Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Hilirisasi Mineral Jadi Kontributor Utama Investasi, Industrialisasi Perlu Jadi Fokus

Hilirisasi Mineral Jadi Kontributor Utama Investasi, Industrialisasi Perlu Jadi Fokus

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Hilirisasi mineral kembali menjadi kontributor terbesar dalam realisasi investasi nasional sepanjang 2025. Dari total investasi nasional sebesar Rp1.931,2 triliun, sektor hilirisasi menyumbang 30,2% atau sekitar Rp584,1 triliun, menjadikannya pendorong utama pertumbuhan investasi Indonesia.

Kontribusi terbesar berasal dari sektor mineral, dengan total Rp373,1 triliun, yang terdiri dari Nikel Rp185,2 triliun, Tembaga Rp65,9 triliun, Bauksit Rp53,1 triliun, Besi baja Rp39,2 triliun, Timah Rp11,3 triliun, dan mineral lainnya sebesar Rp18,4 triliun.

Capaian ini jauh lebih tinggi dibandingkan sektor lain seperti perkebunan dan kehutanan Rp144,5 triliun, migas Rp60 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp6,4 triliun. Data tersebut menegaskan bahwa hilirisasi mineral telah menjadi tulang punggung investasi nasional.

Kendati demikian hilirisasi dinilai masih perlu melangkah ke tahap industrialisasi. Meski capaian investasi tersebut sangat positif, para ekonom menilai Indonesia kini memasuki fase baru yang lebih menantang: mengubah hilirisasi menjadi industrialisasi menyeluruh.

Pengamat ekonomi energi dari UGM, Fahmy Radhi, menilai hilirisasi saat ini masih didominasi oleh pembangunan smelter, sehingga nilai tambah lanjutan belum sepenuhnya tercapai.

“Pemerintah tidak cukup hanya mengejar besaran investasi. Yang lebih penting adalah memastikan investasi tersebut membangun ekosistem industrialisasi yang lengkap dari hulu hingga hilir,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, pemerintah masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan kualitas investasi melalui penguatan rantai pasok, diversifikasi produk, dan peningkatan teknologi industri.

Fahmy juga mencontohkan proyek hilirisasi alumina–aluminium yang dikembangkan oleh anak usaha MIND ID: PT Inalum, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), sebagai contoh hilirisasi yang mulai mengarah pada industrialisasi yang lebih matang.

Indonesia Harus Mampu Menciptakan Produk Akhir

Pengamat Ekonomi INDEF, Ahmad Heri Firdaus, menegaskan bahwa tantangan besar berikutnya adalah membangun industri produk jadi (end products) agar nilai tambah hilirisasi dapat dinikmati di dalam negeri.

“Indonesia harus mampu memproduksi end product di dalam negeri. Perlu ada iklim usaha yang memberikan nilai plus kepada investor agar mereka bersedia berinvestasi hingga tahap produk jadi,” jelasnya.

Ahmad mengingatkan bahwa hilirisasi harus menghasilkan nilai tambah optimal, bukan berhenti pada produk setengah jadi atau intermediate goods.

Adapun, pemerintah siapkan 20 proyek hilirisasi baru. Menteri Investasi dan CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan 20 proyek hilirisasi strategis dengan potensi investasi sekitar US$26 miliar dan penciptaan hingga 600.000 lapangan kerja. Sebanyak enam proyek telah diresmikan pada Februari 2026, sementara sisanya masih dalam tahap konstruksi dan negosiasi investasi.

Dengan kontribusi 30,2% terhadap total investasi nasional, hilirisasi mineral diperkirakan masih akan menjadi pilar utama investasi pada 2026.

Pemerintah terus mengupyakan investasi besar ini mampu menjadi motor bagi penciptakan nilai tambah lanjutan, memperkuat ekosistem industri nasional,

membangun rantai pasok domestik, dan menghasilkan keberlanjutan ekonomi jangka panjang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wedbush Optimistis Netflix Dapat Gandakan Pendapatan Iklan di 2026, Namun Saham Masih Tertekan

    Wedbush Optimistis Netflix Dapat Gandakan Pendapatan Iklan di 2026, Namun Saham Masih Tertekan

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Netflix baru-baru ini merilis laporan keuangan untuk kuartal keempat 2025 yang menunjukkan hasil operasional yang lebih kuat dari ekspektasi pasar. Perusahaan mencatat pendapatan total sekitar $12,05 miliar, melampaui prediksi analis, dengan peningkatan laba bersih dan pertumbuhan penonton global yang signifikan. Namun demikian, reaksi pasar terhadap prospek pertumbuhan 2026 membuat saham Netflix tetap tertekan, meskipun data […]

  • Aset Profesional Paling Krusial yang Sering Terlupakan Play Button photo_camera 9

    Aset Profesional Paling Krusial yang Sering Terlupakan

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle reputasi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Manado, reputasiplus.com – Di arena profesional yang kompetitif, kita sibuk membangun portofolio, memperbarui CV, dan mengasah keahlian. Namun, ada satu aset yang bekerja 24/7, baik saat kita hadir maupun tidak, yang seringkali terlupakan: Reputasi. Ini adalah CV tak terlihat yang menentukan apakah pintu peluang akan terbuka atau tertutup rapat bahkan sebelum kita sempat memperkenalkan diri. […]

  • Menghubungkan Perjalanan dan Kesehatan: Wellness Tourism Jepang,  Program Baru Hasil Kolaborasi dengan Permata Bank dan ReM CLINIC Ginza

    Menghubungkan Perjalanan dan Kesehatan: Wellness Tourism Jepang, Program Baru Hasil Kolaborasi dengan Permata Bank dan ReM CLINIC Ginza

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    PT. HARUM INDAH SARI TOURS & TRAVEL (HIS Tours and Travel), melalui kerja sama dengan PT Bank Permata, Tbk., salah satu lembaga keuangan terkemuka di Indonesia, serta ReM CLINIC Ginza yang berbasis di Tokyo, Jepang, akan meluncurkan “Program Promosi Wellness Tourism” yang memadukan layanan wellness berkualitas tinggi dari Jepang dengan layanan wisata. Seiring dengan meningkatnya […]

  • Libur Panjang Imlek, KAI Bandara Layani 115.272 Penumpang

    Libur Panjang Imlek, KAI Bandara Layani 115.272 Penumpang

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Layanan kereta api bandara yang dioperasikan oleh PT Railink mencatat kinerja positif selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek dengan total jumlah penumpang mencapai 115.272 orang di seluruh wilayah operasional. Di wilayah Yogyakarta, total penumpang tercatat sebanyak 47.182 orang, yang terdiri dari layanan KA Bandara YIA PSO sebanyak 30.709 penumpang dan KA Bandara YIA Xpress […]

  • Cara Meminta Sampel Fisik dan Mockup Banner ke Supplier X Banner

    Cara Meminta Sampel Fisik dan Mockup Banner ke Supplier X Banner

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Mengapa meminta sampel fisik penting sebelum produksi massal Meminta sampel fisik sebelum produksi massal adalah langkah yang sangat penting untuk memastikan hasil akhir sesuai ekspektasi dan mengurangi risiko biaya tambahan. Dengan sampel Anda bisa memeriksa ketebalan dan tekstur material secara langsung serta menguji ketahanan cetak terhadap gesekan dan cuaca, hal yang sulit dinilai hanya dari […]

  • Kepadatan Arus Balik Lebaran Di Daop 2 Bandung Terpantau Merata, Kebijakan WFA dan Stimulus Diskon Tiket Jadi Faktor Pendorong

    Kepadatan Arus Balik Lebaran Di Daop 2 Bandung Terpantau Merata, Kebijakan WFA dan Stimulus Diskon Tiket Jadi Faktor Pendorong

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 28 Maret 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat arus balik Angkutan Lebaran 2026 di wilayahnya berlangsung relatif merata. Hal ini terlihat dari data kedatangan penumpang KA Jarak Jauh di seluruh stasiun wilayah Daop 2 Bandung yang cenderung stabil tanpa lonjakan signifikan. Berdasarkan pantauan hingga Sabtu, 28 […]

expand_less