Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Emas Dukung Sistem Moneter

Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Emas Dukung Sistem Moneter

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Pemerintah mendorong penguatan sistem moneter Indonesia dengan mengoptimalkan potensi cadangan emas tambang sebesar 3.600 ton.

Deputi Bidang ESDM Kemenko Perekonomian Elen Setiadi mengatakan, Indonesia perlu membangun ekosistem emas dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, traceability, pemurnian, perdagangan hingga bullion banking. Hal ini akan berkontribusi besar bagi perekonomian negara.

Dengan kata lain, emas tidak hanya menjadi komoditas tambang, tetapi juga dapat berkembang menjadi instrumen keuangan dan aset strategis negara dan mampu mendukung sistem moneter.

“Kalau nanti ditambah lagi dengan penguatan cadangan devisa, emasnya BI semakin baik-semakin besar, maka ketika ada guncangan dinamika global, guncangan ekonomi, kita punya stabilizer namanya emas selain cadangan devisa tadi,” kata Elen.

Diketahui, emas yang tercatat sebagai cadangan moneter Bank Indonesia (BI) baru mencapai 87,1 ton, atau sekitar 7,7% dari total cadangan. Dengan kepemilikan tersebut, Indonesia berada di posisi ke-44 dunia dalam hal cadangan emas bank sentral.

Sebagai gambaran, negara maju seperti Amerika Serikat memiliki cadangan emas mencapai 8.133,5 ton. Sementara Jerman memiliki 3.349,5 ton, Italia 2.451,8 ton, Prancis 2.437 ton, dan China 2.346,4 ton.

Meski penyerapannya belum semasif negara maju, produksi emas Indonesia disebut telah mencapai kisaran 100 ton per tahun.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno menyebut, produksi yang tercatat secara resmi belum sepenuhnya menggambarkan aktivitas emas di lapangan. Masih terdapat produksi dan perdagangan emas yang belum tercatat dalam sistem resmi.

“Jadi memang ada beberapa catatan untuk emas ini memang yang mungkin teridentifikasi ada beberapa penjualan yang tanda petik ilegal gitu ya,” ujar Tri.

Ke depan, pemerintah akan mendorong penataan aktivitas pertambangan rakyat melalui Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Upaya tersebut diharapkan membuat aktivitas pertambangan emas lebih tertata dan produksinya dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus mengurangi peredaran emas melalui jalur ilegal.

“Mungkin nanti penambangannya lebih dapat dipertanggungjawabkan hasilnya, tidak lari ke mana-mana, ilegalitasnya sedikit,” tutupnya.

Merujuk data Kemenko Perekonomian, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperkuat ekosistem emas nasional.

Sebagai gambaran, di dalam Grup MIND ID PT Antam Tbk saat ini memiliki fasilitas pemurnian (refinery) berkapasitas 150 ton per tahun. Selain itu, terdapat Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia yang mampu memurnikan emas hingga 50 ton per tahun.

Sementara dari sektor swasta, smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) mampu mengolah emas dengan kapasitas 18 ton per tahun.

Adapun, potensi produksi bijih juga didukung oleh sejumlah perusahaan tambang lainnya, seperti PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar 2,4–2,7 ton, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 2,9 ton, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) 2,6 ton, PT Agincourt Resources (PTAR) 5,9–6,8 ton, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 2,2 ton per tahun.

Besarnya kapasitas tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekosistem emas nasional, yang pada akhirnya potensial untuk memperkuat cadangan devisa bank sentral. Atas dasar itulah, pemerintah terus mendorong Bank Indonesia (BI) untuk meningkatkan cadangan emasnya, sehinga semakin memperkuat stabilitas moneter dan ekonomi nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libur Panjang Imlek, 32.585 Pelanggan Percayakan Perjalanan kepada KAI Divre III Palembang

    Libur Panjang Imlek, 32.585 Pelanggan Percayakan Perjalanan kepada KAI Divre III Palembang

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Palembang, 19 Februari 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat tingginya animo masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api selama masa libur panjang Tahun Baru Imlek 2577. Dalam periode enam hari, mulai 13 hingga 18 Februari 2026, KAI Divre III Palembang telah mengangkut sebanyak 32.585 pelanggan. Manager Humas KAI Divre III […]

  • Ketika Dunia Lindungi Baja Domestik, Penguatan TKDN Indonesia Jadi Keniscayaan

    Ketika Dunia Lindungi Baja Domestik, Penguatan TKDN Indonesia Jadi Keniscayaan

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Jakarta (26/5) – Perubahan kebijakan industri baja global menunjukkan bahwa semakin banyak negara menggunakan belanja publik dan proyek infrastruktur sebagai instrumen untuk memperkuat industri domestik. Tren ini mempertegas pentingnya penguatan implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di Indonesia agar pembangunan nasional turut memperkuat industri baja dalam negeri.  TKDN Perkuat Industri Baja Nasional  Direktur Utama […]

  • Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data

    Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Dalam era ekonomi digital saat ini, data telah menjadi aset yang sama berharganya dengan komoditas fisik. Perusahaan di seluruh dunia berlomba-lomba mengolah informasi dalam jumlah masif untuk mendapatkan wawasan strategis yang dapat memberikan keunggulan kompetitif. Namun, mengelola data besar (Big Data) bukanlah perkara mudah karena sering kali tersebar dalam berbagai format dan lokasi yang berbeda. […]

  • BRI Region 6 Gelar Pertemuan dan Rapat Koordinasi Change Agent Kordinator Bertema “SAPA CAK”

    BRI Region 6 Gelar Pertemuan dan Rapat Koordinasi Change Agent Kordinator Bertema “SAPA CAK”

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Dalam upaya memperkuat peran Change Agent Kordinator (CAK) di lingkungan kerja, BRI Region 6/Jakarta 1 menggelar pertemuan dan rapat koordinasi bagi seluruh CAK dari setiap Branch Office dengan mengusung tema “SAPA CAK”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana untuk meningkatkan koordinasi, komunikasi, serta sinergi antar Change Agent Kordinator dalam mendukung transformasi budaya kerja dan implementasi program-program […]

  • Bittime Respons Ketidakpastian Global Melalui Slogan “Begin Investing in Gold with $XAUT Today”

    Bittime Respons Ketidakpastian Global Melalui Slogan “Begin Investing in Gold with $XAUT Today”

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jakarta, 8 April 2026 – Akhir-akhir ini Kondisi politik dunia tengah menghadapi tantangan besar seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Hal ini, turut berdampak pada aset-aset Real World Assets (RWA) seperti emas, silver dan minyak bumi. Bertepatan dengan kondisi ini Bittime, menyediakan fitur flexible staking bagi Tether Gold ($XAUT) dan Silver Token […]

  • KAI Logistik Kelola 1,1 Juta Ton Barang di Januari 2026, 47% Di antaranya Non Batu Bara

    KAI Logistik Kelola 1,1 Juta Ton Barang di Januari 2026, 47% Di antaranya Non Batu Bara

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Mengawali tahun 2026, KAI Logistik mencatatkan kinerja pengelolaan angkutan barang yang relatif stabil. Pada Januari 2026, perusahaan berhasil mengelola total volume angkutan sebesar 1,1 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebesar 47% berasal dari segmen angkutan non batu bara, sementara sisanya masih didominasi oleh komoditas batu bara. Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa capaian […]

expand_less