Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia

Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 57 menit yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar

Jakarta, 7 Oktober 2026 — Tokenisasi aset mulai mengubah cara investor mengakses pasar keuangan global. Salah satu segmen yang tumbuh paling cepat adalah tokenized stocks, aset digital yang merepresentasikan eksposur terhadap saham maupun produk pasar modal seperti exchange-traded fund (ETF).

Laporan terbaru Binance Research bertajuk Rewriting the On-Chain Economy mencatat kapitalisasi pasar tokenized stocks telah menembus US$3 miliar pada September 2026, meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan sekitar US$700 juta pada awal tahun.

Pertumbuhan tersebut menjadikan tokenized stocks sebagai kategori Real World Asset (RWA) dengan pertumbuhan tercepat sepanjang 2026. Pada periode yang sama, total pasar RWA on-chain telah mencapai sekitar US$38 miliar atau tumbuh 50 persen sejak awal tahun.

Aktivitasnya juga tidak lagi sebatas menyimpan aset. Binance Research mencatat nilai transfer tokenized stocks secara on-chain telah melampaui US$100 miliar pada kuartal III 2026, naik lebih dari 16 kali lipat dibandingkan US$6 miliar pada kuartal I.

Data tersebut menunjukkan perubahan perilaku investor. Tokenized stocks mulai digunakan dalam aktivitas perdagangan dan bahkan masuk ke ekosistem decentralized finance (DeFi), antara lain sebagai aset yang dapat digunakan sebagai agunan maupun dalam liquidity pool. Rasio nilai tokenized stocks yang digunakan dalam DeFi juga meningkat dari 1,8 persen menjadi 6,3 persen sepanjang 2026.

Tren Global Mulai Masuk Indonesia

Perkembangan tersebut mulai terlihat di pasar Indonesia. Sejumlah platform aset digital lokal, termasuk FLOQ telah menghadirkan produk yang memberikan eksposur terhadap saham dan ETF Amerika Serikat melalui aset berbasis blockchain.

FLOQ mencatat pada kuartal II 2026 jumlah trader aktif pada kategori US Stocks Tokenized Assets meningkat 18 persen secara kuartalan, sementara jumlah transaksi tumbuh 17 persen dan volume perdagangan naik 11 persen. Pertumbuhan tersebut turut didorong meningkatnya minat terhadap produk berbasis indeks atau ETF.

FLOQ juga menyediakan token yang memberikan eksposur terhadap ETF Amerika Serikat, termasuk produk yang mengikuti indeks seperti S&P 500 dan Nasdaq. Produk tersebut memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap pasar saham AS melalui infrastruktur aset digital tanpa harus membeli saham satu per satu.

Langkah serupa dilakukan sejumlah pemain domestik lainnya yang menghadirkan tokenized stocks yang merepresentasikan saham perusahaan global seperti Tesla, Alphabet, NVIDIA, Circle, Apple, Amazon, dan Coinbase.

Dengan demikian, perkembangan tokenized stocks di Indonesia tidak hanya terlihat dari bertambahnya pilihan produk, tetapi juga dari meningkatnya minat investor terhadap eksposur aset global melalui platform digital.

Eksposur Saham Global Jadi Jembatan Menuju Tokenisasi

CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis menilai pertumbuhan tokenized stocks menunjukkan bahwa batas antara pasar aset digital dan pasar keuangan tradisional semakin tipis.

“Tokenisasi saham menunjukkan bahwa blockchain mulai bergerak dari sekadar infrastruktur untuk aset kripto menjadi bagian dari infrastruktur pasar keuangan yang lebih luas. Investor tidak lagi hanya melihat blockchain sebagai tempat memperdagangkan aset digital native, tetapi juga sebagai teknologi untuk memperoleh eksposur terhadap aset dunia nyata seperti saham dan ETF,” ujar Yudhono.

Menurut Yudhono, perkembangan tersebut relevan bagi Indonesia karena minat investor domestik terhadap aset global terus berkembang. Kehadiran produk berbasis saham AS dan ETF di platform digital juga menunjukkan adanya permintaan terhadap instrumen yang memungkinkan diversifikasi portofolio dengan akses yang lebih sederhana.

“Bagi Indonesia, peluangnya bukan hanya menghadirkan lebih banyak aset global. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem yang membuat akses tersebut dilakukan secara transparan, memiliki underlying yang jelas, memahami perbedaan antara kepemilikan saham dan eksposur ekonomi, serta tetap mengikuti kerangka regulasi yang berlaku,” katanya.

Regulasi Menjadi Faktor Penting

Perkembangan tokenized stocks global juga mulai mendapatkan perhatian regulator. Di Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC) pada September 2026 memberikan temporary, conditional exemptive relief bagi platform tertentu untuk memperdagangkan saham NMS yang ditokenisasi melalui mekanisme on-chain.

SEC menegaskan bahwa tokenized stocks yang masuk dalam skema tersebut harus memenuhi persyaratan tertentu, termasuk memberikan hak dan keistimewaan yang sama seperti sekuritas tradisional yang mendasarinya.

Perkembangan di AS tersebut menunjukkan bahwa tokenisasi mulai bergerak dari tahap eksperimen menuju pembahasan mengenai infrastruktur pasar keuangan.

Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga tengah mengembangkan kerangka untuk tokenisasi Real World Asset. Hingga September 2026, OJK mencatat sejumlah model bisnis tokenisasi telah menyelesaikan proses regulatory sandbox, termasuk tokenisasi emas, tokenisasi surat berharga dengan skema Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), dan tokenisasi manfaat kepemilikan properti.

OJK juga mencatat ekosistem aset keuangan digital domestik terus berkembang. Pada Agustus 2026 terdapat 23,21 juta akun konsumen pada pedagang aset keuangan digital, seperti BItcoin dan lainnya naik 1,23 persen secara bulanan. Nilai transaksi aset kripto mencapai Rp23,16 triliun, meningkat 12,87 persen dibandingkan Juli.

Menurut Yudho, perkembangan tersebut dapat menjadi fondasi bagi Indonesia untuk ikut mengambil bagian dalam ekonomi on-chain yang semakin luas.

“Indonesia memiliki basis pengguna aset digital yang besar dan pasar investor yang semakin terbuka terhadap aset global. Tantangannya sekarang adalah bagaimana pertumbuhan tersebut dapat diikuti dengan inovasi produk, edukasi, infrastruktur, dan regulasi yang berjalan beriringan. Tokenisasi dapat menjadi salah satu jembatan antara pasar modal tradisional dan ekosistem digital,” kata Yudhono.

Bukan Sekadar Memindahkan Saham ke Blockchain

Yudho menambahkan, pertumbuhan tokenized stocks sebaiknya tidak dipahami hanya sebagai proses “memindahkan saham ke blockchain”. Nilai utama tokenisasi justru terletak pada kemungkinan membangun infrastruktur pasar yang lebih fleksibel.

“Hal menarik dari tokenisasi bukan hanya bentuk tokennya, tetapi apa yang bisa dilakukan setelah aset berada di jaringan blockchain. Ada peluang untuk menghadirkan perdagangan 24/7, settlement yang lebih efisien, interoperabilitas dengan aplikasi keuangan digital, hingga penggunaan aset sebagai bagian dari ekosistem finansial on-chain,” ujarnya.

Tren tersebut mulai terlihat secara global. Binance Research mencatat rasio perdagangan tokenized stocks di decentralized exchange (DEX) yang sebelumnya hampir nol sepanjang 2025 dan paruh pertama 2026 meningkat menjadi rata-rata 11 persen pada September 2026. Angka tersebut mulai mendekati rasio memecoin yang berada di sekitar 17 persen.

Bagi industri aset digital Indonesia, perkembangan ini membuka peluang baru. Jika tahap awal tokenisasi di dalam negeri banyak berfokus pada emas, surat berharga, properti, dan aset lainnya, meningkatnya permintaan terhadap saham serta ETF global dapat menjadi tahap berikutnya dalam perkembangan RWA.

Dengan semakin banyaknya investor Indonesia yang mencari diversifikasi ke aset global, tokenized stocks berpotensi menjadi salah satu titik temu antara pasar modal, aset digital, dan teknologi blockchain.

Namun, pemahaman terhadap produk tetap menjadi faktor penting. Tokenized stock tidak selalu berarti kepemilikan langsung atas saham yang tercatat di bursa. Struktur produk, penerbit, underlying asset, hak investor, kustodian, mekanisme penebusan, serta aspek regulasi dapat berbeda pada masing-masing produk.

Karena itu, pertumbuhan tokenized stocks perlu diikuti dengan transparansi dan edukasi agar inovasi akses aset global tetap berkembang sejalan dengan prinsip perlindungan investor.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelindo Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Belawan melalui Program Pelatihan dan Pendampingan Vokasi

    Pelindo Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Belawan melalui Program Pelatihan dan Pendampingan Vokasi

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Medan, Juli 2026 – PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus memperkuat perannya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Berlandaskan keyakinan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak terlepas dari dukungan masyarakat di sekitarnya, Pelindo Multi Terminal […]

  • MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional

    MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) berperan sebagai perpanjangan tangan negara dalam pengelolaan sumber daya alam mineral guna mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus memperkuat tata kelola sektor pertambangan nasional. Peran tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat (3), yang menegaskan bahwa kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi dikuasai oleh negara […]

  • Jangan Salah Pilih Supplier Baja, Ini yang Harus Anda Perhatikan!

    Jangan Salah Pilih Supplier Baja, Ini yang Harus Anda Perhatikan!

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Banyak orang fokus menghitung volume, mengejar harga terbaik, dan menawar sampai selisih tipis. Tapi satu hal yang sering luput: siapa supplier bajanya. Padahal di lapangan, kegagalan proyek sering bukan karena desain salah melainkan karena material yang datang tidak sesuai ekspektasi. Ketebalan berbeda, berat tidak standar, atau stok tiba-tiba kosong saat proyek sedang berjalan. Kalau Anda […]

  • Pedagang UMKM di Sekitar BRI Region 6/Jakarta 1 Rasakan Manfaat dan Keuntungan Transaksi Menggunakan QRIS BRI

    Pedagang UMKM di Sekitar BRI Region 6/Jakarta 1 Rasakan Manfaat dan Keuntungan Transaksi Menggunakan QRIS BRI

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Kehadiran layanan pembayaran digital QRIS BRI memberikan dampak positif bagi para pedagang UMKM di sekitar lingkungan BRI Region 6/Jakarta 1. Kemudahan, kecepatan, serta keamanan dalam bertransaksi menjadi alasan utama para pelaku usaha merasakan manfaat nyata dari penggunaan QRIS BRI dalam aktivitas usaha sehari-hari. Sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa penggunaan QRIS BRI membantu meningkatkan kenyamanan pelanggan, khususnya […]

  • Konsisten Terapkan GRC, Waskita Beton Precast Kembali Raih 5 Stars pada TOP GRC Awards 2026

    Konsisten Terapkan GRC, Waskita Beton Precast Kembali Raih 5 Stars pada TOP GRC Awards 2026

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Jakarta, September 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk kembali meraih pencapaian dalam ajang TOP GRC Awards 2026 yang mengusung tema “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”. Dalam ajang tersebut, Waskita Beton Precast kembali meraih predikat TOP GRC Awards 2026 #5 Stars. Penghargaan juga dianugerahkan kepada Direktur Utama Waskita Beton Precast sebagai The […]

  • PT Pelindo Sinergi Lokaseva Raih Tiga Penghargaan pada Indonesia Fire Safety Excellence Award 2026

    PT Pelindo Sinergi Lokaseva Raih Tiga Penghargaan pada Indonesia Fire Safety Excellence Award 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Jakarta, 19 Maret 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) kembali menorehkan prestasi dengan meraih tiga penghargaan dalam ajang Indonesia Fire Safety Excellence Award (IFSEA) 2026 yang diselenggarakan di Menara Peninsula Hotel, Jakarta, pada Jumat (6/3). Dalam ajang apresiasi nasional di bidang keselamatan kebakaran tersebut, SPSL memperoleh peringkat tiga bintang sebagai bentuk pengakuan atas komitmen […]

expand_less