Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Indonesia–India: Membangun Kemitraan Ekonomi Hijau, Pariwisata, dan Kewirausahaan untuk Masa Depan Berkelanjutan

Indonesia–India: Membangun Kemitraan Ekonomi Hijau, Pariwisata, dan Kewirausahaan untuk Masa Depan Berkelanjutan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar

Oleh Sandiaga S. Uno*

Jakarta – Hubungan Indonesia dan India selalu terasa sangat personal bagi saya. Semasa kecil, beberapa komik favorit saya adalah trilogi MahabharataBaratayudha, dan Pandawa Sedha. Di antara semuanya, Bhagavad Gita memberikan kesan yang paling mendalam. Melalui kisah-kisah tersebut saya belajar mengenai kepemimpinan, integritas, dan tanggung jawab, sekaligus semakin memahami betapa eratnya hubungan budaya yang telah menghubungkan Indonesia dan India selama berabad-abad.

Bertahun-tahun kemudian, ketika berkunjung ke Goa sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, saya kembali merasakan dimensi lain dari kedekatan tersebut. Berdiri di pesisir barat India, saya menyadari bahwa hubungan kedua negara tidak pernah dibatasi oleh garis geografis semata. Selama berabad-abad, lautan justru menjadi penghubung peradaban kita melalui perdagangan, pertukaran budaya, dan penyebaran berbagai gagasan. Kini, jalur maritim yang sama memiliki potensi untuk menjadi jembatan baru bagi inovasi, kewirausahaan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dunia kini memasuki era pembangunan yang baru. Keberhasilan ekonomi tidak lagi hanya diukur dari tingginya pertumbuhan, tetapi juga dari sejauh mana pertumbuhan tersebut mampu menciptakan pemerataan, memperkuat ketahanan, dan menjaga keberlanjutan. Di tengah tantangan perubahan iklim, transformasi digital, serta dinamika geopolitik global, Indonesia dan India—dengan jumlah penduduk lebih dari 1,7 miliar jiwa, sistem demokrasi yang dinamis, dan semangat kewirausahaan yang kuat—memiliki posisi yang sangat strategis untuk memimpin kawasan Indo-Pasifik menuju masa depan yang lebih hijau dan lebih sejahtera.

Saya menyaksikan langsung potensi tersebut ketika mengunjungi India pada 2024. Dalam berbagai diskusi bersama para pengusaha, investor, komunitas kreatif, dan pemimpin pemerintahan, saya menemukan keyakinan yang sama bahwa masa depan bukan lagi ditentukan oleh kompetisi semata, melainkan oleh kolaborasi, inovasi, dan kewirausahaan.

Hubungan Indonesia dan India jauh melampaui perdagangan. Fondasinya dibangun di atas kesamaan nilai, kedekatan budaya, dan cita-cita bersama untuk mewujudkan kemakmuran yang inklusif. Nilai ekspor Indonesia ke India memang telah mencapai sekitar US$18 miliar pada 2025, namun saya meyakini bahwa peluang terbesar justru masih berada di depan kita.

Sepanjang perjalanan saya sebagai pengusaha maupun pelayan publik, saya selalu percaya bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari pemberdayaan manusia. Keyakinan tersebut melahirkan berbagai inisiatif seperti OK OCE, yang mendorong tumbuhnya kewirausahaan; Yayasan Indonesia Setara (YIS), yang berfokus pada pendidikan dan kepemimpinan generasi muda; INOTEK (Innovation and Technology Foundation), yang mengembangkan inovasi di wilayah pedesaan; serta Surplus Indonesia, sebuah perusahaan sosial berbasis teknologi yang berupaya mengurangi limbah pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Seluruh inisiatif tersebut mempertegas bahwa ukuran kemajuan sesungguhnya bukan hanya pertumbuhan ekonomi, melainkan seberapa besar peluang yang mampu kita ciptakan, berapa banyak wirausahawan yang berhasil kita lahirkan, dan seberapa banyak kehidupan masyarakat yang dapat kita tingkatkan.

Sektor swasta telah lebih dahulu membuktikan apa yang dapat dicapai Indonesia dan India ketika bekerja sama. Perusahaan-perusahaan global seperti ArcelorMittal, yang dipimpin Lakshmi Mittal, maupun Indorama Corporation, yang didirikan Sri Prakash Lohia, menunjukkan bahwa talenta Indonesia dan India mampu membangun perusahaan kelas dunia. Tantangan berikutnya adalah memastikan keberhasilan tersebut juga dapat dirasakan oleh jutaan pelaku UMKM melalui pemanfaatan teknologi, investasi, pertukaran pengetahuan, dan perluasan akses pasar, sehingga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif sekaligus membuka lapangan kerja yang berkualitas.

Ekonomi hijau menjadi salah satu bidang yang menawarkan peluang kerja sama paling besar. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, potensi energi panas bumi, serta cadangan mineral kritis yang sangat dibutuhkan dalam transisi energi global. Di sisi lain, India telah berkembang menjadi salah satu pemimpin dunia dalam bidang energi terbarukan, inovasi digital, dan industri manufaktur hijau. Dengan memadukan berbagai keunggulan tersebut, kedua negara dapat memperluas kerja sama di bidang energi bersih, pembiayaan berkelanjutan, ekonomi sirkular, teknologi iklim, serta investasi yang bertanggung jawab, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru dan menjaga kelestarian lingkungan.

UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, sementara India berhasil membangun salah satu ekosistem kewirausahaan paling dinamis di dunia. Melalui program business matching, inkubasi startup, transformasi digital, perluasan akses pembiayaan, serta integrasi yang lebih kuat ke dalam rantai nilai global, para pelaku usaha di kedua negara memiliki peluang untuk menciptakan manfaat ekonomi bagi jutaan masyarakat.

Ekonomi kreatif menjadi jembatan kerja sama lain yang sangat menjanjikan. Keberagaman budaya Indonesia telah melahirkan berbagai karya kelas dunia, mulai dari fesyen, kuliner, musik, kerajinan tangan, film, hingga konten digital. Di sisi lain, India berhasil mengubah kreativitas menjadi kekuatan ekonomi global melalui Bollywood, industri desain, teknologi, serta ekosistem startup yang sangat berkembang. Saya percaya babak berikutnya dalam hubungan Indonesia–India harus ditulis bersama melalui kolaborasi yang lebih erat di sektor kreatif. Bayangkan apabila Bollywood berkolaborasi dengan industri film horor Indonesia yang telah mendapat pengakuan internasional, memadukan kekuatan penceritaan India dengan karakter sinema Indonesia yang khas. Bayangkan pula musik India berpadu dengan dangdut, melahirkan warna baru yang dapat diterima oleh masyarakat Asia bahkan dunia. Melalui produksi bersama, pertukaran talenta, pengembangan pusat-pusat kreatif, penyelenggaraan festival budaya, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) secara bertanggung jawab, industri kreatif kedua negara memiliki peluang untuk menjangkau pasar global yang jauh lebih luas.

Pariwisata juga merupakan penghubung yang sangat kuat antara Indonesia dan India. Bali telah lama menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan India. Namun saya selalu mengatakan bahwa Bali adalah pintu gerbang, bukan tujuan akhir. Indonesia memiliki begitu banyak destinasi kelas dunia lain yang menawarkan pengalaman luar biasa, mulai dari Danau Toba, Candi Borobudur, Labuan Bajo, Raja Ampat, Lombok, Sulawesi, hingga Kalimantan. Dengan mendorong wisatawan India menjelajahi lebih banyak destinasi di seluruh Nusantara, manfaat ekonomi pariwisata akan tersebar lebih merata kepada masyarakat lokal, pelaku UMKM, industri kreatif, dan para pekerja sektor pariwisata di berbagai daerah.

Saya menyambut dengan penuh sukacita kunjungan Yang Mulia Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia. Saya berharap kunjungan ini membuka babak baru hubungan bilateral yang tidak hanya memperkuat kerja sama antarpemerintah, tetapi juga memperluas kemitraan di antara para pengusaha, perguruan tinggi, investor, startup, pelaku industri kreatif, serta generasi muda kedua negara. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Narendra Modi, saya optimistis persahabatan Indonesia dan India akan semakin erat sekaligus membuka peluang yang jauh lebih besar bagi masyarakat kedua negara.

Pada akhirnya, masa depan hubungan Indonesia–India tidak hanya akan ditentukan oleh pemerintah. Masa depan tersebut akan dibentuk oleh para wirausahawan, inovator, akademisi, mahasiswa, dan komunitas kreatif yang bersedia bekerja sama melampaui batas-batas negara. Keberhasilan kemitraan kedua negara tidak semestinya diukur hanya dari besarnya nilai perdagangan atau investasi, tetapi juga dari semakin banyaknya UMKM yang mampu menembus pasar global, lahirnya berbagai inovasi yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta terciptanya lapangan kerja yang berkualitas dan peluang kewirausahaan bagi generasi mendatang.

Keberlanjutan pada hakikatnya bukan hanya tentang menjaga lingkungan. Keberlanjutan juga berarti menghadirkan harapan, memperluas kesempatan, dan memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal. Melalui persahabatan, inovasi, kewirausahaan, dan kolaborasi, Indonesia dan India memiliki kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia bagaimana dua negara demokrasi besar dapat bersama-sama membangun masa depan yang lebih hijau, lebih inklusif, dan lebih sejahtera bagi seluruh masyarakat.

*Sandiaga Uno adalah pengusaha, investor, serta mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (2020–2024). Selama bertahun-tahun ia aktif mendorong pengembangan kewirausahaan, inovasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan transformasi ekonomi digital Indonesia melalui berbagai inisiatif di sektor publik maupun swasta

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lebih dari Sekadar Kipas: Bagaimana Generasi Baru Perangkat Pendingin Portabel Meningkatkan Standar

    Lebih dari Sekadar Kipas: Bagaimana Generasi Baru Perangkat Pendingin Portabel Meningkatkan Standar

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    JISULIFE Ultra 2 digambarkan sebagai “it-item” (simbol gaya hidup) baru bagi Gen Z Indonesia di tahun 2026. Kipas portabel ini berhasil naik kelas dari sekadar barang viral menjadi barang wajib sehari-hari karena berhasil menyatukan dua hal: solusi nyata melawan cuaca panas tropis dan desain minimalis yang sangat estetis. Poin-Poin Utama: Pergeseran Objek Status Gen Z […]

  • Bersama Pertamina Group, Elnusa Petrofin Dukung Implementasi Green Terminal Tanjung Sekong dan Perluas Portofolio Bisnis Rendah Karbon

    Bersama Pertamina Group, Elnusa Petrofin Dukung Implementasi Green Terminal Tanjung Sekong dan Perluas Portofolio Bisnis Rendah Karbon

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 51
    • 0Komentar

    PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mendukung implementasi inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Peresmian oleh PT Pertamina (Persero) ini menjadi tonggak penting dalam penguatan praktik ESG dan pengembangan ekosistem energi rendah karbon, sekaligus membuka ruang pertumbuhan bisnis baru berbasis […]

  • BRI Finance Hadirkan Promo KKB Bunga 0% dalam Customer Gathering di Lampung

    BRI Finance Hadirkan Promo KKB Bunga 0% dalam Customer Gathering di Lampung

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Lampung, 20 Juni 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat penetrasi bisnis pembiayaan otomotif melalui kolaborasi strategis dengan jaringan dealer di berbagai daerah. Sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan pembiayaan sekaligus memberikan nilai tambah kepada masyarakat, BRI Finance berpartisipasi dalam Customer Gathering Wuling Lampung x BRI Finance yang diselenggarakan pada Sabtu, […]

  • Apa Itu SPF dan Berapa SPF yang Aman untuk Bayi dan Anak?

    Apa Itu SPF dan Berapa SPF yang Aman untuk Bayi dan Anak?

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Kulit bayi itu unik, lembut, halus, dan masih dalam tahap berkembang. Tapi justru karena itulah, kulit si kecil jauh lebih rentan terhadap paparan sinar matahari dibandingkan kulit orang dewasa. Tanpa perlindungan yang tepat, paparan UV bisa membuat kulit lebih cepat kemerahan, kering, bahkan terasa tidak nyaman meski hanya terpapar sebentar. Di titik ini banyak orang […]

  • Rayakan Hari Konsumen Nasional, JTT Hadirkan Kejutan Manis bagi Pengguna Jalan Tol Trans Jawa

    Rayakan Hari Konsumen Nasional, JTT Hadirkan Kejutan Manis bagi Pengguna Jalan Tol Trans Jawa

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Konsumen Nasional, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) membagikan sebanyak 400 bingkisan kepada pengguna jalan tol secara serentak di sejumlah gerbang tol di ruas Trans Jawa pada Senin, 20 April 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi JTT kepada para pengguna jalan yang telah mempercayakan perjalanannya melalui ruas tol yang dikelola perusahaan. Pembagian […]

  • Dupoin Futures Ungkap Alasan Harga Emas Berpotensi Turun ke Area Support 3.873

    Dupoin Futures Ungkap Alasan Harga Emas Berpotensi Turun ke Area Support 3.873

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas pada perdagangan hari Rabu (15/7) diperkirakan masih berada dalam tekanan setelah berbagai indikator teknikal dan fundamental belum menunjukkan sinyal perubahan tren yang berarti. Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai bahwa kecenderungan pelemahan masih menjadi skenario utama selama harga belum mampu menembus sejumlah level resistance penting. Meski […]

expand_less