Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pasar Keuangan Syariah Indonesia Tembus Rp3.231 Triliun, FLOQ Soroti Peluang Tokenisasi

Pasar Keuangan Syariah Indonesia Tembus Rp3.231 Triliun, FLOQ Soroti Peluang Tokenisasi

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Jakarta, 29 Oktober 2026 — Berbekal populasi Muslim yang masif serta pesatnya adopsi teknologi rantai blok, Indonesia menyimpan potensi besar untuk mentransformasi ekosistem keuangan digital yang berlandaskan koridor syariah.

Berdasarkan informasi Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 87,2% penduduk Indonesia beragama Islam, dengan jumlah lebih dari 207 juta jiwa. Besarnya populasi tersebut menjadi salah satu konteks penting dalam melihat potensi pengembangan produk keuangan yang mempertimbangkan prinsip syariah, termasuk di sektor aset digital.

Prospek terobosan ini kian kukuh mengingat skala sektor finansial syariah yang begitu fantastis. Publikasi ICD bersama London Stock Exchange Group (LSEG) memproyeksikan akumulasi aset keuangan syariah global bakal menembus US$6,5 triliun pada 2025 dan diproyeksikan melampaui US$10,5 triliun pada 2030. Sementara itu di ranah domestik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total nilai aset pada ranah keuangan syariah nasional telah menyentuh angka Rp3.231 triliun per Agustus 2026.

Mencermati dinamika tersebut, CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, berpendapat bahwa ekspansi aset digital berprinsip syariah berpeluang menghadirkan ragam inovasi yang selaras dengan ekspektasi masyarakat lokal, khususnya kelompok investor yang mengedepankan kepatuhan syariah.

“Indonesia menyimpan daya tarik luar biasa terkait pengembangan ekosistem aset digital berbasis syariah. Melesatnya sektor keuangan syariah yang diimbangi luasnya ceruk pasar nasional membuka celah besar bagi lahirnya ragam inovasi yang kontekstual. Kami memandang tokenisasi sebagai jembatan strategis yang sanggup mempertemukan keunggulan teknologi blockchain dengan produk finansial yang ditopang oleh underlying asset serta struktur hukum yang eksplisit,” papar Yudho.

Simulasi Potensi Ekonomi Tokenisasi

Memakai total cadangan aset syariah Indonesia yang mencapai Rp3.231 triliun sebagai acuan pemodelan, Yudho dapat mengkalkulasi gambaran proyeksi potensinya.

“Seandainya proses tokenisasi mampu menjangkau 0,1% saja dari angka tersebut, nilai yang terealisasi setara dengan Rp3,23 triliun. Jika porsinya meningkat menjadi 0,5%, nilainya melonjak hingga Rp16,16 triliun, dan sanggup menembus Rp32,31 triliun apabila menyentuh porsi 1%,” jelasnya.

Kalkulasi simulasi ini murni bersifat ilustratif untuk memetakan skala peluang, bukannya tolok ukur resmi pergerakan pasar kripto syariah atau jaminan besaran modal yang akan mengalir. Angka tersebut sebatas memperlihatkan porsi ekuivalensi matematis, tanpa mengasumsikan seluruh portofolio aset syariah tersebut siap atau memenuhi kriteria untuk ditokenisasi.

Yudho menegaskan bahwa signifikansi tokenisasi tak melulu diukur dari nominal aset yang direpresentasikan, melainkan pada keunggulannya dalam memperluas jangkauan aksesibilitas produk keuangan.

“Inovasi tokenisasi berpotensi menawarkan paradigma baru dalam tata cara representasi aset dan produk finansial secara digital. Apabila dikemas melalui arsitektur yang solid, mekanisme ini sanggup memperbanyak alternatif instrumen bagi publik. Kendati demikian, faktor kepastian legalitas kepemilikan, mutu aset dasar, ketersediaan transparansi, hingga perlindungan konsumen wajib dijadikan prioritas utama,” imbuhnya.

RWA dan Sukuk Jadi Perhatian

Prospek pengembangan ini kian menyita perhatian setelah Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) mengidentifikasi dua klasifikasi aset digital yang berpeluang memenuhi kaidah syariat, yakni tokenisasi Real World Asset (RWA) serta instrumen keuangan syariah. Hal tersebut dipaparkan oleh M. Gunawan Yasni selaku Wakil Bendahara DSN MUI dalam gelaran Ijtima Sanawi XXII DSN MUI pada 21 Oktober 2026.

Konsep RWA merujuk pada digitalisasi aset riil seperti emas maupun properti ke dalam bentuk unit token. Di sisi lain, tokenisasi instrumen finansial membuka peluang digitalisasi produk layaknya sukuk. Contoh konkret yang disorot DSN MUI meliputi rencana tokenisasi Sukuk Negara Valas, sebuah inisiatif yang tengah dikoordinasikan OJK bersama DJPPR Kementerian Keuangan.

Melalui mekanisme tokenisasi, produk investasi bertolak ukur nominal jumbo berpotensi dipecah menjadi pecahan unit yang lebih terjangkau. Meski begitu, hak serta manfaat finansial yang didapat pemilik token akan bergantung penuh pada skema legal serta aturan yang disepakati.

Regulasi dan Edukasi Jadi Fondasi

Sejauh ini, DSN MUI belum menerbitkan fatwa resmi yang secara eksplisit mengesahkan kategori aset kripto dimaksud sebagai instrumen yang patuh syariah. Tahap konsolidasi masih memerlukan kesiapan infrastruktur transaksi, termasuk kelembagaan kustodian, mekanisme kliring, hingga penyelesaian akhir, serta kejelasan payung hukum dan skema produk.

Bagi Yudho, momen ini menjadi pijakan vital guna mendorong inovasi industri yang diimbangi dengan tata kelola profesional serta pemahaman publik yang komprehensif.

Demografi mayoritas Muslim tidak serta-merta menjamin seluruh lapisan masyarakat langsung berminat pada kripto atau otomatis memilih instrumen syariah. Atas dasar itu, edukasi mengenai profil dan risiko aset tetap memegang peranan kunci.

“Kami memandang akselerasi aset digital berbasis syariah sebagai manifestasi dari evolusi ekosistem finansial digital nasional. Sinergi yang kuat antara otoritas regulator, lembaga terkait, serta pelaku industri amat krusial dalam membangun ekosistem yang akuntabel dan transparan. Melalui landasan yang kukuh, terobosan ini diyakini mampu menghadirkan ragam pilihan investasi yang aman bagi masyarakat,” pungkas CEO FLOQ.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BINUS ASO Gandeng Imajin, Mahasiswa Siap Jadi Innovator

    BINUS ASO Gandeng Imajin, Mahasiswa Siap Jadi Innovator

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Di tengah perubahan industri manufaktur yang makin cepat dan serba digital, BINUS ASO School of Engineering terus memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai perusahaan dari Indonesia maupun Jepang untuk memastikan mahasiswa siap menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. Salah satu kolaborasi yang menarik adalah kerja sama dengan PT Imajinasi Karya Bangsa (Imajin). Melalui kolaborasi ini, BINUS ASO […]

  • Program CSR Dupoin Sasar Akses Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang

    Program CSR Dupoin Sasar Akses Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 81
    • 0Komentar

    PT Dupoin Futures Indonesia membangun sumur bor di Desa Cinta Raja, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bagian dari program CSR “Sumatra Disaster Relief: Clean Water for Aceh Tamiang”. Program ini ditujukan untuk membantu warga terdampak bencana banjir dan longsor yang saat ini berada dalam fase rehabilitasi. Inisiatif ini menjangkau sekitar 300 kepala keluarga atau […]

  • Ketika AI Makin Dekat dengan Manusia, Digital Psychology BINUS UNIVERSITY Bahas Dampak Bagi Manusia di Digital Psychology Forum 2026

    Ketika AI Makin Dekat dengan Manusia, Digital Psychology BINUS UNIVERSITY Bahas Dampak Bagi Manusia di Digital Psychology Forum 2026

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Digital Psychology BINUS University bersama Asia Pacific University of Technology & Innovation (APU) Malaysia dan RMIT Vietnam menghadirkan Digital Psychology Forum 2026: International Joint Research Symposium (IJRS): Exploring the Future of Digital Psychology pada 7 Oktober 2026 secara daring. Forum ini diselenggarakan sebagai ruang kolaborasi akademik internasional untuk melihat perkembangan cyberpsychology dari berbagai perspektif. Jakarta, […]

  • Thesis Defense 2026 BINUS @Bandung: Riset Mahasiswa Tembus Jurnal Scopus, Bukti Standar Akademik Global

    Thesis Defense 2026 BINUS @Bandung: Riset Mahasiswa Tembus Jurnal Scopus, Bukti Standar Akademik Global

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Bandung, 27 Januari 2026 — Di tengah meningkatnya tuntutan kualitas riset mahasiswa yang tidak hanya relevan secara akademik tetapi juga berdampak pada industri dan masyarakat, BINUS @Bandung terus memperkuat budaya riset global melalui penyelenggaraan Thesis Defense 2026 bagi mahasiswa Creativepreneurship angkatan 2025, dan 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026 di BINUS @Bandung […]

  • BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang

    BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Dengan dukungan pembiayaan, ketersediaan pasokan rumah, serta kemudahan akses informasi, penyaluran FLPP diharapkan dapat semakin optimal dan menjangkau lebih banyak MBR di Kabupaten Subang. Subang, 5 Oktober 2026 – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus mendorong percepatan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kabupaten Subang. Upaya tersebut dilakukan bersama Kementerian Perumahan dan […]

  • *Huruf pada nomor model menunjukkan spesifikasi dan warna.
Spesifikasi: M (fingerboard maple), tanpa M (fingerboard rosewood).
Warna: ASP(Ash Pink), BMB(Breeze Metallic Blue), SOR(Sunny Orange), BM(Black Metallic), SWH(Shell White),
PGN(Peppermint Green,) DTB(Desert Burst), BL(Black)

    Yamaha Luncurkan 2 Gitar “Pacifica SC Professional” dan “Pacifica SC Standard Plus”

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Hamamatsu, Jepang — Yamaha Corporation dengan banggamengumumkan peluncuran dua model gitar elektrik terbaru, yaitu “Pacifica SC Professional” dan “Pacifica SC Standard Plus”, yang akan tersedia mulai 12 Februari 2026. Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990, seri ‘Pacifica’ telah digunakan dan dicintai oleh para musisi di seluruh dunia berkat playability yang sangat baik dan fleksibilitasnya […]

expand_less