Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Masih Tertekan, Peluang Turun ke Area 4.306 Masih Terbuka

Harga Emas Masih Tertekan, Peluang Turun ke Area 4.306 Masih Terbuka

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas dunia masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari Selasa (2/6). Sejumlah faktor teknikal dan fundamental menunjukkan bahwa tren penurunan belum sepenuhnya berakhir, sehingga pelaku pasar masih perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan dalam jangka pendek. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pasangan XAU/USD pada timeframe daily masih bergerak dalam tren bearish yang cukup kuat.

Secara teknikal, harga emas belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah posisi harga yang masih berada di bawah Moving Average (MA) 21 dan MA 50. Dalam analisis pasar, kedua indikator tersebut sering digunakan untuk mengidentifikasi arah tren utama. Ketika harga bergerak di bawah area tersebut, kondisi itu umumnya mengindikasikan bahwa tekanan jual masih mendominasi dan pasar belum memiliki momentum yang cukup kuat untuk berbalik arah.

Geraldo Kofit menjelaskan bahwa kegagalan harga emas untuk kembali menembus area MA 21 dan MA 50 menunjukkan bahwa sentimen bearish masih cukup dominan. Meskipun sempat terjadi pergerakan naik dalam beberapa sesi sebelumnya, penguatan tersebut belum mampu mengubah struktur tren yang masih cenderung turun.

Dengan kondisi tersebut, peluang pelemahan harga masih terbuka dalam waktu dekat. Area support terdekat yang menjadi perhatian berada di level 4.365. Jika tekanan jual terus berlanjut dan level tersebut berhasil ditembus, maka harga emas berpotensi bergerak menuju area support berikutnya di kisaran 4.306.

Level-level tersebut menjadi area penting yang akan dipantau pelaku pasar karena berpotensi menjadi titik reaksi harga. Namun selama belum ada sinyal teknikal yang menunjukkan pembalikan tren secara jelas, skenario penurunan masih dianggap lebih dominan dibandingkan potensi kenaikan.

Selain faktor teknikal, kondisi fundamental global juga masih memberikan tekanan terhadap pergerakan emas. Salah satu faktor utama yang memengaruhi harga saat ini adalah penguatan dolar Amerika Serikat yang masih relatif stabil. Dalam kondisi normal, pergerakan emas dan dolar AS cenderung memiliki hubungan yang berlawanan arah. Ketika dolar menguat, harga emas biasanya mengalami tekanan karena menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar.

Kondisi tersebut membuat sebagian investor memilih untuk meningkatkan eksposur pada aset berbasis dolar AS dibandingkan emas. Apalagi saat ini instrumen keuangan berbasis dolar masih menawarkan tingkat imbal hasil yang cukup menarik.

Faktor lain yang turut menekan harga emas adalah tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Ketika yield obligasi berada di level tinggi, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen tersebut karena dinilai mampu memberikan keuntungan yang lebih pasti. Sebaliknya, emas yang tidak menghasilkan bunga atau imbal hasil tetap menjadi kurang menarik dalam kondisi tersebut.

Tekanan terhadap emas juga datang dari ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve. Hingga saat ini, pelaku pasar masih memperkirakan bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga pada level yang relatif tinggi selama data ekonomi belum menunjukkan pelemahan yang signifikan.

Data ekonomi Amerika Serikat yang masih cukup solid, terutama dari sektor tenaga kerja dan inflasi, menjadi alasan mengapa pasar belum sepenuhnya yakin terhadap peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Situasi ini terus memberikan dukungan terhadap dolar AS dan secara tidak langsung membatasi ruang kenaikan harga emas.

Di sisi lain, permintaan terhadap aset safe haven juga belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sentimen pasar global yang relatif stabil membuat investor lebih berani menempatkan dana pada aset berisiko seperti saham dan instrumen investasi lainnya. Akibatnya, minat terhadap emas sebagai aset pelindung nilai cenderung berkurang.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan ekonomi global yang dapat mengubah arah sentimen sewaktu-waktu. Ketidakpastian geopolitik, perubahan kebijakan bank sentral, maupun data ekonomi yang berada di luar ekspektasi dapat memicu pergerakan harga emas yang lebih volatil.

Secara keseluruhan, prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung bearish. Selama harga belum mampu kembali bergerak di atas area MA 21 dan MA 50, tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi pasar. Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang ada saat ini, peluang penurunan menuju area support 4.365 hingga 4.306 masih terbuka dan menjadi level yang patut diperhatikan oleh para investor maupun trader emas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BINA NUSANTARA Raih LinkedIn Talent Insights Pioneer 2025, Perkuat Ekosistem Talenta Berbasis Data

    BINA NUSANTARA Raih LinkedIn Talent Insights Pioneer 2025, Perkuat Ekosistem Talenta Berbasis Data

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakarta, 8 Mei 2026 – Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, kemampuan institusi pendidikan untuk memahami perkembangan talenta, kebutuhan industri, serta arah kompetensi masa depan menjadi semakin penting. BINA NUSANTARA terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, berbasis data, dan berorientasi pada kesiapan Binusian untuk bertumbuh dan berkontribusi di dunia profesional. […]

  • Emas Stabil di Level Tinggi, Dupoin Futures Prediksi Potensi Kenaikan ke 5231

    Emas Stabil di Level Tinggi, Dupoin Futures Prediksi Potensi Kenaikan ke 5231

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Harga emas dunia masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai sentimen global yang memengaruhi pasar keuangan. Berdasarkan analisis pasar dari Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Andy Nugraha, pergerakan emas (XAU/USD) saat ini masih berada dalam tren bullish pada timeframe H1. Kombinasi pola candlestick yang terbentuk bersama indikator Moving Average mengindikasikan bahwa momentum penguatan emas masih […]

  • Emas Bangkit! Harga Berpotensi Nanjak ke 4.690

    Emas Bangkit! Harga Berpotensi Nanjak ke 4.690

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (4/5) diperkirakan mulai menunjukkan arah penguatan setelah sebelumnya bergerak dalam tekanan. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa pergerakan XAU/USD dalam timeframe H1 mengindikasikan adanya potensi perubahan tren dari yang sebelumnya bearish menjadi bullish dalam jangka pendek. Secara teknikal, harga emas terlihat mulai tertahan di area support […]

  • Program Immersion BINUS @Bekasi ke Wuhan: Menembus Batas dan Mengasah Kompetensi Global di Dunia Bisnis, Layanan, dan Teknologi

    Program Immersion BINUS @Bekasi ke Wuhan: Menembus Batas dan Mengasah Kompetensi Global di Dunia Bisnis, Layanan, dan Teknologi

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Bekasi, 5 Februari 2026 — Di tengah persaingan global yang semakin mengglobal, dunia bisnis kini lebih dari sekadar teori. Untuk bisa bertahan dan unggul, mahasiswa perlu dilengkapi dengan global mindset, kemampuan beradaptasi dengan teknologi terkini, dan keterampilan dalam melayani pasar internasional. BINUS @Bekasi, sebagai kampus dengan fokus pada Business, Service, and Technology, menghadirkan solusi tepat […]

  • Studium Generale BINUS University @Semarang Hadirkan Praktisi Industri VFX untuk Mahasiswa

    Studium Generale BINUS University @Semarang Hadirkan Praktisi Industri VFX untuk Mahasiswa

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Semarang, 8 Mei 2026 – Industri kreatif Indonesia, khususnya di bidang film dan animasi, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kualitas visual yang semakin matang, storytelling yang semakin kuat, serta pemanfaatan teknologi seperti visual effects (VFX) menjadikan karya-karya lokal semakin mampu bersaing ditingkat global. Di tengah perkembangan tersebut, minat generasi muda terhadap […]

  • Wujud Kepedulian Sosial, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Salurkan Bantuan Hewan Kurban Senilai Rp480 Juta untuk 1.650 Penerima Manfaat

    Wujud Kepedulian Sosial, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Salurkan Bantuan Hewan Kurban Senilai Rp480 Juta untuk 1.650 Penerima Manfaat

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Mei 2026 — Sebagai wujud pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Jasamarga Tollroad Maintenance (PT JMTM) kembali menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional dan berbagai instansi terkait. Pada pelaksanaan kurban kali ini, PT JMTM mengalokasikan total dana sebesar Rp480.100.000 untuk pengadaan hewan kurban. Penyaluran hewan kurban […]

expand_less