Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Siap Dukung Kelancaran Angkutan Lebaran Idulfitri 1447 H / 2026

Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Siap Dukung Kelancaran Angkutan Lebaran Idulfitri 1447 H / 2026

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
  • visibility 56
  • comment 0 komentar

Semarang, Maret 2026 – Menjelang periode angkutan Hari Raya Idulfitri 1447 H / 2026, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Subholding PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Emas memastikan kesiapan Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas dalam menghadapi peningkatan mobilitas penumpang selama arus mudik dan arus balik Lebaran. Berbagai langkah kesiapan telah dilakukan guna memastikan pelayanan berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Tanjung Emas, S. Joko, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang yang diperkirakan meningkat selama periode angkutan Lebaran.

“Seluruh tim di lapangan kami instruksikan untuk memastikan layanan berjalan lebih cepat, aman, dan nyaman, dengan standar operasi yang telah ditingkatkan khusus untuk periode angkutan Lebaran,” ujarnya.

Dari sisi fasilitas, Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas telah dilengkapi berbagai sarana penunjang untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, di antaranya ruang tunggu yang nyaman, area check-in yang tertata, fasilitas disabilitas, ruang laktasi, area bermain anak, serta sistem auto gate bagi kendaraan maupun penumpang guna mempercepat proses keluar–masuk area pelabuhan.

Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan seperti pendingin ruangan tambahan, water station, standarisasi troli, serta pelayanan porter yang lebih tertib. Pelindo juga menghadirkan posko terpadu angkutan Lebaran untuk memastikan koordinasi layanan berjalan optimal selama periode mudik.

Dari aspek kebersihan dan kenyamanan, pengelola terminal turut menambah tenaga kebersihan serta meningkatkan pengawasan di seluruh area pelayanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi terminal tetap bersih dan nyaman di tengah meningkatnya aktivitas penumpang.

Sementara itu, dari sisi operasional pelabuhan, kesiapan sandar kapal, layanan pandu dan tunda, serta peralatan operasional lainnya juga telah dipastikan dalam kondisi optimal. Pengaturan jalur embarkasi dan debarkasi penumpang dilakukan secara lebih terstruktur guna menghindari penumpukan serta memperlancar arus pergerakan penumpang di area terminal.

Untuk menjaga kelancaran aktivitas pelabuhan secara keseluruhan, Pelindo juga memastikan pemisahan jalur penumpang dan logistik sehingga proses bongkar muat barang tetap berjalan lancar tanpa mengganggu mobilitas penumpang.

Seluruh kesiapan tersebut dipantau melalui Plan and Control System yang terintegrasi, sehingga arus kapal, pergerakan penumpang, serta kesiapan fasilitas dapat dimonitor secara real time dan respons terhadap potensi gangguan layanan dapat dilakukan dengan cepat.

“Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan serta dukungan dari seluruh stakeholder terkait, kami optimistis pelayanan angkutan laut selama periode Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi para pemudik,” tutup S. Joko.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula

    Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Dunia investasi telah mengalami transformasi besar seiring dengan kemajuan teknologi digital yang mendemokratisasi akses ke pasar finansial global. Salah satu fenomena yang paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir adalah munculnya metode perdagangan berbasis komunitas yang memungkinkan interaksi aktif antar sesama pelaku pasar. Tren ini lahir dari kebutuhan generasi baru investor yang menginginkan cara belajar yang […]

  • Bitcoin Tembus US.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC

    Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    [Jakarta, 5 Mei 2026] – Pasar global memasuki fase transisi yang krusial. Dalam satu minggu terakhir, investor dihadapkan pada tiga perkembangan utama: pertemuan terakhir Federal Reserve di bawah kepemimpinan Jerome Powell, meningkatnya perpecahan internal dalam Federal Open Market Committee (FOMC), serta volatilitas tajam di pasar kripto pasca pengumuman kebijakan moneter.  Kombinasi ini menunjukkan bahwa pasar tidak sekadar bereaksi terhadap peristiwa jangka pendek, tetapi sedang menyesuaikan ekspektasi terhadap arah kebijakan global, likuiditas, dan risk appetite ke depan.  The Fed Memasuki Era Transisi, Ketidakpastian Masih Mendominasi  Pada 29 April, Jerome Powell memimpin pertemuan FOMC terakhirnya sebagai Ketua The Fed. Suku bunga dipertahankan di kisaran 3,50%–3,75% untuk ketiga kalinya berturut-turut, menegaskan pendekatan data-dependent di tengah tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda.  Di saat yang sama, Komite Perbankan Senat AS meloloskan nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya dengan selisih tipis. Jika disahkan dalam voting penuh Senat dalam waktu dekat, Warsh akan resmi menggantikan Powell pada pertengahan Mei, menandai salah satu transisi kepemimpinan paling penting bagi pasar keuangan global tahun ini.  Namun, sinyal yang lebih dalam justru datang dari dinamika internal FOMC. Empat anggota menyampaikan dissent dalam satu keputusan, fenomena yang jarang terjadi dan mencerminkan perbedaan pandangan yang semakin tajam terkait arah kebijakan moneter ke depan.  Situasi ini memperkuat narasi higher-for-longer. Selama tekanan inflasi, terutama dari sektor energi dan ketegangan geopolitik global, belum mereda, ruang bagi The Fed untuk beralih ke kebijakan yang lebih akomodatif masih terbatas.  Bitcoin dan Pola Sell-the-News: Volatilitas Tanpa Perubahan Struktur  Di pasar kripto, Bitcoin saat ini bergerak di kisaran US$80.000–US$81.000*, mencerminkan fase konsolidasi setelah reaksi cepat pasca-FOMC. Berdasarkan analisis internal , harga Bitcoin sempat turun sekitar US$1.300 hanya dalam waktu 10 menit setelah pengumuman kebijakan, melanjutkan pola sell-the-news yang telah terjadi dalam 8 dari 9 pertemuan The Fed terakhir.  Fenomena ini menegaskan bahwa volatilitas pasca-FOMC merupakan respons jangka pendek terhadap likuiditas dan positioning pasar, bukan refleksi perubahan fundamental. Secara historis, periode 24–48 jam setelah pengumuman kebijakan sering kali dipenuhi fluktuasi tajam sebelum pasar kembali mengikuti arah tren yang lebih besar.  Di tengah tekanan jangka pendek tersebut, fondasi struktural pasar kripto tetap menunjukkan ketahanan. Arus dana institusional, khususnya melalui produk spot Bitcoin ETF, masih mencerminkan akumulasi yang konsisten. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar besar tetap berfokus pada narasi adopsi jangka panjang, bukan volatilitas berbasis peristiwa.  Dari sisi teknikal, […]

  • Saatnya Indonesia dan India Memperkuat Kemitraan yang Saling Menguntungkan

    Saatnya Indonesia dan India Memperkuat Kemitraan yang Saling Menguntungkan

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Oleh Primus Dorimulu* Jakarta — Indonesia dan India telah berbagi sejarah selama ribuan tahun. Kini saatnya kedua negara tidak hanya mewarisi masa lalu yang luar biasa tersebut, tetapi juga bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik, sehingga keduanya mampu memainkan peran yang semakin penting di panggung global. Kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 7 […]

  • Customer Data Management Jadi Kunci Dorong Performa Bisnis di Era Personalisasi Berbasis Data

    Customer Data Management Jadi Kunci Dorong Performa Bisnis di Era Personalisasi Berbasis Data

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, 18 Mei 2026 – Di tengah tantangan pengelolaan data yang semakin kompleks, banyak perusahaan masih terjebak dalam pengumpulan data tanpa pemanfaatan yang jelas. Kondisi “data-rich but insight-poor” ini membuat potensi pertumbuhan bisnis sering terlewatkan. Menjawab kebutuhan tersebut, transcosmos Indonesia (TCID) berkolaborasi dengan MoEngage menyelenggarakan sesi berbagi strategi bertajuk “Monetizing Customer Data: Turning Insights into […]

  • Sering Terblokir? Segera Beralih Gunakan WhatsApp Business API

    Sering Terblokir? Segera Beralih Gunakan WhatsApp Business API

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. WhatsApp telah menjadi salah satu channel komunikasi utama bagi banyak bisnis, mulai dari melayani […]

  • Aplikasi Investasi untuk Pemula: Apa Saja yang Harus Dimiliki?

    Aplikasi Investasi untuk Pemula: Apa Saja yang Harus Dimiliki?

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Semakin banyak orang mulai menyadari pentingnya mengelola keuangan dan membangun aset sejak dini. Namun, tidak sedikit calon investor yang masih ragu untuk memulai karena menganggap investasi itu rumit, membutuhkan modal besar, atau hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sudah berpengalaman. Kini, anggapan tersebut mulai […]

expand_less