Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Rumah Retak Setelah Beberapa Tahun? Ini Kesalahan pada Besi Beton

Rumah Retak Setelah Beberapa Tahun? Ini Kesalahan pada Besi Beton

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar

Pernahkah Anda memperhatikan retakan halus yang tiba-tiba muncul di dinding atau kolom rumah, padahal bangunan tersebut baru berumur tiga atau lima tahun? Bagi banyak pemilik rumah, retak rambut atau retakan struktur sering dianggap sebagai “masalah tanah” atau “faktor cuaca”.

Padahal, jika dirunut secara teknis, masalah tersebut sering kali berakar dari dalam beton itu sendiri, tepatnya pada pemilihan dan pemasangan besi beton yang tidak tepat. Besi beton adalah otot bagi bangunan; jika ototnya bermasalah, kulit (dinding) pasti akan ikut pecah.

Berikut adalah beberapa kesalahan fatal terkait besi beton yang sering menyebabkan rumah “rewel” setelah beberapa tahun dihuni.

1. Fenomena “Besi Banci” (Diameter Tidak Standar)

Salah satu penyebab utama retak struktur adalah penggunaan besi yang tidak memenuhi standar SNI (Standar Nasional Indonesia), atau yang akrab disebut “besi banci” di lapangan. Besi ini biasanya dijual lebih murah karena diameternya lebih kecil dari yang tertera pada label.

Seorang praktisi pengawas proyek hunian menjelaskan risiko tersembunyi dari praktik penghematan ini.

“Banyak orang mengira selisih diameter 0,5 mm atau 1 mm itu sepele. Padahal, kapasitas beban besi itu dihitung berdasarkan luas penampang melingkarnya. Jika diameter berkurang sedikit saja, kemampuan besi menahan beban tarik berkurang drastis. Akibatnya, saat bangunan mulai ‘settling’ atau menerima beban perabotan penuh, beton akan retak karena besinya tidak kuat menahan tarikan struktur.”

2. Mengabaikan “Selimut Beton” (Beton Dekking)

Banyak tukang bangunan yang memasang besi tulangan terlalu mepet ke papan bekisting. Akibatnya, saat beton kering, posisi besi berada terlalu dekat dengan permukaan luar dinding atau kolom.

Kondisi ini sangat berbahaya karena besi tidak memiliki “selimut beton” yang cukup tebal untuk melindunginya dari udara dan kelembapan. Seorang ahli forensik bangunan menyoroti dampak jangka panjang dari kesalahan sepele ini.

“Besi yang terlalu dekat dengan permukaan luar akan mudah mengalami oksidasi. Udara dan air merembes masuk melalui pori-pori beton, memicu karat pada besi. Saat besi berkarat, volumenya memuai hingga dua kali lipat. Tekanan dari dalam ini akan mendorong beton keluar, menyebabkan beton pecah atau ‘spalling’, yang diawali dengan retakan memanjang searah besi di dalamnya.”

3. Salah Fungsi: Pakai Besi Polos untuk Tulangan Utama

Demi menekan biaya, sering kali ditemukan penggunaan besi beton polos untuk seluruh bagian rumah, termasuk pada kolom utama dan balok lantai dua. Padahal, besi polos memiliki daya lekat (bonding) yang jauh lebih rendah dibandingkan besi beton ulir.

Dalam struktur beton bertulang, besi dan beton harus bekerja sebagai satu kesatuan. Besi ulir memiliki sirip yang berfungsi “mengunci” beton agar tidak bergeser. Jika tulangan utama hanya menggunakan besi polos, saat terjadi beban puncak atau guncangan, risiko besi “tergelincir” di dalam beton sangat tinggi, yang memicu retakan besar pada struktur utama.

4. Jarak Begel (Sengkang) yang Terlalu Jarang

Begel atau sengkang berfungsi untuk menjaga agar tulangan utama tetap pada posisinya dan menahan gaya geser. Kesalahan yang sering terjadi adalah memasang begel dengan jarak yang terlalu lebar misalnya lebih dari 20 cm untuk kolom utama rumah tinggal demi menghemat jumlah besi.

Jarak begel yang terlalu renggang membuat tulangan utama menjadi “lemah” saat menahan beban tekan dari atas. Akibatnya, kolom bisa mengalami deformasi (melengkung sedikit), yang kemudian merambat menjadi retakan diagonal pada dinding yang menempel pada kolom tersebut.

Cara Menghindari Retak Bangunan di Masa Depan

Agar investasi rumah Anda tidak menjadi beban biaya renovasi di kemudian hari, pastikan beberapa hal berikut dilakukan saat pembangunan:

Gunakan Besi SNI Full: Selalu ukur diameter besi menggunakan alat caliper saat material tiba di lokasi proyek. Pastikan diameter aktual sesuai dengan spesifikasi teknis.

Pastikan Selimut Beton Minimal 2-3 cm: Gunakan “tahu beton” (beton dekking) untuk mengganjal besi agar posisinya berada tepat di tengah-tengah struktur, tidak menempel pada bekisting.

Kombinasi Polos dan Ulir: Gunakan besi ulir untuk tulangan utama (kolom dan balok) dan besi polos untuk sengkang (begel). Ini adalah standar efisiensi yang aman.

Perhatikan Detail Sambungan: Pastikan panjang tekukan besi (kait) dan panjang sambungan antar besi sudah sesuai standar agar distribusi beban merata.

Kesimpulan

Rumah yang kokoh bukan hanya soal semen yang banyak atau pasir yang bagus, tapi soal bagaimana besi di dalamnya bekerja dengan benar. Menghemat beberapa juta rupiah dengan membeli besi berkualitas rendah di awal proyek sering kali berujung pada biaya perbaikan yang mencapai puluhan juta rupiah beberapa tahun kemudian.

Ingat, dalam konstruksi, memperbaiki struktur yang sudah tertutup jauh lebih sulit dan mahal daripada membangunnya dengan benar sejak awal.

Apakah dinding rumah Anda mulai menunjukkan retakan di dekat sudut kolom atau balok? Segera periksa apakah itu retak rambut pada plesteran atau retak struktural yang membutuhkan penanganan serius.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Momentum Ramadan 2026,  BRI Finance Salurkan Pembiayaan yang Terukur dan Berkualitas

    Jaga Momentum Ramadan 2026, BRI Finance Salurkan Pembiayaan yang Terukur dan Berkualitas

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Jakarta, 6 Maret 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memandang periode Ramadan sebagai salah satu momentum penting yang secara historis berpotensi meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan dana tunai. Kebutuhan konsumsi rumah tangga, persiapan mudik, hingga penguatan modal usaha mikro dan kecil menjelang Hari Raya turut mendorong dinamika permintaan pembiayaan di periode ini. Direktur […]

  • KAI Salurkan 580 Paket Sembako melalui TJSL sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Pekerja Pendukung Layanan

    KAI Salurkan 580 Paket Sembako melalui TJSL sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Pekerja Pendukung Layanan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan prima yang didukung oleh kepedulian terhadap seluruh elemen pekerja di lingkungan stasiun. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), KAI menyalurkan sebanyak 580 paket sembako kepada porter dan petugas kebersihan sebagai bagian dari upaya berbagi dan apresiasi. Bantuan tersebut didistribusikan […]

  • LRT Jabodebek Jaga Ketepatan Waktu di Atas 99% di Tengah Tingginya Mobilitas Perkotaan

    LRT Jabodebek Jaga Ketepatan Waktu di Atas 99% di Tengah Tingginya Mobilitas Perkotaan

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek mencatat On Time Performance 99,51% pada Triwulan I 2026 dengan OTP bulanan 99,20% Januari, 99,91% Februari, dan 99,23% Maret. Capaian ini menegaskan keandalan layanan di tengah tingginya mobilitas komuter. LRT Jabodebek mencatat tingkat ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) sebesar 99,51% sepanjang Triwulan I 2026, menunjukkan konsistensi layanan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat perkotaan, […]

  • Produktif dan Berprestasi: Ardella Regina Chandra Buktikan Dukungan BINUS @Bandung bagi Talenta Kreatif

    Produktif dan Berprestasi: Ardella Regina Chandra Buktikan Dukungan BINUS @Bandung bagi Talenta Kreatif

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Jakarta 21 April – Produktivitas dan capaian mahasiswa menjadi indikator penting dalam menilai relevansi sebuah kampus terhadap kebutuhan industri dan dunia profesional. Hal tersebut tercermin dalam perjalanan Ardella Regina Chandra, mahasiswi Program Studi Interior Design BINUS @Bandung, yang mampu menyeimbangkan pengalaman industri, aktivitas profesional, hingga prestasi akademik selama masa perkuliahan. Sebagai Binusian 2026, Ardella menempuh […]

  • Kenali Modus Email Pishing dan Cara Menghindarinya

    Kenali Modus Email Pishing dan Cara Menghindarinya

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Perkembangan teknologi digital turut diikuti dengan meningkatnya modus kejahatan siber, salah satunya email phishing. Di tengah penggunaan email yang masih menjadi bagian penting dalam komunikasi modern, celah ini dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk mencuri data pribadi. Email hingga saat ini masih digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari komunikasi formal, pengiriman dokumen, hingga aktivitas promosi. Meski […]

  • Hari Pertama WFH ASN, Pengguna LRT Jabodebek Turun 10 Persen, Layanan Tetap Optimal

    Hari Pertama WFH ASN, Pengguna LRT Jabodebek Turun 10 Persen, Layanan Tetap Optimal

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek mencatat penurunan 10% pengguna pada Jumat (10/4) karena kebijakan WFH ASN, terutama di stasiun dekat perkantoran seperti Kuningan, Dukuh Atas, dan Rasuna Said. Penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Jumat (10/4), memberikan dampak signifikan bagi pengguna LRT Jabodebek khususnya di beberapa stasiun yang dekat perkantoran maupun stasiun […]

expand_less