Pesan Sejuk Toleransi dan Pengabdian di Apel Perdana ASN Sulut
- account_circle reputasi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar

tManado, Media.Reputasiplus.com-
Pagi yang cerah pada Senin, 30 Maret 2026, mengiringi langkah para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk kembali mengabdi. Dalam apel perdana pasca libur panjang perayaan Idul Fitri, suasana sejuk dan penuh kekeluargaan begitu terasa. Apel yang dipimpin langsung oleh beliau bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay ini bukan sekadar rutinitas kedisiplinan, melainkan momentum penyatuan harmoni setelah sejenak menyucikan diri dan kembali ke fitrah.
Menyandang semangat persaudaraan di bumi Nyiur Melambai, arahan pagi itu dibuka dengan sentuhan yang menyejukkan hati. Di hadapan barisan abdi negara dari berbagai latar belakang keyakinan, beliau yang akrab disapa sebagai “Bapak Toleransi” kembali menghaturkan ucapan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Suci Nyepi bagi seluruh ASN yang merayakan.
Pesan tersebut menjadi pengingat yang indah bahwa perbedaan adalah kekuatan. Terselip doa tulus agar keberkahan, kedamaian, dan kerukunan senantiasa memayungi setiap langkah pengabdian ASN dalam membangun daerah tercinta.
Berbekal kedamaian pasca hari raya tersebut, seluruh ASN diajak untuk menerjemahkan nilai-nilai spiritual ke dalam bentuk pelayanan nyata. Beberapa pesan sejuk yang ditekankan untuk menjadi pedoman langkah ke depan antara lain:
Pengabdian sebagai Bentuk Syukur: Kesejahteraan yang telah diamanatkan oleh negara seyogianya direspons dengan rasa syukur melalui kinerja yang maksimal, tulus, dan berpegang teguh pada Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi).
Integritas dan Pelayanan Hati: Setiap aparatur didorong untuk senantiasa menjaga kehormatan profesi. Dengan mengedepankan komunikasi yang positif dan sikap yang ramah, kepentingan dan pelayanan bagi masyarakat luas harus selalu menjadi prioritas utama.
Kepercayaan melalui Fleksibilitas Kerja: Sebagai bentuk adaptasi modern dan kepedulian terhadap efisiensi, kebijakan Work From Home (WFH) terbatas akan diberlakukan pada hari Rabu dan Kamis. Ini adalah wujud kepercayaan pimpinan; di mana efisiensi energi di kantor dapat tercapai, sementara produktivitas dan kualitas pelayanan publik dari para ASN tetap terjaga dengan penuh tanggung jawab.
Arahan pagi itu ditutup dengan sebuah harapan besar: agar napas toleransi yang hidup berdampingan dengan kedisiplinan dapat terus menjadi budaya kerja ASN Sulawesi Utara. Dengan pikiran yang jernih dan hati yang sejuk, para abdi negara didorong untuk segera kembali melayani, menebar manfaat, dan merajut harmoni demi kemajuan masyarakat dan daerah.




- Penulis: reputasi


