Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Perusahaan Mulai Mengevaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital

Perusahaan Mulai Mengevaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar

Perusahaan di Indonesia mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring meningkatnya kompleksitas transformasi digital. Dalam sebuah wawancara program televisi bisnis nasional pada Maret 2026, perwakilan Sangfor Technologies Indonesia menjelaskan bahwa perluasan penggunaan cloud, AI, dan sistem kerja hybrid membuat attack surface semakin luas, sehingga risiko serangan seperti phishing dan ransomware ikut meningkat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan perlu mengadopsi pendekatan yang lebih terintegrasi melalui Zero Trust, monitoring keamanan 24/7, serta evaluasi platform virtualisasi yang digunakan. Dengan meningkatnya kebutuhan efisiensi dan keamanan, banyak organisasi juga mulai mempertimbangkan kembali penggunaan teknologi seperti hypervisor dan alternatif VMware agar sistem lebih fleksibel, aman, dan mampu mendukung keberlangsungan bisnis di era digital.

Di tengah percepatan transformasi digital yang menyentuh hampir seluruh sektor bisnis dan layanan publik, ancaman siber juga berkembang semakin kompleks. Kondisi ini mendorong perusahaan dan institusi untuk mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur dan keamanan IT mereka agar tetap resilien dan terlindungi dari berbagai potensi serangan.

Hal ini dibahas dalam sebuah program bernama Profit di sebuah wawancara program televisi bisnis nasional (Rabu, 25/03/2026) bersama Akhmad Rezha, Cyber Security Consultant Sangfor Technologies Indonesia. Dalam wawancara tersebut disampaikan bahwa transformasi digital yang kini berkembang menuju adopsi AI turut memperluas infrastruktur digital perusahaan, sekaligus meningkatkan risiko keamanan siber.

“Ketika ada transformasi digital dan transformasi AI, artinya infrastruktur digital juga akan semakin lebar. Dampaknya, kerentanan semakin banyak, attack surface semakin luas, dan itu berbanding lurus dengan risiko,” jelasnya.

Perluasan infrastruktur ini membuat sistem perusahaan tidak lagi terpusat, melainkan tersebar di berbagai lingkungan, mulai dari on-premise hingga cloud. Selain itu, pola kerja hybrid juga membuat akses terhadap sistem menjadi lebih fleksibel, tetapi di sisi lain meningkatkan potensi celah keamanan.

Dalam beberapa tahun terakhir, ancaman yang paling sering terjadi masih didominasi oleh phishing dan ransomware. Phishing memanfaatkan kelemahan pada sisi manusia, terutama rendahnya awareness terhadap keamanan, sementara ransomware dapat langsung mengganggu operasional bisnis dengan mengunci sistem dan data perusahaan.

Dampak dari serangan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dapat mempengaruhi operasional, finansial, hingga reputasi perusahaan. Bahkan dalam beberapa kasus, serangan siber dapat berujung pada risiko hukum apabila terjadi kebocoran data pelanggan.

Kondisi ini semakin kompleks seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi seperti cloud computing, artificial intelligence, dan sistem kerja hybrid. Infrastruktur IT menjadi semakin luas dan dinamis, sehingga membutuhkan pendekatan keamanan yang lebih menyeluruh.

Perusahaan mulai mempertimbangkan pendekatan modern seperti Zero Trust, pengelolaan akses berbasis identitas, serta monitoring sistem secara berkelanjutan untuk memastikan keamanan tetap terjaga di berbagai lingkungan.

Namun demikian, teknologi saja tidak cukup. Banyak insiden keamanan terjadi bukan karena kurangnya sistem, tetapi karena faktor manusia dan proses yang belum berjalan optimal.

“Banyak perusahaan sudah cukup matang dari sisi teknologi, tetapi dari sisi sumber daya manusia dan proses masih perlu diperkuat. Celah sering muncul dari kurangnya awareness dan kesalahan konfigurasi,” ungkapnya.

Karena itu, strategi keamanan yang efektif perlu dibangun dari kombinasi antara teknologi, sumber daya manusia, dan proses yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.

Disisi lain, masih banyak organisasi yang melihat keamanan siber sebagai biaya tambahan, bukan sebagai investasi strategis. Padahal, potensi kerugian akibat serangan siber dapat jauh lebih besar dibandingkan biaya pencegahan yang dikeluarkan.

Seiring meningkatnya kompleksitas infrastruktur IT, termasuk dalam penggunaan virtualisasi server dan berbagai platform pengelolaan sistem, perusahaan juga mulai mengevaluasi kembali strategi teknologi yang mereka gunakan. Efisiensi, fleksibilitas, serta keamanan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah pengembangan infrastruktur ke depan.

Dalam konteks ini, pendekatan yang terintegrasi menjadi semakin penting, baik dalam pengelolaan sistem, keamanan data, maupun keberlangsungan operasional bisnis.

Sebagai penyedia solusi infrastruktur IT dan keamanan siber, Sangfor Technologies Indonesia menghadirkan berbagai pendekatan yang membantu perusahaan mengelola sistem virtualisasi, meningkatkan keamanan, serta memastikan operasional tetap berjalan di tengah perubahan lanskap digital.

Transformasi digital diperkirakan akan terus berkembang, termasuk dalam pemanfaatan AI, cloud, dan sistem kerja yang semakin fleksibel. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa setiap langkah transformasi juga diiringi dengan strategi keamanan yang matang dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, keamanan siber bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana perusahaan melindungi aset digital, menjaga operasional, dan memastikan keberlangsungan bisnis di era digital yang semakin kompleks.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Regulasi Baru Amerika Serikat Permudah Akses Perbankan Aset Kripto, Bittime Tekankan Pentingnya Literasi Digital bagi Investor Indonesia

    Regulasi Baru Amerika Serikat Permudah Akses Perbankan Aset Kripto, Bittime Tekankan Pentingnya Literasi Digital bagi Investor Indonesia

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Februari 2026 – Bank Sentral Amerika Serikat, atau Federal Reserve (The Fed), baru-baru ini mengambil langkah strategis yang dinantikan oleh para pelaku industri aset digital dengan mengumumkan usulan peraturan baru yang bertujuan memperbaiki akses perbankan bagi perusahaan aset kripto.  Sebelumnya, dalam kebijakan ini The Fed membuka masa tanggapan publik selama 60 hari untuk […]

  • Bitcoin Rebound ke US.000 Usai Perubahan Sentimen Geopolitik

    Bitcoin Rebound ke US$68.000 Usai Perubahan Sentimen Geopolitik

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Harga Bitcoin pulih ke atas US$68.000 setelah sempat tertekan oleh eskalasi geopolitik Timur Tengah, memicu perubahan sentimen dan volatilitas pasar kripto. Harga Bitcoin kembali menguat ke atas level US$68.000 setelah pasar mencerna kabar meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang diumumkan menyusul serangan militer bersama oleh Amerika Serikat dan Israel. Aset kripto terbesar di […]

  • BINUS University Bekasi Gelar Research Roadmap Session Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands

    BINUS University Bekasi Gelar Research Roadmap Session Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 54
    • 0Komentar

    BINUS University Kampus Bekasi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Research Roadmap Session Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands (LLGCI-NL), sebuah forum kolaboratif internasional yang mempertemukan akademisi, industri, dan pemerintah dari Indonesia dan Belanda dalam rangka merumuskan peta jalan riset bersama di bidang logistik berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama Triple Helix antara perguruan tinggi, sektor industri, dan […]

  • Transformasi Inspeksi Aset Migas Menggunakan Drone Thermal

    Transformasi Inspeksi Aset Migas Menggunakan Drone Thermal

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Inspeksi aset di sektor minyak dan gas menuntut tingkat ketelitian dan keselamatan yang tinggi, terutama pada fasilitas dengan potensi risiko operasional. Pemantauan suhu menjadi salah satu aspek penting untuk mengidentifikasi indikasi awal gangguan teknis sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Pemanfaatan drone thermal memungkinkan proses inspeksi dilakukan secara lebih aman dan akurat dengan mendeteksi […]

  • Indeks Saham Amerika sebagai Barometer Pasar Global

    Indeks Saham Amerika sebagai Barometer Pasar Global

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Dalam dunia investasi dan trading global, indeks saham Amerika Serikat sering dianggap sebagai indikator utama yang mencerminkan arah pasar dunia. Pergerakan indeks seperti S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq tidak hanya berdampak pada investor di Amerika, tetapi juga memengaruhi sentimen pasar di Asia, Eropa, hingga emerging markets. Hal ini terjadi karena Amerika Serikat merupakan pusat […]

  • Indibiz KTI Kolaborasi dengan Makassar Game Developer Hadirkan Global Game Jam Makassar 2026

    Indibiz KTI Kolaborasi dengan Makassar Game Developer Hadirkan Global Game Jam Makassar 2026

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 35
    • 0Komentar

    50 talenta, 48 jam, dan 10 gim lahir dari Global Game Jam Makassar 2026. Ruang kolaborasi yang difasilitasi Telkom mendorong kreativitas industri gim lokal Makassar — Indibiz Kawasan Timur Indonesia berkolaborasi dengan komunitas Makassar  Game Developer (MAGER) menggelar Global Game Jam Makassar 2026. Kegiatan ini menjadi ajang kolaboratif bagi para pengembang gim untuk berkreasi dan […]

expand_less