Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Saham Apple Bersiap Hadapi Kejutan September, iPhone Lipat Jadi Katalis Baru

Saham Apple Bersiap Hadapi Kejutan September, iPhone Lipat Jadi Katalis Baru

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar

Saham Apple Inc. (AAPL) memasuki September 2026 dengan perhatian investor yang semakin besar. Perusahaan dijadwalkan menggelar acara peluncuran produk pada 9 September dengan tema “Surprise and Shine”. Meski Apple belum mengungkap seluruh produk yang akan diperkenalkan, investor dan pasar menaruh ekspektasi tinggi terhadap kehadiran lini iPhone terbaru, termasuk potensi iPhone lipat pertama Apple.

Menurut laporan Yahoo Finance, saham Apple telah mencatat kenaikan hampir 21% sepanjang tahun berjalan hingga menjelang acara tersebut. Kinerja itu menunjukkan bahwa investor masih memiliki optimisme terhadap prospek perusahaan, meskipun Apple menghadapi tantangan dalam persaingan kecerdasan buatan (AI). Karena itu, acara September kali ini dipandang bukan sekadar peluncuran produk tahunan, tetapi juga momentum penting untuk melihat arah pertumbuhan Apple di bawah kepemimpinan CEO baru, John Ternus.

iPhone 18 Pro Jadi Sorotan

Salah satu produk yang paling dinantikan adalah iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Kedua perangkat tersebut diperkirakan membawa sejumlah peningkatan, termasuk penggunaan chip A20 Pro yang disebut akan dibuat menggunakan proses manufaktur 2 nanometer.

Apple juga diperkirakan menghadirkan perubahan pada sistem kamera, termasuk kamera utama dengan aperture variabel. Selain itu, varian Pro kemungkinan mendapatkan pilihan warna baru. Meski perubahan tersebut belum tentu tergolong revolusioner, kombinasi peningkatan hardware dapat menjadi daya tarik bagi pengguna kelas premium yang ingin melakukan upgrade.

Namun, perhatian terbesar pasar justru tertuju pada kemungkinan Apple memperkenalkan perangkat yang benar-benar baru: iPhone lipat.

iPhone Lipat Bisa Jadi “Surprise” Terbesar Apple

Apple dikabarkan tengah mempersiapkan iPhone lipat yang berpotensi menggunakan nama iPhone Ultra. Perangkat tersebut diperkirakan menggunakan desain lipat bergaya buku, dengan layar sekitar 5,5 inci ketika ditutup dan sekitar 7,6 inci ketika dibuka.

Jika benar diluncurkan, iPhone lipat akan menjadi langkah besar bagi Apple karena perusahaan akhirnya memasuki kategori smartphone yang telah lebih dahulu diisi oleh sejumlah kompetitor, terutama Samsung.

Pasar smartphone lipat sendiri masih berkembang. Berdasarkan data yang dikutip dalam laporan tersebut, IDC memperkirakan pengiriman global perangkat foldable dapat tumbuh 12,6% pada 2026. Kondisi ini memberikan peluang bagi Apple untuk masuk ke segmen baru ketika permintaan terhadap perangkat lipat masih menunjukkan pertumbuhan.

Potensi kontribusinya terhadap bisnis Apple juga cukup besar. Morgan Stanley memperkirakan iPhone lipat dapat menghasilkan sekitar US$14 miliar pendapatan bagi Apple pada kuartal Desember. Produksi perangkat tersebut diperkirakan mencapai sekitar 7 juta hingga 8 juta unit pada paruh kedua 2026, sementara total produksi dalam siklus produk pertamanya berpotensi mencapai 20 juta unit.

Meski demikian, harga akan menjadi salah satu faktor penting. Produk baru dengan harga premium harus mampu memberikan alasan kuat bagi konsumen untuk melakukan upgrade. Jika harga terlalu tinggi dan konsumen tidak melihat manfaat yang signifikan, potensi pertumbuhan penjualan dapat menjadi lebih terbatas.

Kinerja Bisnis Apple Masih Solid

Di tengah spekulasi mengenai produk baru, kinerja bisnis Apple tetap menjadi fondasi penting bagi valuasi sahamnya.

Pada kuartal Juni, pendapatan iPhone Apple tumbuh 22% secara tahunan menjadi US$54,3 miliar. Sementara itu, total pendapatan perusahaan meningkat 16% menjadi US$109,4 miliar.

Untuk kuartal September, manajemen Apple memperkirakan pertumbuhan pendapatan sekitar 9% hingga 11%, dengan pendapatan iPhone diproyeksikan tumbuh pada kisaran pertengahan belasan persen. Konsensus pasar juga memperkirakan pendapatan Apple sepanjang 2026 dapat mencapai sekitar US$477,7 miliar, atau tumbuh sekitar 15% dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun Apple tengah mencari sumber pertumbuhan baru, bisnis utamanya masih memiliki momentum yang kuat. Keberhasilan produk baru, terutama iPhone lipat, berpotensi memberikan tambahan katalis bagi pertumbuhan perusahaan.

Era Baru di Bawah CEO John Ternus

Peluncuran September 2026 juga memiliki arti strategis karena menjadi acara produk besar pertama Apple setelah John Ternus mengambil alih posisi CEO pada 1 September, menggantikan Tim Cook yang telah memimpin perusahaan selama hampir 15 tahun.

Ternus merupakan eksekutif lama Apple yang memiliki latar belakang kuat di bidang hardware. Karena itu, investor akan mengamati bagaimana dirinya membawa Apple memasuki fase baru, terutama ketika perusahaan menghadapi tekanan untuk mengejar ketertinggalan dari kompetitor dalam perkembangan AI.

Acara 9 September pun menjadi kesempatan bagi Ternus untuk membangun kepercayaan investor sekaligus menunjukkan visi Apple di bawah kepemimpinannya.

Apakah Saham Apple Menarik untuk Investor?

Meski prospek Apple masih menarik, valuasi saham juga perlu menjadi perhatian. Laporan tersebut mencatat Apple diperdagangkan sekitar 37,1 kali estimasi laba ke depan, sehingga sahamnya tidak dapat disebut murah.

Di sisi lain, potensi iPhone lipat dapat menjadi katalis baru yang membuat prospek Apple lebih menarik. Konsensus analis saat ini memberikan rating “Moderate Buy”. Dari 41 analis yang mengikuti saham Apple, 21 memberikan rekomendasi “Strong Buy”, tiga “Moderate Buy”, 13 “Hold”, dua “Moderate Sell”, dan dua “Strong Sell”. Target harga rata-rata berada di sekitar US$328,70, sedangkan target tertinggi mencapai US$400.

Dengan demikian, investor perlu mencermati hasil acara Apple pada 9 September, termasuk respons konsumen terhadap produk baru, strategi harga, serta kemampuan Apple menghadirkan inovasi yang dapat menopang pertumbuhan jangka panjang.

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai koin kripto lainnya.

Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang dapat menjadi pilihan bagi investor di Indonesia. Bagi investor yang baru ingin memulai investasi, kamu juga tidak perlu khawatir karena aset kamu mendapatkan perlindungan dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas.

Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut dapat kamu kunjungi melalui website Nanovest. Aplikasi Nanovest juga sudah tersedia di Play Store maupun App Store, sehingga investor dapat mulai mengeksplorasi berbagai pilihan aset investasi dengan mudah dalam satu aplikasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAI Daop 2 Bandung Ganti 2.800 Meter Rel Untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kenyamanan Perjalanan KA

    KAI Daop 2 Bandung Ganti 2.800 Meter Rel Untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kenyamanan Perjalanan KA

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Rabu, 20 Mei 2026 KAI Daop 2 Bandung Ganti 2.800 Meter Rel Untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kenyamanan Perjalanan KA Bandung (Jawa Barat), 20 Mei 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus berkomitmen meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api melalui perawatan serta peningkatan kualitas prasarana […]

  • Sering Dianggap Mirip Serigala, Ini Fakta Menarik tentang Anjing Husky

    Sering Dianggap Mirip Serigala, Ini Fakta Menarik tentang Anjing Husky

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Pawfriends, siapa yang tidak terpesona melihat anjing Husky dengan mata birunya yang tajam dan bulu tebalnya yang cantik? Ras anjing satu ini memang sudah lama jadi favorit banyak orang, baik sebagai hewan peliharaan maupun sekadar idola di media sosial. Tapi sebelum Pawfriends memutuskan untuk membawa pulang anjing Husky, ada baiknya mengenal lebih dalam soal karakter, […]

  • Antisipasi Lonjakan Imlek 2577/2026, KAI Divre III Tambah Rangkaian Eksekutif KA Sindang Marga

    Antisipasi Lonjakan Imlek 2577/2026, KAI Divre III Tambah Rangkaian Eksekutif KA Sindang Marga

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Palembang, 11 Februari 2026 – Meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur panjang Tahun Baru Imlek 2577/2026 mendorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang untuk melakukan penyesuaian kapasitas layanan dengan menambah satu rangkaian kereta kelas eksekutif pada KA Sindang Marga relasi Kertapati – Lubuk Linggau (PP) yang berlaku pada 13 hingga 17 Februari 2026. […]

  • Kemitraan Indonesia–India: Saatnya Mengubah Komitmen Menjadi Hasil Nyata

    Kemitraan Indonesia–India: Saatnya Mengubah Komitmen Menjadi Hasil Nyata

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Jakarta — Kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia menjadi kesempatan penting untuk mengangkat salah satu kemitraan strategis yang paling besar potensinya di Asia, namun hingga kini masih belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagai dua negara demokrasi besar, kekuatan maritim, anggota G20, serta suara penting bagi negara-negara Global South, Indonesia dan India sesungguhnya memiliki modal yang sangat […]

  • RevComm Raih Pendanaan 20,6 Juta Dolar AS pada First Close Seri B, Total Pendanaan Capai 52,8 Juta Dolar AS

    RevComm Raih Pendanaan 20,6 Juta Dolar AS pada First Close Seri B, Total Pendanaan Capai 52,8 Juta Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakarta, 24 Juli 2026 – RevComm Inc., perusahaan yang menciptakan solusi AI Voice Analytics MiiTel, berhasil menggalang pendanaan sebesar 3,35 miliar yen (sekitar 20,6 juta dolar AS dengan kurs saat ini) pada first close putaran pendanaan Seri B.  Pendanaan ini meningkatkan total dana yang telah dihimpun RevComm Inc. menjadi 8,6 miliar yen (sekitar 52,8 juta dolar AS). Dana […]

  • Telkom AI Center Malang dan Witel Jatim Barat Malang Gelar Workshop AI Productivity untuk Tingkatkan Produktivitas Pegawai

    Telkom AI Center Malang dan Witel Jatim Barat Malang Gelar Workshop AI Productivity untuk Tingkatkan Produktivitas Pegawai

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Telkom AI Center Malang dan Witel Jatim Barat Malang menggelar Workshop AI Productivity untuk meningkatkan kompetensi pegawai sekaligus mendorong adopsi AI bagi pelanggan B2B dan sektor pemerintahan. Malang, 27 Juli 2026 – Telkom AI Center Malang berkolaborasi dengan Witel Jatim Barat Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop AI Productivity yang diikuti oleh lebih dari 60 pegawai internal Telkom […]

expand_less