Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » KEK Gresik Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Berdaya Saing Global

KEK Gresik Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Berdaya Saing Global

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar

GRESIK – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik kian mengukuhkan posisinya sebagai hub hilirisasi terintegrasi berdaya saing global di Asia Tenggara. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) dua proyek strategis sektor mineral di kawasan terkait fasilitas produksi brass mill dan brass cup serta pabrik manufaktur emas logam mulia pada Rabu (29/4).

Proyek yang merupakan bagian dari 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II inisiasi BPI Danantara ini melibatkan kolaborasi strategis antara MIND ID, DEFEND ID, dan Pelindo.

Dalam skemanya, katoda tembaga dari smelter akan diolah menjadi brass cup dan brass mill berkapasitas 10.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan amunisi nasional. Sementara itu, untuk pengolahan emas, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akan memproses hasil pemurnian logam menjadi emas batangan (bullion) guna memperkuat rantai pasok logam mulia domestik.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa pengembangan industri derivatif di Gresik merupakan langkah nyata dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi daerah. Inisiatif ini diyakini mampu menjadi motor penggerak baru bagi struktur ekonomi Jawa Timur agar semakin kokoh dan berdaya saing.

“Definisi maju tentu adalah kemampuan kita mengembangkan industri strategis yang membuat bangsa ini menjadi berdikari. Prasyarat untuk mewujudkan hal tersebut adalah adanya ekosistem yang mumpuni. Itulah sebabnya Jawa Timur ingin menjadi bagian penting dari rantai nilai (value chain) industri nasional,” ujar Emil saat meresmikan proyek tersebut di KEK Gresik.

Emil menjelaskan, hilirisasi di KEK Gresik kini telah melompat ke tahap produk turunan tingkat dua dan tiga. Ia mencontohkan bagaimana katoda tembaga kini diolah lebih lanjut menjadi copper rod, copper foil, hingga brass cup yang merupakan bahan baku peluru.

“Kita sudah bergeser ke arah industri derivatif. Katoda tembaga yang dihasilkan smelter kini diolah menjadi brass cup oleh Pindad untuk kebutuhan amunisi. Jadi, peluru yang biasanya diimpor untuk kebutuhan TNI, ke depan akan diproduksi di dalam negeri menggunakan bahan baku lokal,” tuturnya.

Kehadiran fasilitas brass mill ini diproyeksikan mampu menekan angka impor komponen amunisi TNI secara signifikan sekaligus memperkuat kemandirian pertahanan melalui integrasi produksi di kawasan yang sama.

Secara sosial-ekonomi, proyek terintegrasi ini diperkirakan akan menyerap hingga 7.000 tenaga kerja terampil. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi lintas BUMN yang melibatkan PT Freeport Indonesia sebagai penyedia bahan baku, PT Pindad, PT Antam, hingga PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) melalui PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) sebagai mitra infrastruktur pelabuhan.

Guna mendukung transformasi KEK Gresik sebagai hub hilirisasi berdaya saing global, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen memperkuat efisiensi logistik melalui perbaikan infrastruktur di sekitar kawasan, termasuk pelebaran akses jalan tol dan pembenahan jembatan guna memastikan kelancaran operasional KEK Gresik sebagai tulang punggung industri nasional.

“KEK Gresik bukan lagi single commodity, melainkan multi-commodity hub. Dengan dukungan infrastruktur dari Pelindo dan ekosistem industri yang sudah ‘nyambung’, kawasan ini akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang menyerap ribuan tenaga kerja terampil,” tambah Emil.

Dari sisi makroekonomi, posisi KEK Gresik di jantung aglomerasi Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan) memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Emil memaparkan bahwa wilayah ini menyumbang hampir separuh dari PDRB Jawa Timur.

“Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di kawasan Gerbangkertosusila mencapai hampir separuh dari perekonomian Jawa Timur. Mengingat Jawa Timur menyumbang seperenam ekonomi nasional, maka perputaran ekonomi di aglomerasi ini saja mencakup hampir 10 persen dari total ekonomi Indonesia. Ini adalah keunggulan kompetitif yang harus kita jaga,” tegasnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Next-Gen Consoles and Accessories for the Ultimate Experience

    Next-Gen Consoles and Accessories for the Ultimate Experience

    • calendar_month Minggu, 7 Jan 2024
    • account_circle reputasi
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Momentum Penguatan Industri Baja Nasional di Tengah Gejolak Selat Hormuz

    Momentum Penguatan Industri Baja Nasional di Tengah Gejolak Selat Hormuz

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Jakarta, 08 April 2026 Gejolak geopolitik di kawasan Teluk, khususnya gangguan di Selat Hormuz, menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri baja nasional. Disrupsi jalur logistik global tidak hanya meningkatkan biaya energi dan distribusi, tetapi juga memicu perubahan arus perdagangan baja dunia. Perkuat Ketahanan dan Respons Kebijakan  Merespons kondisi tersebut, PT Krakatau Steel […]

  • RTRW Sulawesi Utara Disetujui, Dasar Hukum Pembangunan Kian Kuat

    RTRW Sulawesi Utara Disetujui, Dasar Hukum Pembangunan Kian Kuat

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Editor Reputasi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    SULAWESI UTARA, ReputasiPlus.com – Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Utara akhirnya memperoleh persetujuan substansi dari pemerintah pusat setelah melalui proses pembahasan panjang sejak 2019. Dokumen strategis tersebut menjadi fondasi hukum dalam pengaturan pemanfaatan ruang dan arah pembangunan daerah. Persetujuan diserahkan langsung oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nurson Wahid, […]

  • Mahasiswa Universitas Perjuangan Tasikmalaya Melakukan Kunjungan Kuliah Kerja ke PLTA Jatigede

    Mahasiswa Universitas Perjuangan Tasikmalaya Melakukan Kunjungan Kuliah Kerja ke PLTA Jatigede

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Sumedang, 3 Februari 2026 Pada tanggal 3 Februari 2026, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil dari Universitas Perjuangan Tasikmalaya melakukan Kunjungan Kuliah Kerja ke PLTA Jatigede, Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengalaman langsung mengenai sistem pembangkit listrik ramah lingkungan serta pemanfaatan energi terbarukan. Dalam kunjungan nya pihak Universitas langsung diterima oleh […]

  • Bank Raya Hadir sebagai Official Partner P-Land: K-pop Art Market Vol.5, Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Digital

    Bank Raya Hadir sebagai Official Partner P-Land: K-pop Art Market Vol.5, Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Digital

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan dan memperkuat ekosistem digital dengan berpartisipasi sebagai Official Partner dalam P-Land: K-pop Art Market Vol.5 yang akan berlangsung pada 6–7 Juni 2026 di Nirmana Falatehan, Blok M, Jakarta Selatan. Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali menunjukkan komitmennya […]

  • Rapat Kerja Bersama Komisi V DPR RI, Menteri PU Paparkan Progres Penanganan Bencana di Sumatera

    Rapat Kerja Bersama Komisi V DPR RI, Menteri PU Paparkan Progres Penanganan Bencana di Sumatera

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 66
    • 0Komentar

    JAKARTA, Januari 2026 – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menghadiri Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, Menteri Dody melaporkan perkembangan penanganan pascabencana yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kementerian PU memastikan langkah penanganan dilakukan secara terpadu lintas sektor oleh Bina Marga, Sumber […]

expand_less