Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas (XAUUSD) Berpotensi Terkoreksi, Dupoin Futures Soroti Target 4.310–4.239

Harga Emas (XAUUSD) Berpotensi Terkoreksi, Dupoin Futures Soroti Target 4.310–4.239

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih menghadapi tekanan jual pada perdagangan hari ini. Meskipun sejumlah faktor fundamental masih memberikan dukungan terhadap logam mulia, sinyal teknikal menunjukkan bahwa harga berpeluang melanjutkan fase koreksi dalam jangka pendek. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pergerakan emas pada grafik harian masih berpotensi melemah menuju area support berikutnya di 4.310 hingga 4.239. Proyeksi tersebut didukung oleh terbentuknya pola ABC correction, kemunculan candlestick Bearish Engulfing, serta indikator Stochastic yang masih bergerak turun.

Pada time frame Daily, struktur pergerakan emas (XAUUSD) menunjukkan bahwa harga tengah memasuki fase korektif setelah sebelumnya mengalami penguatan. Pola ABC correction yang terbentuk menjadi salah satu indikasi bahwa tren kenaikan sebelumnya sedang mengalami penyesuaian. Dalam kondisi tersebut, harga berpotensi bergerak lebih rendah secara bertahap untuk mencari area keseimbangan baru sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.

Geraldo Kofit menilai pola koreksi tersebut menjadi semakin relevan setelah munculnya Bearish Engulfing pada grafik harian. Pola candlestick ini mencerminkan meningkatnya tekanan jual karena seller mampu mengambil alih momentum perdagangan dan menekan harga lebih rendah dibandingkan sesi sebelumnya. Kemunculan pola tersebut menjadi sinyal bahwa buyer mulai kehilangan kekuatan setelah sebelumnya mampu mendorong harga emas naik.

Dengan tekanan jual yang masih terlihat, area 4.310 menjadi support pertama yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Jika tekanan bearish masih berlanjut dan harga mampu menembus level tersebut, pelemahan berikutnya berpotensi mengarah ke 4.239. Kedua level tersebut menjadi area penting dalam menentukan apakah koreksi hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi pelemahan yang lebih dalam.

Selain struktur harga, indikator Stochastic juga memperlihatkan momentum yang cenderung melemah. Pergerakan Stochastic yang terus mengarah ke bawah menunjukkan bahwa tekanan beli belum kembali mengambil alih pasar. Namun, apabila indikator tersebut nantinya memasuki zona oversold, peluang terjadinya technical rebound perlu tetap diwaspadai. Kondisi jenuh jual dapat memicu sebagian trader kembali melakukan pembelian, terutama jika harga membentuk pola rejection atau swing low di sekitar area support.

Di tengah tekanan teknikal tersebut, kondisi fundamental emas (XAUUSD) sebenarnya masih menyimpan sejumlah katalis positif. Salah satunya berasal dari perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed). Berkurangnya peluang kenaikan suku bunga dapat menjadi faktor pendukung bagi emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbasis bunga. Ketika ekspektasi suku bunga tinggi mulai mereda, opportunity cost dalam memegang emas ikut berkurang.

Dolar AS yang cenderung melemah juga menjadi faktor yang berpotensi mendukung harga emas. Karena emas diperdagangkan dalam denominasi dolar AS, pelemahan mata uang tersebut dapat membuat logam mulia relatif lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi ini pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan dan membatasi ruang penurunan harga.

Namun, penguatan US Treasury Yield masih menjadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dapat membuat aset berbasis bunga menjadi lebih menarik bagi investor. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi minat terhadap emas dan menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat tekanan koreksi dalam jangka pendek.

Selain faktor moneter, perkembangan geopolitik juga masih menjadi perhatian utama. Ketidakpastian yang berkaitan dengan Selat Hormuz berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Jika risiko geopolitik kembali meningkat, investor kemungkinan akan mencari aset yang dinilai lebih defensif untuk menghadapi volatilitas pasar. Sentimen tersebut dapat menjadi penyangga bagi harga emas apabila tekanan jual semakin meningkat.

Kondisi tersebut membuat prospek XAUUSD berada dalam situasi yang cukup berimbang. Di satu sisi, pelemahan dolar AS, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, dan meningkatnya risiko geopolitik dapat memberikan dukungan terhadap emas. Di sisi lain, kenaikan Treasury Yield, pola ABC correction, Bearish Engulfing, dan melemahnya Stochastic menunjukkan bahwa harga masih memiliki risiko turun dalam jangka pendek.

Pelaku pasar juga perlu mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat karena angka-angka tersebut dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Apabila data ekonomi menunjukkan pelemahan lebih lanjut, peluang pelonggaran kebijakan moneter dapat semakin meningkat dan memberikan katalis positif bagi emas. Sebaliknya, data yang lebih kuat dari perkiraan dapat kembali memperkuat dolar AS dan meningkatkan tekanan terhadap XAUUSD.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa harga emas (XAUUSD) masih berpeluang melanjutkan koreksi menuju area 4.310 hingga 4.239. Terbentuknya ABC correction yang dikonfirmasi dengan Bearish Engulfing serta momentum Stochastic yang melemah menjadi dasar utama proyeksi tersebut. Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan respons harga di area support. Apabila terjadi rejection kuat dan terbentuk swing low, peluang rebound dapat kembali terbuka. Sebaliknya, jika support berhasil ditembus dengan momentum yang kuat, tekanan bearish berpotensi berlanjut. Dengan demikian, area 4.310–4.239 menjadi zona kunci yang perlu dicermati untuk menentukan arah pergerakan emas (XAUUSD) selanjutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Kuliah S1 Hemat ke Luar Negeri Ya Program 3+1!

    Cara Kuliah S1 Hemat ke Luar Negeri Ya Program 3+1!

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Pernah terpikir untuk merasakan atmosfer kuliah di luar negeri, tapi masih ragu dengan biaya atau durasi studi yang lama? Kabar baiknya, kamu tidak perlu menunggu lulus kuliah S1 untuk bisa mendapatkan global exposure. BINUS International hadir membawa solusi cerdas melalui skema kurikulum unggulan yang disebut Program 3+1. Program 3+1 dari BINUS International dirancang khusus agar mahasiswa […]

  • Akselerasi Digitalisasi, BRI KC Otista Gelar Program “Racing BRImo” bagi Pegawai BKN

    Akselerasi Digitalisasi, BRI KC Otista Gelar Program “Racing BRImo” bagi Pegawai BKN

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melalui Kantor Cabang (KC) Jakarta Otista terus menunjukkan agresivitasnya dalam mendorong penetrasi perbankan digital. Kali ini, BRI menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui peluncuran program “Racing BRImo” yang ditujukan khusus bagi para pegawai di lingkungan BKN pusat. Program ini dirancang untuk meningkatkan aktivitas transaksi […]

  • Perdana Bedah Plastik, Rekonstruksi dan Estetik dengan Standar Korea Selatan di Siloam Hospital TB Simatupang

    Perdana Bedah Plastik, Rekonstruksi dan Estetik dengan Standar Korea Selatan di Siloam Hospital TB Simatupang

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Medan, 18 April 2026. Siloam Hospitals TB Simatupang hadir di Siloam Fair 2026 di Sun Plaza Medan untuk memberikan edukasi mengenai salah satu kondisi kulit yaitu scar yang membutuhkan penanganan dari spesialis Bedah Plastik, Rekonstruksi dan Estetik. Edukasi disampaikan oleh dr Amira Danila, SpB.P.R.E. • Aesthetic & Scar Center Siloam Hospitals TB Simatupang menghadirkan layanan […]

  • Tren Hospitality Indonesia 2026: Apa yang Perlu Dipersiapkan Hotel di Tengah Meningkatnya Perjalanan Internasional

    Tren Hospitality Indonesia 2026: Apa yang Perlu Dipersiapkan Hotel di Tengah Meningkatnya Perjalanan Internasional

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Indonesia, 4 June 2026 – Tren hospitality Indonesia 2026 semakin dipengaruhi oleh meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara serta perubahan ekspektasi para pelancong. Seiring pulihnya mobilitas global, industri perhotelan di Indonesia memasuki fase baru yang ditandai oleh peluang pertumbuhan sekaligus persaingan yang semakin ketat. Di tengah kondisi ini, pelaku industri tidak lagi cukup berfokus pada tingkat okupansi […]

  • “DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

    “DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Oleh Satish Chandra Mishra* Jakarta — Ketika Perdana Menteri India Manmohan Singh dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meningkatkan hubungan bilateral Indonesia–India menjadi Kemitraan Strategis pada tahun 2005, mereka sesungguhnya melakukan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar menandatangani sebuah dokumen kerja sama. Keduanya sedang menghidupkan kembali ikatan yang telah terjalin selama berabad-abad untuk menegaskan bahwa Indonesia dan India bukan […]

  • Krakatau Steel dan Universitas Pertahanan  Perkuat Sinergi Industri Strategis untuk Kemandirian Pertahanan Nasional

    Krakatau Steel dan Universitas Pertahanan Perkuat Sinergi Industri Strategis untuk Kemandirian Pertahanan Nasional

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Cilegon, 22 Mei 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara industri strategis nasional dengan dunia akademik sebagai langkah nyata membangun kemandirian industri dan memperkuat ketahanan nasional Indonesia. Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam agenda industry visit dan kuliah umum bertajuk “Kuliah Kerja Dalam […]

expand_less