Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Holding Perkebunan Nusantara Perluas Jejak Teh Indonesia, Produk PTPN I Masuk Gerai Legendaris Twinings London

Holding Perkebunan Nusantara Perluas Jejak Teh Indonesia, Produk PTPN I Masuk Gerai Legendaris Twinings London

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar

Jakarta – Komitmen Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam memperkuat daya saing komoditas perkebunan Indonesia di pasar global kembali menunjukkan hasil positif. Salah satu produk teh premium yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) kini dipasarkan di gerai teh legendaris Twinings di London, Inggris.

Twinings yang berdiri sejak tahun 1706 dikenal sebagai salah satu ikon industri teh dunia dengan proses kurasi yang ketat terhadap produk-produk yang dipasarkan. Kehadiran teh produksi PTPN I di salah satu etalase gerai tersebut menjadi pengakuan atas kualitas produk teh Indonesia yang mampu bersaing dengan berbagai teh premium dari negara-negara produsen utama dunia.

Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, mengatakan perusahaan terus memperluas penetrasi pasar internasional sekaligus memperkuat posisi teh Indonesia pada segmen premium dunia. Menurutnya, kepercayaan Twinings serta berbagai jaringan hospitality kelas dunia yang menggunakan teh produksi PTPN I menjadi indikator kuat atas reputasi dan konsistensi kualitas produk yang dihasilkan perusahaan.

“Mengandalkan konsistensi kualitas teh premium dari bentangan areal perkebunan teh terbesar di dunia dalam satu manajemen korporasi PTPN I optimistis bersaing dengan produsen negara lain. Negara Kenya, India, dan Sri Lanka yang selama ini memiliki reputasi tinggi, perlahan akan digeser oleh teh produk Indonesia yang ditopang oleh PTPN I,” kata Aris.

Ia menjelaskan, performa operasional komoditas teh PTPN I saat ini berada pada kondisi yang solid. Kinerja tersebut didukung oleh luas areal tanaman menghasilkan serta peningkatan produktivitas yang terus menunjukkan tren positif.

“Saat ini, total areal tanaman menghasilkan teh yang dikelola oleh PTPN I mencapai 12,7 ribu hektare. Dari luasan tersebut, hingga Mei 2026, kami telah berhasil membukukan total produksi sebesar 11,6 juta kilogram, dengan tingkat produktivitas mencapai 912 kilogram per hektare,” ujarnya.

Secara historis, produksi teh kering PTPN I juga menunjukkan tren yang terus menguat. Pada 2022, produksi mencapai 29,05 juta kilogram dengan produktivitas sebesar 1.685 kilogram per hektare. Produksi sempat berada pada level 25,97 juta kilogram pada 2023 dengan produktivitas 1.499 kilogram per hektare, sebelum kembali meningkat pada 2024 menjadi 28,44 juta kilogram dengan produktivitas 1.651 kilogram per hektare.

Peningkatan tersebut berlanjut pada 2025 dengan capaian produksi teh kering sebesar 29,28 juta kilogram dan produktivitas yang menembus 2.004 kilogram per hektare. Sejalan dengan itu, volume ekspor perusahaan sepanjang tahun lalu juga mencapai 8,9 juta kilogram.

Perluas Pasar Ekspor

Aris menjelaskan, produk teh PTPN I saat ini telah dipasarkan ke berbagai negara. Malaysia masih menjadi pasar ekspor terbesar, disusul Korea Selatan, Thailand, kawasan Timur Tengah seperti Dubai, hingga pasar Eropa dan Amerika Serikat, termasuk Jerman dan Inggris.

“Keunggulan utama produk PTPN I terletak pada aspek mutu yang mampu bersaing ketat dengan teh asal Kenya, India, maupun Sri Lanka. Bahkan, komitmen kualitas ini dibuktikan dengan masuknya produk teh pilihan kebun PTPN I ke dalam gerai teh legendaris dunia, Twinings, yang berbasis di London, Inggris,” tambah Aris.

Perkuat Hilirisasi dan Pasar Domestik

Selain mempertahankan pasar ekspor untuk produk teh curah (bulk tea), PTPN I juga terus memperkuat strategi hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah produk di pasar domestik.

Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan berbagai produk ritel, seperti Teh Celup Walini, Goalpara, dan Gunung Mas, serta inovasi produk Ready to Drink (RTD) yang menyasar konsumen muda.

Perusahaan juga memperkuat kampanye digital melalui berbagai platform media sosial untuk memperkenalkan manfaat kesehatan teh sekaligus membangun citra teh sebagai bagian dari gaya hidup modern.

Tidak hanya melalui media digital, PTPN I juga memperluas penetrasi produk premium ke berbagai kafe modern sebagai bagian dari strategi mendekatkan teh Indonesia kepada generasi muda.

Melihat prospek pasar teh premium yang terus berkembang, PTPN I telah menyiapkan strategi ekspansi berikutnya untuk memperkuat posisi di pasar internasional.

“Ke depan, fokus kami adalah mengembangkan varian produk premium baru yang dikonsepkan secara khusus untuk dipajang di store kota London. Langkah ini akan kami jalankan melalui kolaborasi taktis dengan berbagai brand teh terkemuka dunia,” pungkas Aris Handoyo.

Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN I terus memperkuat integrasi bisnis dari hulu hingga hilir melalui peningkatan produktivitas, pengembangan produk bernilai tambah, serta perluasan pasar ekspor. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi teh Indonesia sebagai komoditas perkebunan unggulan yang mampu bersaing di pasar premium dunia sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan devisa negara dan keberlanjutan industri perkebunan nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indikator Penting dalam Menilai Kinerja Perusahaan

    Indikator Penting dalam Menilai Kinerja Perusahaan

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Menanamkan modal pada sebuah perusahaan memerlukan ketelitian yang melampaui sekadar melihat pergerakan grafik harga di layar monitor. Investor yang bijak memahami bahwa harga saham dalam jangka panjang akan cenderung mengikuti kinerja fundamental dari bisnis yang mendasarinya. Tanpa pemahaman mengenai indikator kinerja, seorang investor hanya melakukan spekulasi tanpa dasar yang kuat. Oleh karena itu, kemampuan untuk […]

  • Dupoin Futures Ungkap Proyeksi Harga Emas (XAUUSD) Pekan Depan, Bearish Masih Jadi Skenario Utama

    Dupoin Futures Ungkap Proyeksi Harga Emas (XAUUSD) Pekan Depan, Bearish Masih Jadi Skenario Utama

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada pekan depan di tengah kombinasi sinyal teknikal yang belum menunjukkan perubahan tren serta sentimen fundamental yang masih cenderung mendukung penguatan dolar Amerika Serikat. Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, prospek emas (XAUUSD) dalam jangka pendek hingga menengah masih didominasi oleh skenario bearish, meskipun peluang terjadinya […]

  • Perbedaan WF vs H Beam untuk Gudang & Pabrik: Mana Lebih Hemat Jangka Panjang?

    Perbedaan WF vs H Beam untuk Gudang & Pabrik: Mana Lebih Hemat Jangka Panjang?

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jika Anda berdiri di tengah proyek gudang yang baru dimulai, semua besi terlihat hampir sama: besar, abu-abu, dan tampak sangat kuat. Namun, bagi para pemilik bisnis, keputusan memilih antara Baja WF (Wide Flange) atau H Beam adalah pertarungan nyata antara menekan budget hari ini atau menjaga kelangsungan operasional di masa depan. Sekilas memang mirip, tapi […]

  • Pasar Derivatif Indonesia Berkembang, Bittime Sorot Futures sebagai Bagian dari Evolusi Strategi Trading

    Pasar Derivatif Indonesia Berkembang, Bittime Sorot Futures sebagai Bagian dari Evolusi Strategi Trading

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Bittime menilai pasar aset digital Indonesia mulai memasuki tahap yang lebih matang, termasuk dengan berkembangnya perdagangan derivatif. Semakin beragamnya instrumen membuka lebih banyak pilihan strategi trading bagi investor. Jakarta, 9 September 2026 — Pasar aset keuangan digital Indonesia terus berkembang, dengan jumlah akun konsumen Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) mencapai 22,93 juta pada Juli 2026, […]

  • Explorex Siap Bangun Ekosistem Outdoor Indonesia, Dorong Kolaborasi Industri  hingga Penguatan Kompetensi SDM

    Explorex Siap Bangun Ekosistem Outdoor Indonesia, Dorong Kolaborasi Industri hingga Penguatan Kompetensi SDM

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta, 14 Juli 2026 – PT Debindomulti Adhiswasti menyelenggarakan Launching Explorex 2027 di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Jakarta. Explorex merupakan platform berbasis pengalaman (experience-driven platform) yang dirancang untuk mempertemukan pelaku industri, komunitas, praktisi, dan masyarakat dalam satu ekosistem kegiatan luar ruang (outdoor). Melalui kolaborasi lintas sektor, Explorex diharapkan menjadi wadah pengembangan industri outdoor nasional […]

  • Jasa Marga Proyeksi Lebih Dari 1,5 Juta Kendaraan Keluar-Masuk Jabotabek Selama Libur Panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026

    Jasa Marga Proyeksi Lebih Dari 1,5 Juta Kendaraan Keluar-Masuk Jabotabek Selama Libur Panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Jakarta (14/05), PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan sebanyak 1.580.787 kendaraan akan melintas di empat Gerbang Tol Utama Jalan Tol Jasa Marga Group selama periode libur panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, naik sebesar 7,67% dari lalin normal. Jumlah ini merupakan proyeksi lalu lintas yang keluar maupun masuk Jabotabek selama periode H-1 hingga H+3 Kenaikan […]

expand_less