Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Wisuda ke-75 BINUS University: Perjalanan Rachel Evangeline Binusian Bandung, Bertumbuh Bersama Ekosistem BINUS @Bandung

Wisuda ke-75 BINUS University: Perjalanan Rachel Evangeline Binusian Bandung, Bertumbuh Bersama Ekosistem BINUS @Bandung

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar

Jakarta, 9 Agustus 2026 — Momen wisuda sering kali menjadi titik refleksi atas perjalanan, pengalaman, dan pencapaian yang telah diraih selama masa perkuliahan. Bagi Rachel Evangeline, lulusan Program Studi Creativepreneurship BINUS @Bandung yang mengikuti Wisuda ke-75 BINUS University, momen tersebut menjadi pengingat atas berbagai kesempatan yang telah membentuk dirinya, mulai dari pengalaman organisasi, dunia kerja, pengembangan bisnis, hingga kesempatan belajar di tingkat internasional.

Perjalanan Rachel selama berkuliah di BINUS @Bandung dipenuhi dengan berbagai pengalaman yang membantunya berkembang secara akademik maupun pribadi. Menjelang kelulusannya, Rachel mengaku merasakan berbagai emosi yang bercampur menjadi satu. Di satu sisi, ia merasa bangga dan bersyukur karena berhasil menyelesaikan studi setelah melalui berbagai tantangan. Namun di sisi lain, ia juga menyadari bahwa akan banyak momen yang dirindukan, mulai dari suasana kelas, para dosen, hingga teman-teman yang telah menjadi bagian dari kehidupannya selama tujuh semester terakhir.

Di balik pencapaian tersebut, Rachel mengaku dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang membantunya bertahan dan berkembang selama masa kuliah. Kedua orang tuanya selalu menjadi tempat berdiskusi dan sumber dukungan dalam berbagai keputusan yang dihadapinya. Sementara itu, lingkungan BINUS @Bandung juga mempertemukannya dengan banyak sosok yang berperan penting dalam perjalanannya, termasuk teman-teman, dosen, serta partner bisnis yang hingga kini masih terus bertumbuh bersama dirinya.

Salah satu sosok yang paling berkesan bagi Rachel adalah sahabat sekaligus rekan bisnisnya yaitu Cecil, yang awalnya hanya merupakan teman sekelas sejak semester pertama. Seiring berjalannya waktu, keduanya berkembang menjadi rekan bisnis yang saling mendukung hingga setelah lulus. Rachel juga mengapresiasi berbagai dosen yang telah memberikan arahan selama masa perkuliahan, termasuk Puji Prabowo selaku Head Incubator, yang terus memberikan motivasi dan dukungan dalam pengembangan bisnis mereka.

Selama berkuliah, Rachel aktif mengikuti berbagai kegiatan yang membantunya memperluas pengalaman di luar ruang kelas. Pada semester-semester awal, ia bergabung dengan TFISC dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial serta volunteering. Pengalaman tersebut membantunya mengembangkan kemampuan bekerja sama dan membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Selain aktif dalam organisasi dan dunia profesional, Rachel juga mengembangkan bisnis yang berawal dari mandatory entrepreneurship project di Program Studi Creativepreneurship. Seiring berjalannya waktu, bisnis tersebut tidak hanya menjadi bagian dari tugas perkuliahan, tetapi berkembang menjadi usaha yang menghasilkan omzet stabil setiap bulannya.

Perjalanan bisnis Rachel mengalami perkembangan signifikan ketika ia mengikuti Enrichment Program pada Track Entrepreneurship melalui BINUS Incubator. Program ini memberikan kesempatan baginya untuk mengembangkan bisnis secara lebih terarah melalui berbagai pendampingan, kegiatan eksposur, dan pengalaman langsung dalam membangun usaha.

“Sebelum masuk kuliah, saya memang memiliki mimpi untuk menjadi entrepreneur dan berharap Creativepreneurship bisa membantu mewujudkannya. Salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat mengikuti Track Entrepreneurship, karena di fase itu bisnis yang kami bangun berkembang jauh melampaui ekspektasi saya. Kami berhasil menjangkau lebih dari 20 toko mitra konsinyasi dan mencapai pertumbuhan yang menjadi titik balik penting dalam perjalanan bisnis kami,” ujar Rachel.

Melalui program tersebut, Rachel dan partnernya berhasil memperluas jaringan bisnis dengan lebih dari 20 toko offline sebagai mitra konsinyasi. Mereka juga berhasil mencapai omzet dua digit per bulan melalui berbagai kanal penjualan offline maupun online. Berbagai program yang dihadirkan BINUS Incubator turut membantu meningkatkan eksposur bisnis mereka kepada pasar yang lebih luas.

Selain pengalaman kewirausahaan, Rachel juga memperoleh kesempatan untuk memperluas perspektif global melalui Summer Programme di National University of Singapore (NUS). Program tersebut mempertemukannya dengan peserta dari berbagai negara dan latar belakang yang berbeda, sekaligus memberikan pengalaman belajar langsung dari para profesor di NUS Business School.

Menurut Rachel, pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana ilmu yang dipelajarinya selama berkuliah di BINUS @Bandung memiliki relevansi yang kuat dalam konteks internasional. Selain memperluas wawasan, kesempatan tersebut juga membantunya memahami berbagai perspektif baru mengenai dunia bisnis dan pendidikan.

Di bidang kompetisi, Rachel bersama partner bisnisnya juga berhasil menorehkan berbagai prestasi melalui ajang Business Pitching internal BINUS. Pada tahun pertama, tim mereka berhasil masuk dalam Top 5 Teams dan meraih penghargaan Best Presentation. Sementara pada tahun berikutnya, mereka kembali mencatatkan prestasi dengan meraih Top 3 Best Team sekaligus 1st Place Among B26 Students.

Perjalanan Rachel selama berkuliah menunjukkan bagaimana pengalaman belajar yang holistik dapat membantu mahasiswa berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara profesional dan personal. Berbagai kesempatan yang diperolehnya, mulai dari organisasi, pengalaman kerja, pengembangan bisnis, kompetisi, hingga program internasional, menjadi bekal yang membentuk dirinya hingga hari ini.

“Semangat dan kerja keras harus selalu ada dalam mindset kita. Jangan takut mengambil berbagai peluang yang ada selama kuliah, karena kita tidak pernah tahu ke mana kesempatan tersebut akan membawa kita. Kelilingi diri dengan orang-orang yang suportif dan terus berani mencoba, karena pengalaman-pengalaman itulah yang akan membentuk diri kita di masa depan,” tutup Rachel.

Perjalanan Rachel menjadi salah satu cerminan dari bagaimana BINUS @Bandung sebagai Creative Technology & Entrepreneurship Campus menghadirkan ekosistem pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk berkembang secara menyeluruh. Melalui perpaduan antara kurikulum yang relevan, pengalaman industri, pengembangan bisnis, kesempatan internasional, komunitas yang suportif mahasiswa mendapatkan ruang untuk mengeksplorasi potensi dan mengubah ide menjadi karya nyata.

Kisah Rachel menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga individu yang mampu menciptakan peluang, membangun bisnis, dan memberikan dampak melalui kreativitas, teknologi, dan jiwa kewirausahaan yang terus berkembang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • KA Harina Tertemper Mobil di Jalur KA antara Stasiun Brumbung – Alastua, KAI Imbau Masyarakat Lebih Peduli Keselamatan

    KA Harina Tertemper Mobil di Jalur KA antara Stasiun Brumbung – Alastua, KAI Imbau Masyarakat Lebih Peduli Keselamatan

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Minggu, 15 Februari 2026, perjalanan KA Harina relasi Surabaya Pasarturi – Bandung tertemper mobil di KM 11+7/8 antara Stasiun Brumbung – Stasiun Alastua pada jam 09.12 WIB. Minggu, 15 Februari 2026, perjalanan KA Harina relasi Surabaya Pasarturi – Bandung tertemper mobil di KM 11+7/8 antara Stasiun Brumbung – Stasiun Alastua pada jam 09.12 WIB. Akibat […]

  • Emas Volatil Ekstrem: Apakah Dunia di Fase Ketidakpastian?

    Emas Volatil Ekstrem: Apakah Dunia di Fase Ketidakpastian?

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas di pasar komoditas global sering kali menjadi cermin yang paling jujur dalam menggambarkan kondisi psikologis dan tingkat kekhawatiran para pelaku pasar dunia. Ketika harga emas mengalami volatilitas ekstrem dengan lonjakan dan penurunan yang tajam dalam waktu singkat, fenomena ini hampir selalu memicu pertanyaan besar bagi perekonomian global. Sepanjang sejarah keuangan, emas telah […]

  • Webdevv.cloud Membangun Generasi Baru Website UMKM di Indonesia — Dioptimalkan untuk SEO, AI Search, dan Siap Universal Commerce Protocol

    Webdevv.cloud Membangun Generasi Baru Website UMKM di Indonesia — Dioptimalkan untuk SEO, AI Search, dan Siap Universal Commerce Protocol

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Persaingan digital di Indonesia semakin cepat. Bagi jutaan UMKM, memiliki website bukan lagi sekadar formalitas, tetapi syarat dasar untuk bertahan di dunia yang kini dikuasai oleh AI search engines dan standar baru e-commerce global. Di tengah perubahan besar ini, Webdevv.cloud—unit pengembangan website dari AdsMediaMix Digital Agency—hadir dengan positioning yang berbeda. Bukan hanya membuat website yang […]

  • Analisa Pasar dari FLOQ: BI Naikkan Suku Bunga, Trump Dukung Kripto, Investor Diminta Waspada Kelola Risiko

    Analisa Pasar dari FLOQ: BI Naikkan Suku Bunga, Trump Dukung Kripto, Investor Diminta Waspada Kelola Risiko

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Jakarta, Indonesia [24 Mei 2026] — Pasar aset digital global memasuki pekan keempat Mei 2026 dengan kombinasi sentimen makroekonomi dan regulasi yang semakin mempengaruhi arah pergerakan pasar kripto. Tekanan inflasi Amerika Serikat, kenaikan suku bunga Bank Indonesia, hingga langkah pro-kripto dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi sorotan utama yang diperkirakan akan mempengaruhi perilaku investor global maupun domestik.  Berdasarkan analisa pasar, investor kini menghadapi kondisi pasar yang bergerak di antara tekanan likuiditas global dan meningkatnya legitimasi industri aset digital di tingkat internasional.  Inflasi Amerika Serikat kembali meningkat dengan Consumer Price Index (CPI) tahunan mencapai 3,8% pada April 2026. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (“higher-for-longer”), yang sebelumnya telah memicu arus keluar dana dari aset berisiko termasuk ETF Bitcoin Spot sepanjang awal Mei.  Di tengah tekanan makro tersebut, Presiden Donald Trump pada 19 Mei 2026 menandatangani Executive Order yang mendorong pengurangan hambatan regulasi bagi perusahaan fintech dan aset digital di Amerika Serikat. Kebijakan ini dinilai sebagai salah satu sinyal paling kuat dalam beberapa tahun terakhir terkait integrasi aset digital ke dalam sistem keuangan tradisional.  Langkah tersebut dapat memperkuat legitimasi industri kripto secara global, terutama karena regulator federal AS mulai diarahkan untuk mengeksplorasi integrasi aset digital ke sistem pembayaran tradisional dan infrastruktur keuangan nasional.  Selain itu, pasar juga menyoroti laporan mengenai “Hormuz Safe” dari Iran, sebuah platform asuransi maritim berbasis Bitcoin untuk kapal dan kargo yang melintas di Selat Hormuz. Meskipun tingkat implementasi dan skalanya masih belum terverifikasi secara independen, narasi ini memperkuat pandangan bahwa aset digital mulai digunakan tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga alat pembayaran lintas batas dan mitigasi risiko perdagangan global.  Di Indonesia, […]

  • KAI Daop 2 Bandung, Percantik Stasiun dan KA dengan Ornamen Kemerdekaan

    KAI Daop 2 Bandung, Percantik Stasiun dan KA dengan Ornamen Kemerdekaan

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Rabu, 12 Agustus 2026 KAI Daop 2 Bandung, Percantik Stasiun dan KA dengan Ornamen Kemerdekaan Bandung (Jawa Barat), 12 Agustus 2026 – Menyambut hari kemerdekaan RI ke 81, KAI Daop 2 Bandung menghadirkan berbagai pernak pernik, ornamen dan hiasan bertema kemerdekaan yang dipasang di seluruh stasiun yang ada di Daop 2 […]

  • Pelindo Multi Terminal Perkuat Implementasi Safety Culture di Seluruh Terminal Nonpetikemas

    Pelindo Multi Terminal Perkuat Implementasi Safety Culture di Seluruh Terminal Nonpetikemas

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Medan, Maret 2026 – PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus memperkuat komitmen terhadap keselamatan kerja dan keamanan operasional melalui kegiatan Reinforcing Safety Culture yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting pada Rabu (11/3). Direktur Utama Pelindo Multi Terminal Ary Henryanto menegaskan bahwa penguatan […]

expand_less