Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Ketika Kampus Tak Lagi Cukup Sekadar Digital: Metranet dan Masa Depan Pendidikan Tinggi Indonesia

Ketika Kampus Tak Lagi Cukup Sekadar Digital: Metranet dan Masa Depan Pendidikan Tinggi Indonesia

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar

Melalui konsep Building Impactful Universities untuk membangun perguruan tinggi yang bermutu, berdampak, dan mampu berdaya saing global, Metranet melihat teknologi sebagai enabler.

Perguruan tinggi Indonesia tengah memasuki fase baru dalam pemanfaatan teknologi. Digitalisasi tidak lagi cukup dimaknai sebagai upaya memindahkan layanan dan proses ke platform digital, tetapi perlu diarahkan untuk membangun institusi yang lebih adaptif, berbasis data, inovatif, dan mampu menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Perspektif tersebut menjadi salah satu konteks kehadiran Metranet, anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dalam Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 yang berlangsung di Aula Timur dan Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, pada 31 Agustus–1 September 2026. Mengusung tema “Empowering PDDikti (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi) through IDREN Collaboration: Advancing IT Governance, Cyber Resilience, and Operational Excellence”, forum ini mempertemukan pimpinan teknologi informasi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia bersama pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan terkait.

Selama dua hari, forum ini membahas sejumlah agenda strategis yang menjadi fondasi pengembangan pendidikan tinggi berbasis teknologi, mulai dari integrasi dan pelaporan PDDikti, perluasan konektivitas melalui Indonesia Research and Education Network (IDREN), tata kelola teknologi informasi, pemerintahan digital, ketahanan siber, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk analitik data dan pelaporan. Diskusi juga diperluas melalui sesi meja bundar yang membahas tata kelola dan kebijakan TI, ekosistem data pendidikan tinggi, transformasi digital, ketahanan siber, serta SDM digital dan kepemimpinan TI.

Bagi Metranet, berbagai agenda tersebut menunjukkan bahwa masa depan kampus digital membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Teknologi perlu ditempatkan sebagai enabler yang menghubungkan kebutuhan akademik, operasional, data, inovasi, dan aktivitas ekonomi kampus sehingga menghasilkan nilai yang nyata.

Pandangan tersebut dituangkan Metranet melalui kerangka “Building Impactful Universities”, yang menggambarkan evolusi perguruan tinggi menuju empat area utama: AI-Ready Campus, Digital University, Campus Economic Hub, serta Research to Impact to Market. Keempat area tersebut didukung oleh kapabilitas Metranet Group pada lima area, yaitu technology, AI, data, commerce, dan ecosystem.

“Kami melihat transformasi perguruan tinggi bukan semata-mata mengenai seberapa banyak teknologi yang digunakan, tetapi seberapa besar nilai yang dapat dihasilkan dari pemanfaatannya. Teknologi harus mampu meningkatkan kualitas layanan, memperkuat pengambilan keputusan, membuka ruang inovasi, dan mendukung perguruan tinggi menghasilkan dampak yang lebih besar. Karena itu, Metranet mengambil posisi sebagai Digital Enabler for Nation untuk membantu menghadirkan kapabilitas yang relevan dengan kebutuhan tersebut,” ujar Faisal Yusuf, Direktur Bisnis Metranet.

Dalam visi tersebut, digitalisasi bukan sekadar membangun layanan berbasis teknologi, melainkan menyatukan berbagai aspek perguruan tinggi, mulai dari akademik dan riset hingga pengalaman mahasiswa dan operasional. Dukungan data dan AI kemudian memungkinkan institusi mengambil keputusan secara lebih cerdas, meningkatkan kualitas layanan, dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi seluruh ekosistemnya. 

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Metranet menghadirkan sejumlah kapabilitas melalui portofolionya, antara lain SCALA sebagai digital transformation enabler, Xooply sebagai e-commerce platform, Cazbox sebagai community platform, dan Uzone sebagai digital literacy platform. Metranet juga memperkuat kapabilitasnya melalui kolaborasi dengan Google untuk produk Google Education dan Zoom Communications untuk produk Zoom Workplace di sektor pendidikan.

Portofolio tersebut merepresentasikan pendekatan Metranet yang tidak hanya berfokus pada penyediaan teknologi, tetapi juga pada bagaimana berbagai kapabilitas dapat menjawab kebutuhan institusi secara lebih utuh, mulai dari transformasi proses, pengembangan layanan, penguatan komunitas, hingga peningkatan literasi digital.

“Perguruan tinggi memiliki kebutuhan yang sangat beragam dan tidak dapat diselesaikan oleh satu solusi saja. Karena itu, pendekatannya harus berbasis ekosistem. Pemerintah memiliki peran dalam kebijakan dan arah nasional, perguruan tinggi memahami kebutuhan akademik dan institusionalnya, sementara industri dan technology partner dapat membawa kapabilitas untuk mempercepat implementasi. Metranet ingin mengambil peran sebagai penghubung kekuatan tersebut,” lanjut Faisal.

Pendekatan berbasis ekosistem ini menjadi semakin relevan ketika pendidikan tinggi dihadapkan pada tantangan yang bersifat lintas institusi. Perbedaan tingkat kematangan teknologi, kualitas dan interoperabilitas data, risiko keamanan siber, serta kebutuhan mengadopsi cloud dan AI secara strategis menjadi sejumlah isu yang perlu dijawab bersama oleh ekosistem pendidikan tinggi.

Karena itu, Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 menjadi ruang untuk menyamakan perspektif dan menyusun langkah bersama. Forum ini diarahkan untuk membangun kesepahaman mengenai arah transformasi digital pendidikan tinggi sekaligus memperkuat tata kelola TI, infrastruktur dan konektivitas, keamanan siber, pemanfaatan AI, serta jejaring kolaborasi antar-CIO dengan perguruan tinggi.

Bagi Metranet, keterlibatan dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperluas kontribusi TelkomGroup dalam mendukung kemajuan pendidikan Indonesia. Dengan mempertemukan kapabilitas teknologi, mitra strategis, dan kebutuhan institusi, Metranet melihat peluang untuk membantu perguruan tinggi bergerak menuju institusi yang tidak hanya digital, tetapi juga bermutu, berdampak, dan mampu berdaya saing secara global.

“Pada akhirnya, teknologi bukanlah tujuan akhir. Teknologi adalah enabler untuk menciptakan perguruan tinggi yang bermutu, berdampak, dan mendunia. Kami percaya ketika pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan technology partner bergerak bersama, transformasi yang dihasilkan tidak hanya memperkuat institusi, tetapi juga memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia,” tutup Faisal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waskita Beton Precast Laksanakan RUPSLB, Bahas Langkah Perseroan ke Depan

    Waskita Beton Precast Laksanakan RUPSLB, Bahas Langkah Perseroan ke Depan

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Jakarta, Oktober 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda pengukuhan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham sebelumnya terkait konversi utang menjadi ekuitas dan penyesuaian permodalan Perseroan. Agenda tersebut berkaitan dengan pelaksanaan ketentuan Perjanjian Perdamaian. Dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui agenda terkait pengukuhan keputusan RUPS sebelumnya mengenai […]

  • ENSIA 2026: Saat Inovasi Menjadi Kunci Bisnis Berkelanjutan dan Ketangguhan Masyarakat

    ENSIA 2026: Saat Inovasi Menjadi Kunci Bisnis Berkelanjutan dan Ketangguhan Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Denpasar, (10/9) – PT SUCOFINDO (PERSERO) kembali menyelenggarakan Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 sebagai ajang apresiasi bagi dunia usaha dan masyarakat yang menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial berdampak nyata. Mengusung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community”, ENSIA 2026 hadir untuk mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya memperkuat daya saing bisnis, tetapi […]

  • UPH Festival 2026 Bekali Hampir 7.000 Mahasiswa Baru untuk Menemukan Jati Diri dan Panggilan sebagai Pemimpin Berdampak

    UPH Festival 2026 Bekali Hampir 7.000 Mahasiswa Baru untuk Menemukan Jati Diri dan Panggilan sebagai Pemimpin Berdampak

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Universitas Pelita Harapan (UPH) menghadirkan UPH Festival 2026 sebagai rangkaian penyambutan bagi hampir 7.000 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Kegiatan ini berlangsung pada 13–15 Agustus 2026 di Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, serta 10–12 Agustus 2026 di UPH Kampus Medan. Universitas Pelita Harapan (UPH) menghadirkan UPH Festival […]

  • Bank Raya Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Dukung Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia

    Bank Raya Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Dukung Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya terus memperkuat komitmen nya dalam menghadirkan inovasi produk digital di Aplikasi Raya, guna mewujudkan visinya sebagai Bank Digital Utama yang memberikan akses terluas bagi masyarakat di Indonesia. Komitmen inovasi ini membawa Bank Raya pada berbagai prestasi yang diraih yaitu Peringkat 32 dari Top 100 Danantara Indonesia […]

  • Analisa Pasar dari FLOQ: BI Naikkan Suku Bunga, Trump Dukung Kripto, Investor Diminta Waspada Kelola Risiko

    Analisa Pasar dari FLOQ: BI Naikkan Suku Bunga, Trump Dukung Kripto, Investor Diminta Waspada Kelola Risiko

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Jakarta, Indonesia [24 Mei 2026] — Pasar aset digital global memasuki pekan keempat Mei 2026 dengan kombinasi sentimen makroekonomi dan regulasi yang semakin mempengaruhi arah pergerakan pasar kripto. Tekanan inflasi Amerika Serikat, kenaikan suku bunga Bank Indonesia, hingga langkah pro-kripto dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi sorotan utama yang diperkirakan akan mempengaruhi perilaku investor global maupun domestik.  Berdasarkan analisa pasar, investor kini menghadapi kondisi pasar yang bergerak di antara tekanan likuiditas global dan meningkatnya legitimasi industri aset digital di tingkat internasional.  Inflasi Amerika Serikat kembali meningkat dengan Consumer Price Index (CPI) tahunan mencapai 3,8% pada April 2026. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (“higher-for-longer”), yang sebelumnya telah memicu arus keluar dana dari aset berisiko termasuk ETF Bitcoin Spot sepanjang awal Mei.  Di tengah tekanan makro tersebut, Presiden Donald Trump pada 19 Mei 2026 menandatangani Executive Order yang mendorong pengurangan hambatan regulasi bagi perusahaan fintech dan aset digital di Amerika Serikat. Kebijakan ini dinilai sebagai salah satu sinyal paling kuat dalam beberapa tahun terakhir terkait integrasi aset digital ke dalam sistem keuangan tradisional.  Langkah tersebut dapat memperkuat legitimasi industri kripto secara global, terutama karena regulator federal AS mulai diarahkan untuk mengeksplorasi integrasi aset digital ke sistem pembayaran tradisional dan infrastruktur keuangan nasional.  Selain itu, pasar juga menyoroti laporan mengenai “Hormuz Safe” dari Iran, sebuah platform asuransi maritim berbasis Bitcoin untuk kapal dan kargo yang melintas di Selat Hormuz. Meskipun tingkat implementasi dan skalanya masih belum terverifikasi secara independen, narasi ini memperkuat pandangan bahwa aset digital mulai digunakan tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga alat pembayaran lintas batas dan mitigasi risiko perdagangan global.  Di Indonesia, […]

  • Menatap Akhir 2026, BRI Finance Optimistis terhadap Prospek Pembiayaan Alat Berat

    Menatap Akhir 2026, BRI Finance Optimistis terhadap Prospek Pembiayaan Alat Berat

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Jakarta, 4 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) melihat prospek pembiayaan alat berat masih terbuka hingga penghujung 2026. Permintaan tidak hanya berasal dari industri komoditas, tetapi juga dari sektor produktif lain yang membutuhkan alat berat untuk menunjang kegiatan operasional dan investasi. Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa aktivitas usaha […]

expand_less