Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » SUCOFINDO PERKUAT TATA KELOLA EKSPOR MINERAL NASIONAL MELALUI SINERGI DENGAN KSP DAN DANANTARA

SUCOFINDO PERKUAT TATA KELOLA EKSPOR MINERAL NASIONAL MELALUI SINERGI DENGAN KSP DAN DANANTARA

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar

Jakarta – PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat perannya sebagai perusahaan Testing, Inspection, Certification (TIC) dalam mendukung tata kelola ekspor mineral nasional. Melalui pengembangan strategi identifikasi mineral ikutan, termasuk Rare Earth Elements (REE) dan unsur radioaktif, SUCOFINDO mendorong proses verifikasi yang semakin komprehensif, akurat, dan akuntabel guna mendukung hilirisasi mineral serta meningkatkan daya saing industri nasional.

Komitmen tersebut sejalan dengan agenda Rapat Koordinasi Tata Kelola Ekspor Mineral Kritis dan Logam Tanah Jarang yang diselenggarakan Kantor Staf Presiden (KSP) di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (27/7). Forum tersebut membahas penguatan kebijakan dan tata kelola mineral strategis sebagai bagian dari percepatan hilirisasi nasional.

Dalam forum tersebut, Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi cadangan Logam Tanah Jarang (LTJ) yang diperkirakan setara sekitar 350 ribu ton Rare Earth Oxides (REO). Menurutnya, potensi tersebut perlu dikelola melalui penguatan tata kelola dan hilirisasi agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

“Logam Tanah Jarang harus dipahami sebagai pembangunan rantai nilai industri nasional, bukan sekadar aktivitas pertambangan. Nilai tambah terbesar justru tercipta setelah proses pemisahan, pemurnian, hingga menjadi komponen industri berteknologi tinggi,” kata Kepala Staf Kepresidenan.

Sinergi dengan Danantara Perkuat Sistem Verifikasi

Sejalan dengan upaya penguatan tata kelola ekspor mineral nasional, PT SUCOFINDO (PERSERO) terus mempererat sinergi dengan Danantara Indonesia. Dalam pertemuan antara Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, dengan Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, kedua pihak membahas penguatan sistem verifikasi ekspor mineral yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi guna mendukung peningkatan daya saing industri pertambangan nasional.

Dony Oskaria menyampaikan bahwa transformasi tata kelola, model bisnis, dan pengembangan sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam membangun BUMN yang profesional, adaptif, dan berdaya saing global.

“Kehadiran Danantara dan Badan Pengaturan BUMN melalui transformasi tata kelola, bisnis, finansial, serta pengembangan SDM telah menghadirkan model bisnis, operasi, dan budaya kerja baru yang mendorong BUMN menuju kinerja kelas dunia,” ujar Dony Oskaria.

Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, menegaskan bahwa SUCOFINDO berkomitmen mendukung agenda pembangunan nasional melalui layanan Testing, Inspection, Certification (TIC) yang independen, profesional, dan terpercaya.

“SUCOFINDO akan terus mendukung agenda pembangunan nasional melalui penguatan layanan verifikasi, inspeksi, pengujian, dan sertifikasi guna meningkatkan transparansi, kepatuhan, serta kredibilitas tata kelola sektor mineral maupun sektor strategis lainnya,” ujar Sandry Pasambuna.

Ia menambahkan bahwa transformasi perusahaan terus diarahkan pada penguatan tata kelola, percepatan adopsi teknologi, peningkatan kualitas layanan, serta perluasan jaringan operasional agar mampu menjawab kebutuhan industri yang semakin dinamis.

“Melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan kapabilitas, kami optimistis SUCOFINDO dapat terus memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global,” tutup Sandry Pasambuna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelopor Pendidikan Accounting Berbasis Technology di Indonesia, School of Accounting BINUS University Raih Top 4 QS World University Rankings by Subject

    Pelopor Pendidikan Accounting Berbasis Technology di Indonesia, School of Accounting BINUS University Raih Top 4 QS World University Rankings by Subject

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 48
    • 0Komentar

    JAKARTA, 19 Juni 2026 – Perkembangan Artificial Intelligence (AI), automation, dan digital transformation kini semakin mengubah cara industri keuangan dan akuntansi bekerja. Profesi akuntan yang sebelumnya identik dengan pembukuan dan administrasi keuangan kini berkembang menjadi mitra strategi bisnis yang dituntut memiliki kemampuan literasi teknologi, berpikir analitis, serta mendukung pengambilan keputusan bisnis. Transformasi ini mendorong perusahaan […]

  • Keterampilan Abad 21 bagi Mahasiswa: Bekal Penting untuk Masa Depan Karier

    Keterampilan Abad 21 bagi Mahasiswa: Bekal Penting untuk Masa Depan Karier

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Di era transformasi digital, perubahan dunia kerja berlangsung semakin cepat. Perusahaan tidak lagi hanya mencari lulusan dengan nilai akademik yang tinggi, tetapi juga individu yang memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu beradaptasi, berkolaborasi, serta memanfaatkan teknologi secara efektif. Inilah yang dikenal sebagai Keterampilan Abad 21 (21st Century Skills). Bagi mahasiswa, keterampilan ini menjadi bekal utama untuk […]

  • Hadapi Tantangan Suku Bunga, BRI Finance Perkuat Fundamental Bisnis

    Hadapi Tantangan Suku Bunga, BRI Finance Perkuat Fundamental Bisnis

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Jakarta, 29 Juni 2026 – Kondisi suku bunga yang masih berada pada level tinggi mendorong pelaku industri pembiayaan untuk semakin adaptif dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan profitabilitas. Bagi perusahaan multifinance, tantangan tidak hanya berasal dari meningkatnya biaya pendanaan (cost of fund), tetapi juga dari kebutuhan untuk mempertahankan kualitas pembiayaan di tengah dinamika ekonomi. […]

  • Adira Finance Tanam 350 Mangrove di Dusun Tangkolak Karawang

    Adira Finance Tanam 350 Mangrove di Dusun Tangkolak Karawang

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Semarang, 19 Januari 2026 – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon mangrove di Dusun Tangkolak, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.  Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-35 Adira Finance sekaligus implementasi nyata program keberlanjutan perusahaan yaitu Sayang Bumiku yang telah berjalan sejak 2020. […]

  • Godrej Consumer Products Lanjutkan Ekspansi di Indonesia Dengan Meresmikan Pabrik Baru di Kendal

    Godrej Consumer Products Lanjutkan Ekspansi di Indonesia Dengan Meresmikan Pabrik Baru di Kendal

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Kendal, Jawa Tengah, 6 Oktober 2026 – Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) hari ini meresmikan pabrik barunya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Fasilitas ini merupakan bagian dari investasi senilai 500 miliar rupiah di Kendal untuk memperkuat kapasitas manufaktur di Indonesia. Investasi ini melanjutkan perjalanan GCPI di Indonesia. Sejak akuisisi di tahun 2010, bisnis GCPI […]

  • Analisa Pasar dari FLOQ: BI Naikkan Suku Bunga, Trump Dukung Kripto, Investor Diminta Waspada Kelola Risiko

    Analisa Pasar dari FLOQ: BI Naikkan Suku Bunga, Trump Dukung Kripto, Investor Diminta Waspada Kelola Risiko

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jakarta, Indonesia [24 Mei 2026] — Pasar aset digital global memasuki pekan keempat Mei 2026 dengan kombinasi sentimen makroekonomi dan regulasi yang semakin mempengaruhi arah pergerakan pasar kripto. Tekanan inflasi Amerika Serikat, kenaikan suku bunga Bank Indonesia, hingga langkah pro-kripto dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi sorotan utama yang diperkirakan akan mempengaruhi perilaku investor global maupun domestik.  Berdasarkan analisa pasar, investor kini menghadapi kondisi pasar yang bergerak di antara tekanan likuiditas global dan meningkatnya legitimasi industri aset digital di tingkat internasional.  Inflasi Amerika Serikat kembali meningkat dengan Consumer Price Index (CPI) tahunan mencapai 3,8% pada April 2026. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (“higher-for-longer”), yang sebelumnya telah memicu arus keluar dana dari aset berisiko termasuk ETF Bitcoin Spot sepanjang awal Mei.  Di tengah tekanan makro tersebut, Presiden Donald Trump pada 19 Mei 2026 menandatangani Executive Order yang mendorong pengurangan hambatan regulasi bagi perusahaan fintech dan aset digital di Amerika Serikat. Kebijakan ini dinilai sebagai salah satu sinyal paling kuat dalam beberapa tahun terakhir terkait integrasi aset digital ke dalam sistem keuangan tradisional.  Langkah tersebut dapat memperkuat legitimasi industri kripto secara global, terutama karena regulator federal AS mulai diarahkan untuk mengeksplorasi integrasi aset digital ke sistem pembayaran tradisional dan infrastruktur keuangan nasional.  Selain itu, pasar juga menyoroti laporan mengenai “Hormuz Safe” dari Iran, sebuah platform asuransi maritim berbasis Bitcoin untuk kapal dan kargo yang melintas di Selat Hormuz. Meskipun tingkat implementasi dan skalanya masih belum terverifikasi secara independen, narasi ini memperkuat pandangan bahwa aset digital mulai digunakan tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga alat pembayaran lintas batas dan mitigasi risiko perdagangan global.  Di Indonesia, […]

expand_less