Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pendidikan Layak Menuju Kampus Impian

Pendidikan Layak Menuju Kampus Impian

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar

Pagi di Asrama Pemali Boarding School selalu dimulai lebih awal. Sejumlah siswa sudah bangun sebelum matahari terbit, merapikan tempat tidur, bersiap mengikuti kegiatan pagi, sebelum benar-benar berangkat ke sekolah untuk mengikuti pelajaran akademik.

Bagi mereka, rutinitas bangun pagi ini menjadi kewajiban yang diberikan contoh dengan sangat baik dari para seniornya. Kelak, kebiasaan menjadi modal bagi mereka untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya di kampung halaman.

Di lingkungan asrama, para siswa mendapatkan ruang dan kesempatan untuk belajar dan berkembang lebih baik. Melalui program sekolah berasrama berbasis beasiswa, anak-anak peserta didik yang berasal dari keluarga buruh harian, nelayan, hingga pekerja serabutan kini memiliki akses pada pendidikan yang sebelumnya sulit dijangkau.

Program Pemali Boarding School yang didukung PT Timah, anggota holding industri pertambangan MIND ID, telah berjalan sejak tahun 2000 dan menjangkau wilayah Bangka Belitung, Karimun, hingga Meranti. Hingga kini, sekitar 952 alumni telah merasakan manfaat program tersebut.

Di balik angka tersebut, Kepala Asrama Pemali Boarding School, Ulul, menyampaikan bahwa mayoritas siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

“Banyak orang tua yang awalnya ragu karena keterbatasan biaya. Mereka tidak membayangkan anaknya bisa mendapatkan fasilitas pendidikan seperti ini,” ujar Ulul.

Namun, setelah memahami bahwa program ini memberikan dukungan penuh, dari perusahaan, mulai dari pendidikan hingga berbagai program pembinaan, para orang tua justru menjadi pihak yang paling mendorong anak-anaknya untuk mengikuti seleksi.

Alhasil, setiap tahun sebanyak 36 siswa terpilih mendapatkan beasiswa penuh dan tinggal di asrama selama menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Pemali. Proses seleksi dilakukan melalui asesmen akademik dan psikologi bekerja sama dengan tim dari Universitas Padjadjaran.

Ulul menegaskan bahwa pembinaan di asrama tidak hanya berfokus pada akademik. Para siswa juga dibekali keterampilan seperti public speaking, pengelolaan media sosial, serta penguatan karakter dan kepemimpinan.

Pembinaan ini dilakukan secara rutin untuk membantu siswa menghadapi tantangan di luar sekolah, baik di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

“Yang kita bangun bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga kepercayaan diri dan cara mereka melihat masa depan,” ujarnya.

Dampak program ini mulai terlihat dari capaian para siswa. Tahun ini, sebanyak 20 siswa berhasil lolos ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi, sementara siswa lainnya masih menjalani proses seleksi melalui jalur tes. Para siswa juga mencatatkan prestasi dalam lomba debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di tingkat Kabupaten Bangka.

Di samping itu, dampak yang lebih krusial justru terlihat dalam jangka panjang. Banyak alumni yang melanjutkan pendidikan atau telah bekerja, dan perlahan mulai berkontribusi kembali di lingkungan sekitarnya.

“Mereka tidak hanya berubah secara pribadi, tetapi juga membawa pengaruh bagi keluarga dan komunitasnya. Itu yang paling terasa,” katanya.

Menurut Ulul, tantangan terbesar para siswa justru muncul pada masa awal adaptasi. Sebagian siswa belum pernah tinggal jauh dari orang tua dan harus menyesuaikan diri dengan pola belajar yang lebih disiplin.

“Namun, proses itulah yang membentuk mereka. Seiring waktu, para siswa mulai menunjukkan perubahan. Mereka yang semula pendiam menjadi lebih berani berbicara, lebih percaya diri, dan mampu mengikuti ritme belajar yang lebih terstruktur,” jelasnya.

Bagi anak-anak dari pesisir dan kawasan tambang, kesempatan ini bukan sekadar soal bersekolah.

Kesempatan ini menjadi titik awal yang membuka masa depan baru, untuk melanjutkan pendidikan, membantu keluarga, dan melihat masa depan dengan cara yang berbeda dari sebelumnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • PM India Narendra Modi Tiba di Indonesia, Disambut Langsung Presiden Prabowo

    PM India Narendra Modi Tiba di Indonesia, Disambut Langsung Presiden Prabowo

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Jakarta — Perdana Menteri India Narendra Modi tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (6/7/2026), untuk memulai kunjungan kenegaraan selama tiga hari ke Indonesia. Setibanya di ibu kota, Modi disambut langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Turut hadir dalam penyambutan di Bandara Halim Perdanakusuma Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, […]

  • Dari FX hingga Obligasi, Ini Kunci OCBC Jadi Rising Star

    Dari FX hingga Obligasi, Ini Kunci OCBC Jadi Rising Star

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Komitmen Bank dalam meningkatkan likuiditas pasar alternatif melalui SPPA, guna mengembangkan ekosistem pasar yang lebih dinamis dan berkelanjutan Jakarta, 15 April 2026 – Persaingan di pasar keuangan makin ketat, tapi OCBC justru menunjukkan taringnya. Lewat lini bisnis Global Market, OCBC baru saja mencatatkan pencapaian yang cukup membanggakan di ajang Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) Award 2025 […]

  • Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu

    Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    IEO 2026: Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu Indonesia menghadapi krisis ekologis yang semakin kompleks dan saling terhubung. Kerusakan hutan, krisis air, tekanan pangan, dan ekspansi energi berbasis ekstraktif membentuk satu sistem krisis yang saling memperkuat dan berulang. IEO 2026: Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu Indonesia […]

  • BRI Branch Office Tanah Abang Gelar Simulasi Business Continuity Management untuk Perkuat Kesiapan Menghadapi Situasi Darurat

    BRI Branch Office Tanah Abang Gelar Simulasi Business Continuity Management untuk Perkuat Kesiapan Menghadapi Situasi Darurat

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Dalam rangka memastikan keberlangsungan operasional dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi gangguan bisnis, BRI Branch Office Tanah Abang melaksanakan kegiatan Simulasi Business Continuity Management (BCM) yang melibatkan pekerja dari berbagai fungsi dan unit kerja. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi komitmen BRI dalam menjaga kontinuitas layanan kepada nasabah serta memastikan proses bisnis tetap berjalan secara […]

  • BRI KKB Expo 2026 Digelar Serentak di 131 Unit Kerja, BRI Finance Hadirkan Promo Pembiayaan Kompetitif

    BRI KKB Expo 2026 Digelar Serentak di 131 Unit Kerja, BRI Finance Hadirkan Promo Pembiayaan Kompetitif

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta, 6 Juli 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) turut mendukung penyelenggaraan BRI KKB Expo 2026 yang berlangsung secara serentak pada 6–10 Juli 2026 di 131 Unit Kerja BRI. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BRI Group dalam memperluas akses pembiayaan kendaraan sekaligus menghadirkan berbagai penawaran menarik bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan […]

  • Sales Call Tidak Diangkat? Cek 3 Hal Ini Sebelum Tambah Target Call

    Sales Call Tidak Diangkat? Cek 3 Hal Ini Sebelum Tambah Target Call

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Sales call atau panggilan sales adalah salah satu taktik yang dioptimalkan bisnis untuk menjangkau prospek atau calon pelanggan secara lebih cepat. Namun, salah satu tantangan terbesar dalam sales call adalah rendahnya pickup rate, yakni persentase panggilan yang benar-benar diangkat oleh prospek. Misalnya, dari 100 panggilan yang dilakukan, hanya belasan yang diangkat. Situasi ini sering membuat manajer […]

expand_less