergerak stabil di kisaran 4,06%. Pelemahan dolar tersebut memberikan ruang bagi harga emas untuk mempertahankan momentum penguatannya dalam jangka pendek.

Dari perspektif teknikal, analis Dupoin Futures Andy Nugraha menilai bahwa tren harga emas pada timeframe H1 masih menunjukkan kecenderungan bullish. Namun demikian, kekuatan tren tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan setelah reli yang cukup signifikan sebelumnya. Berdasarkan kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average yang terbentuk saat ini, pergerakan harga emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan, meskipun risiko koreksi tetap perlu diwaspadai oleh pelaku pasar.

Andy Nugraha menjelaskan bahwa apabila tekanan beli masih mampu mendominasi pasar, maka harga emas berpotensi melanjutkan penguatan hingga menguji area resistance di sekitar level 5.225. Level tersebut menjadi target kenaikan terdekat yang berpotensi dicapai apabila sentimen safe-haven tetap kuat dan tidak ada tekanan signifikan dari penguatan dolar AS.

Namun di sisi lain, jika harga gagal mempertahankan momentum kenaikan dan muncul tekanan jual, maka pergerakan emas berpotensi mengalami koreksi menuju area support terdekat di sekitar level 5.126. Area tersebut dinilai sebagai titik penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar dalam jangka pendek.

Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi pergerakan pasar saat ini, harga emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif. Investor juga menantikan sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk laporan klaim pengangguran mingguan, serta pernyataan dari pejabat Federal Reserve Michelle Bowman yang dijadwalkan akan berbicara dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut berpotensi memberikan petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS.

Secara keseluruhan, emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek, terutama jika ketegangan geopolitik tetap tinggi dan Dolar AS tidak kembali menguat secara signifikan. Namun, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan data ekonomi dan sentimen global yang dapat memicu volatilitas pada pergerakan harga emas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Fase Akumulasi dalam Siklus Pasar Keuangan

    Mengenal Fase Akumulasi dalam Siklus Pasar Keuangan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Pasar keuangan tidak bergerak secara acak, melainkan mengikuti siklus berulang yang mencerminkan psikologi kolektif dari para pelakunya. Memahami siklus ini memungkinkan seorang trader untuk mengidentifikasi kapan sebuah tren akan dimulai dan kapan tren tersebut akan berakhir. Salah satu konsep paling fundamental yang diperkenalkan oleh teori pasar klasik adalah bahwa pergerakan harga besar selalu dimulai dari […]

  • Penyelamat di Masa Puncak: Mulia Box Jamin Stok “Ready-to-Go” Saat Pesanan Lebaran Membludak

    Penyelamat di Masa Puncak: Mulia Box Jamin Stok “Ready-to-Go” Saat Pesanan Lebaran Membludak

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    BANDUNG, 10 Maret 2026 – Di balik keriuhan pesanan hampers yang membanjiri para pelaku usaha menjelang Idul Fitri, terselip sebuah kekhawatiran nyata: kehabisan kemasan di tengah jalan. Saat permintaan pelanggan sedang tinggi-tingginya, keterlambatan suplai kotak bisa menjadi mimpi buruk bagi kelangsungan bisnis. Memahami situasi kritis tersebut, Mulia Box hadir sebagai mitra sigap dengan menjamin ketersediaan stok […]

  • Bank Raya Tegaskan Komitmen ESG, Dorong Pembiayaan Inklusif dan Efisiensi Energi Operasional

    Bank Raya Tegaskan Komitmen ESG, Dorong Pembiayaan Inklusif dan Efisiensi Energi Operasional

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) terus menegaskan arah bisnisnya yang terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan, termasuk dalam mendorong kredit usaha berkelanjutan melalui pembiayaan UMKM, inovasi digital, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) terus menegaskan arah bisnisnya yang terintegrasi dengan prinsip […]

  • Sinergi BRI Finance dan Kejari Depok, Dorong Penegakan Hukum dan Stabilitas Sektor Pembiayaan

    Sinergi BRI Finance dan Kejari Depok, Dorong Penegakan Hukum dan Stabilitas Sektor Pembiayaan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Depok, 26 Februari 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kejaksaan Negeri Depok dalam bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN). Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan pada Rabu, 26 Februari 2026 pukul 10.00 WIB bertempat di Aula Kejaksaan Negeri Depok sebagai bagian dari komitmen penguatan tata kelola […]

  • Libur Hari Raya Iduladha 1447H/2026, Ruas Tol Semarang ABC Layani Mobilitas Wisata dan Silaturahmi Masyarakat

    Libur Hari Raya Iduladha 1447H/2026, Ruas Tol Semarang ABC Layani Mobilitas Wisata dan Silaturahmi Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat pergerakan lalu lintas masyarakat selama periode libur Hari Raya Iduladha 1447H/2026 di Ruas Jalan Tol Semarang Seksi A,B,C masih didominasi mobilitas wisata lokal dan perjalanan silaturahmi menuju wilayah Kota Semarang dan sekitarnya. Berdasarkan evaluasi data lalu lintas pengalihan Gombel Lama pada Rabu, 27 Mei 2026, volume lalu lintas di […]

  • Mengenal Ragdoll Cat dan Pemeliharaan Bulunya

    Mengenal Ragdoll Cat dan Pemeliharaan Bulunya

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Ragdoll Cat menjadi salah satu ras kucing paling populer di dunia karena tampilannya yang elegan, bulu yang lembut, serta sifatnya yang jinak dan penyayang. Tidak heran jika banyak Pawfriends jatuh hati pada Ragdoll Cat sejak pertama kali melihatnya. Namun, di balik keindahannya, Ragdoll Cat membutuhkan perawatan bulu yang tepat agar tetap sehat dan tidak mudah […]

expand_less