Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas (XAU/USD) 16 Februari 2026 Stabil di $4.993, Pasar Tunggu Sinyal The Fed

Harga Emas (XAU/USD) 16 Februari 2026 Stabil di $4.993, Pasar Tunggu Sinyal The Fed

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 62
  • comment 0 komentar

Harga emas hari ini menunjukkan fase konsolidasi menjelang rilis data penting dan perkembangan geopolitik. Trader disarankan tetap memperhatikan dinamika dolar AS, kebijakan moneter, serta sentimen global sebelum mengambil keputusan transaksi.

Harga emas dunia (XAU/USD) pada perdagangan Senin (16/2/2026) tercatat bergerak stabil di kisaran $4.993 per ons pada sesi Asia. Pergerakan ini terjadi setelah emas sempat melonjak lebih dari $150 pada akhir pekan lalu, sebelum kembali terkoreksi dan bertahan di bawah level psikologis $5.000.

Analis Market HSB Investasi menyampaikan bahwa pergerakan emas saat ini dipengaruhi oleh kombinasi penguatan dolar AS serta meningkatnya minat risiko (risk appetite) pelaku pasar. Meski demikian, tekanan terhadap logam mulia dinilai masih terbatas.

“Penguatan dolar memang membatasi ruang kenaikan emas dalam jangka pendek. Namun, faktor ketidakpastian global dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter membuat potensi penurunan emas relatif terbatas,” ujar Analis Market HSB Investasi.

Penguatan Dolar AS Tekan Emas

Kenaikan indeks dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Secara historis, emas dan dolar memiliki korelasi terbalik. Ketika dolar menguat, harga emas cenderung tertekan karena menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun demikian, penguatan dolar diperkirakan tidak berlangsung lama. Data inflasi Amerika Serikat yang dirilis pekan lalu menunjukkan angka yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) berpotensi mulai memangkas suku bunga pada pertemuan bulan Juni mendatang.

Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter umumnya menjadi sentimen positif bagi emas karena menurunkan opportunity cost memegang aset non-yielding seperti logam mulia.

Ketegangan Geopolitik Batasi Penurunan

Selain faktor moneter, sentimen geopolitik turut membatasi tekanan terhadap emas. Pasar saat ini mencermati kelanjutan pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran, di tengah laporan peningkatan kehadiran militer AS di kawasan yang memicu respons keras dari Iran.

Dalam kondisi global yang belum sepenuhnya stabil, emas tetap dipandang sebagai aset safe haven. Permintaan terhadap aset lindung nilai cenderung meningkat ketika risiko geopolitik membesar.

Pasar Menanti Notulensi FOMC

Pergerakan emas juga berlangsung dalam volume transaksi yang relatif tipis seiring libur Presidents Day di Amerika Serikat. Pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati sembari menunggu katalis berikutnya.

Fokus utama investor saat ini tertuju pada rilis notulensi rapat FOMC (FOMC Minutes) yang dijadwalkan pada Rabu (18/2/2026). Dokumen tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.

Secara teknikal, emas masih menghadapi tekanan jangka pendek setelah gagal mempertahankan posisi di atas level resistensi $5.028. Selama belum mampu kembali menembus area tersebut, potensi koreksi tetap perlu diwaspadai. Namun dalam jangka menengah, prospek emas dinilai tetap positif sebagai instrumen lindung nilai di tengah dinamika global yang berkembang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BINUS Kian Diakui Global, Sejumlah Program Studi Baru Saja Masuk di QS World Rankings by Subject 2026

    BINUS Kian Diakui Global, Sejumlah Program Studi Baru Saja Masuk di QS World Rankings by Subject 2026

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 55
    • 0Komentar

    BINUS University kembali menorehkan pencapaian membanggakan di tingkat internasional melalui QS World University Rankings by Subject 2026. Capaian ini menjadi semakin istimewa karena hadir di momentum perjalanan menuju 45 tahun BINUS dalam berkontribusi bagi pendidikan Indonesia, sekaligus menegaskan posisi BINUS sebagai institusi yang semakin diakui secara global. BINUS University kembali menorehkan pencapaian membanggakan di tingkat […]

  • UGM Perkuat Kolaborasi dengan Positive Technologies melalui Kunjungan ke Moskow dan KazanForum

    UGM Perkuat Kolaborasi dengan Positive Technologies melalui Kunjungan ke Moskow dan KazanForum

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Dalam Forum Ekonomi Internasional “Rusia–Dunia Islam: KazanForum” tanggal 12-17 May 2026, Positive Technologies, pemimpin industri keamanan siber Rusia, terus memperkuat hubungan pendidikannya dengan Indonesia. Dalam pertemuan dengan Lembaga Kerja Sama Pendidikan Internasional Rusia (Rossotrudnichestvo) di sela-sela Kazan Forum, Positive Technologies menandatangani perjanjian kerjasama (MoU) dengan enam universitas di Indonesia: Universitas Brawijaya (UB), Universitas Pendidikan Indonesia […]

  • Solusi OTP dengan WhatsApp API Gateway Resmi dari Barantum

    Solusi OTP dengan WhatsApp API Gateway Resmi dari Barantum

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. OTP Lambat Masuk atau Gagal Terkirim? Ini Dampaknya ke Bisnis Bayangkan pelanggan Anda sudah hampir menyelesaikan transaksi. Mereka memasukkan nomor, menunggu kode […]

  • Dubes India Temui DPR, Sampaikan Rencana Kunjungan Narendra Modi ke Indonesia

    Dubes India Temui DPR, Sampaikan Rencana Kunjungan Narendra Modi ke Indonesia

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta — Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, mengunjungi jajaran Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, salah satu isu yang menjadi perhatian adalah rencana kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 7 Juli mendatang. Wakil Ketua BKSAP DPR RI Ravindra Airlangga […]

  • Hilirisasi Nikel di Sulawalesi Potensi Dorong Ekonomi Lokal Tangguh

    Hilirisasi Nikel di Sulawalesi Potensi Dorong Ekonomi Lokal Tangguh

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA – Hilirisasi nikel dinilai akan mampu menciptakan nilai tambah melalui peningkatan produksi hasil tambang, sekaligus berdampak langsung dalam mendorong ketangguhan ekonomi lokal yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri. Salah satu proyek yang tengah dikembangkan adalah fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi di Morowali, Sulawesi Tengah. Proyek ini diamanatkan kepada PT Vale […]

  • Stasiun Tasikmalaya Jadi Stasiun Tersibuk Ketiga Setelah Bandung dan Kiaracondong pada 5 Hari Angkutan Lebaran 2026

    Stasiun Tasikmalaya Jadi Stasiun Tersibuk Ketiga Setelah Bandung dan Kiaracondong pada 5 Hari Angkutan Lebaran 2026

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Tasikmalaya (Jawa Barat), 15 Maret 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama lima hari masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada 11 hingga 15 Maret 2026. Dari data pelayanan penumpang di wilayah Daop 2 Bandung, Stasiun Tasikmalaya tercatat menjadi stasiun tersibuk ketiga setelah Stasiun Bandung dan Stasiun […]

expand_less