Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » India Dorong Aliansi Global untuk Lindungi Kucing Besar Dunia lewat IBCA Summit 2026

India Dorong Aliansi Global untuk Lindungi Kucing Besar Dunia lewat IBCA Summit 2026

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 11
  • comment 0 komentar

Jakarta — India bersiap menjadi tuan rumah salah satu forum konservasi satwa terbesar di dunia melalui International Big Cat Alliance (IBCA) Summit 2026 yang akan digelar di New Delhi pada 1–2 Juni 2026. Pertemuan internasional tersebut akan mempertemukan negara-negara habitat kucing besar, ilmuwan, organisasi konservasi, pembuat kebijakan, hingga lembaga internasional guna memperkuat aksi global terkoordinasi dalam melindungi spesies kucing besar dan ekosistemnya.

KTT yang diselenggarakan oleh Pemerintah India bersama International Big Cat Alliance itu diproyeksikan menjadi momentum penting bagi India untuk memperkuat posisinya dalam diplomasi lingkungan global, di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap hilangnya keanekaragaman hayati, kerusakan habitat, dan dampak perubahan iklim.

Fokus utama forum ini adalah konservasi tujuh spesies kucing besar dunia, yakni harimau, singa, macan tutul, macan tutul salju, cheetah, jaguar, dan puma.

Lebih dari sekedar konferensi konservasi, IBCA Summit 2026 dirancang sebagai platform internasional untuk menyatukan strategi berbasis sains, penyelarasan kebijakan, penguatan kerjasama lintas negara, hingga mobilisasi sumber daya demi menjaga habitat satwa liar yang semakin terancam oleh ekspansi manusia dan degradasi lingkungan.

IBCA menekankan tujuh pilar utama yang akan menjadi landasan kerja sama global. Pilar tersebut meliputi penguatan kolaborasi internasional dalam konservasi kucing besar, pengembangan inovasi pengelolaan satwa liar, sinergi kebijakan perlindungan habitat, peningkatan keterlibatan masyarakat, mobilisasi pendanaan konservasi, penguatan strategi koeksistensi manusia dan satwa liar, serta penyusunan deklarasi global tentang konservasi kucing besar.

Forum ini akan dihadiri perwakilan dari 95 negara habitat kucing besar, termasuk kepala negara, menteri, pembuat kebijakan, organisasi konservasi internasional, peneliti lingkungan, dan praktisi konservasi dari Asia, Afrika, hingga Amerika. Perdana Menteri India Narendra Modi dijadwalkan memimpin sesi tingkat tinggi di Bharat Mandapam, New Delhi, yang juga akan menjadi ajang berbagi pengalaman nasional dan strategi konservasi lintas negara.

India Ingin Jadi Pemimpin Konservasi Global

Penyelenggaraan IBCA Summit 2026 juga mencerminkan ambisi India untuk memainkan peran lebih besar dalam tata kelola lingkungan dunia. International Big Cat Alliance sendiri diluncurkan oleh Perdana Menteri Narendra Modi pada April 2023 sebagai kerangka kerja sama multilateral yang berfokus pada perlindungan spesies kucing besar dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, India aktif menampilkan keberhasilan program konservasi satwa liar sebagai contoh bagaimana pembangunan dan perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan. Program seperti Project Tiger dan Project Lion menjadi bagian dari strategi nasional India dalam menjaga populasi predator puncak melalui pendekatan ilmiah, restorasi habitat, serta pengawasan ketat terhadap perburuan liar.

Salah satu capaian yang paling disorot menjelang summit adalah keberhasilan India meningkatkan populasi singa Asia di kawasan Greater Gir, Gujarat. Spesies yang sebelumnya berada di ambang kepunahan itu kini menunjukkan pertumbuhan populasi signifikan setelah puluhan tahun mendapat perlindungan hukum dan pengelolaan habitat secara berkelanjutan.

Pemerintah India memperkirakan populasi singa Asia di Greater Gir telah mencapai sekitar 891 individu pada 2025, menjadikannya salah satu kisah keberhasilan konservasi predator besar paling menonjol di dunia saat ini.

Singa Asia saat ini diketahui hanya bertahan dalam satu populasi liar utama di India. Karena itu, model konservasi Gir diproyeksikan menjadi salah satu referensi penting dalam diskusi internasional mengenai perlindungan spesies langka dan pengelolaan ekosistem jangka panjang.

Spesies tersebut juga mendapat perlindungan hukum tingkat tertinggi di bawah Wildlife Protection Act India 1972 serta masuk dalam Appendix I Convention on International Trade in Endangered Species (CITES).

Perlindungan Satwa Tak Bisa Dilakukan Sendiri

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap habitat alami, banyak pakar menilai perlindungan satwa liar tidak lagi bisa dilakukan secara terpisah oleh masing-masing negara.

Fragmentasi habitat, perdagangan satwa ilegal, perubahan iklim, hingga konflik manusia dengan satwa liar menjadi tantangan lintas batas yang membutuhkan kerja sama internasional yang lebih kuat. Para ahli konservasi menilai keberadaan predator puncak seperti singa dan harimau berperan penting dalam menjaga keseimbangan rantai makanan, keberlangsungan ekosistem hutan, serta stabilitas keanekaragaman hayati.

Karena itu, IBCA Summit 2026 akan banyak membahas pendekatan konservasi berbasis sains dan penguatan koordinasi antarnegara, terutama di kawasan ekosistem yang melintasi batas wilayah nasional.

Selain perlindungan habitat, isu koeksistensi manusia dan satwa liar juga diperkirakan menjadi pembahasan utama. Delegasi dari berbagai negara akan bertukar pengalaman mengenai cara mengurangi konflik manusia-satwa sekaligus memastikan masyarakat lokal tetap mendapatkan manfaat ekonomi dari program konservasi.

India juga mendorong penguatan kerja sama dalam bidang riset, teknologi konservasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pembiayaan internasional untuk negara-negara yang masih memiliki keterbatasan dalam perlindungan satwa liar.

Menjelang pelaksanaan summit, India lebih dulu menggelar “Lion Species Spotlight Event” di Sasan Gir, Gujarat, untuk menyoroti perkembangan konservasi singa sekaligus membahas tantangan baru seperti tekanan habitat, perubahan iklim, dan ketahanan ekologi.

Menuju Deklarasi Global Konservasi Kucing Besar

Salah satu hasil utama yang diharapkan dari IBCA Summit 2026 adalah pengesahan “Delhi Declaration on Big Cat Conservation”, yang disebut sebagai deklarasi global pertama mengenai perlindungan kucing besar dunia. Dokumen tersebut diproyeksikan menjadi kerangka bersama bagi negara-negara peserta dalam memperkuat komitmen terhadap konservasi biodiversitas, perlindungan habitat, dan kerja sama jangka panjang.

India menegaskan bahwa perlindungan predator puncak bukan hanya soal menyelamatkan satu spesies, tetapi juga menjaga ketahanan ekosistem, keamanan biodiversitas, dan stabilitas lingkungan global di tengah ancaman krisis iklim.

Dengan tekanan lingkungan yang terus meningkat di berbagai belahan dunia, IBCA Summit 2026 dipandang sebagai ujian penting apakah komunitas internasional mampu bergerak dari upaya konservasi yang terpisah-pisah menuju gerakan global yang lebih terkoordinasi untuk menyelamatkan satwa ikonik dunia beserta habitat alaminya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Raya dan Komunitas Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Dorong Akselerasi Transformasi serta Pertumbuhan UMKM melalui GEN TDA Raya

    Bank Raya dan Komunitas Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Dorong Akselerasi Transformasi serta Pertumbuhan UMKM melalui GEN TDA Raya

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Bank Raya bersama Komunitas Tangan Di Atas (TDA) menjalin kerja sama melalui program GEN TDA Raya, yaitu program pendampingan dan akselerasi bisnis yang ditujukan untuk mendukung pelaku usaha muda serta UMKM agar dapat berkembang, naik kelas, dan memiliki daya saing yang lebih kuat. Bank Raya bersama Komunitas Tangan Di Atas (TDA) menjalin kerja sama melalui […]

  • Pelindo Multi Terminal Parepare Terapkan Pembayaran Nontunai di Pintu Masuk Pelabuhan Nusantara

    Pelindo Multi Terminal Parepare Terapkan Pembayaran Nontunai di Pintu Masuk Pelabuhan Nusantara

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Parepare, Maret 2026 – PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Parepare resmi memberlakukan sistem pembayaran nontunai atau e-money di pintu masuk Pelabuhan Nusantara. Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari transformasi layanan kepelabuhanan menuju sistem yang lebih modern, cepat, dan transparan. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Parepare, Beny, mengatakan bahwa penerapan sistem pembayaran nontunai ini merupakan […]

  • Kenapa Bank dengan Layanan Digital Mulai Jadi Pilihan Generasi Produktif

    Kenapa Bank dengan Layanan Digital Mulai Jadi Pilihan Generasi Produktif

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Kenapa Bank dengan Layanan Digital Mulai Jadi Pilihan Generasi Produktif Bank dengan layanan digital mulai banyak digunakan generasi produktif karena menawarkan akses layanan keuangan yang lebih praktis, cepat, dan fleksibel langsung dari aplikasi. Mulai dari membuka rekening, transfer, menabung, hingga mengatur transaksi harian kini bisa dilakukan tanpa harus datang ke kantor cabang. Perubahan gaya hidup […]

  • Perjalanan Mahasiswa BINUS University dalam Meraih Juara 3 Pilmapres LLDIKTI Wilayah III

    Perjalanan Mahasiswa BINUS University dalam Meraih Juara 3 Pilmapres LLDIKTI Wilayah III

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, 5 Mei 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa BINUS University. Stanley Nathanael Wijaya, mahasiswa Computer Science dari School of Computer Science (SOCS) BINUS @Alam Sutera angkatan B27, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Pilmapres LLDIKTI Wilayah III dan melanjutkan langkahnya ke tingkat nasional. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa BINUS mampu bersaing […]

  • Buka Jalan Menuju Kemandirian UMKM Perempuan, Pertamina Buka Program PFpreneur

    Buka Jalan Menuju Kemandirian UMKM Perempuan, Pertamina Buka Program PFpreneur

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Jakarta, 02 Maret 2026 – Perempuan pelaku usaha memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas. Sebagai upaya mendorong kewirausahaan yang inklusif dan berkeadilan, Pertamina melalui Pertamina Foundation menghadirkan program PFpreneur, pembinaan UMKM yang fokus pada UMKM perempuan yang diselenggarakan setiap tahun dan kembali dibuka tahun ini. Program ini terbuka bagi perempuan Warga Negara […]

  • Fokus pada ESG, Bank Raya Optimalkan Pembiayaan Inklusif dan Efisiensi Energi Operasional

    Fokus pada ESG, Bank Raya Optimalkan Pembiayaan Inklusif dan Efisiensi Energi Operasional

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) terus memperkuat strategi bisnis yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Hal ini diwujudkan melalui penyaluran pembiayaan UMKM, pengembangan inovasi digital, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) terus memperkuat strategi bisnis yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Hal ini diwujudkan melalui penyaluran pembiayaan UMKM, […]

expand_less