Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Indonesia Mulai Dipandang sebagai Pusat Pertumbuhan Web3 di Asia Tenggara

Indonesia Mulai Dipandang sebagai Pusat Pertumbuhan Web3 di Asia Tenggara

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar

Kombinasi pasar digital yang besar, adopsi teknologi yang tinggi, dan dukungan regulasi menjadikan Indonesia sorotan baru bagi industri Web3 di regional.

Di tengah pergeseran industri global dari fase eksperimen menuju implementasi nyata, Indonesia perlahan-lahan muncul sebagai salah satu pasar paling strategis bagi pertumbuhan Web3 di Asia Tenggara.

Selama bertahun-tahun, percakapan tentang blockchain dan Web3 lebih banyak dipenuhi oleh hype teknologi dan spekulasi aset digital. Namun, arah industrinya mulai berubah. Hari ini, fokus pelaku industri tidak lagi hanya tentang teknologi yang bisa dibangun, tetapi tentang bagaimana teknologi tersebut digunakan dalam dunia nyata. Mulai dari sistem pembayaran digital, tokenisasi aset, hingga transparansi data dan efisiensi operasional, blockchain perlahan-lahan berkembang menjadi bagian dari infrastruktur digital modern.

Di tengah pergeseran tersebut, Indonesia mulai mendapatkan perhatian yang semakin besar. Bukan hanya karena ukuran pasarnya, tetapi juga karena kombinasi pertumbuhan ekonomi digital, populasi digital native yang besar, dan keterlibatan regulator yang semakin aktif dalam membentuk arah industri teknologi finansial generasi berikutnya.

Dari Eksperimen ke Implementasi

Indonesia saat ini merupakan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Penggunaan layanan digital, mobile banking, dan pembayaran berbasis aplikasi terus meningkat dari tahun ke tahun, menciptakan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan teknologi baru, termasuk blockchain dan aset digital.

Momentum tersebut juga terlihat dalam berbagai laporan global. Chainalysis menempatkan Indonesia di jajaran negara dengan tingkat adopsi aset kripto tertinggi di dunia pada 2025, didorong oleh partisipasi retail dan komunitas digital yang terus berkembang.

Pada saat yang sama, percakapan industri mulai bergerak ke arah yang lebih praktis. Banyak perusahaan kini membahas bagaimana blockchain dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi bisnis, memperluas akses finansial, mempercepat distribusi aset digital, hingga membangun sistem data yang lebih transparan dan dapat diverifikasi.

Industri Web3 perlahan memasuki fase ketika utilitas menjadi lebih penting daripada sekadar eksperimen teknologi.

Mengapa Indonesia Mulai Menarik Perhatian

Besarnya pasar domestik membuat Indonesia sulit diabaikan dalam perkembangan ekonomi digital di tingkat regional. Namun, ukuran pasar saja sebenarnya tidak cukup untuk membuat sebuah negara dipandang serius dalam pengembangan industri Web3. Yang mulai menarik perhatian banyak pelaku industri global justru adalah arah perkembangan regulasinya.

Sejak awal 2025, pengawasan aset digital di Indonesia resmi berpindah dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perubahan ini dipandang sebagai langkah penting karena menempatkan industri digital assets lebih dekat dengan ekosistem keuangan formal serta pengawasan institusional yang lebih matang.

Di saat yang sama, OJK juga mulai merilis daftar resmi penyelenggara perdagangan aset keuangan digital di bawah pengawasan regulator, memberikan sinyal bahwa Indonesia mulai membangun struktur industri yang lebih jelas dan siap berkembang dalam jangka panjang.

Perkembangan tersebut turut mengubah cara banyak perusahaan global memandang Indonesia.

Ketika Industri Mulai Bergerak Lebih Matang

Di tengah pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara, Jakarta mulai memainkan peran yang semakin penting dalam perbincangan industri di tingkat regional. Momentum tersebut menjadi salah satu latar belakang Indonesia Blockchain Week 2026 yang akan berlangsung pada 12 hingga 13 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center.

Sebagai salah satu konferensi blockchain dan Web3 terbesar di kawasan, Indonesia Blockchain Week 2026 akan mempertemukan regulator, investor, founder, developer, institusi, dan perusahaan teknologi dari berbagai negara untuk membahas arah perkembangan industri digital regional, mulai dari tokenisasi aset dan integrasi AI hingga enterprise adoption dan digital infrastructure.

Dalam beberapa tahun ke depan, persaingan industri Web3 kemungkinan tidak lagi ditentukan hanya oleh siapa yang memiliki teknologi paling canggih. Yang akan semakin menentukan adalah kesiapan ekosistem, regulasi, dan kemampuan suatu negara untuk menerjemahkan inovasi digital menjadi implementasi yang nyata.

Di tengah perubahan tersebut, Indonesia mulai menunjukkan bahwa Asia Tenggara tidak lagi hanya menjadi pasar bagi pertumbuhan teknologi global, tetapi juga menjadi bagian dari tempat di mana arah industrinya mulai dibentuk.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.indonesiablockchainweek.com atau ikuti media sosial Indonesia Blockchain Week.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bitcoin Jebol Support US.000, Tiga Tekanan Besar Ini Bisa Picu Volatilitas Baru

    Bitcoin Jebol Support US$64.000, Tiga Tekanan Besar Ini Bisa Picu Volatilitas Baru

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jakarta, 2 Agustus 2026 — Pasar aset kripto kembali menghadapi tekanan setelah harga Bitcoin atau BTC turun ke kisaran US$63.900 pada 30 Juli 2026. Dalam tujuh hari terakhir, aset kripto terbesar tersebutterkoreksi sekitar 2,7% dan sempat menyentuh level terendah US$62.785, sekaligus menembus area support penting di US$64.000.  Berdasarkan laporan Market Outlook FLOQ, pelemahan Bitcoin saat ini tidak hanya dipengaruhi satu faktor. Setidaknya terdapat tiga tekanan utama yang membayangi pasar, yaitu meningkatnya ekspektasi kenaikansuku bunga Amerika Serikat, eskalasi konflik di Timur Tengah, serta melemahnya struktur teknikal BTC setelah support US$64.000 ditembus.  CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa investor kembali mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.  “Pasar sedang menghadapi kombinasi tekanan makroekonomi, geopolitik, dan teknikal secara bersamaan. Penembusan level US$64.000 menjadi penting karena menunjukkan bahwa sentimen pasar belum cukup kuatuntuk mempertahankan momentum pemulihan Bitcoin,” kata Yudho.  The Fed Tahan Suku Bunga, tetapi Pasar Justru Makin Hawkish  Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50–3,75% pada pertemuan 29 Juli. Keputusan tersebut merupakan penahanan suku bunga untuk kelima kalinya secara berturut-turut.  Namun, keputusan tersebut tidak serta-merta dibaca sebagai sinyal pelonggaran oleh pelaku pasar. Tiga pejabat regional The Fed justru memberikan suara untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.  Akibatnya, probabilitas kenaikan suku bunga pada September meningkat menjadi sekitar 72,3%, lebih tinggi dibandingkan kisaran 54–63% dalam dua pekan sebelumnya. Kondisi ini berpotensi mempertahankan tekananterhadap Bitcoin dan aset berisiko lainnya.  Menurut Yudho, […]

  • Bawa Sukses AI Konstruksi di Jepang, Actual Inc. Buka 5 Slot Terakhir Kemitraan Eksklusif “KITAKITA.AI” bagi SO/P3MI Indonesia (Gratis)

    Bawa Sukses AI Konstruksi di Jepang, Actual Inc. Buka 5 Slot Terakhir Kemitraan Eksklusif “KITAKITA.AI” bagi SO/P3MI Indonesia (Gratis)

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 68
    • 0Komentar

    2 Maret 2026, perusahaan teknologi asal Kyoto, Actual Inc., resmi membuka lima slot terakhir bagi agensi pengirim tenaga kerja (SO/P3MI) di Indonesia untuk bergabung sebagai Mitra Pengembangan eksklusif layanan KITAKITA.AI. Layanan asisten cerdas 24 jam ini dirancang khusus untuk mendampingi pekerja Indonesia di Jepang, sekaligus membebaskan staf agensi dari kelelahan akibat merespons pesan darurat di […]

  • Jelang Puncak Lebaran, KAI Logistik Perkuat Kesiapan Operasional Layanan Pengiriman

    Jelang Puncak Lebaran, KAI Logistik Perkuat Kesiapan Operasional Layanan Pengiriman

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Menjelang puncak periode pengiriman Lebaran yang diperkirakan akan terjadi pada pekan ketiga Ramadan, KAI Logistik memastikan kesiapan layanan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan distribusi barang dari masyarakat maupun pelaku usaha. Berbagai langkah penguatan operasional dilakukan guna memastikan proses pengiriman tetap berjalan aman, lancar, dan tepat waktu di tengah meningkatnya volume permintaan. Dwi Wulandari, VP of Corporate […]

  • Lebih dari 76 ribu Pengguna Jasa KA Gunakan KA Jarak Jauh dari Daop 2 Bandung Selama Libur Panjang Maulid Nabi Muhammad SAW

    Lebih dari 76 ribu Pengguna Jasa KA Gunakan KA Jarak Jauh dari Daop 2 Bandung Selama Libur Panjang Maulid Nabi Muhammad SAW

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Rabu, 26 Agustus 2026 Lebih dari 76 ribu Pengguna Jasa KA Gunakan KA Jarak Jauh dari Daop 2 Bandung Selama Libur Panjang Maulid Nabi Muhammad SAW Bandung (Jawa Barat), 26 Agustus 2026 — Sebanyak 76.286 pengguna jasa Kereta Api menggunakan layanan KA Jarak Jauh dengan keberangkatan awal dari stasiun-stasiun di wilayah […]

  • Global Business Chinese BINUS University Hadirkan Program Joint Degree Pertama Bersama South China University of Technology

    Global Business Chinese BINUS University Hadirkan Program Joint Degree Pertama Bersama South China University of Technology

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    BINUS University melalui Global Business Chinese resmi menghadirkan program Joint Degree pertama dengan skema 2+2 bersama South China University of Technology (SCUT). Mahasiswa akan menempuh dua tahun pendidikan di BINUS University dan dua tahun di SCUT, serta memperoleh dua gelar sarjana, yaitu Sarjana Sastra (S.S.) dari BINUS University dan Bachelor of Arts (B.A.) dari SCUT. […]

  • Tiga Bulan Jelang PSPK 1 & 2 Berlaku, Emiten Perlu Siapkan Sistem Data Keberlanjutan Sekarang

    Tiga Bulan Jelang PSPK 1 & 2 Berlaku, Emiten Perlu Siapkan Sistem Data Keberlanjutan Sekarang

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    PSPK 1 dan 2, standar pengungkapan risiko dan peluang keberlanjutan, termasuk iklim, yang mengadopsi IFRS S1 dan S2, berlaku efektif 1 Januari 2027. Dalam seminar daring TruCarbon dan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Rabu (30/9), AEI, IAI, BCA, dan TruCarbon mendorong emiten memanfaatkan sisa tiga bulan untuk membangun dan menguji sistem data keberlanjutan yang terhubung dengan […]

expand_less