Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Kualitas Portofolio Terjaga, BRI Finance Catat NPF 2,23% per Februari 2026

Kualitas Portofolio Terjaga, BRI Finance Catat NPF 2,23% per Februari 2026

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar

Jakarta, 11 April 2026 – Di tengah meningkatnya perhatian industri pembiayaan terhadap risiko kredit, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) tetap mampu menjaga kualitas portofolio pembiayaannya secara solid. Hingga Februari 2026, Perusahaan mencatat rasio non-performing financing (NPF) sebesar 2,23%, berada dalam kisaran yang sehat dan sesuai dengan ketentuan regulator.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan bahwa kinerja tersebut merupakan hasil dari konsistensi Perseroan dalam menerapkan prinsip kehati-hatian serta penguatan manajemen risiko secara berkelanjutan di seluruh proses bisnis. “Perusahaan memastikan bahwa setiap tahapan pembiayaan dilakukan secara terukur, mulai dari seleksi debitur, analisis kelayakan, hingga pemantauan kualitas portofolio secara berkala,” ujar Wahyudi.

Selain itu, Perusahaan juga terus memperkuat fungsi collection dan meningkatkan efektivitas monitoring pembayaran debitur. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah mitigasi risiko untuk menjaga kualitas aset tetap terjaga di tengah dinamika eksternal.

Secara industri, Otoritas Jasa Keuangan mencatat adanya peningkatan rasio pembiayaan bermasalah dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri untuk memperkuat penerapan manajemen risiko serta lebih selektif dalam penyaluran pembiayaan.

“Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan pencadangan dan mendorong industri untuk lebih prudent dalam melakukan ekspansi, dengan tetap mengedepankan kualitas portofolio,” jelas Wahyudi.

Meskipun demikian, BRI Finance memandang bahwa peluang pertumbuhan tetap terbuka. Penyaluran pembiayaan pada awal tahun 2026 masih menunjukkan tren yang terjaga, dengan pendekatan yang lebih selektif dan mempertimbangkan profil risiko debitur serta kondisi daya beli masyarakat.

Hal ini sejalan dengan perkembangan industri yang masih mencatat aktivitas pembiayaan, didukung oleh perbaikan aktivitas ekonomi dan kinerja sektor otomotif. Dalam konteks tersebut, Perseroan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset.

“Dengan penerapan manajemen risiko yang disiplin serta penguatan fungsi monitoring dan collection, Perseroan optimistis dapat menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan,” tutup Wahyudi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Minyak WTI Hari Ini Berpotensi Turun, Ini Analisis Dupoin Futures

    Harga Minyak WTI Hari Ini Berpotensi Turun, Ini Analisis Dupoin Futures

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak dalam kondisi volatil di tengah ketidakpastian geopolitik dan perkembangan pasokan minyak global. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, secara teknikal WTI masih menghadapi potensi tekanan karena harga belum mampu menembus area supply 96.50–99.06. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat bahwa kegagalan harga WTI melakukan penutupan di atas area supply […]

  • Bitcoin Tembus US.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC

    Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 53
    • 0Komentar

    [Jakarta, 5 Mei 2026] – Pasar global memasuki fase transisi yang krusial. Dalam satu minggu terakhir, investor dihadapkan pada tiga perkembangan utama: pertemuan terakhir Federal Reserve di bawah kepemimpinan Jerome Powell, meningkatnya perpecahan internal dalam Federal Open Market Committee (FOMC), serta volatilitas tajam di pasar kripto pasca pengumuman kebijakan moneter.  Kombinasi ini menunjukkan bahwa pasar tidak sekadar bereaksi terhadap peristiwa jangka pendek, tetapi sedang menyesuaikan ekspektasi terhadap arah kebijakan global, likuiditas, dan risk appetite ke depan.  The Fed Memasuki Era Transisi, Ketidakpastian Masih Mendominasi  Pada 29 April, Jerome Powell memimpin pertemuan FOMC terakhirnya sebagai Ketua The Fed. Suku bunga dipertahankan di kisaran 3,50%–3,75% untuk ketiga kalinya berturut-turut, menegaskan pendekatan data-dependent di tengah tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda.  Di saat yang sama, Komite Perbankan Senat AS meloloskan nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya dengan selisih tipis. Jika disahkan dalam voting penuh Senat dalam waktu dekat, Warsh akan resmi menggantikan Powell pada pertengahan Mei, menandai salah satu transisi kepemimpinan paling penting bagi pasar keuangan global tahun ini.  Namun, sinyal yang lebih dalam justru datang dari dinamika internal FOMC. Empat anggota menyampaikan dissent dalam satu keputusan, fenomena yang jarang terjadi dan mencerminkan perbedaan pandangan yang semakin tajam terkait arah kebijakan moneter ke depan.  Situasi ini memperkuat narasi higher-for-longer. Selama tekanan inflasi, terutama dari sektor energi dan ketegangan geopolitik global, belum mereda, ruang bagi The Fed untuk beralih ke kebijakan yang lebih akomodatif masih terbatas.  Bitcoin dan Pola Sell-the-News: Volatilitas Tanpa Perubahan Struktur  Di pasar kripto, Bitcoin saat ini bergerak di kisaran US$80.000–US$81.000*, mencerminkan fase konsolidasi setelah reaksi cepat pasca-FOMC. Berdasarkan analisis internal , harga Bitcoin sempat turun sekitar US$1.300 hanya dalam waktu 10 menit setelah pengumuman kebijakan, melanjutkan pola sell-the-news yang telah terjadi dalam 8 dari 9 pertemuan The Fed terakhir.  Fenomena ini menegaskan bahwa volatilitas pasca-FOMC merupakan respons jangka pendek terhadap likuiditas dan positioning pasar, bukan refleksi perubahan fundamental. Secara historis, periode 24–48 jam setelah pengumuman kebijakan sering kali dipenuhi fluktuasi tajam sebelum pasar kembali mengikuti arah tren yang lebih besar.  Di tengah tekanan jangka pendek tersebut, fondasi struktural pasar kripto tetap menunjukkan ketahanan. Arus dana institusional, khususnya melalui produk spot Bitcoin ETF, masih mencerminkan akumulasi yang konsisten. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar besar tetap berfokus pada narasi adopsi jangka panjang, bukan volatilitas berbasis peristiwa.  Dari sisi teknikal, […]

  • SUCOFINDO Perkuat Jaminan Produk Halal, Tuniang Bali Raih Sertifikat Halal

    SUCOFINDO Perkuat Jaminan Produk Halal, Tuniang Bali Raih Sertifikat Halal

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Denpasar, (23/1) – PT SUCOFINDO (PERSERO) sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Utama memastikan penerapan standar kehalalan produk kuliner melalui proses pemeriksaan halal terhadap Resto Tuniang Bali. Hasilnya, Tuniang Bali resmi memperoleh Sertifikat Halal yang diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai bentuk jaminan kehalalan menu yang disajikan kepada konsumen. Penyerahan sertifikat halal dilakukan […]

  • Peringati Hari Gizi Nasional, KAI Logistik Distribusikan 300 Paket Gizi Untuk Masyarakat Di Marunda

    Peringati Hari Gizi Nasional, KAI Logistik Distribusikan 300 Paket Gizi Untuk Masyarakat Di Marunda

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 88
    • 0Komentar

    KAI Logistik menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) khususnya dalam momentum Memperingati Hari Gizi Nasional. Pada momentum ini, perusahaan berkolaborasi dengan Rumah Zakat menyalurkan 300 paket gizi kepada masyarakat di wilayah Marunda, Jakarta Utara, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini […]

  • Tidak Setiap Dinding Hotel Butuh Wall Art

    Tidak Setiap Dinding Hotel Butuh Wall Art

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Dalam setiap proyek budget hotel yang ditangani, Artavia—sub-brand modular wall art dari Spasium—selalu membawa pertanyaan yang sama ke meja perencanaan: di mana wall art benar-benar dibutuhkan? Jawabannya, menurut pengalaman Artavia di lapangan, hampir selalu sama. Bukan di setiap dinding, melainkan di titik-titik yang paling berdampak pada pengalaman tamu. Dari situ, Artavia menyusun pendekatan yang lebih […]

  • Respons Penghentian Insentif Motor Listrik, BRI Finance Perkuat Strategi dan Program Pembiayaan

    Respons Penghentian Insentif Motor Listrik, BRI Finance Perkuat Strategi dan Program Pembiayaan

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Jakarta, 17 Februari 2026 – Penghentian insentif kendaraan motor listrik sejak Desember 2025 oleh Pemerintah Indonesia menjadi perhatian industri pembiayaan nasional. Kebijakan tersebut mendorong terjadinya penyesuaian harga di pasar yang berujung pada potensi pengaruh daya beli masyarakat, serta dinamika pertumbuhan pembiayaan di segmen kendaraan listrik. Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menilai berakhirnya insentif ini […]

expand_less