Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pemerintah Bahas Skema Pembiayaan Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Tanggung

Pemerintah Bahas Skema Pembiayaan Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Tanggung

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Melalui pembahasan ini, pemerintah berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan skema pembiayaan perumahan bagi MBT. Dengan demikian, masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh fasilitas KPR yang tersedia dapat memperoleh kesempatan lebih luas untuk memiliki rumah yang layak dan terjangkau.

Jakarta, 3 November 2026 – Pemerintah bersama asosiasi pengembang perumahan membahas pengembangan skema pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Tanggung (MBT), yakni kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya terakomodasi oleh program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang tersedia saat ini. Upaya ini dilakukan untuk memperluas akses kepemilikan rumah melalui skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat di Gedung Kantor Pos Ibukota, Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta. Rapat dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Choiroel, serta dipimpin oleh Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, bersama Staf Khusus Kementerian PKP. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan asosiasi pengembang, di antaranya Realestat Indonesia (REI), Pengembang Indonesia, Himperra, dan APERSI.

Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Choiroel, menekankan pentingnya dukungan dan kolaborasi seluruh asosiasi pengembang untuk meningkatkan kapasitas produksi serta memperkuat pemasaran dan sosialisasi perumahan. “Kita harus terus bekerja keras dan berpikir progresif untuk mendorong pencapaian program perumahan. Dukungan asosiasi pengembang sangat penting untuk meningkatkan kapasitas produksi dan membantu pemasaran serta sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menekankan perlunya integrasi berbagai sumber daya ekonomi untuk membangun ekosistem pembiayaan perumahan yang lebih inklusif. Menurutnya, pengembangan skema pembiayaan perlu melibatkan pemerintah, perbankan, sektor swasta, dan pengembang agar akses kepemilikan rumah dapat menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum terlayani. “Yang paling penting adalah bagaimana kita mengintegrasikan seluruh sumber daya ekonomi Indonesia, baik pemerintah maupun swasta, sehingga ekosistem perumahan dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Heru.

Berdasarkan data BP Tapera periode 2025 hingga 9 Oktober 2026, dari total 456.029 penerima manfaat FLPP, sebanyak 93,7 persen merupakan masyarakat berpenghasilan hingga Rp8 juta per bulan. Rinciannya, 28,07 persen memiliki penghasilan hingga Rp4 juta, 45,29 persen berpenghasilan Rp4 juta hingga Rp6 juta, dan 20,34 persen berpenghasilan Rp6 juta hingga Rp8 juta. Sementara itu, kelompok berpenghasilan di atas Rp8 juta mencapai 6,3 persen dari total penerima manfaat.

Data tersebut menunjukkan adanya ruang pengembangan pembiayaan perumahan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan di atas Rp8 juta yang belum sepenuhnya terakomodasi oleh skema FLPP. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pembiayaan yang mempertimbangkan preferensi, daya beli, serta kapasitas finansial kelompok masyarakat tersebut.

Dalam pembahasan tersebut, pemerintah juga menyoroti perlunya pengembangan skema pembiayaan yang dapat menjembatani kebutuhan masyarakat di antara kelompok penerima KPR subsidi dan kelompok yang mampu mengakses KPR komersial. Skema baru diharapkan memberikan alternatif pembiayaan yang lebih terjangkau sekaligus memperluas segmen masyarakat yang dapat memiliki rumah.

Selain pengembangan skema pembiayaan, rapat turut membahas pentingnya integrasi dukungan pemerintah, perbankan, pengembang, dan sektor swasta. Sejumlah masukan dari asosiasi pengembang disampaikan, antara lain terkait penyesuaian batas harga rumah berdasarkan karakteristik wilayah, kepastian regulasi, insentif perpajakan, serta peningkatan kapasitas penyediaan hunian.

Melalui pembahasan ini, pemerintah berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan skema pembiayaan perumahan bagi MBT. Dengan demikian, masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh fasilitas KPR yang tersedia dapat memperoleh kesempatan lebih luas untuk memiliki rumah yang layak dan terjangkau.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saham Intel Melonjak Jelang Rilis Laporan Keuangan, Sektor Semikonduktor Menguat

    Saham Intel Melonjak Jelang Rilis Laporan Keuangan, Sektor Semikonduktor Menguat

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Saham Intel mencatat lonjakan signifikan dan memimpin penguatan sektor semikonduktor menjelang rilis laporan keuangan kuartal keempat yang dijadwalkan setelah penutupan pasar. Hingga perdagangan Rabu siang waktu setempat, saham Intel melonjak sekitar 11%, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek kinerja perusahaan di tengah momentum positif industri chip secara keseluruhan. Penguatan Intel tidak terjadi secara terpisah. Sejumlah saham […]

  • KOI NATION LUNCURKAN JPD SHOW SERIES 2026–2027: RANGKAIAN SHOW KHUSUS SHOWA DOITSU DENGAN HADIAH TRIP ALL JAPAN KOI SHOW 2028

    KOI NATION LUNCURKAN JPD SHOW SERIES 2026–2027: RANGKAIAN SHOW KHUSUS SHOWA DOITSU DENGAN HADIAH TRIP ALL JAPAN KOI SHOW 2028

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Koi Nation merilis JPD Show Series 2026-2027, liga kompetisi eksklusif 210 Showa Doitsu. Lelang all-in via Master Koi Bot dimulai 13 Mei 2026. Kumpulkan poin pameran dan menangkan hadiah utama full trip ke All Japan Koi Show 2028. Batu, Jawa Timur – Koi Nation resmi mengumumkan gelaran JPD Show Series 2026–2027, sebuah rangkaian event show […]

  • Ponsel Penanda Tangan Hilang, Seberapa Aman Dokumen Perusahaan

    Ponsel Penanda Tangan Hilang, Seberapa Aman Dokumen Perusahaan

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Ponsel penanda tangan yang hilang dapat menimbulkan risiko keamanan bagi dokumen perusahaan. Tim perlu mengetahui langkah pengamanan yang tepat agar akses dan proses tanda tangan digital tetap terkendali. Direktur menelepon pagi-pagi, kabarnya ponselnya tertinggal di taksi semalam. Di ponsel itu terpasang aplikasi yang dipakai menandatangani dokumen perusahaan. Kejadian ponsel penanda tangan hilang seperti ini membuat […]

  • VC Ratio Jalan Tol Trans Jawa Terkendali, Jasa Marga Catat Pergerakan Kembali ke Jakarta Sudah Mencapai 86 Persen

    VC Ratio Jalan Tol Trans Jawa Terkendali, Jasa Marga Catat Pergerakan Kembali ke Jakarta Sudah Mencapai 86 Persen

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Jakarta (30/03), PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri menyampaikan bahwa pelayanan arus mudik dan arus balik Libur Lebaran 2026 secara umum berlangsung terkendali. Peningkatan volume lalu lintas pada periode arus mudik dan arus balik dikelola dengan baik melalui kolaborasi intensif antar stakeholder, sehingga kondisi lalu lintas secara bertahap melandai di […]

  • Pelindo Multi Terminal Parepare Perkuat Layanan untuk Mendukung Kelancaran Aktivitas Pelabuhan

    Pelindo Multi Terminal Parepare Perkuat Layanan untuk Mendukung Kelancaran Aktivitas Pelabuhan

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Parepare, Oktober 2026 – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) bidang operasional terminal nonpetikemas melalui Branch Parepare mencatat pertumbuhan positif pada kinerja operasional hingga September 2026. Pertumbuhan tersebut terlihat dari peningkatan arus barang nonpetikemas dan penumpang yang melalui Pelabuhan Parepare. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Parepare, Darwis, mengatakan hingga September […]

  • PTPP Raih Proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta  Senilai Rp1,19 Triliun

    PTPP Raih Proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Senilai Rp1,19 Triliun

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Jakarta, 21 Agustus 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, kembali memperkuat portofolio proyek di sektor transportasi melalui perolehan proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1 (T1A) Bandara Soekarno-Hatta dengan nilai kontrak sebesar Rp1,19 triliun termasuk PPN. Perolehan proyek lanjutan ini sekaligus mencerminkan kepercayaan terhadap pengalaman dan […]

expand_less