Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Permohonan Maaf, Perjalanan KA Siliwangi Tertahan Akibat Genangan Air di Petak Jalan Cianjur–Cibeber

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Permohonan Maaf, Perjalanan KA Siliwangi Tertahan Akibat Genangan Air di Petak Jalan Cianjur–Cibeber

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar

Cianjur (Jawa Barat), 5 April 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya perjalanan KA Siliwangi (345) relasi Cipatat – Sukabumi pada hari ini, Minggu 5 April 2026. Gangguan tersebut disebabkan oleh adanya genangan air di petak jalan antara Cianjur – Cibeber pada KM 87+8/9 akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Cianjur pada sore hari.

Akibat kondisi tersebut, untuk sementara perjalanan KA Siliwangi (345) tidak dapat dilanjutkan. Hingga saat ini, rangkaian kereta masih tertahan di Stasiun Cianjur sambil menunggu kondisi lintas kembali aman dan dapat dilalui oleh perjalanan kereta api.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama perusahaan dalam setiap kondisi operasional.

“KAI Daop 2 Bandung menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan KA Siliwangi (345). Keputusan untuk menahan perjalanan dilakukan semata-mata demi memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api tetap terjaga,” ujar Kuswardojo.

Kuswardojo menambahkan, genangan air yang terjadi di jalur rel tidak memungkinkan untuk dilalui oleh kereta api karena berpotensi membahayakan perjalanan. Oleh karena itu, petugas di lapangan saat ini terus melakukan pemantauan serta penanganan guna memastikan kondisi lintas kembali normal.

“Kami terus berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk memantau perkembangan kondisi genangan air. Perjalanan akan segera dilanjutkan setelah dipastikan jalur aman untuk dilalui,” tambahnya.

Sebagai bentuk pelayanan kepada pelanggan, KAI Daop 2 Bandung memberikan opsi pembatalan perjalanan bagi penumpang KA Siliwangi (345) yang tidak berkenan menunggu. Pelanggan dapat melakukan pembatalan tiket dengan kompensasi pengembalian bea sebesar 100% di luar biaya pemesanan. Selain itu, bagi pelanggan yang tetap menunggu keberangkatan di Stasiun Cianjur, KAI Daop 2 Bandung juga diberikan service recovery sebagai bentuk kompensasi dari pelayanan kepada para pelanggan yang terdampak.

KAI Daop 2 Bandung juga mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk tetap mengikuti arahan petugas di stasiun serta memperhatikan informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi KAI.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan pengertian para pelanggan. KAI berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan kereta api,” tutup Kuswardojo.

KAI Daop 2 Bandung akan terus memberikan pembaruan informasi terkait perkembangan kondisi perjalanan KA Siliwangi (345) seiring dengan penanganan genangan air di lokasi terdampak.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hilirisasi Nikel di Sulawalesi Potensi Dorong Ekonomi Lokal Tangguh

    Hilirisasi Nikel di Sulawalesi Potensi Dorong Ekonomi Lokal Tangguh

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    JAKARTA – Hilirisasi nikel dinilai akan mampu menciptakan nilai tambah melalui peningkatan produksi hasil tambang, sekaligus berdampak langsung dalam mendorong ketangguhan ekonomi lokal yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri. Salah satu proyek yang tengah dikembangkan adalah fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi di Morowali, Sulawesi Tengah. Proyek ini diamanatkan kepada PT Vale […]

  • Fusion Hotel Group Indonesia Pererat Koneksi dengan Komunitas Kreatif Batam melalui Creator Afternoon Tea & Media Dinner

    Fusion Hotel Group Indonesia Pererat Koneksi dengan Komunitas Kreatif Batam melalui Creator Afternoon Tea & Media Dinner

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Menjelang ulang tahun pertamanya pada 26 September 2026, Ayola Signature Ocarina Batam bersama Fusion Hotel Group Indonesia menggelar Creator Afternoon Tea & Media Dinner di Maris Restaurant pada 24 September 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk melihat kembali perjalanan satu tahun Ayola sekaligus mempererat hubungan dengan komunitas kreatif dan media di Batam. Batam, 24 […]

  • IPCC Catat Pertumbuhan Operasional Hingga Agustus 2026, Terminal Satelit Perkuat Kinerja Konsolidasi

    IPCC Catat Pertumbuhan Operasional Hingga Agustus 2026, Terminal Satelit Perkuat Kinerja Konsolidasi

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Jakarta, September 2026 – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC), sebagai operator terminal kendaraan terbesar di Indonesia di bawah naungan PT Pelindo Multi Terminal, terus memperkuat kinerja operasional melalui transformasi dan pengembangan layanan yang dijalankan Perseroan. Hal tersebut tercermin dari peningkatan trafik operasional secara konsolidasi antara Branch Jakarta dan lima Terminal Satelit IPCC hingga […]

  • Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam. Hal ini menjadikannya alternatif yang semakin relevan bagi investor yang ingin tetap berada dalam ekosistem pasar global tanpa terekspos langsung pada volatilitas tinggi.  Akibatnya, aliran dana yang sebelumnya berpotensi keluar dari pasar kripto tidak sepenuhnya meninggalkan ekosistem, melainkan berpindah ke stablecoin sebagai bentuk reposisi sementara. Dalam konteks ini, pertumbuhan stablecoin bukan sekadar refleksi dari kehati-hatian investor, tetapi indikasi bahwa likuiditas global masih berada di dalam system, menunggu momentum berikutnya.  Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor. Jika sebelumnya kondisi risk-off sering diartikan sebagai keluar dari pasar sepenuhnya, kini semakin banyak pelaku pasar yang memilih untuk tetap berada dalam ekosistem melalui stablecoin. Dengan demikian, mereka tetap memiliki fleksibilitas untuk kembali masuk ke aset berisiko ketika kondisi mulai membaik.  Dalam konteks Indonesia, pilihan safe haven juga menjadi semakin beragam. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai dalam jangka panjang, sementara dolar AS mempertahankan posisinya sebagai mata uang global yang dominan. Namun, stablecoin menghadirkan dimensi baru dengan menggabungkan karakteristik dolar dengan fleksibilitas aset digital yang dapat diakses secara real-time.  “Kita sedang berada di fase pasar yang tidak nyaman, dan justru di situlah peluang biasanya muncul. Dalam jangka pendek, tekanan makro masih tinggi dan volatilitas tidak akan hilang. Karena itu, sebagian investor mulai lebih taktis, termasuk meningkatkan alokasi ke stablecoin sebagai ‘dry powder’,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.  Menurut Yudhono, pertanyaan yang lebih relevan bagi investor saat ini bukan lagi sekadar arah pasar, tetapi kesiapan dalam merespons perubahan tersebut. “Bukan soal apakah pasar akan naik atau turun, tetapi apakah kita siap saat likuiditas kembali masuk. […]

  • LRT Jabodebek Tetap Beroperasi Normal Pascagempa 5,9 SR

    LRT Jabodebek Tetap Beroperasi Normal Pascagempa 5,9 SR

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan prasarana dan operasional LRT Jabodebek tetap aman dan berjalan normal setelah gempa bumi 5,9 SR yang terjadi di wilayah Kepulauan Seribu pada Sabtu (12/9). Setelah menerima informasi gempa, petugas OCC segera melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap jalur, persinyalan, stasiun, serta prasarana pendukung dengan dukungan Seismic Detection Alarm System (SDAS). […]

  • Menjawab Tren Touring, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Motor Premium dengan Bunga Kompetitif

    Menjawab Tren Touring, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Motor Premium dengan Bunga Kompetitif

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Jakarta, 7 Mei 2026 – Tren touring motor di Indonesia terus menunjukkan peningkatan, seiring berkembangnya gaya hidup berkendara jarak jauh yang mengedepankan pengalaman, eksplorasi, dan konektivitas. Aktivitas ini kini tidak hanya menjadi bagian dari komunitas otomotif, tetapi juga semakin diminati oleh masyarakat urban dan profesional muda. Secara industri, pasar sepeda motor nasional tetap menunjukkan daya […]

expand_less