Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya bagi Industri?

Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya bagi Industri?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar

” />

Jakarta, 22 September 2026 – Transaksi aset kripto di Indonesia terus memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak dari transaksi aset kripto mencapai Rp268,95 miliar hingga 31 Agustus 2026.

Jika diakumulasikan sejak 2022, total penerimaan pajak dari transaksi aset kripto telah mencapai Rp2,15 triliun.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Inge Diana Rismawanti mengatakan, penerimaan pajak kripto sepanjang 2022 hingga Agustus 2026 mencapai Rp2,15 triliun.

“Penerimaan pajak kripto telah mencapai Rp2,15 triliun,” ujar Inge, dikutip Jumat (18/9/2026).

Berdasarkan data DJP, penerimaan pajak dari transaksi aset kripto tercatat Rp246,54 miliar pada 2022. Angka tersebut kemudian mencapai Rp220,89 miliar pada 2023, meningkat menjadi Rp620,38 miliar pada 2024, dan mencapai Rp796,74 miliar sepanjang 2025.

Sementara itu, hingga akhir Agustus 2026, penerimaan pajak dari transaksi aset kripto, seperti Bitcoin dan lainnya telah mencapai Rp268,95 miliar.

PPh 22 Jadi Kontributor Terbesar

Penerimaan pajak kripto hingga Agustus 2026 berasal dari dua jenis pungutan, yakni Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri.

DJP mencatat penerimaan PPh Pasal 22 dari transaksi aset kripto mencapai Rp1,27 triliun. Sementara itu, penerimaan PPN Dalam Negeri tercatat sebesar Rp881,82 miliar.

Dengan demikian, PPh Pasal 22 menjadi kontributor terbesar terhadap total penerimaan pajak dari transaksi aset kripto.

Penerimaan pajak kripto tersebut merupakan bagian dari penerimaan pajak ekonomi digital Indonesia. Secara keseluruhan, penerimaan pajak dari sektor ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga 31 Agustus 2026.

Selain aset kripto, penerimaan tersebut berasal dari Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPN PMSE), pajak fintech, dan pajak yang dipungut melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (Pajak SIPP).

PPN PMSE menjadi penyumbang terbesar dengan penerimaan Rp44,05 triliun. Kemudian pajak SIPP mencapai Rp5,75 triliun dan pajak fintech sebesar Rp5,28 triliun.

Industri Kripto Makin Terintegrasi

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kontribusi pajak dari transaksi aset kripto menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas aset digital semakin terintegrasi ke dalam sistem ekonomi formal.

Menurut dia, perkembangan tersebut tidak hanya menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang semakin besar, tetapi juga mencerminkan meningkatnya keterhubungan industri aset digital dengan sistem perpajakan dan regulasi di Indonesia.

“Penerimaan pajak kripto yang sudah mencapai Rp2,15 triliun menunjukkan bahwa aktivitas aset digital telah menjadi bagian dari ekonomi formal dan memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara. Ini juga menunjukkan bahwa ekosistem kripto di Indonesia semakin terintegrasi dengan sistem perpajakan dan regulasi,” ujar Yudho.

Yudho mengatakan, kepastian regulasi dan perpajakan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem aset digital yang lebih terstruktur.

“Bagi industri, kejelasan mekanisme perpajakan penting untuk menciptakan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus mendorong kepatuhan. Di sisi lain, pemerintah juga memperoleh basis penerimaan yang semakin terukur dari perkembangan ekonomi digital,” katanya.

Pemerintah sebelumnya menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2025 yang mengatur ketentuan perpajakan atas transaksi aset kripto.

Dalam ketentuan tersebut, transaksi aset kripto melalui penyelenggara perdagangan dalam negeri dikenakan PPh Pasal 22 final sebesar 0,21 persen dari nilai transaksi.

Perubahan ketentuan perpajakan tersebut juga menghapus pengenaan PPN atas transaksi jual beli aset kripto. Sementara itu, jasa tertentu dalam ekosistem aset kripto tetap memiliki ketentuan perpajakan sesuai dengan jenis transaksinya.

Kepatuhan Jadi Bagian dari Pertumbuhan Industri

Dengan semakin besarnya aktivitas perdagangan aset digital, aspek kepatuhan menjadi bagian penting dalam perkembangan industri kripto di Indonesia.

CE FLOQ ini menilai pertumbuhan industri perlu berjalan seiring dengan transparansi dan kepastian regulasi agar perkembangan aset digital dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Pertumbuhan industri ke depan tidak hanya soal meningkatnya jumlah transaksi, tetapi juga bagaimana ekosistem dapat berkembang dengan mengedepankan kepatuhan, transparansi, perlindungan konsumen, dan inovasi,” ujar Yudho.

Menurut dia, meningkatnya kontribusi pajak dapat menjadi salah satu gambaran mengenai semakin formalnya aktivitas aset digital di Indonesia.

“Ketika aktivitas aset digital semakin terdata dan terintegrasi dengan sistem ekonomi formal, ruang untuk membangun industri yang lebih transparan dan berkelanjutan juga semakin terbuka,” pungkas Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Contact Center Association Sukses Gelar Awards Ceremony TBCCI 2026

    Indonesia Contact Center Association Sukses Gelar Awards Ceremony TBCCI 2026

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 63
    • 0Komentar

    JAKARTA, 25 September 2026 – Indonesia Contact Center Association (ICCA) resmi menuntaskan rangkaian ajang The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2026 melalui seremoni penyerahan penghargaan di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (24/9). Pertemuan tahunan ini mempertemukan lebih dari 1000 praktisi layanan pelanggan dari berbagai industri untuk menetapkan standar mutu pelayanan terbaik di tanah […]

  • Kualitas Pembiayaan Makin Terjaga, NPF BRI Finance Turun Jadi 1,82% hingga Juli 2026

    Kualitas Pembiayaan Makin Terjaga, NPF BRI Finance Turun Jadi 1,82% hingga Juli 2026

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Jakarta, 11 Agustus 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat kualitas portofolio pembiayaan di tengah dinamika industri multifinance dan perkembangan profil risiko nasabah. Hingga Juli 2026, BRI Finance mencatatkan penurunan tingkat non-performing financing (NPF) sebesar 29 basis poin (bps) secara tahunan menjadi 1,82%. Perbaikan tersebut mencerminkan konsistensi BRI Finance dalam menjaga kualitas […]

  • BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Alat Berat 231,99%  per September 2026

    BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Alat Berat 231,99% per September 2026

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakarta, 19 Oktober 2026 – BRI Finance mencatat pertumbuhan positif pada segmen pembiayaan alat berat. Berdasarkan data per September 2026, penyaluran pembiayaan alat berat BRI Finance meningkat sebesar 231,99% secara year-on-year (YoY). Kinerja ini didukung oleh upaya perusahaan dalam mengoptimalkan peluang bisnis di tengah kebutuhan alat berat untuk menunjang aktivitas usaha di berbagai sektor. Corporate […]

  • Startup Indonesia Bina Kids Luncurkan Platform AI Aman & Etis untuk Anak, Raih Pendanaan Strategis dari Hasan VC Singapura

    Startup Indonesia Bina Kids Luncurkan Platform AI Aman & Etis untuk Anak, Raih Pendanaan Strategis dari Hasan VC Singapura

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Bina Kids secara resmi meluncurkan platform ‘Halal & Ethical AI Parental Guidance’ pertama untuk membantu orang tua mendampingi anak menggunakan kecerdasan buatan/ Artificial Intelligence (AI) secara aman dan sehat. Didirikan oleh Dian Widyahapsari, startup ini juga berhasil mengamankan pendanaan strategis dari modal ventura terkemuka Singapura, Hasan VC. BATU, INDONESIA, 7 Agustus 2026 – Bina Kids, […]

  • Bitcoin Tembus .000 di Tengah Ketegangan Global, Momentum Emas Optimalkan Portofolio Melalui Fitur IDR Swap Tanpa Biaya di Bittime

    Bitcoin Tembus $80.000 di Tengah Ketegangan Global, Momentum Emas Optimalkan Portofolio Melalui Fitur IDR Swap Tanpa Biaya di Bittime

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Jakarta, 4 Mei 2026 – Pasar aset kripto global baru saja mencatatkan sejarah baru setelah harga Bitcoin berhasil menembus angka $80.000 Dolar Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya sejak akhir bulan Januari lalu. Bersamaan dengan ini Bittime hadirkan fitur IDR Swap zero fees yang memungkinkan investor menukarkan Rupiah secara langsung ke dalam bentuk aset kripto. […]

  • IDX, BRIDS, dan IIX Perkuat Ekosistem Obligasi Tematik untuk Mengembangkan Potensi Pasar Senilai Rp7.800 Triliun

    IDX, BRIDS, dan IIX Perkuat Ekosistem Obligasi Tematik untuk Mengembangkan Potensi Pasar Senilai Rp7.800 Triliun

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    IDX, IIX, dan BRIDS menyelenggarakan Indonesia Thematic Bonds Roundtable untuk membahas peluang pengembangan obligasi tematik dalam mendukung perekonomian yang inklusif dan tangguh. Dengan Orange Bond sebagai salah satu studi kasus utama, forum ini mempertemukan pelaku pasar untuk membahas peluang pasar, praktik terbaik, serta langkah konkret dalam memperluas pipeline obligasi tematik di Indonesia. Jakarta, 13 Agustus […]

expand_less