Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Menguat Seiring Redanya Ketegangan Global, Tren Positif Diproyeksikan Berlanjut

Harga Emas Menguat Seiring Redanya Ketegangan Global, Tren Positif Diproyeksikan Berlanjut

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas global kembali menunjukkan penguatan dalam perdagangan terkini, didorong oleh meredanya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah serta pelemahan mata uang dolar Amerika Serikat. Kombinasi sentimen tersebut meningkatkan daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai, sekaligus memicu minat beli dari pelaku pasar global.

Kondisi ini terjadi setelah muncul sinyal positif terkait kemungkinan de-eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Pernyataan dari otoritas Iran yang membuka peluang untuk mengakhiri konflik, dengan syarat adanya jaminan keamanan, disambut optimistis oleh pelaku pasar. Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat juga dikabarkan mempertimbangkan untuk menghentikan langkah militernya, meskipun jalur strategis seperti Selat Hormuz masih belum sepenuhnya pulih. Harapan terhadap proses perdamaian yang semakin nyata ini turut menopang penguatan harga emas dalam beberapa sesi terakhir.

Dari perspektif teknikal, Dupoin Futures melalui analisnya, Andy Nugraha, menilai bahwa tren pergerakan emas (XAU/USD) masih berada dalam fase bullish, khususnya dalam timeframe jangka pendek. Hal ini tercermin dari terbentuknya pola candlestick yang mengindikasikan dominasi tekanan beli, yang diperkuat oleh posisi harga di atas indikator Moving Average. Sinyal tersebut menjadi indikasi bahwa momentum kenaikan masih cukup kuat untuk mendorong harga ke level yang lebih tinggi.

Dalam perdagangan sebelumnya, harga emas sempat mengalami tekanan hingga menyentuh level 4.482 dolar AS. Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama karena pasar dengan cepat merespons sentimen positif, sehingga harga berbalik arah dan naik ke kisaran 4.648 dolar AS. Rebound ini menunjukkan adanya area support yang solid, sekaligus memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih memanfaatkan setiap pelemahan sebagai peluang untuk masuk.

Andy Nugraha memproyeksikan bahwa apabila momentum bullish terus terjaga, maka harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan hingga mendekati level resistance di 4.862 dolar AS. Sebaliknya, jika terjadi koreksi akibat aksi ambil untung atau perubahan sentimen, maka penurunan diperkirakan akan tertahan di sekitar level 4.539 dolar AS yang menjadi area support terdekat.

Selain faktor teknikal, pergerakan emas juga dipengaruhi oleh dinamika makroekonomi global, khususnya dari Amerika Serikat. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke level 4,31% menjadi salah satu faktor pendorong utama penguatan emas. Penurunan yield ini berimbas pada melemahnya dolar AS, yang tercermin dari penurunan Indeks Dolar AS (DXY) ke level 99,91. Pelemahan dolar membuat harga emas menjadi lebih kompetitif bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan.

Di sisi lain, data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan adanya tanda-tanda pelemahan di sektor ketenagakerjaan. Laporan Survei Lowongan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja (JOLTS) mencatat penurunan jumlah lowongan pekerjaan, yang mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum. Kondisi ini menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi ke depan.

Meski demikian, tekanan inflasi masih menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan. Kenaikan harga energi mendorong ekspektasi inflasi tetap tinggi, yang pada akhirnya memengaruhi arah kebijakan moneter. Pernyataan dari pejabat Federal Reserve yang menegaskan pentingnya menjaga ekspektasi inflasi menunjukkan bahwa bank sentral masih akan berhati-hati dalam menentukan kebijakan suku bunga. Bahkan, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga dalam beberapa tahun ke depan mulai berkurang.

Dengan latar belakang tersebut, pergerakan harga emas diperkirakan akan tetap dinamis dalam jangka pendek. Meskipun tren bullish masih mendominasi, pelaku pasar tetap perlu mencermati berbagai faktor eksternal yang dapat memengaruhi arah harga, termasuk perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global. Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, emas tetap menjadi salah satu instrumen yang menarik sebagai lindung nilai, sekaligus peluang investasi di tengah volatilitas yang tinggi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sentimen Global Topang Emas, Target Kenaikan Hingga 5.045 Terbuka

    Sentimen Global Topang Emas, Target Kenaikan Hingga 5.045 Terbuka

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (20/4) diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan, meski pasar sempat dibuka dengan tekanan yang memicu terbentuknya gap down. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai kondisi tersebut belum mengubah arah tren utama, mengingat struktur pergerakan emas secara keseluruhan masih menunjukkan kecenderungan bullish yang cukup kuat. Dalam […]

  • Meriahkan Ramadan 2026, Bank Neo Commerce Dukung UMKM untuk Tingkatkan Bisnis Selama Bulan Suci

    Meriahkan Ramadan 2026, Bank Neo Commerce Dukung UMKM untuk Tingkatkan Bisnis Selama Bulan Suci

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Jakarta, 5 Maret 2026 – PT Bank Neo Commerce Tbk (“Bank Neo Commerce”, “BNC”, “Bank”, “Perseroan”), bank dengan layanan digital yang memiliki layanan keuangan terlengkap di Indonesia melalui aplikasi yang dimilikinya yaitu neobank, terus berupaya menghadirkan layanan keuangan yang dapat menjadi solusi atas permasalahan terkait transaksi keuangan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya terkait […]

  • Webdevv.cloud Membangun Generasi Baru Website UMKM di Indonesia — Dioptimalkan untuk SEO, AI Search, dan Siap Universal Commerce Protocol

    Webdevv.cloud Membangun Generasi Baru Website UMKM di Indonesia — Dioptimalkan untuk SEO, AI Search, dan Siap Universal Commerce Protocol

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Persaingan digital di Indonesia semakin cepat. Bagi jutaan UMKM, memiliki website bukan lagi sekadar formalitas, tetapi syarat dasar untuk bertahan di dunia yang kini dikuasai oleh AI search engines dan standar baru e-commerce global. Di tengah perubahan besar ini, Webdevv.cloud—unit pengembangan website dari AdsMediaMix Digital Agency—hadir dengan positioning yang berbeda. Bukan hanya membuat website yang […]

  • Cara Membaca Pergerakan Sideways dalam Analisis Teknikal

    Cara Membaca Pergerakan Sideways dalam Analisis Teknikal

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Pasar keuangan tidak selalu bergerak dalam tren naik atau turun yang jelas. Faktanya, sebagian besar waktu pasar dihabiskan dalam fase sideways atau mendatar, di mana harga bergerak dalam rentang terbatas antara level support dan resistance. Bagi banyak trader, fase ini sering kali dianggap membosankan atau menjebak, namun bagi mereka yang memahami analisis teknikal, pergerakan sideways […]

  • Prediksi Semakin Akurat, Tapi Keputusan Masih Sulit: Ini Sorotan Prof. Tuga Mauritsius dalam Pengukuhan Guru Besar di BINUS University

    Prediksi Semakin Akurat, Tapi Keputusan Masih Sulit: Ini Sorotan Prof. Tuga Mauritsius dalam Pengukuhan Guru Besar di BINUS University

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Di tengah pesatnya perkembangan teknologi analitik dan kecerdasan buatan, banyak organisasi masih menghadapi tantangan mendasar: bagaimana menerjemahkan insight berbasis data menjadi keputusan yang tepat dan berdampak. Ketika kemampuan prediksi semakin canggih, proses pengambilan keputusan justru tidak selalu menjadi lebih pasti. Menjawab tantangan ini, BINUS University kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan keilmuan melalui pengukuhan Guru Besar. BINUS University […]

  • Inspeksi Aset Bawah Laut di Fasilitas Migas dengan FIFISH E-Master

    Inspeksi Aset Bawah Laut di Fasilitas Migas dengan FIFISH E-Master

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Infrastruktur bawah laut di fasilitas migas memerlukan inspeksi berkala yang hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara teknis. Metode konvensional memiliki batasan kedalaman, durasi, dan kondisi arus yang sering memaksa jadwal inspeksi mundur atau dilaksanakan dengan cakupan yang tidak optimal. QYSEA FIFISH E-Master hadir sebagai ROV inspeksi bawah laut yang dirancang untuk memenuhi standar operasional industri migas di […]

expand_less