Prabowo Bongkar Tambang Ilegal Ratusan Triliun di Bangka Belitung! Ternyata Mengandung “Tanah Jarang” Bernilai Fantastis!
- account_circle redaktur reputasi
- calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
- visibility 49
- comment 0 komentar

𝐺𝑎𝑚𝑏𝑎𝑟 ℎ𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑖𝑙𝑢𝑠𝑡𝑟𝑎𝑠𝑖, 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑔𝑎𝑚𝑏𝑎𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑖𝑡𝑢𝑎𝑠𝑖 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑙𝑜𝑘𝑎𝑠𝑖 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎.
Manado, ReputasiPlus.com — Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap temuan mengejutkan di lokasi pertambangan ilegal yang disita negara di Bangka Belitung. Di kawasan tersebut, ditemukan mineral tanah jarang jenis monasit yang nilainya diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah.
Tim Media Presiden melaporkan dari Jakarta, Senin, bahwa potensi besar ini sebelumnya digarap secara ilegal melalui enam smelter yang kini telah disita dan diserahkan kepada PT Timah Tbk.
“Tanah jarang yang belum diurai mungkin nilainya lebih besar. Tanah jarang itu mengandung monasit, dan 1 ton monasit bisa bernilai hingga 200.000 dolar AS,” ujar Presiden Prabowo di Bangka Belitung, dikutip dari Antara.
Dengan kurs Rp16.603 per dolar AS, harga monasit per ton mencapai sekitar Rp3,32 miliar. Berdasarkan perhitungan Presiden, terdapat sekitar 40.000 ton monasit di kawasan tambang ilegal tersebut. Artinya, potensi nilai ekonominya bisa mencapai 8 miliar dolar AS atau setara Rp128 triliun.
Presiden juga mengungkap bahwa dari enam perusahaan tambang ilegal yang disita, potensi kerugian negara ditaksir mencapai Rp300 triliun, termasuk dari nilai monasit.
“Kita bisa bayangkan, dari enam perusahaan saja, negara bisa rugi hingga Rp300 triliun,” tegasnya.
Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada aparat penegak hukum dan seluruh pihak yang berhasil membongkar praktik tambang ilegal tersebut. Ia menegaskan, langkah ini membuktikan keseriusan pemerintah dalam memberantas penyelundupan dan penambangan ilegal.
“Ini bukti bahwa pemerintah serius. Kita bertekad membasmi penyelundupan, illegal mining, dan semua bentuk pelanggaran hukum,” ujarnya tegas.
Presiden pun meminta agar upaya penyelamatan kekayaan negara terus dilanjutkan demi kesejahteraan rakyat Indonesia.
“Prestasi yang membanggakan, tolong diteruskan. Jaksa Agung, Panglima TNI, Bea Cukai, Bakamla—teruskan! Kita selamatkan kekayaan negara untuk rakyat kita,” pesan Presiden menutup pernyataannya.
- Penulis: redaktur reputasi


