Laga Legenda Penuh Nostalgia: Persija Glory Unggul Tipis atas Persma All Star di Duel Sarat Emosi
- account_circle Editor Reputasi
- calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
- visibility 37
- comment 0 komentar

Manado, www.reputasiplus.com — Lapangan KONI Sario Manado menjadi saksi laga sarat emosi dan nostalgia saat Persija Glory menghadapi Persma 1960 All Star dalam pertandingan persahabatan legenda, Rabu (12/11/2025). Ribuan penonton memadati tribun sejak sore hari untuk menyaksikan reuni para bintang lapangan hijau yang pernah mengharumkan nama sepak bola Indonesia dan Sulawesi Utara.
Pertandingan berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Persija Glory tampil dominan dan agresif di awal laga. Perry Sandria menjadi bintang utama dengan dua gol cepat di babak pertama, hasil umpan cerdas Firman Utina. Gol pertama tercipta melalui sontekan tajam Perry setelah menerima umpan manis Firman, sementara gol kedua lahir dari umpan panjang yang menembus jantung pertahanan Persma, membuat skor sementara 0–2.

Tak ingin dipermalukan di kandang sendiri, Persma 1960 All Star mencoba bangkit. Upaya mereka membuahkan hasil menjelang turun minum, saat Frangky Rais memperkecil kedudukan menjadi 1–2 lewat aksi solo run yang memukau penonton. Namun, kebangkitan Persma harus kembali terhenti setelah Budiman Yunus menambah keunggulan Persija di awal babak kedua lewat tendangan keras dari luar kotak penalti, menjadikan skor 3–1.
Belum puas, Perry Sandria menuntaskan hattrick-nya lewat titik putih setelah pelanggaran di kotak penalti. Skor 4–1 membuat Persija Glory semakin percaya diri. Meski tertinggal jauh, Persma All Star menunjukkan semangat juang tinggi. Arifin Adrian berhasil memanfaatkan bola muntah untuk mencetak gol kedua, disusul oleh Herry Rosit yang memperkecil jarak menjadi 3–4 lewat penyelesaian cepat di depan gawang.

Jual beli serangan terus terjadi hingga peluit panjang dibunyikan. Beberapa peluang emas tercipta di menit-menit akhir, namun pertahanan Persija Glory tetap solid hingga pertandingan usai. Laga pun berakhir dengan skor 3–4 untuk kemenangan Persija Glory, disambut tepuk tangan meriah dari para penonton yang menikmati duel nostalgia penuh semangat dan tawa.
Pertandingan ini bukan hanya ajang unjuk kebolehan, tetapi juga momen silaturahmi dan penghormatan bagi para legenda sepak bola Indonesia. Suasana keakraban dan sportivitas yang tercipta menjadi simbol kebangkitan semangat sepak bola di Sulawesi Utara, serta bukti bahwa gairah lapangan hijau tak pernah padam meski waktu terus berjalan.
Redaksi ReputasiPlus
- Penulis: Editor Reputasi


