Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Scam Makin Marak, Ini 5 Cara Sederhana agar Tidak Mudah Tertipu

Scam Makin Marak, Ini 5 Cara Sederhana agar Tidak Mudah Tertipu

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar

Pernah mendapat pesan yang tiba tiba menawarkan hadiah, meminta transfer, atau mengirimkan tautan untuk diklik? Di era digital, situasi seperti ini semakin sering ditemui. Modusnya pun semakin beragam, mulai dari mengaku sebagai pihak tertentu sampai menawarkan investasi yang terlihat menguntungkan.

Scam adalah bentuk penipuan yang dilakukan untuk membuat seseorang menyerahkan uang, data pribadi, atau informasi penting kepada pelaku. Modusnya dapat muncul melalui SMS, WhatsApp, email, media sosial, hingga berbagai platform digital lainnya.

Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima 432.637 pengaduan penipuan sejak berdiri pada 22 November 2024 hingga 14 Januari 2026, dengan total nilai kerugian mencapai Rp9,1 triliun.

Cara Menghindari Scam

Pahami cara menghindari scam di bawah ini sebelum mengambil keputusan saat menerima pesan atau tawaran yang mencurigakan.

1. Jangan Langsung Percaya

Salah satu trik yang sering digunakan dalam penipuan online adalah membuat korban panik atau tergiur.

Pelaku dapat mengaku sebagai pihak atau perusahaan tertentu, menawarkan hadiah, memberikan informasi mendesak, atau membuat cerita yang terdengar meyakinkan.

Kalau menerima informasi yang datang tiba tiba, jangan langsung mengikuti instruksinya. Luangkan waktu untuk mengecek kebenaran informasi melalui sumber resmi.

Misalnya, ketika mendapat pesan yang mengaku dari suatu perusahaan dan meminta kamu melakukan pembayaran, cari kontak resmi perusahaan tersebut dan lakukan verifikasi secara mandiri.

2. Jangan Asal Klik Tautan

Tautan mencurigakan bisa mengarahkan kamu ke situs palsu yang dibuat menyerupai situs resmi.

Modus seperti ini dapat digunakan untuk mencuri data pribadi atau informasi penting lainnya.

Karena itu, salah satu tips aman transaksi digital yang sederhana adalah tidak sembarangan membuka tautan dari pengirim yang tidak dikenal.

Perhatikan juga alamat situs sebelum memasukkan informasi apa pun. Kalau alamatnya terlihat aneh atau berbeda dari situs resmi, lebih baik jangan dilanjutkan.

3. Jaga Data Rahasia

Data seperti OTP, kode verifikasi, dan informasi kartu merupakan informasi pribadi yang harus dijaga.

Jangan memberikan data tersebut kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai pihak bank atau perusahaan tertentu.

Jika ada pihak yang meminta OTP atau kode verifikasi dengan alasan untuk membantu proses transaksi, sebaiknya hentikan komunikasi dan lakukan pengecekan melalui kanal resmi.

Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi bagian penting dari cara menghindari penipuan online.

4. Cek Dulu Sebelum Transfer

Ada pesan masuk yang meminta transfer? Jangan terburu buru membuka aplikasi pembayaran dan mengirimkan uang.

Lakukan verifikasi terlebih dahulu. Jika permintaan tersebut mengatasnamakan seseorang atau perusahaan, hubungi pihak terkait melalui kontak resmi yang kamu miliki.

Langkah ini penting terutama ketika menerima permintaan transfer yang terasa berbeda dari biasanya.

Cek nama penerima, tujuan transfer, dan pastikan permintaannya benar sebelum transaksi dilakukan.

5. Temukan Scam, Laporkan dan Blokir

Kalau menemukan akun atau pesan yang terindikasi scam, jangan berhenti dengan mengabaikannya.

Simpan bukti yang tersedia, seperti screenshot, nomor telepon, rekening, atau akun yang digunakan pelaku. Setelah itu, laporkan melalui platform terkait dan kanal resmi yang tersedia.

Kamu juga dapat memblokir akun tersebut untuk mencegah komunikasi lebih lanjut.

Lalu, bagaimana cara melaporkan penipuan online? Gunakan kanal resmi yang sesuai dengan platform atau layanan yang terkait dengan kasus tersebut. Untuk kasus penipuan di sektor keuangan, masyarakat juga dapat memanfaatkan kanal resmi yang disediakan untuk penanganan pengaduan dan koordinasi.

Kenapa Kita Perlu Lebih Waspada terhadap Scam?

Perkembangan teknologi membuat transaksi dan berbagai aktivitas sehari hari semakin praktis. Pada saat yang sama, pelaku penipuan juga semakin kreatif mencari celah.

Karena itu, keamanan digital membutuhkan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten:

– Berhenti sebentar sebelum percaya

– Cek sebelum klik

– Jaga data pribadi

– Verifikasi sebelum transfer

– Laporkan jika menemukan indikasi scam

Lima langkah tersebut terdengar sederhana, tetapi dapat membantu mengurangi risiko menjadi korban penipuan digital. Pemberantasan scam membutuhkan kewaspadaan masyarakat sekaligus kolaborasi antara industri perbankan, regulator, aparat penegak hukum, penyedia teknologi, dan berbagai pihak terkait.

GENCARKAN Literasi Keuangan, Mulai dari Kebiasaan Kecil

Meningkatkan kewaspadaan terhadap scam juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan.

Melalui kampanye GENCARKAN atau Gerakan Nasional Cerdas Keuangan, OJK mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di seluruh wilayah Indonesia. 

Dengan semangat #GENCARKAN2026 #BulanLiterasiKeuangan2026 #FinancialLiteracyCampaign2026 menghindari scam bisa dimulai dari hal sederhana. Sebelum percaya pada sebuah pesan, berhenti sejenak. Sebelum klik tautan, cek sumbernya. Sebelum transfer, lakukan verifikasi.

Kebiasaan kecil tersebut dapat membantu kita menjadi pengguna layanan digital yang lebih cerdas dan waspada. Tidak ada salahnya menjadi sedikit lebih skeptis ketika menerima informasi yang datang tiba tiba.

Jangan mudah percaya. Hindari tautan mencurigakan. Lindungi data rahasia. Verifikasi sebelum transfer. Laporkan dan blokir akun yang mencurigakan.

Dengan membangun kebiasaan tersebut, kamu ikut mempersempit ruang gerak pelaku scam sekaligus menjaga keamanan transaksi digital sehari hari.

***

Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan panduan atau informasi resmi dari pihak terkait. Jangan pernah memberikan OTP, kode verifikasi, PIN, password, atau data rahasia kepada pihak lain.

Untuk bantuan mengenai layanan Bank Neo Commerce, nasabah dapat menghubungi Call Center 1500 190 atau kanal media sosial resmi Bank Neo Commerce.

Jika ingin mempelajari produk lainnya yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Bank Neo Commerce.

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Marketing HIT: Perbedaan antara Menarik Perhatian dan Membangun Kampanye

    Marketing HIT: Perbedaan antara Menarik Perhatian dan Membangun Kampanye

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Jakarta — Salah satu aturan sederhana dalam marketing modern adalah membuat iklan menjadi viral, baik melalui meme maupun selebritas. Orang-orang kemudian akan menyebarkan iklan tersebut melalui media sosial dan aplikasi pesan dengan cepat. Jenis marketing seperti ini terasa lebih organik dan mudah diterima karena banyak orang lain ikut membicarakan dan berinteraksi dengannya. Cara ini bekerja […]

  • KAI Logistik Kelola 3,6 Juta Ton Barang di TW 1 dengan Peningkatan 24% pada Angkutan Peti Kemas

    KAI Logistik Kelola 3,6 Juta Ton Barang di TW 1 dengan Peningkatan 24% pada Angkutan Peti Kemas

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian, KAI Logistik sebagai perusahaan penyedia layanan total logistics solution, berhasil mencatatkan kinerja operasional yang kokoh pada Triwulan I 2026. Perusahaan mencatatkan total volume pengelolaan angkutan barang mencapai sekitar 3,6 juta ton. Angka ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional. Direktur Utama KAI Logistik, […]

  • Sanggabiz Pimpin Transformasi Digital Dthree Melalui Implementasi AI dalam Program SFI 2026 Kemenperin RI

    Sanggabiz Pimpin Transformasi Digital Dthree Melalui Implementasi AI dalam Program SFI 2026 Kemenperin RI

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    PT Sangga Bisnis Anda (Sanggabiz) mengukuhkan posisinya sebagai inovator teknologi industri dengan terpilih menjadi penyedia teknologi (tech provider) utama bagi PT Dthree Sukses Mulia (Dthree). Penunjukan ini merupakan bagian dari program Startup for Industry (SFI) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI), di mana Sanggabiz dipercaya untuk mengimplementasikan ekosistem kecerdasan buatan (AI) […]

  • 54% Investor Pasar Modal Indonesia di Bawah 30 Tahun, BRIDS Catat Lonjakan Transaksi Digital 1.327% di 2025

    54% Investor Pasar Modal Indonesia di Bawah 30 Tahun, BRIDS Catat Lonjakan Transaksi Digital 1.327% di 2025

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    FinanceAsia dan IDIA 2026 memberikan penghargaan kepada BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) di tengah pertumbuhan basis investor ritel Indonesia yang kini didominasi segmen usia di bawah 30 tahun Jakarta, 04 Mei 2026 – Jumlah investor pasar modal Indonesia melampaui 20,34 juta pada Desember 2025, tumbuh dari 12,16 juta pada 2022. Lebih dari separuh basis investor tersebut […]

  • Morgan Stanley: Reli S&P 500 Ditopang Sempit, Risiko Koreksi Meningkat

    Morgan Stanley: Reli S&P 500 Ditopang Sempit, Risiko Koreksi Meningkat

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Pasar saham Amerika Serikat berpotensi menghadapi tekanan dalam waktu dekat, seiring meningkatnya risiko dari sisi fundamental dan makroekonomi. Kepala strategi ekuitas di Morgan Stanley, Mike Wilson, memperingatkan bahwa indeks S&P 500 masih memiliki potensi koreksi di tengah ekspektasi laba perusahaan yang dinilai terlalu optimistis. Dalam pandangannya, pasar saat ini belum sepenuhnya mencerminkan tekanan terhadap margin […]

  • Bank Raya Dukung Lala Market Vol.11, Hadirkan Pengalaman Transaksi Digital Praktis untuk Ribuan Fashion Enthusiasts

    Bank Raya Dukung Lala Market Vol.11, Hadirkan Pengalaman Transaksi Digital Praktis untuk Ribuan Fashion Enthusiasts

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong adopsi transaksi digital melalui dukungan kepada komunitas fashion dan lifestyle pada Lala Market Vol.11 yang diselenggarakan pada 3–5 Juli 2026 di Balai Kartini, Jakarta Selatan. Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong adopsi transaksi digital melalui […]

expand_less