Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » 17 Ribu Kilometer Demi Tanah: Perjalanan Konstantin Zulske Melintasi Negara dan Benua

17 Ribu Kilometer Demi Tanah: Perjalanan Konstantin Zulske Melintasi Negara dan Benua

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 11
  • comment 0 komentar

Jakarta — Sulit rasanya melihat berita dunia belakangan ini tanpa dihantui perang, kelangkaan sumber daya, dan situasi politik yang penuh ketidakpastian. Banyak dari peristiwa itu terjadi jauh dari kehidupan sehari-hari sehingga terkadang terasa lebih mudah untuk berpikir bahwa semua itu bukan urusan kita. Jarak sering membuat orang merasa dapat mengambil langkah menjauh dari suatu persoalan. Namun bagi aktivis lingkungan Konstantin Zulske, jarak bukan alasan untuk mengabaikannya.

Dari Jerman Timur ke India hingga Indonesia, Konstantin Zulske telah menempuh lebih dari 17.000 kilometer hanya dengan sepeda. Semua itu ia lakukan untuk mempromosikan Save Soil, sebuah gerakan yang mengangkat kesadaran mengenai degradasi tanah yang semakin cepat terjadi di berbagai belahan dunia. Selama perjalanannya, ia telah melakukan banyak wawancara, berkemah di ruang terbuka, melintasi negara-negara berbeda, serta bertemu orang-orang dari berbagai latar budaya yang ikut membentuk perjalanan hidup dan pemahamannya tentang makna gerakan ini. Saat ini, ia berada di Jakarta setelah menyelesaikan perjalanan di sejumlah wilayah Indonesia dan Bali. Wawancaranya bersama tim India News Desk di Taman Menteng menjadi salah satu titik terbaru dalam perjalanan panjangnya.

Bersepeda Melintasi Batas untuk Sebuah Misi Global

Save Soil awalnya didirikan oleh Sadhguru dan Isha Foundation sebagai upaya meningkatkan perhatian terhadap krisis degradasi tanah. Apa yang semula muncul sebagai isu lokal kemudian berkembang menjadi gerakan global dengan jutaan relawan di berbagai negara. Menurut Konstantin, para ilmuwan telah memperingatkan bahwa sekitar 52 persen tanah produktif untuk pertanian di dunia telah mengalami degradasi, menciptakan dampak yang jauh melampaui sektor pertanian itu sendiri.

Bagi Konstantin, persoalan ini berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, hilangnya keanekaragaman hayati, migrasi, perubahan iklim, hingga stabilitas global.

“Semua orang berbicara tentang perubahan iklim dan krisis air. Namun hampir tidak ada yang membicarakan soal tanah,” ujarnya.

Keterlibatan Konstantin dalam gerakan ini terasa alami. Jauh sebelum perjalanan dimulai, bersepeda telah menjadi bagian dari hidupnya. Ia mengaku terbiasa menempuh perjalanan jauh sejak masa sekolah hingga kuliah, bahkan sering bersepeda puluhan kilometer setiap hari. Ketika latar belakang akademiknya di bidang ilmu tanah bertemu dengan gerakan Save Soil, ia merasa menemukan perpaduan antara minat pribadi dan tujuan hidup.

“Saya suka bersepeda, saya suka menyelamatkan tanah. Jadi itulah yang mendorong saya melakukan sesuatu yang cukup gila,” katanya sambil tertawa.

Keputusan “gila” itu kemudian berkembang menjadi #cyclingforsoil, sebuah misi yang membawanya melintasi benua dan berbagai bentang alam.

Ketika ditanya mengenai bagian paling berkesan dari perjalanannya, Konstantin mengatakan banyak momen istimewa muncul justru saat ia sendirian. Di luar wawancara dan interaksi dengan masyarakat lokal, sebagian besar waktunya dihabiskan untuk memperhatikan perubahan lanskap yang ia lewati. Jalanan, pegunungan, garis pantai, hutan, hingga langit malam perlahan menjadi bagian dari kesehariannya.

Lanskap Indonesia, Keramahan Warga, dan Tantangan yang Tak Diduga

Meski perjalanan panjangnya dipenuhi berbagai tantangan, Konstantin justru menyebut Indonesia sebagai salah satu pengalaman tersulit secara fisik.

Setelah menghabiskan enam bulan di India untuk fokus pada yoga dan meditasi tanpa bersepeda, ia tiba di Jakarta dan langsung memulai perjalanan menuju Bandung melalui jalur Puncak. Di tengah perjalanan, ia mengalami gangguan pencernaan sekaligus nyeri hebat pada lutut saat harus menghadapi jalur menanjak.

Namun kesulitan di awal itu perlahan tergantikan oleh pengalaman-pengalaman yang membekas.

Saat pertama kali tiba di Jakarta bertepatan dengan perayaan Idulfitri, ia justru dikejutkan oleh suasana kota yang sangat sepi. Setelah datang dari Mumbai yang padat dan ramai, Jakarta yang lengang terasa sangat berbeda dari bayangannya.

Ketika mulai kembali bersepeda, ia merasakan antusiasme masyarakat Indonesia yang menurutnya sangat unik.

“Semua orang sangat antusias melihat saya,” katanya sambil tertawa saat mengingat bagaimana orang-orang meneriakkan “Mister!” dan “Bule!” berkali-kali sepanjang perjalanan.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah saat mengunjungi Gunung Bromo. Melihat gunung berapi dari jarak dekat untuk pertama kalinya, lalu menuruni jalur menuju Probolinggo di bawah cahaya bulan, menjadi salah satu momen yang paling ia ingat. Ia menggambarkan perjalanan melewati garis pantai, jalanan yang diterangi bulan, hingga area dengan kunang-kunang sebagai pengalaman yang sulit dilupakan.

Ia juga memuji keramahan masyarakat Indonesia.

“Orang Indonesia sangat ramah dan menyenangkan,” ujarnya sambil tertawa.

Mulai dari sekolah, universitas, hingga warga yang membuka pintu rumah dan berbagi makanan dengannya, Konstantin merasa selalu diterima selama berada di Indonesia.

Perjalanan ke Dalam Diri dan Melampaui Batas

Menjelang akhir wawancara, Konstantin mengatakan pelajaran terbesarnya bukan sekadar tentang perjalanan fisik.

Bertahun-tahun menghabiskan waktu di jalan yang panjang dan sepi memberinya ruang untuk menghadapi banyak pikiran yang selama ini tenggelam di tengah rutinitas.

Ia menggambarkan pengalaman tersebut sebagai perjalanan yang sangat personal, bahkan spiritual. Baginya, perjalanan itu menjadi kesempatan untuk memahami apa yang benar-benar ia inginkan dalam hidup dan hal-hal yang ternyata tidak terlalu ia perlukan.

Di luar refleksi pribadi, perjalanan juga mengubah cara pandangnya terhadap orang lain. Setelah mengunjungi berbagai negara, termasuk wilayah yang sering dikaitkan dengan ketegangan politik, ia menyadari bahwa manusia di mana pun memiliki harapan dan pergumulan yang serupa.

“Pada akhirnya, manusia tetaplah manusia,” ujarnya.

Saat menutup percakapan, Konstantin mengingatkan bahwa di balik seluruh pengalaman positifnya, ia juga melihat langsung pembakaran sisa tanaman dan sungai-sungai yang mulai mengering selama perjalanannya. Degradasi tanah terus berlangsung secara perlahan di banyak tempat, tetapi ia percaya kesadaran dan tindakan bersama masih dapat mengubah masa depannya.

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menara Jakarta: Pilihan Tepat untuk Hunian dan Pengembangan Bisnis di Jantung Kemayoran

    Menara Jakarta: Pilihan Tepat untuk Hunian dan Pengembangan Bisnis di Jantung Kemayoran

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Menara Jakarta hadir sebagai kawasan terpadu yang menawarkan berbagai keunggulan bagi para profesional, pelaku bisnis, maupun masyarakat yang mencari hunian strategis di pusat kota. Menghadirkan office tower Grade A serta pilihan kondominium dan apartemen modern, Menara Jakarta menjadi destinasi ideal bagi mereka yang ingin mengembangkan bisnis sekaligus menikmati kenyamanan tinggal di lokasi premium di kawasan […]

  • Antisipasi Arus Masuk ke Jabotabek Meningkat Usai Libur Panjang, Jasa Marga Ajak Pengguna Jalan Gunakan Aplikasi Travoy sebagai Asisten Digital Perjalanan

    Antisipasi Arus Masuk ke Jabotabek Meningkat Usai Libur Panjang, Jasa Marga Ajak Pengguna Jalan Gunakan Aplikasi Travoy sebagai Asisten Digital Perjalanan

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Jakarta (17/05), PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengajak pengguna jalan tol untuk mengoptimalkan Aplikasi Travoy (Travel with Comfort and Joy) sebagai asisten digital untuk merencanakan perjalanan dengan lebih baik dalam mengantisipasi meningkatnya arus lalu lintas kendaraan masuk ke Jabotabek usai libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Langkah ini penting dilakukan untuk menghindari potensi penumpukan kendaraan, […]

  • Broadcast Lebih Aman dengan Tools WA Blast Resmi Barantum

    Broadcast Lebih Aman dengan Tools WA Blast Resmi Barantum

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Broadcast Manual atau Tools Tidak Resmi Bikin Nomor Rawan Blokir Anda mungkin pernah tergoda menggunakan tools broadcast tidak resmi demi hasil cepat. […]

  • Dukung Gaya Hidup Sehat, BRI Branch Office Otista Region 6 Gelar Aksi di Car Free Day

    Dukung Gaya Hidup Sehat, BRI Branch Office Otista Region 6 Gelar Aksi di Car Free Day

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 58
    • 0Komentar

    BRI Branch Office Otista turut memeriahkan kegiatan Car Free Day (CFD) yang berlangsung di kawasan Sudirman pada Minggu pagi. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap gaya hidup sehat sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, jajaran karyawan BRI Branch Office Otista tidak hanya ikut berolahraga bersama warga, tetapi juga menghadirkan berbagai […]

  • Easter Lebih Seru dengan Blossom Beyond di Hublife

    Easter Lebih Seru dengan Blossom Beyond di Hublife

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Hublife menghadirkan pengalaman Easter yang penuh warna dan keceriaan melalui rangkaian acara Blossom Beyond yang berlangsung mulai dari tanggal 10 April. Hublife menghadirkan pengalaman Easter yang penuh warna dan keceriaan melalui rangkaian acara Blossom Beyond yang berlangsung mulai dari tanggal 10 April. Mengusung konsep playful Easter wonderland, event ini dirancang khusus untuk anak-anak dan keluarga […]

  • Mengenal Hewan Eksotis Ras Kucing Bengal

    Mengenal Hewan Eksotis Ras Kucing Bengal

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Kucing Bengal merupakan salah satu ras kucing yang paling menarik perhatian di dunia pecinta kucing. Banyak Pawfriends mengenal Kucing Bengal dari pola bulunya yang khas dengan totol-totol menyerupai macan tutul kecil. Penampilan Kucing Bengal yang eksotis membuat ras ini sering menjadi incaran para pet lovers yang ingin memelihara kucing dengan karakter unik sekaligus elegan. Asal-usul […]

expand_less