Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Jaga Kedaulatan Mineral Nasional, Tata Kelola Emas Jadi Kunci Peningkatan Nilai Tambah

Jaga Kedaulatan Mineral Nasional, Tata Kelola Emas Jadi Kunci Peningkatan Nilai Tambah

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Indonesia memiliki cadangan emas yang besar dan menempati posisi keempat dunia menurut Bank Sentral. Posisi strategis ini mampu menjadi tonggak kedaulatan mineral nasional dengan tata kelola yang optimal.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat kebutuhan emas domestik mencapai sekitar 190-200 ton per tahun. Namun, besarnya potensi cadangan emas saat ini belum sepenuhnya diimbangi dengan pasokan emas yang masuk melalui jalur formal. Pasokan emas dari jalur formal baru berada di kisaran 53,5-86,2 ton per tahun.
Kesenjangan tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperkuat tata kelola dan mengintegrasikan rantai pasok emas nasional ke dalam sistem yang formal, transparan, dan terstandardisasi.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengatakan, salah satu persoalan yang masih ditemukan dalam tata kelola emas nasional adalah adanya penjualan emas yang terindikasi ilegal.
“Jadi memang ada beberapa catatan untuk emas ini memang yang mungkin teridentifikasi ada beberapa penjualan yang tanda petik ilegal gitu ya,” kata Tri dalam dalam forum MINDialogue: Komoditas untuk Negeri, Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI, di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Di sisi lain, sektor Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) dan pertambangan rakyat memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap pasokan emas nasional. Produksi dari sektor tersebut diperkirakan mencapai 50-120 ton per tahun, atau mendekati volume pasokan yang berasal dari jalur formal.
Tri mengatakan pemerintah tengah berupaya memperbaiki tata kelola pertambangan rakyat dengan memfasilitasi penambang yang selama ini teridentifikasi sebagai penambang liar untuk memperoleh izin melalui mekanisme Izin Pertambangan Rakyat (IPR).
“Nah untuk ke depan seperti apa, untuk perbaikan tata kelola dan lain sebagainya sebetulnya untuk kementerian ESDM mencoba untuk memfasilitasi adanya penambang yang teridentifikasi sebagai penambang liar untuk diberikan izin melalui mekanisme IPR,” tambah Tri.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan, tantangan Indonesia bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan kekayaan sumber daya alam mampu memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi bangsa.
“Hampir semua diversifikasi sumber daya kita ada, sumber daya alam ya. Kita punya gas, kita punya minyak, di apa sektor maritim, agrikultur, hampir semua range ada dan kita juga punya apa namanya kekuatan stok cadangan yang sangat mumpuni. Tetapi persoalannya adalah bagaimana kita bisa menciptakan value yang lebih besar terhadap kekuatan sumber daya alam yang kita miliki,” kata Todotua.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menilai pengelolaan cadangan mineral, khususnya emas, bukan sekadar persoalan ekonomi. Menurut dia, pengelolaan mineral juga berkaitan dengan kepentingan nasional dalam menjaga keamanan, kedaulatan, ketahanan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.
“Sumber daya mineral harus dikelola secara strategis, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945, yakni demi kemandirian dan kedaulatan pengelolaannya,” terang Maroef.
Menurut Maroef, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat dalam tata kelola emas nasional. Hal itu mencakup pengelolaan pertambangan rakyat, keterlacakan (traceability) rantai pasok bijih, hingga penguatan ekosistem perdagangan hasil tambang agar terhubung dengan jalur formal.
MIND ID menilai pembenahan tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan sinergi lintas institusi, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.
Transformasi tata kelola cadangan mineral, kata Maroef, perlu dilakukan di setiap simpul utama proses bisnis pertambangan, mulai dari sektor hulu, menengah (midstream), hingga hilir.
Di sektor hulu, MIND ID mendorong formalisasi pertambangan rakyat melalui IPR yang didukung harmonisasi regulasi dan pembinaan teknis secara berkelanjutan.
Langkah tersebut diharapkan membuat aktivitas pertambangan rakyat berjalan lebih tertib dan aman sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Sementara di sektor menengah (midstream), pengolahan bijih perlu diperkuat melalui kehadiran lembaga agregator berbadan hukum yang mampu menjamin keterlacakan rantai pasok menuju sistem formal.
Melalui skema tersebut, perusahaan yang ditunjuk dapat berperan sebagai pembina teknis sekaligus pembeli siaga (offtaker) untuk memastikan hasil tambang memenuhi standar yang dipersyaratkan.
Penguatan tata kelola dari hulu hingga midstream selanjutnya diharapkan meningkatkan pasokan bahan baku yang masuk ke rantai pasok formal. Hal ini akan memperkuat produktivitas industri pengolahan dan pemurnian emas nasional, memperluas akses masyarakat terhadap produk emas yang terstandardisasi, serta mendukung penguatan ekosistem bullion nasional.
MIND ID meyakini perbaikan tata kelola emas tidak hanya akan meningkatkan nilai tambah dan efisiensi rantai pasok, tetapi juga memastikan kekayaan emas Indonesia memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan masyarakat.
Pada akhirnya, penguatan tata kelola emas nasional menjadi bagian dari upaya membangun kedaulatan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan rantai pasok yang terhubung secara legal, transparan, dan terintegrasi dari hulu hingga hilir, Indonesia dapat meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat kemampuan dalam menjaga nilai strategis kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan kedaulatan negara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • SLN Institute Resmi Hadir untuk Mendorong SDM Indonesia Tumbuh Melampaui Batas

    SLN Institute Resmi Hadir untuk Mendorong SDM Indonesia Tumbuh Melampaui Batas

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jakarta, 31 Juli 2026 — Mengusung semangat “Grow Beyond Limits”, SLN Institute secara resmi meluncurkan kiprahnya di Indonesia sebagai institusi pengembangan kompetensi profesional yang berfokus pada bidang pendidikan, pelatihan, sertifikasi, serta peningkatan produktivitas sumber daya manusia (SDM). Kehadiran SLN Institute menjadi solusi strategis di tengah transformasi dunia kerja modern yang diwarnai oleh pesatnya perkembangan teknologi, […]

  • Gajian Jadi Momentum Investasi, Bittime Siapkan Bonus BTC hingga Rp5 Juta

    Gajian Jadi Momentum Investasi, Bittime Siapkan Bonus BTC hingga Rp5 Juta

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Bittime mengajak masyarakat memanfaatkan momentum gajian untuk mulai membangun kebiasaan investasi melalui kampanye PayDay GainDay. Berlangsung hingga 6 Agustus 2026, pengguna berkesempatan mendapatkan bonus Bitcoin (BTC) hingga Rp5 juta dengan memenuhi syarat deposit dan pembelian aset. Momen gajian dapat menjadi waktu yang tepat untuk mulai membangun kebiasaan investasi. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap aset […]

  • Zero Accident di Lingkungan Kantor, LRT Jabodebek Catat Kinerja Keselamatan Kerja Optimal Awal 2026

    Zero Accident di Lingkungan Kantor, LRT Jabodebek Catat Kinerja Keselamatan Kerja Optimal Awal 2026

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 50
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek mempertahankan capaian zero accident pada Januari-Februari 2026, dengan tidak ada kasus LTI, Near Miss, FAC, MTC, maupun FAT, serta produktivitas kerja yang stabil. LRT Jabodebek kembali mencatatkan zero accident di lingkungan kantor pada Januari–Februari 2026, melanjutkan capaian serupa pada tahun 2025. Konsistensi ini terjadi di tengah tingginya aktivitas kerja yang mencapai 205.648 jam […]

  • SUCOFINDO PERKUAT TATA KELOLA EKSPOR MINERAL NASIONAL MELALUI SINERGI DENGAN KSP DAN DANANTARA

    SUCOFINDO PERKUAT TATA KELOLA EKSPOR MINERAL NASIONAL MELALUI SINERGI DENGAN KSP DAN DANANTARA

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta – PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat perannya sebagai perusahaan Testing, Inspection, Certification (TIC) dalam mendukung tata kelola ekspor mineral nasional. Melalui pengembangan strategi identifikasi mineral ikutan, termasuk Rare Earth Elements (REE) dan unsur radioaktif, SUCOFINDO mendorong proses verifikasi yang semakin komprehensif, akurat, dan akuntabel guna mendukung hilirisasi mineral serta meningkatkan daya saing industri nasional. […]

  • Mengenal Ragdoll Cat dan Pemeliharaan Bulunya

    Mengenal Ragdoll Cat dan Pemeliharaan Bulunya

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Ragdoll Cat menjadi salah satu ras kucing paling populer di dunia karena tampilannya yang elegan, bulu yang lembut, serta sifatnya yang jinak dan penyayang. Tidak heran jika banyak Pawfriends jatuh hati pada Ragdoll Cat sejak pertama kali melihatnya. Namun, di balik keindahannya, Ragdoll Cat membutuhkan perawatan bulu yang tepat agar tetap sehat dan tidak mudah […]

  • Kenapa Banyak Proyek Gagal Karena Salah Pilih IWF? Ini Penyebabnya

    Kenapa Banyak Proyek Gagal Karena Salah Pilih IWF? Ini Penyebabnya

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Dalam proyek konstruksi, IWF bukan sekadar besi berbentuk H. Ia adalah tulang utama struktur. Salah memilih spesifikasi IWF bisa berakibat fatal: balok melendut, struktur retak, hingga pembengkakan biaya karena harus perkuatan ulang. Di lapangan, kegagalan struktur bukan selalu karena pemasangan yang buruk. Sering kali akar masalahnya adalah salah pilih ukuran dan spesifikasi IWF sejak awal. […]

expand_less