Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Transisi Energi Butuh Mineral Kritis, MIND ID di Pusat Ekosistem

Transisi Energi Butuh Mineral Kritis, MIND ID di Pusat Ekosistem

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Percepatan transisi energi nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) menempatkan sektor mineral dan batubara sebagai fondasi penting dalam mendukung pengembangan energi bersih.

Sekertaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Yudha menegaskan, peningkatan porsi energi surya dan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) ke depan tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan mineral kritis yang menjadi komponen utama sistem energi masa depan.

“Kalau kita melihat peta transisi energi dalam PP KEN, energi surya akan mempunyai porsi sangat besar, PLTN juga signifikan pada 2060. Dengan begitu, mineral-mineral untuk baterai dan komponen pendukungnya ada di sektor Minerba. Itu mendukung langsung transisi energi,” ujar Satya.

Menurut dia, keterkaitan antara kebijakan energi nasional dan sektor minerba bersifat dua arah. Di satu sisi, mineral kritis seperti nikel, bauksit, tembaga hingga material ikutan menjadi bahan baku utama teknologi energi bersih. Di sisi lain, proses hilirisasi di sektor minerba sendiri membutuhkan pasokan energi yang andal dan berkelanjutan.

“Smelter tidak mungkin berjalan tanpa listrik, apalagi ke depan kita berbicara listrik yang lebih hijau dan sustainable. Jadi sektor energi dan minerba ini saling menopang,” kata Satya.

Ia menambahkan, dalam skenario KEN terbaru, transisi energi tidak hanya berbicara mengenai bauran pembangkit, tetapi juga kesiapan rantai pasok mineral yang menopang teknologi energi bersih. Peningkatan kapasitas pembangkit energi surya, pengembangan PLTN, hingga sistem penyimpanan energi akan meningkatkan kebutuhan terhadap mineral strategis yang selama ini dikelola sektor pertambangan nasional.

“Agenda kita adalah agenda transisi. Kalau energi surya porsinya besar, kalau PLTN masuk signifikan, maka kebutuhan mineral untuk baterai, kabel, komponen listrik, itu otomatis meningkat. Artinya sektor Minerba berada di jantung ekosistem transisi,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, peran holding industri pertambangan seperti MIND ID menjadi krusial. Sebagai entitas yang membawahi sejumlah BUMN tambang strategis, MIND ID dinilai memiliki posisi sentral dalam memastikan ketersediaan dan pengolahan mineral kritis guna mendukung transformasi energi nasional.

Satya menegaskan, keberhasilan kebijakan energi nasional tidak bisa dilepaskan dari kesiapan industri dalam menyediakan bahan baku strategis sekaligus menjalankan hilirisasi bernilai tambah.

“Sehebat apa pun skenario energi nasional, itu tidak lepas dari supply dan demand. Siapa yang men-supply? Siapa yang memakai? Industri adalah pengguna energi terbesar sekaligus penyedia bahan baku penting bagi transisi. Karena itu kolaborasi antara pembuat kebijakan dan pelaku industri menjadi sangat penting,” katanya.

Ia menambahkan, Dewan Energi Nasional berperan merumuskan arah kebijakan, sementara implementasinya bergantung pada sinergi lintas sektor, termasuk industri minerba. Dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan komitmen menuju net zero emission 2060, penguatan ekosistem mineral kritis menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi ketahanan energi nasional.

“Transisi energi ini bukan hanya soal mengganti sumber energi, tetapi juga membangun fondasi industrinya. Dan di situlah peran sektor Minerba, termasuk MIND ID, menjadi strategis,” ujar Satya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tren Snack Box Custom  Meningkat, Lokasoka Hadirkan Ide Snack Box Praktis hingga Premium untuk Berbagai Kebutuhan

    Tren Snack Box Custom Meningkat, Lokasoka Hadirkan Ide Snack Box Praktis hingga Premium untuk Berbagai Kebutuhan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Menjawab meningkatnya kebutuhan konsumsi acara yang praktis, higienis, dan merepresentasikan identitas brand pada 2026—terutama menjelang Ramadan ketika permintaan biasanya mulai naik sejak H-30—Lokasoka menghadirkan solusi snack box custom bagi perusahaan di berbagai kota Indonesia untuk kebutuhan meeting, seminar, pelatihan, gathering klien, hingga corporate gifting; melalui layanan fleksibel yang memungkinkan personalisasi isi, desain kemasan berlogo, hingga […]

  • TINGKATKAN KUALITAS PERKERASAN JALAN, PT JASAMARGA TOLLROAD MAINTENANCE LAKSANAKAN PEKERJAAN PEMELIHARAAN DI RUAS TOL SEMARANG

    TINGKATKAN KUALITAS PERKERASAN JALAN, PT JASAMARGA TOLLROAD MAINTENANCE LAKSANAKAN PEKERJAAN PEMELIHARAAN DI RUAS TOL SEMARANG

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 Juni 2026 – Dalam rangka menjaga kualitas perkerasan jalan serta memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenance (PT JMTM) akan melaksanakan pekerjaan pemeliharaan periodik berupa Scrapping Filling Overlay (SFO) dan rekonstruksi perkerasan jalan pada Ruas Tol Semarang selama periode 22 Juni hingga 3 Juli 2026. Pekerjaan Scrapping Filling […]

  • Bank Raya Dorong Adopsi Uang Saku di Aplikasi Raya, Wujudkan Resolusi Tahun Baru Masyarakat untuk Kelola Keuangan Sejak Dini

    Bank Raya Dorong Adopsi Uang Saku di Aplikasi Raya, Wujudkan Resolusi Tahun Baru Masyarakat untuk Kelola Keuangan Sejak Dini

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Jakarta, 21 Januari 2026 – Bank Raya (AGRO), bank digital bagian dari BRI Group, terus mendorong komitmen untuk percepatan adopsi inklusi keuangan ke berbagai lini masyarakat. Terutama di awal tahun yang menjadi momentum psikologis bagi masyarakat untuk memperbaiki kondisi finansial, salah satunya dengan mengenalkan dan membangun kebiasaan menabung di lingkungan keluarga sejak dini. Untuk itu, […]

  • KAI Bandara Layani 3,48 Juta Penumpang pada Semester I 2026, Mobilitas Masyarakat Terus Terjaga

    KAI Bandara Layani 3,48 Juta Penumpang pada Semester I 2026, Mobilitas Masyarakat Terus Terjaga

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    PT Railink (KAI Bandara) mencatat telah melayani sebanyak 3.482.897 penumpang selama periode Januari hingga Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat 0,99% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 3.448.622 penumpang, menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus terjaga terhadap layanan transportasi berbasis kereta api di wilayah Medan dan Yogyakarta. Di wilayah Sumatera Utara, layanan KA Srilelawangsa mencatat […]

  • Tebar Kebahagiaan di Bulan Muharam, YBM BRI RO Jakarta 1 Ajak Anak Yatim Belajar dan Berwisata Edukatif di Jakarta Aquarium Safari

    Tebar Kebahagiaan di Bulan Muharam, YBM BRI RO Jakarta 1 Ajak Anak Yatim Belajar dan Berwisata Edukatif di Jakarta Aquarium Safari

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Dalam semangat berbagi kebahagiaan dan meraih keberkahan di bulan Muharam, YBM BRILiaN RO Jakarta 1 menyelenggarakan kegiatan EduFun bersama anak-anak yatim di Jakarta Aquarium Safari. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus komitmen YBM BRILiaN dalam menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi generasi muda. Melalui konsep pembelajaran yang interaktif, adik-adik diajak menjelajahi beragam […]

  • Bitcoin Flat di USK, Sebagian Investor Justru Mulai Positioning

    Bitcoin Flat di US$74K, Sebagian Investor Justru Mulai Positioning

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakarta, Indonesia [31 Mei 2026] — Pergerakan pasar crypto dalam beberapa minggu terakhir terasa cenderung sideways di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Bitcoin (BTC) masih bergerak di kisaran US$74.000 setelah sebelumnya sempat tertekan akibat eskalasi geopolitik di sekitar Bandar Abbas dan meningkatnya sentimen risk-off global. Namun di balik market yang terlihat “sepi”, sebagian pelaku market justru […]

expand_less