Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pacu Arus Peti Kemas, Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026

Pacu Arus Peti Kemas, Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026

  • account_circle adm9l9jps
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • visibility 1
  • comment 0 komentar

PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) memasang target arus peti kemas sebanyak 13,77 juta TEUs di seluruh terminalnya pada 2026

Surabaya (10/02/2026) Operator terminal layanan jasa kepelabuhanan PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menatap tahun 2026 dengan dengan penuh optimis. Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ini memasang target arus peti kemas sebanyak 13,77 juta TEUs di seluruh terminalnya pada 2026. Target tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 5 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya, sekaligus melonjak hingga 10 persen jika dibandingkan realisasi 2024 yang berada di angka 12,48 juta TEUs.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan optimisme tersebut didorong oleh solidnya kinerja ekonomi nasional serta meningkatnya aktivitas industri di berbagai wilayah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 yang mencapai 5,11 persen menjadi salah satu indikator utama.

“Kami optimistis melihat geliat industri di berbagai daerah. Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi bahan bakar utama bagi kami untuk mencapai target ini,” ujar Widyaswendra di Surabaya, Selasa (10/02/2026).

Sejumlah terminal diproyeksi bakal menjadi motor pertumbuhan arus peti kemas. Di Sulawesi, Terminal Peti Kemas Kendari terdorong oleh meningkatnya ekspor nikel. Di Kalimantan Utara, Terminal Peti Kemas Tarakan bersiap menangkap potensi logistik gas alam cair (LNG). Sementara di kawasan timur Indonesia, Terminal Peti Kemas Merauke mencatat kenaikan arus barang seiring masifnya dukungan logistik untuk Proyek Strategis Nasional (PSN).

Untuk Pulau Jawa, Terminal Peti Kemas Semarang diprediksi semakin sibuk sejalan dengan berkembangnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK), yang mendorong aktivitas ekspor-impor sektor manufaktur.

Di sisi lain, PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas luar negeri tahun 2025 sebanyak 4,40 Juta TEUs atau meningkat 10,28 persen dibandingkan periode tahun 2024. Jumlah tersebut terdiri dari peti kemas impor sebanyak 2,12 Juta TEUs, peti kemas ekspor 2,25 Juta TEUs dan peti kemas transhipment 30 ribu TEUs.

“Untuk mendukung pencapaian target tahun 2026, sejumlah terminal peti kemas yang kami kelola akan dilengkapi dengan alat bongkar muat baru dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan peti kemas bagi para pengguna jasa perusahaan,” seru Widyaswendra.

Penggerak Rantai Logistik

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, memperkirakan ekspor Indonesia akan tumbuh sekitar 7 persen pada 2026. Salah satu pemicu utama adalah semakin banyaknya perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) yang dijalin dengan negara mitra.

“FTA membuka akses pasar lebih luas dan menurunkan hambatan tarif, sehingga produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif,” jelas Benny. Dengan kata lain, kebijakan ini tidak hanya mendorong volume ekspor, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di kancah perdagangan global.

Sementara itu, sektor logistik diprediksi akan tumbuh melampaui laju pertumbuhan ekonomi. Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Trismawan Sanjaya, memperkirakan sektor transportasi dan pergudangan akan tumbuh antara 10–11,6 persen, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp 1.700 triliun.

Lonjakan ini, menurut Trismawan, sebagian besar didorong oleh ledakan transaksi perdagangan digital dan e-commerce. Proyek ketahanan pangan dan inisiatif pemerintah lainnya juga diperkirakan mendorong permintaan layanan logistik.

“Beberapa faktor domestik turut memperkuat pertumbuhan logistik, termasuk pesatnya transaksi e-commerce melalui media sosial, proyek hilirisasi industri, serta program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih,” jelas Trismawan.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Solo, Lukman Hakim, menilai ekspor Indonesia pada 2026 masih berpeluang tumbuh, terutama dari sektor manufaktur.

“Selama ini ekspor kita ditopang manufaktur seperti sepatu dan tekstil, meski tekstil tidak sekuat dulu. Dengan melemahnya nilai tukar, produk kita justru menjadi lebih kompetitif di pasar global,” ujarnya.

Menurut Lukman, tantangan tarif dan biaya masuk di sejumlah negara memang masih ada, namun tidak berlaku untuk semua produk. Ia menilai peluang ekspor ke kawasan Timur Tengah dan Afrika masih sangat terbuka, asalkan pemerintah mampu melakukan pemetaan pasar dengan tepat.

“Pemetaan pasar menjadi kunci untuk menentukan arah tujuan ekspor,” katanya.

Selain itu, dukungan terhadap pelaku usaha juga dinilai penting, mulai dari kemudahan perizinan, kebijakan perpajakan, hingga akses pembiayaan. Dari sisi logistik, keberadaan pelabuhan yang mampu disandari kapal berukuran besar akan membuat arus peti kemas lebih efisien tanpa harus transit di negara lain.

Dengan penguatan infrastruktur, modernisasi alat, serta dukungan terhadap arus ekspor nasional, PT Pelindo Terminal Petikemas tidak sekedar mengelola bongkar muat. Lebih dari itu, perusahaan ini mengambil peran strategis sebagai penggerak rantai logistik dan penopang optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: adm9l9jps

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menghubungkan Perjalanan dan Kesehatan: Wellness Tourism Jepang,  Program Baru Hasil Kolaborasi dengan Permata Bank dan ReM CLINIC Ginza

    Menghubungkan Perjalanan dan Kesehatan: Wellness Tourism Jepang, Program Baru Hasil Kolaborasi dengan Permata Bank dan ReM CLINIC Ginza

    • calendar_month 14 jam yang lalu
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 1
    • 0Komentar

    PT. HARUM INDAH SARI TOURS & TRAVEL (HIS Tours and Travel), melalui kerja sama dengan PT Bank Permata, Tbk., salah satu lembaga keuangan terkemuka di Indonesia, serta ReM CLINIC Ginza yang berbasis di Tokyo, Jepang, akan meluncurkan “Program Promosi Wellness Tourism” yang memadukan layanan wellness berkualitas tinggi dari Jepang dengan layanan wisata. Seiring dengan meningkatnya […]

  • Imbauan Datang Lebih Awal, KAI Daop 1 Pastikan Perjalanan Kereta Jarak Jauh Tetap Lancar di Tengah Cuaca Ekstrem

    Imbauan Datang Lebih Awal, KAI Daop 1 Pastikan Perjalanan Kereta Jarak Jauh Tetap Lancar di Tengah Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 10
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengimbau para pelanggan kereta api jarak jauh untuk datang lebih awal ke stasiun keberangkatan, khususnya Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen, serta stasiun-stasiun wilayah Daop 1 Jakarta seperti Bekasi, Jatinegara, Cikarang, Karawang, dan Cikampek. Imbauan ini disampaikan seiring dengan tingginya curah hujan yang berpotensi menimbulkan genangan […]

  • Bittime Tanggapi Drama Pasar Aset Kripto, Ingatkan Pentingnya Literasi dan Strategi Investasi Berkelanjutan

    Bittime Tanggapi Drama Pasar Aset Kripto, Ingatkan Pentingnya Literasi dan Strategi Investasi Berkelanjutan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Pasar aset kripto global terpantau tengah berada dalam posisi yang rawan menjelang akhir bulan Januari 2026. Hal ini ditandai dengan penurunan nilai aset Bitcoin ($BTC) yang cukup signifikan hingga ke level $88.000.  Menanggapi hal ini, Bittime platform pertukaran aset kripto yang resmi dan diawasi di Indonesia, jelaskan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang. Sebelumnya, meskipun terdapat […]

  • WIKA Beton Dukung Proyek MRT Fase 2A CP205 Jakarta

    WIKA Beton Dukung Proyek MRT Fase 2A CP205 Jakarta

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 9
    • 0Komentar

    PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) terus memperkuat perannya dalam transformasi mobilitas perkotaan melalui kemitraan strategis dengan Larsen & Toubro Limited untuk mendukung kontraktor terpilih Sojitz Corporation Ltd menangani proyek Trackwork MRT Jakarta Fase 2A Paket CP205 senilai Rp409 miliar.   Dalam proyek ini, WIKA Beton menangani pekerjaan Paket CP205 (Railway Systems dan Track […]

  • Certyxio Mengungkap Tokenomics CRYI: Model Utilitas Deflasi untuk Memberdayakan Ekonomi Pasca-Kebenaran

    Certyxio Mengungkap Tokenomics CRYI: Model Utilitas Deflasi untuk Memberdayakan Ekonomi Pasca-Kebenaran

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Certyxio, pengembang “Kerangka Pertahanan Tiga Lapis” (Tri-Layer Defense Framework) untuk melawan penipuan AI generatif, hari ini merilis spesifikasi ekonomi mendetail untuk aset utilitas aslinya, CRYI. Sebagaimana diuraikan dalam whitepaper yang baru diterbitkan, CRYI dirancang bukan hanya sebagai alat tukar, tetapi sebagai bahan bakar operasional yang diperlukan untuk mengamankan ruang digital global dari lonjakan media sintetis […]

  • Ekonomi Sulut Tumbuh 5,64% di Triwulan II-2025, Sektor Kesehatan dan Industri Jadi Penggerak Utama

    Ekonomi Sulut Tumbuh 5,64% di Triwulan II-2025, Sektor Kesehatan dan Industri Jadi Penggerak Utama

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Manado, ReputasiPlus.com – Perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan tren penguatan yang signifikan pada triwulan II-2025, dengan pertumbuhan mencapai 5,64 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini mencerminkan momentum pemulihan yang solid dan berkelanjutan bagi daerah yang dikenal sebagai gerbang ekonomi di kawasan timur Indonesia. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Aidil Adha, menjelaskan bahwa penguatan ini didorong oleh aktivitas […]

expand_less