Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 52 menit yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

Penelitian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG UNPAD) terhadap personel marinir menunjukkan adanya perbaikan sejumlah indikator kesehatan mulut pada perokok dewasa yang beralih sepenuhnya ke produk tembakau alternatif. Penelitian selama 90 hari yang dipaparkan Guru Besar Ilmu Periodonsia FKG UNPAD, Prof. Dr. Amaliya, dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 menemukan perbaikan aliran darah gusi, kemampuan mengenali rasa, serta penurunan kadar karbon monoksida dalam embusan napas. Temuan ini menjadi salah satu bukti yang mendukung pendekatan Tobacco Harm Reduction (THR), yakni pengurangan paparan zat berbahaya melalui peralihan dari rokok yang dibakar ke produk alternatif bagi perokok dewasa yang belum mampu atau bersedia berhenti merokok.

Jakarta – Beralih dari kebiasaan merokok ke produk tembakau alternatif menunjukkan hasil berupa perbaikan pada sejumlah indikator kesehatan mulut, sebagaimana ditemukan dalam sebuah penelitian terhadap personel mariner yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG UNPAD). Temuan tersebut dipaparkan Guru Besar Ilmu Periodonsia FKG UNPAD, Prof. Dr. Amaliya, drg., M.Sc., Ph.D., dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta, (21/10/2026).

Amaliya menjelaskan bahwa penelitian tersebut dilatarbelakangi tingginya prevalensi merokok di lingkungan militer. Ia menemukan bahwa tekanan pekerjaan dan beban tugas menjadi faktor di balik kebiasaan merokok para personel militer.

Survei tim peneliti FKG UNPAD pada 2026 menunjukkan bahwa prevalensi merokok aktif di kalangan marinir jauh lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum. Sebagian besar responden juga mengaku telah berupaya berhenti merokok, tetapi masih mengalami kesulitan.

“Ternyata prevalensi merokok di subpopulasi militer mencapai 45,8 persen atau hampir dua kali lipat dibandingkan masyarakat umum yang berada di kisaran 22-23 persen,” katanya.

Amaliya menjelaskan, penelitian dilakukan dengan membandingkan kondisi personel marinir antara yang beralih sepenuhnya dari rokok ke produk tembakau alternatif dengan mereka yang tetap merokok. Perbandingan ini dilakukan selama 90 hari terhadap beberapa indikator, antara lain aliran darah gusi, kondisi gusi secara klinis, kemampuan mengenali rasa, serta kadar karbon monoksida.

Dalam uji klinis tersebut, tim peneliti mengukur aliran darah gusi menggunakan alat laser Doppler. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memperoleh hasil pengukuran yang objektif, sekaligus mengamati perubahan kondisi jaringan gusi.

Hasilnya menunjukkan, kelompok yang beralih sepenuhnya ke produk tembakau alternatif mengalami perbaikan aliran darah gusi. Warna gusi terlihat lebih cerah dibandingkan kelompok yang tetap merokok. Selain itu, kemampuan mengenali rasa asin, manis, dan asam meningkat signifikan pada peserta yang beralih.

Perubahan juga terlihat pada kadar karbon monoksida dalam embusan napas. Setelah tiga bulan, napas peserta yang beralih ke produk tembakau alternatif menunjukkan kadar karbon monoksida yang jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang tetap merokok. Bahkan, kadar karbon monoksida pada kelompok yang beralih mendekati tingkat yang umumnya ditemukan pada individu yang tidak merokok. “Hasil ini menunjukkan bahwa kadar karbon monoksida pada kelompok yang beralih menurun hingga mendekati tingkat pada orang yang tidak merokok,” tutur Amaliya.

Menurutnya, peralihan dari rokok ke produk tembakau alternatif merupakan bentuk tobacco harm reduction. Amaliya menjelaskan bahwa tobacco harm reduction atau pengurangan bahaya tembakau adalah salah satu pendekatan yang patut dipertimbangkan bagi perokok dewasa yang belum mampu atau tidak bersedia berhenti merokok. Pendekatan ini berfokus pada pengurangan paparan zat berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran rokok.

Oleh karena itu, Amaliya menekankan pentingnya edukasi berbasis bukti agar konsumen dewasa memahami pilihan yang tersedia beserta risikonya. Namun, ia menjelaskan bahwa berhenti merokok tetap merupakan pilihan utama untuk menghindari risiko kesehatan yang berkaitan dengan kebiasaan merokok. “Jadi mereka harus diberi edukasi bahwa risiko yang akan didapat dengan beralih lebih rendah jika dibandingkan terus merokok,” pungkasnya.

Pemaparan penelitian ini berlangsung pada acara SIERA 2026, forum yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (PERTASINDO) di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026. Mengusung tema “Advancing Health Resilience Through the 5M Framework: Man, Money, Material, Machine, and Methods”, kegiatan tersebut mempertemukan pembuat kebijakan, praktisi kesehatan, akademisi, dan pakar untuk membahas penguatan ketahanan kesehatan nasional berbasis bukti.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia

    BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    BRI Region 6 turut berpartisipasi dalam kegiatan BRI Gebyar Lelang, sebuah kegiatan lelang yang diselenggarakan secara serentak di 74 lokasi di seluruh Indonesia. Partisipasi ini merupakan bentuk komitmen BRI dalam mendukung optimalisasi pengelolaan aset serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh berbagai aset melalui mekanisme lelang yang transparan dan kompetitif. Melalui kegiatan BRI Gebyar Lelang, […]

  • Strategi Pendanaan yang Pruden Jaga Kinerja BRI Finance di Tengah BI Rate Tinggi

    Strategi Pendanaan yang Pruden Jaga Kinerja BRI Finance di Tengah BI Rate Tinggi

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jakarta, 23 Juni 2026 – Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate pada level 5,75% menjadi salah satu faktor yang terus dicermati oleh pelaku industri pembiayaan. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran. Di tengah dinamika tersebut, perusahaan pembiayaan dituntut untuk semakin adaptif […]

  • OJK Perketat Konten Kripto, Influencer Bisa Kena Denda Rp15 Miliar

    OJK Perketat Konten Kripto, Influencer Bisa Kena Denda Rp15 Miliar

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Jakarta, 30 Juni 2026 — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Perilaku Penyampai Informasi Sektor Jasa Keuangan. Aturan ini mengatur pihak selain Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang menyampaikan informasi terkait sektor jasa keuangan, termasuk melalui kegiatan edukasi, pemasaran, maupun pemberian rekomendasi kepada masyarakat. Aturan Baru bagi influencer […]

  • Monday Momentum: Mengatasi Kecemasan Pembukaan Pasar dan Memulai Pekan Trading dengan Disiplin

    Monday Momentum: Mengatasi Kecemasan Pembukaan Pasar dan Memulai Pekan Trading dengan Disiplin

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Pagi hari di awal pekan selalu menghadirkan atmosfer yang berbeda bagi para pelaku pasar finansial di seluruh dunia. Setelah jeda libur akhir pekan, berbunyinya bel pembukaan bursa global pada hari Senin sering kali memicu lonjakan adrenalin dan kecemasan tersendiri. Layar monitor yang kembali dipenuhi oleh grafik yang berkedip aktif dan fluktuasi angka yang cepat tak […]

  • KAI Bandara Hadirkan Jadwal Perjalanan yang Semakin Fleksibel, Perkuat Konektivitas Menuju Bandara Yogyakarta International Airport

    KAI Bandara Hadirkan Jadwal Perjalanan yang Semakin Fleksibel, Perkuat Konektivitas Menuju Bandara Yogyakarta International Airport

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    PT Railink (KAI Bandara) terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang andal, nyaman, dan terintegrasi melalui Kereta Api Bandara YIA. Seiring diberlakukannya penyesuaian jadwal dan tarif mulai 1 Juli 2026, pelanggan kini memiliki lebih banyak pilihan waktu perjalanan untuk mendukung mobilitas menuju maupun dari Bandara Yogyakarta International Airport. Layanan KA Bandara YIA terdiri atas KA […]

  • Hari Terakhir Periode Libur Imlek, Volume Penumpang KA di Wilayah Daop 4 Semarang Capai 45 Ribu Lebih

    Hari Terakhir Periode Libur Imlek, Volume Penumpang KA di Wilayah Daop 4 Semarang Capai 45 Ribu Lebih

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KAI Daop 4 Semarang mencatat per Selasa (17/2) pukul 08.00 WIB jumlah penumpang di wilayah Daop 4 Semarang pada periode libur Tahun Baru Imlek, yakni 13 hingga 17 Februari 2026, sebanyak 250.013 penumpang. KAI Daop 4 Semarang mencatat per Selasa (17/2) pukul 08.00 WIB jumlah penumpang di wilayah Daop 4 Semarang pada periode libur Tahun […]

expand_less