Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Holding Perkebunan Nusantara Tegaskan Komitmen Net Zero Emission Lewat Pemanfaatan Limbah PKS Sei Tapung

Holding Perkebunan Nusantara Tegaskan Komitmen Net Zero Emission Lewat Pemanfaatan Limbah PKS Sei Tapung

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar

Pekanbaru – Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Tapung yang berada di bawah pengelolaan PTPN IV Regional III, entitas dari Holding Perkebunan Nusantara terus mengoptimalkan pemanfaatan limbah hasil pengolahan kelapa sawit secara komprehensif sebagai bagian dari implementasi prinsip ekonomi sirkular dan praktik industri berkelanjutan.

Upaya tersebut dilakukan melalui pemanfaatan tandan kosong (tankos) sebagai bahan pupuk organik untuk mendukung produktivitas perkebunan, serta pengolahan limbah menjadi sumber energi baru terbarukan yang berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca

Pj Manajer PKS Sei Tapung, Devario Ibnurusd S., menjelaskan bahwa pemanfaatan tankos merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung praktik budidaya perkebunan yang ramah lingkungan sekaligus mengoptimalkan nilai tambah dari limbah produksi sawit.

Menurutnya, tankos memiliki kandungan bahan organik yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur lahan, serta menjaga ketersediaan unsur hara secara alami.

“Pemanfaatan tankos sebagai pupuk organik merupakan salah satu bentuk dukungan manajemen terhadap praktik budidaya sawit yang lebih lestari dan ramah lingkungan. Selain membantu petani, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mengoptimalkan seluruh produk samping agar memberikan manfaat yang lebih luas,” kata Devario.

Ia menjelaskan, PKS Sei Tapung secara rutin menyalurkan tankos kepada petani di desa-desa sekitar wilayah operasional perusahaan tanpa dipungut biaya sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Penyaluran dilakukan berdasarkan permohonan tertulis dari kelompok tani atau petani dengan mempertimbangkan ketersediaan di pabrik.

“Tidak ada praktik jual beli tankos kepada masyarakat. Penyaluran dilakukan secara cuma-cuma sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap petani dan pemanfaatan bahan organik secara berkelanjutan,” ujarnya.

Namun demikian, Devario mengungkapkan bahwa selama lebih dari satu bulan terakhir, penyaluran tankos kepada masyarakat dihentikan sementara karena pemanfaatannya diprioritaskan untuk kebutuhan internal perusahaan. “Sudah lebih dari satu bulan tidak ada penyaluran tankos ke masyarakat karena sesuai arahan manajemen, tankos dan by product lainnya seperti abu janjang saat ini difokuskan untuk mendukung kebutuhan kebun inti,” paparnya.

Kebijakan tersebut diambil untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan organik dalam mendukung produktivitas serta perbaikan kualitas lahan perkebunan perusahaan.

Komitmen Keberlanjutan dan Dukungan Petani

PKS Sei Tapung menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan praktik perkebunan dan industri sawit berkelanjutan, serta menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan pemanfaatan limbah bernilai tambah.

Petani di sekitar wilayah operasional turut merasakan manfaat dari program tersebut, terutama dalam membantu menekan biaya produksi di tengah kenaikan harga pupuk.

Idang, salah seorang petani, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif PKS Sei Tapung. “Kami sebagai petani sangat terbantu dengan inisiatif PKS Tapung. Program ini membantu kami mengurangi biaya perawatan kebun. Mudah-mudahan ke depan bisa kembali dilanjutkan setelah kebutuhan kebun inti perusahaan terpenuhi,” katanya.

Lebih lanjut, Devario menjelaskan bahwa komitmen pengelolaan limbah berkelanjutan di PKS Sei Tapung tidak hanya terbatas pada pemanfaatan limbah padat seperti tankos dan abu janjang.

Sejak 2023, PKS Sei Tapung juga dilengkapi dengan instalasi Pembangkit Tenaga Biogas (PTBg) Co-firing yang memanfaatkan limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) sebagai sumber energi baru terbarukan.

Fasilitas tersebut menggunakan teknologi Covered Lagoon atau CIGAR (Covered In-Ground Anaerobic Reactor) untuk menangkap gas metana dari proses pengolahan limbah cair. Instalasi ini memiliki kapasitas terpasang hingga 20.000 meter kubik atau setara 700 Nm³ biogas per jam.

Melalui teknologi tersebut, limbah yang sebelumnya berpotensi menghasilkan emisi gas rumah kaca kini dapat dimanfaatkan kembali menjadi sumber energi untuk mendukung operasional perusahaan sekaligus berkontribusi pada agenda nasional menuju net zero emission.

“Prinsip yang kami jalankan adalah bagaimana seluruh produk samping hasil pengolahan sawit dapat dimanfaatkan secara optimal. Tankos dan abu janjang dimanfaatkan untuk mendukung kesuburan lahan, sementara limbah cair kami olah menjadi energi terbarukan melalui fasilitas biogas. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan perusahaan tetapi juga lingkungan dan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Devario, pendekatan tersebut merupakan bagian dari transformasi industri sawit modern yang menempatkan aspek keberlanjutan sebagai prioritas utama operasional perusahaan.

Melalui optimalisasi pemanfaatan tankos, abu janjang, hingga pengolahan limbah cair menjadi energi baru terbarukan, PKS Sei Tapung menunjukkan bahwa industri sawit tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi lingkungan, masyarakat, serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejar Target Nol Warga di Tenda Saat Ramadan, Menteri PU Dorong Percepatan Huntara di Aceh

    Kejar Target Nol Warga di Tenda Saat Ramadan, Menteri PU Dorong Percepatan Huntara di Aceh

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 65
    • 0Komentar

    ACEH TAMIANG, 21 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan seluruh warga terdampak sudah dapat menempati hunian yang layak dan tidak ada lagi yang tinggal di tenda pengungsian saat memasuki bulan suci Ramadan. Hal tersebut disampaikan […]

  • Ras Kucing Abu Abu Populer yang Cocok Dipelihara di Rumah

    Ras Kucing Abu Abu Populer yang Cocok Dipelihara di Rumah

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Kucing abu-abu menjadi salah satu warna bulu yang paling banyak menarik perhatian para Pawfriends. Warna yang elegan, lembut, dan memberikan kesan mewah membuat kucing abu-abu sering menjadi pilihan untuk dipelihara di rumah. Menariknya, kucing abu-abu bukan hanya berasal dari satu ras saja. Ada banyak ras dengan warna abu-abu yang memiliki karakter, bentuk tubuh, hingga kebutuhan […]

  • Pangkogabwilhan III Pastikan Pemulihan Kondusivitas Keamanan 11 Bandara Perintis di Papua Berlangsung Intensif

    Pangkogabwilhan III Pastikan Pemulihan Kondusivitas Keamanan 11 Bandara Perintis di Papua Berlangsung Intensif

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi memastikan pemulihan kondusivitas keamanan di 11 bandara perintis Papua berlangsung intensif pascagangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Penguatan pengamanan dilakukan bersama unsur TNI-Polri dan didukung tokoh adat serta masyarakat guna menjamin kelancaran distribusi logistik dan aktivitas warga di wilayah pedalaman. Jakarta – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letjen […]

  • Gubernur Sulut dan Menteri ESDM Bahas Listrik 24 Jam dan Tambang Rakyat

    Gubernur Sulut dan Menteri ESDM Bahas Listrik 24 Jam dan Tambang Rakyat

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Jakarta, Reputasi Plus — Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (4/11/2025). Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari program “Merdeka dari Kegelapan” yang sebelumnya digelar di Langowan. Pertemuan membahas dua isu utama, yakni memperluas penerangan listrik di wilayah kepulauan […]

  • FLOQ Market Outlook: Tekanan Global dan Kebijakan Moneter Uji Ketahanan Pasar di Awal 2026

    FLOQ Market Outlook: Tekanan Global dan Kebijakan Moneter Uji Ketahanan Pasar di Awal 2026

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Memasuki awal Februari 2026, pasar keuangan global menghadapi tekanan akibat dinamika geopolitik, perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS, serta koreksi tajam di pasar kripto dan logam mulia, yang memicu lonjakan volatilitas. FLOQ menilai kondisi ini sebagai fase penyesuaian risiko global, di mana investor perlu tetap disiplin, terukur, dan fokus pada tujuan jangka panjang. Melalui edukasi dan […]

  • BRI Region 6 Gelar Operational Enhancement Project untuk Tingkatkan Kompetensi Manager Operasional & Layanan

    BRI Region 6 Gelar Operational Enhancement Project untuk Tingkatkan Kompetensi Manager Operasional & Layanan

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    BRI Region 6 menyelenggarakan program Operational Enhancement Project (OEP) bagi para Manager Operasional & Layanan (MOL) dari berbagai unit kerja di wilayah Region 6. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat kapabilitas sumber daya manusia serta meningkatkan kualitas pengelolaan operasional dan layanan di seluruh jaringan kerja BRI. Pelaksanaan pendidikan OEP dirancang untuk membekali […]

expand_less