Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Indonesia–India: Membangun Kemitraan Ekonomi Hijau, Pariwisata, dan Kewirausahaan untuk Masa Depan Berkelanjutan

Indonesia–India: Membangun Kemitraan Ekonomi Hijau, Pariwisata, dan Kewirausahaan untuk Masa Depan Berkelanjutan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar

Oleh Sandiaga S. Uno*

Jakarta – Hubungan Indonesia dan India selalu terasa sangat personal bagi saya. Semasa kecil, beberapa komik favorit saya adalah trilogi Mahabharata, Baratayudha, dan Pandawa Sedha. Di antara semuanya, Bhagavad Gita memberikan kesan yang paling mendalam. Melalui kisah-kisah tersebut saya belajar mengenai kepemimpinan, integritas, dan tanggung jawab, sekaligus semakin memahami betapa eratnya hubungan budaya yang telah menghubungkan Indonesia dan India selama berabad-abad.

Bertahun-tahun kemudian, ketika berkunjung ke Goa sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, saya kembali merasakan dimensi lain dari kedekatan tersebut. Berdiri di pesisir barat India, saya menyadari bahwa hubungan kedua negara tidak pernah dibatasi oleh garis geografis semata. Selama berabad-abad, lautan justru menjadi penghubung peradaban kita melalui perdagangan, pertukaran budaya, dan penyebaran berbagai gagasan. Kini, jalur maritim yang sama memiliki potensi untuk menjadi jembatan baru bagi inovasi, kewirausahaan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dunia kini memasuki era pembangunan yang baru. Keberhasilan ekonomi tidak lagi hanya diukur dari tingginya pertumbuhan, tetapi juga dari sejauh mana pertumbuhan tersebut mampu menciptakan pemerataan, memperkuat ketahanan, dan menjaga keberlanjutan. Di tengah tantangan perubahan iklim, transformasi digital, serta dinamika geopolitik global, Indonesia dan India—dengan jumlah penduduk lebih dari 1,7 miliar jiwa, sistem demokrasi yang dinamis, dan semangat kewirausahaan yang kuat—memiliki posisi yang sangat strategis untuk memimpin kawasan Indo-Pasifik menuju masa depan yang lebih hijau dan lebih sejahtera.

Saya menyaksikan langsung potensi tersebut ketika mengunjungi India pada 2024. Dalam berbagai diskusi bersama para pengusaha, investor, komunitas kreatif, dan pemimpin pemerintahan, saya menemukan keyakinan yang sama bahwa masa depan bukan lagi ditentukan oleh kompetisi semata, melainkan oleh kolaborasi, inovasi, dan kewirausahaan.

Hubungan Indonesia dan India jauh melampaui perdagangan. Fondasinya dibangun di atas kesamaan nilai, kedekatan budaya, dan cita-cita bersama untuk mewujudkan kemakmuran yang inklusif. Nilai ekspor Indonesia ke India memang telah mencapai sekitar US$18 miliar pada 2025, namun saya meyakini bahwa peluang terbesar justru masih berada di depan kita.

Sepanjang perjalanan saya sebagai pengusaha maupun pelayan publik, saya selalu percaya bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari pemberdayaan manusia. Keyakinan tersebut melahirkan berbagai inisiatif seperti OK OCE, yang mendorong tumbuhnya kewirausahaan; Yayasan Indonesia Setara (YIS), yang berfokus pada pendidikan dan kepemimpinan generasi muda; INOTEK (Innovation and Technology Foundation), yang mengembangkan inovasi di wilayah pedesaan; serta Surplus Indonesia, sebuah perusahaan sosial berbasis teknologi yang berupaya mengurangi limbah pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Seluruh inisiatif tersebut mempertegas bahwa ukuran kemajuan sesungguhnya bukan hanya pertumbuhan ekonomi, melainkan seberapa besar peluang yang mampu kita ciptakan, berapa banyak wirausahawan yang berhasil kita lahirkan, dan seberapa banyak kehidupan masyarakat yang dapat kita tingkatkan.

Sektor swasta telah lebih dahulu membuktikan apa yang dapat dicapai Indonesia dan India ketika bekerja sama. Perusahaan-perusahaan global seperti ArcelorMittal, yang dipimpin Lakshmi Mittal, maupun Indorama Corporation, yang didirikan Sri Prakash Lohia, menunjukkan bahwa talenta Indonesia dan India mampu membangun perusahaan kelas dunia. Tantangan berikutnya adalah memastikan keberhasilan tersebut juga dapat dirasakan oleh jutaan pelaku UMKM melalui pemanfaatan teknologi, investasi, pertukaran pengetahuan, dan perluasan akses pasar, sehingga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif sekaligus membuka lapangan kerja yang berkualitas.

Ekonomi hijau menjadi salah satu bidang yang menawarkan peluang kerja sama paling besar. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, potensi energi panas bumi, serta cadangan mineral kritis yang sangat dibutuhkan dalam transisi energi global. Di sisi lain, India telah berkembang menjadi salah satu pemimpin dunia dalam bidang energi terbarukan, inovasi digital, dan industri manufaktur hijau. Dengan memadukan berbagai keunggulan tersebut, kedua negara dapat memperluas kerja sama di bidang energi bersih, pembiayaan berkelanjutan, ekonomi sirkular, teknologi iklim, serta investasi yang bertanggung jawab, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru dan menjaga kelestarian lingkungan.

UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, sementara India berhasil membangun salah satu ekosistem kewirausahaan paling dinamis di dunia. Melalui program business matching, inkubasi startup, transformasi digital, perluasan akses pembiayaan, serta integrasi yang lebih kuat ke dalam rantai nilai global, para pelaku usaha di kedua negara memiliki peluang untuk menciptakan manfaat ekonomi bagi jutaan masyarakat.

Ekonomi kreatif menjadi jembatan kerja sama lain yang sangat menjanjikan. Keberagaman budaya Indonesia telah melahirkan berbagai karya kelas dunia, mulai dari fesyen, kuliner, musik, kerajinan tangan, film, hingga konten digital. Di sisi lain, India berhasil mengubah kreativitas menjadi kekuatan ekonomi global melalui Bollywood, industri desain, teknologi, serta ekosistem startup yang sangat berkembang. Saya percaya babak berikutnya dalam hubungan Indonesia–India harus ditulis bersama melalui kolaborasi yang lebih erat di sektor kreatif. Bayangkan apabila Bollywood berkolaborasi dengan industri film horor Indonesia yang telah mendapat pengakuan internasional, memadukan kekuatan penceritaan India dengan karakter sinema Indonesia yang khas. Bayangkan pula musik India berpadu dengan dangdut, melahirkan warna baru yang dapat diterima oleh masyarakat Asia bahkan dunia. Melalui produksi bersama, pertukaran talenta, pengembangan pusat-pusat kreatif, penyelenggaraan festival budaya, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) secara bertanggung jawab, industri kreatif kedua negara memiliki peluang untuk menjangkau pasar global yang jauh lebih luas.

Pariwisata juga merupakan penghubung yang sangat kuat antara Indonesia dan India. Bali telah lama menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan India. Namun saya selalu mengatakan bahwa Bali adalah pintu gerbang, bukan tujuan akhir. Indonesia memiliki begitu banyak destinasi kelas dunia lain yang menawarkan pengalaman luar biasa, mulai dari Danau Toba, Candi Borobudur, Labuan Bajo, Raja Ampat, Lombok, Sulawesi, hingga Kalimantan. Dengan mendorong wisatawan India menjelajahi lebih banyak destinasi di seluruh Nusantara, manfaat ekonomi pariwisata akan tersebar lebih merata kepada masyarakat lokal, pelaku UMKM, industri kreatif, dan para pekerja sektor pariwisata di berbagai daerah.

Saya menyambut dengan penuh sukacita kunjungan Yang Mulia Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia. Saya berharap kunjungan ini membuka babak baru hubungan bilateral yang tidak hanya memperkuat kerja sama antarpemerintah, tetapi juga memperluas kemitraan di antara para pengusaha, perguruan tinggi, investor, startup, pelaku industri kreatif, serta generasi muda kedua negara. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Narendra Modi, saya optimistis persahabatan Indonesia dan India akan semakin erat sekaligus membuka peluang yang jauh lebih besar bagi masyarakat kedua negara.

Pada akhirnya, masa depan hubungan Indonesia–India tidak hanya akan ditentukan oleh pemerintah. Masa depan tersebut akan dibentuk oleh para wirausahawan, inovator, akademisi, mahasiswa, dan komunitas kreatif yang bersedia bekerja sama melampaui batas-batas negara. Keberhasilan kemitraan kedua negara tidak semestinya diukur hanya dari besarnya nilai perdagangan atau investasi, tetapi juga dari semakin banyaknya UMKM yang mampu menembus pasar global, lahirnya berbagai inovasi yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta terciptanya lapangan kerja yang berkualitas dan peluang kewirausahaan bagi generasi mendatang.

Keberlanjutan pada hakikatnya bukan hanya tentang menjaga lingkungan. Keberlanjutan juga berarti menghadirkan harapan, memperluas kesempatan, dan memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal. Melalui persahabatan, inovasi, kewirausahaan, dan kolaborasi, Indonesia dan India memiliki kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia bagaimana dua negara demokrasi besar dapat bersama-sama membangun masa depan yang lebih hijau, lebih inklusif, dan lebih sejahtera bagi seluruh masyarakat.

*Sandiaga Uno adalah pengusaha, investor, serta mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (2020–2024). Selama bertahun-tahun ia aktif mendorong pengembangan kewirausahaan, inovasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan transformasi ekonomi digital Indonesia melalui berbagai inisiatif di sektor publik maupun swasta

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips Kirim Uang ke Luar Negeri: Lebih Efisien di Tengah Kurs yang Dinamis

    Tips Kirim Uang ke Luar Negeri: Lebih Efisien di Tengah Kurs yang Dinamis

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Kirim uang ke luar negeri kini semakin mudah, namun tetap perlu strategi agar biaya tetap efisien dan proses berjalan lancar. Di tengah pergerakan nilai tukar yang fluktuatif, memahami cara kerja transfer valas menjadi hal penting, terutama untuk kebutuhan keluarga, pendidikan, hingga bisnis lintas negara. Dalam beberapa tahun terakhir, transaksi lintas negara meningkat seiring mobilitas global […]

  • Perkenalkan Wajah Baru, Viva Cosmetics Ajak Masyarakat Bergerak dan “Glowing Bersamamu”

    Perkenalkan Wajah Baru, Viva Cosmetics Ajak Masyarakat Bergerak dan “Glowing Bersamamu”

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 September 2026 – Viva Cosmetics memasuki era baru dengan rebranding yang dimulai dengan perubahan identitas visual secara kontras. Sebagai beauty local brand yang telah menemani beauty enthusiasts selama lebih dari 60 tahun, langkah ini menjadi babak baru sekaligus membawa cerita dan nilai yang telah melekat sejak awal perjalanannya. “Logo baru Viva terinspirasi dari […]

  • Jelang Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Cetak Rekor 3 Juta Pengguna dalam Sebulan

    Jelang Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Cetak Rekor 3 Juta Pengguna dalam Sebulan

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek mencatatkan pencapaian tertinggi dengan melayani 3.060.436 pengguna dalam satu bulan pada Juli 2026. Jumlah ini merupakan yang tertinggi dalam satu bulan sejak beroperasinya LRT Jabodebek pada Agustus 2023. Capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat menggunakan LRT Jabodebek sebagai salah satu pilihan mobilitas perkotaan. Pertumbuhan juga terlihat dari jumlah pengguna secara kumulatif sepanjang […]

  • KA Siliwangi Jadi Primadona Lebaran 2026, Okupansi Tembus 201% di Lintas Cipatat–Sukabumi

    KA Siliwangi Jadi Primadona Lebaran 2026, Okupansi Tembus 201% di Lintas Cipatat–Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 24 Maret 2026 – PT KAI Daop 2 Bandung tidak hanya mengoperasikan Kereta Api Jarak Jauh pada masa Angkutan Lebaran 2026, namun juga menghadirkan layanan Kereta Api Lokal yang menjadi andalan masyarakat, yakni KA Siliwangi dengan relasi Cipatat – Sukabumi pulang pergi (PP). Kehadiran KA lokal ini menjadi solusi mobilitas yang terjangkau […]

  • OSL Indonesia Perkuat Fokus pada Kebutuhan Investor, di Tengah Volatilitas Global dan Industri Kripto yang Kian Matang

    OSL Indonesia Perkuat Fokus pada Kebutuhan Investor, di Tengah Volatilitas Global dan Industri Kripto yang Kian Matang

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, 21 September 2026 – Di tengah volatilitas pasar global, industri aset kripto justru menunjukkan tanda-tanda kematangan yang semakin kuat. Dalam wawancara bersama CNBC Indonesia bertajuk “Crypto Investment Trends Amid Global Volatility”, Presiden Direktur OSL Indonesia, Ivan Arilito menegaskan optimismenya terhadap arah baru industri yang lebih terstruktur, matang, dan berfokus pada kebutuhan investor. OSL Indonesia […]

  • Dukung Perjalanan Kuliah Anak, BINUS @Malang Fasilitasi Dialog Orang Tua melalui Parents Gathering

    Dukung Perjalanan Kuliah Anak, BINUS @Malang Fasilitasi Dialog Orang Tua melalui Parents Gathering

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Malang – Memasuki masa perkuliahan, banyak orang tua menghadapi tantangan baru dalam berkomunikasi dengan anak. Tidak sedikit mahasiswa yang mulai jarang berbagi cerita mengenai kehidupan akademik, pergaulan, maupun tantangan yang mereka hadapi selama menjalani perkuliahan. Perubahan fase hidup, jarak tempat tinggal, hingga pola komunikasi digital seringkali membuat hubungan orang tua dan anak menjadi lebih terbatas. […]

expand_less